anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
laut
Drap..drap..drap...
suara langkah kaki terdengar pelan meski menapak dilantai yang terbuat dari kayu, seorang lelaki dengan santai terus berlari meski didesak oleh hal lain
dia adalah tanaka, ia tiba2 saja dapat alaram dari sistem bahwa ia harus segera bergegas menuju suatu tempat yang entah tanaka belum tau tapi yang pasti ia mendapat arahan dari zero,
dan berakhirlah ia berlarian dirumah tua dengan berlantai kayu dan jika terinjak maka akan berbunyi gaduh,
namun berbeda dengan tanaka yang dapat menyeimbangkan tubuhnya meski berlari cepat suara injakan pada lantai kayu itu tak begitu terdengar berisik
"ada apa zero?" tanya tanaka disela langkah cepatnya
"entah lah tuan, entah masalah apa yang telah terjadi tapi tiba2 saja para raja dunia bawah memutuskan untuk bertemu disuatu tempat dan berdiskusi tentang suatu hal, termasuk kelompok mafia milik keluarga gentara dan avioga"
"dan apa hubungannya denganku"
"entahlah, sistem merasa seperti akan ada sesuatu"
"kau mengetahui hal lain?"
"mungkin, karna setiap akan terjadi sesuatu maka sistem mendapat alaram tanda berbahaya, mungkin ini termasuk level sistem dan keahliannya"
"kenapa tiba2 mendapat keahlian?"
"tuan ingat, selama satu minggu tuan selalu berhasil menggagalkan rencana jahat organisasi bunga malam, dan secara tidak langsung tuan telah menyelamatkan banyak nyawa, dan bukankah semua itu masih berkaitan dengan misi, jadi nilai tuan aktif dan dihitung disistem"
"nilaiku meningkat berapa?"
"untuk sekarang meningkat 31 nilai p, tuan ingat tentang bom dihutan kemarin, itu dinilai 7 poin karna jika salah sedikit maka tuan bisa pindah alam dan untuk yang lainnya dinilai dua poin karna masih dibilang mudah"
"pindah alam?...bukankah aku sudah hidup dialam lain zero"
hening, zero hanya bisa terdiam dia baru ingat jika tuannya ini jiwa dari dunia lain, rasanya agak aneh jika berbicara tentang itu
Balik lagi suasana saat ini yang menampakkan sebuah laut yang begitu luas dengan angin malam yang berhembus dingin
"tapi untuk apa tugas kali ini dijalankan?" tanya tanaka
"mungkin menyelamatkan zeuro dan yang lainnya, yaitu tokoh2 penting dinovel ini"
"memangnya kenapa harus menolong mereka?"
"jika terjadi sesuatu atau para tokoh itu mati maka dunia ini akan runtuh, bisa dibilang dengan adanya tokoh2 itu sebagai penyangga dunia novel ini, jika tidak ada mereka mungkin akan ada hal buruk nantinya"
"termasuk alisa?"
"ya, tuan harus melindunginya, jika tidak dunia novel ini bisa runtuh jika dia mati, meski dia jahat tapi dia diciptakan sebagai tokoh protagonis novel ini, dan itu ketetapannya, kecuali dia mati karna takdir umur atau pun dibunuh oleh sesama tokoh penting lainnya"
Tanaka hanya mengangguk biasa dan kembali menatap luas laut yang disertai gelombang itu
"lalu aku harus bagaimana?"
"tuan lompat kedalam air dan berenang lah kedasar, tak jauh dari sana nanti tuan akan menemukan tempat pertemuan raja dunia bawah itu"
Tanaka mulai melompat kedalam air dan berenang dikedalaman air laut namun tiba2 banyak ikan kecil berlarian kearahnya dan melewati dirinya, dan ternyata tak jauh dari dirinya berada ada satu ikan hiu yang berenang menampakkan deretan gigi tajamnya seolah mencari mangsa
Tanaka semakin menyelam kedalam dan tampaknya hiu itu menyadari keberadaannya terlihat hiu itu mengejarnya, namun tanaka berenang dengan cepat
ia melempar cairan berwarna merah disegala arah hingga tampaknya hiu itu kebingungan
tanaka menuangkan cairan merah itu sebanyak banyaknya dan ia mulai berenang menjauh
blup...blup...
