Yovandra regar gumilang bad boy STM teknik yang belajar hidup mandiri dengan bekerja part time di 3 tempat, tersandung tanggung jawab baru menikahi seorang gadis karena kecerobohan-nya.
Yona salsabila gadis yang mengharuskan Yovandra menikahinya karena keadaan darurat.
Siapakah yang membuat Yovandra harus menikahi gadis itu?
Rahasia apa yang tersembunyi di balik pemaksaan itu?
Apakah Yovandra akan lulus sekolah dengan sukses.
Bagaimana Yovandra bisa menjalani rumah tangga barunya dengan wanita yang baru di kenal tapi sudah menjadi istrinya, bersama dengan dirinya yang masih seorang pelajar sekolah.
Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di cerita ini!.
Tidak sepenuhnya isi ceritanya percintaan romantis.
Yona salsabila "Tampang tenang begitu apa pernah dia sange" isi pikiran Yona setelah menikah dengan Yovandra.
kisah perjuangan untuk lulus sekolah dengan sukses dan juga perjalanan hidup yang berusaha mandiri, pernikahan yang Rumit dan penuh perjua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seira agatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Uang jajan
Selamat membaca😉😄😘
🌟🌟🌟🌟🌟
Ding dong deng dong ...
Bel pulang sekolah 🏫 .
"Langsung kerja, atau mau kemana dulu nih?" tanya Ridho.
"Langsung, tapi beli minum dulu di kantin." jawab Yovandra.
Rehan tiba-tiba nongol duduk di depan Yovandra, "Udah lama gak olah raga nih, kalian berdua sibuk ngapain sih?" tanya Rehan.
"Belajar nyari nafkah Han. tahu kan anak gue dua." canda Ridho sambil terkekeh pelan.
"Serius. Udah punya anak dua, bocah culun kayak Lo. Bisa bikin anak juga!"
"Sialan lho Han. Aku ini normal tahu! Dasar Rehan!"
"Sejak kapan?"
"Dari lahir Han, hanya belum ada musuhnya aja buat bikin anak, tapi aku lagi gak mikirin itu sih sekarang."
Yovandra hanya menyimak saja awalnya, mendengar jawaban Ridho tiba-tiba Yovandra teringat pada Yona, "Dia lagi apa ya? apa aku kirim pesan saja, tapi aku tak pernah kirim pesan padanya." isi pikiran Yovandra.
"Ayo berangkat." ajak Yovandra
"Gue ikut." sahut Rehan.
"Wahai manusi sibuk. Apa sekarang kau lagi nganggur sampai mau ikut." celetuk Ridho.
Yovandra hanya diam mendengarkan mereka berdua bicara, membuat mereka berdua ikut diam dan saling bertukar pandangan.
"Boleh, tapi harus bantuin, kalo tidak mau, pulang saja sana!" titah Yovandra.
'mm ... aku gak tahu mereka mau ngapain lagi, kerja, kan intinya tadi Ridho bilang, hari ini aku lagi nganggur juga.' suara hati Rehan.
"Ok." jawabnya setelah berfikir.
Ketika sudah sampai di tempat tujuan Yovandra dan Ridho, Rehan malah berulah.
"Ahhh ... bang*at berani-beraninya mereka nyuruh-nyuruh lho Yovandra!" teriak Rehan.
"Han. bisa tenang tidak, aku kesini memang untuk bekerja, wajar kalau mereka menyuruhku." ucap Yovandra.
Di saat mereka sibuk mencuci piring ada seseorang yang memanggil yovandra, "Bisa ikut saya sebentar" bisiknya di dekat Yovandra.
"Hm, iya."
Ridho sibuk mencuci piring, sedangkan Rehan membantu menaruh piring bersihnya, "Han, gantiin gue bentar ya, aku disuruh kedalam sebentar." titahnya kepada Rehan.
"Ok, santai aja." jawab Rehan paham.
Setelah Yovandra pergi, dan Rehan yang menggantikan cuci piring, terjadilah sebuah peperangan antara Rehan dan para cucian,
Prang... prang... brak...
Tang... klontang... prang...
"Hah, mampus. Dasar Rehan bisa pegang yang benar gak sih barangnya, ini mahal tahu, bisa-bisa aku gak dapat gajian nih!'' teriak Ridho.
"Udah gue pegang kuat sekali, tapi piringnya lari sendiri Ridho sialan! apalagi cangkir sialan ini, licin sekali di pegang, ahhh... Yovandra sialan!! ngapain kerja beginian sih!" teriak Rehan mencaci maki perabotan yang di cuci juga Yovandra yang tidak tahu apa-apa.
"Bagaimana kabarmu bocah bandel?"
*****
Meski hidup bersama dalam satu rumah kami berdua jarang bicara, setiap malam tepat jam 21.00 malam Yovandra selalu menjemputku di rumah makan ikan bakar milik Bu dheku. kami berdua pulang bersama. Aku biasanya membersihkan diri lalu tidur begitu pula Yovandra.
Yovandra jarang bicara, kalau aku tak bertanya padanya dia juga tak akan bertanya atau bicara padaku.
Aku juga sudah lelah setiap hari bekerja, tak ada yang ingin ku tanyakan juga. meski begitu Yovandra adalah laki-laki baik yang pernah aku temui, meskipun dia tak banyak bicara denganku.
Terlihat cuek tapi sejujurnya begitu peduli padaku. Dia bahkan sampai membayar seorang tetangga di perumahan ini sebagai ojek untuk mengantarkan aku berangkat kerja setiap paginya. sayangnya tukang ojeknya itu perempuan. huft ...
Aku biasa masuk kerja jam 09.00 pagi. Saat itu rumah makan Bu dheku baru buka. dan biasanya tutup jam setengah sepuluh malam.
Tapi Yovandra menjemputku jam 21.00 malam.
Aku mendapatkan makan siang ketika jam istirahat, tepatnya jam 13.00 siang. dan makan malam jam 18.00 sore. Semua karyawan di berikan waktu satu jam untuk istirahat makan, dan melakukan hal lainya.
Biasanya aku membawa baju ganti supaya tak bolak balik kerumah.
Aku tinggal di perumahan taman indah. Sekitar lima menit perjalanan kerumah makan ikan bakar milik Bu dhe, kalau naik motor.
Aku sempat kaget awalnya saat masuk rumah. Sudah ada sofa kecil, televisi, meja belajar Yovandra, dan yang lainnya semua sudah ada. Bahkan ada dua AC, satu di kamar satunya lagi diruang belajar Yovandra. Aku sempat khawatir, bagaimana membayar listriknya sedangkan aku masih membayar hutang kerja selama dua tahun, sedangkan Yovandra juga masih seorang pelajar. Belum ada penghasilan.
Memang benar, yang mengisi perabotan rumah adalah mama mertua. Tapi, masa iya mau di hidupi mama mertua terus, sampe kapan?
Tapi nyatanya. Yovandra sudah melakukan tanggung jawabnya dengan baik. Bahkan dia memberikan uang jajan kepadaku. Setiap hari sabtu aku di jemput jam 19.00 malam untuk pulang. setelah membersihkan diri dan istirahat di kamar, saat itulah Yovandra memberikan uang jajan padaku.
Pertama kali Yovan memberikan uang sebesar 500.000. Aku benar-benar tak menyangka dan bingung, Yovan bilang itu uang jajan untukku, Belum bisa kasih banyak karena masih sekolah.
Padahal bagiku ini sudah sangat banyak sekali. dan ini pertama kalinya aku menerima uang sebanyak itu, selama hidupku.
Awalnya aku pikir hanya di kasih uang jajan sebulan sekali. Ternyata setiap sabtu Yovandra memberikan uang jajan padaku. Di kira aku malam minggguan kali ya seperti anak muda dan pengantin baru pada umumnya. nyatanya kami berdua hanya dirumah saja istirahat.
Sabtu berikutnya ketika Yovandra memberikan uang jajan padaku lagi, Aku menolaknya, karena uangku masih utuh. Yovandra malah kaget dan berkata, "Kok bisa. Kamu puasa ya?"
Meski begitu Yovandra tetap memberikan uang jajan padaku, Yovandra bilang, ''Simpan saja uangnya. Itu sudah jadi milikmu, aku sempat berfikir itu kurang lho, malah masih utuh. Kamu boleh beli apa yang kamu suka Yona, jika kurang kau bilang saja padaku." sungguh suatu keberuntungan dalam hidupku bertemu denganya.
Aku bingung harus bagaimana, saat itu aku berfikir. Mungkin Yovandra mendapatkan uang saku setiap Minggu dari mamanya, dan membaginya denganku.
Akhirnya aku memutuskan untuk bicara denganya, mengurangi uang jajan yang Yovan berikan. Awalnya Yovan menolak, aku menjelaskan alasanku dan akhirnya Yovandra pun mengerti, Dia malah tersenyum dan berkata, "Kau tak merepotkan siapa pun, Ini murni hasil keringatku sendiri".
Aku sempat penasaran dan ingin bertanya. Tapi mengingat jam berangkat sekolah dan jam pulang yang panjang aku urungkan niatku.
Sampai pada suatu hari kak Adriano berkunjung kerumah. Pada hari Minggu setelah sebulan tinggal bersama. saat itu uangku sudah terkumpul 1.200.000. Aku berniat membeli token listrik, tapi Yovandra menolak, saat itu kak Adriano bertanya padaku. 'Ada masalah apa?'
Aku menjelaskan semuanya kepada kak Adriano. Kak Adriano malah tertawa, padahal aku sempat takut.
Kak Adriano bilang, "menghidupimu tak kan mengahabiskan uang Yovandra, apa lagi kamu sangat irit begini, bisa cepat beli pesawat dia, hahaha. Tenang saja, yang Yovandra berikan padamu itu uang hasil kerjanya sendiri bukan uang dari mama." akhirnya kak Adriano menjelas padaku tentang Yovandra yang bekerja part time di tiga tempat.
Dari sini aku mulai menangis 😭, Aku benar-benar terharu pada Yovandra, membuat kak Adriano kaget, dan mengehentikan ceritanya, lalu memberikan tisu Kepadaku. Dari cerita kak Adriano aku mengerti kenapa Yovandra pulang larut malam, dan kenapa dia selalu tidur lebih dulu setiap malamnya, dan kenapa dia tak banyak bertanya atau bicara, sepertinya dia sudah lelah seharian dengan jadwalnya yang padat. Artis saja mungkin kalah, saking padatnya jadwal Yovandra.
Ternyata Yovandra benar-benar bertanggung jawab. Kak Adriano berkata, " Mama dan papa tak pernah memberikan uang jajan setiap minggu, kita berdua hanya di beri beberapa kali saja kalau mama dan papa ingat, karena mereka berdua sibuk bekerja."
Mungkin itu yang membuat Yovandra dan kak Adriano hidup mandiri ya.
Kamu saja yang tidak tahu Yona salsabila. berapa digit yang di transfer orang tua mereka dalam sekali transfer.
*****
"Assalamualaikum Bu Dhe."
"Waalaikumussalam."
"Bagaimana kabarmu setelah sebulan lebih hidup bersama Yovandra, Yona?" tanya Bu dhe Fatimah.
"Alhamdulillah baik Bu Dhe, Renata mana?"
"Pergi sama teman kuliahnya tadi, jam dua siang."
"Hmm. Aku bantuin cuci piring dulu ya Bu Dhe." pamit Yona dan mulai bekerja.
"Hei Yona, kenapa setiap hari minggu kamu masuk kerjanya jadi sore akhir-akhir ini?" tanya karyawan lainya.
"Iya kak, Kalo pagi aku istirahat." jawab Yona singkat, mereka bertiga Belum tahu kalau Yona sudah menikah.
"Setiap sabtu juga pulang lebih cepat sekarang, padahal kan rame ikan bakarnya?" tanya karyawan 2.
"Hehe, kan aku butuh istirahat kak kerja ful dari pagi sampe malam Lo setiap harinya."
"Lah kita kan juga sama Yona." jawab karyawan 1.
"Tapi kalian libur sekali dalam seminggu, aku hanya dua kali dalam sebulan."
"Iya juga ya, yang sabar ya Yona, hanya dua tahun, setelah ini kamu bebas seperti kita, ahaha ... '' obrolan mereka di akhiri dengan tawa
"Ayo salah satu dari kalian bantu di depan, ada yang beli nih!" teriak karyawan 3.
Yona pun langsung kedepan setelah selesai mencuci piring, membantu melayani para pembeli
"Kak Hyuga udah lama gak datang kesini ya, biasanya setiap minggu selalu beli ikan bakar, setiap hari selalu datang beli es jeruk, hilang kemana dia sekarang ya?" celetuk karyawan 3.
Yona diam saja tak menjawab, karena memang tidak tahu apa-apa setelah menikah dengan Yovandra.
"Bukanya terakhir dia bilang mau melamar kamu Yona?"
Yona hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tak tahu.
Bu Fatimah yang mendengar obrolan karyawan itu ikut bicara,
"Hyuga pergi kepesantren ikut Pak ustadz, makanya lama gak datang kesini."
"Ohh, pantesan ... " jawab karyawan 3.
"Alhamdulillah." cetus Yona.
Tiba-tiba Alreno datang menghampiri Yona dan berkata, "Bagaimana kabarmu dengan bocah berandalan itu Yona, apa dia menindasmu dengan baik?"
"Hust ... " sela Bu Fatimah.
Untung saja karyawan yang lain sedang sibuk melayani para pembeli jadi tak mendengar obrolan kami.
"Sepertinya hidupmu menjadi lebih baik, tapi ingat. Dia tidak akan lama bertahan denganmu, wanita kampung sepertimu tak menarik baginya, di luar sana banyak wanita yang lebih bagus dari pada kamu Yona, bocah berandalan yang biasa keluar malam seperti Yovan pasti ... belum selesai Alreno bicara Bu Fatimah mama dari Alreno menyela, "Jangan berfikiran buruk kamu Alreno, sudah-sudah masuk sana kalau tidak mau bantu. Jangan dengarkan kakakmu Yona, ayo bubar."
"Yona aku merindukanmu, sangat-sangat rindu dengan wajahmu, apa kau tak ingat kita pernah ... "
Terima kasih sudah membaca.
Sedekah yang paling mudah dan ringan adalah mengucapkan salam dan tersenyum.😄😄
Joss 🌹🤗 Thor
Joss kamu Thor Agatha 🌹😊
2 /Rose/buatmu. semangat ya.
mari kita saling mendukung kak. thanks.