Gerombolan ikan piranha mendekati kearahnya mungkin mereka tergerak oleh cairan yang ia tuangkan
Tanaka segera berenang semakin dalam dan jauh dari sana, dan dengan bantuan sistemnya ia sampai disebuah batu lalu ia menggesernya
dapat tanaka lihat sebuah pintu besar berada dibalik batu yang tadi digesernya
tanaka membuka pintu itu tanpa masalah sedikitpun, lalu ia masuk dan kembali menutup pintu
sebuah lorong kaca tebal dan besar dengan dikelilingi berbagai jenis ikan diluar kaca itu, tanaka berjalan di lorong panjang itu dan tatapannya tertuju pada pintu bergaya eropa klasik yang begitu besar dan menjulang
"market sistem"
Sebuah layar hologram menampilkan banyak barang dengan harga yang sudah tertera
Tanaka menekan sebuah gambar berbentuk angin lalu membelinya menggunakan poin
Ditangan tanaka muncul bola angin yang sangat kecil itu bukan bola angin sembarangan, itu sebenarnya adalah kamera pengawas yang bisa menampilakan gambar jernih dan suara yang terdengar jelas, entahlah sistemnya dapat dari mana barang unik itu
Lalu tanaka memasukkan bola angin kecil itu diantara celah engsel pintu, dan bola angin kecil itu terbang didalam ruangan sedangkan tanaka memilih duduk tak jauh dari pintu ruangan pertemuan
Didepan tanaka sebuah layar hologram memperlihatkan suasana didalam ruangan, yang terdapat banyak sekali orang2 hebat dengan aura dominan kuat didalam ruangan itu yang sedang berbincang basi dengan yang lain guna mencari relasi dan sekutu
Tapi fokus tanaka adalah satu bangku paling besar dan mewah didalam ruangan itu,dan mungkin itu adalah kursi milik top satu raja dunia bawah, tapi kenapa kursi itu kosong dan hanya ada dua orang disisi kiri dan kanan kursi mewah itu, mungkin itu kaki tangan si raja dunia bawah, tapi meski begitu aura dua orang itu terlihat mendominasi disana
Tanaka mengalihkan perhatiannya pada kursi urutan kedua dan ketiga yang diisi oleh zeuro dan keluarganya dan juga azis dengan keluarganya, disana juga ada leo dan alex, revi dan ayahnya, arda dan ayahnya, ardo dan ayahnya, karna mereka satu anggota
Dan kini fokus terakhir tanaka ada pada lelaki dengan setelan kimono beserta topengnya, yang lain juga pakai topeng, lelaki yang berasal dari jepang itu nampak bergerak2 aneh dimata tanaka, terihat mencurigakan
itu adalah yakuza bernama kurai akuma yang dipimpin oleh nakaza seito dan menduduki kursi keempat dijajaran dunia bawah
Tanaka mengeser pandangan matanya dan ia melihat seorang lelaki yang tampak familiar baginya, laki2 itu membuka sedikit topengnya dan menatap kearah bola angin kecil yang sebenarnya kamera pengawas itu dengan senyum tipis, orang itu kembali merapikan topengnya
laki2 itu melempar sebuah kertas tipis dan
sert...
Layar hologram didepan tanaka tidak menampilkan apapun layar itu gelap yang artinya lelaki tadi sadar jika ada yang mengawasi tempat pertemuan
tanaka ingat itu adalah lelaki yang sempat ia lihat dihutan kemarin, lelaki yang tampak sangat mirip dengan bawahan ayahnya dulu
Sebenarnya siapa laki2 itu kenapa laki2 itu selalu tau pergerakannya, pikir tanaka
"lalu bagaimana sekarang zero?"
"tuan naiklah kepermukaan dan tunggu pertemuan itu berakhir dan setidak nya sampai tokoh penting novel itu aman"
tanaka mengangguk lalu ia segera pergi dari sana menuju pintu kayu tadi
Lalu tanaka keluar dan menutup itu dengan batu tadi
Segera tanaka berenang dengan cepat kepermukaan namun tiba2 kakinya digigit oleh hiu yang tadi sempat mengejarnya, tanaka mengeluarkan dua belati lalu menancapkannya disela mulut hiu hingga gigitan itu lepas namun tak semudah itu
hiu itu kembali hendak menggigit perut tanaka namun tanaka berputar diair hingga gigi tajam hiu itu hanya menggigit air saja
Lalu tanaka kembali berenang mendekat lalu berenang dibawah perut hiu itu dan menancapkan dua belatinya lalu ia tarik belati itu menyayat panjang tubuh si hiu
air disekitarnya berubah warna yang mengundang ikan2 lain mendekat, melihat hiu itu lemas tanaka segera berenang menuju permukaan air
Tanaka sampai didasar permukaan lalu ia berjalan menuju hutan tak jauh dari sana lalu ia naik dan duduk diatas pohon guna menunggu pertemuan itu berakhir
"tuan tokoh protagonis wanita ada disekitar sini"
tanaka mengedarkan pandangannya kearah lain dan benar saja tak jauh dari tempatnya dua sosok perempuan tampak mendekati air laut sambil membawa tabung oksigen, dan sudah dipastikan jika dua perempuan itu akan berenang kedasar laut dan mungkin menuju ruang pertemuan
dan benar saja dua perempuan itu memasang tabung oksigen dan mulai berenang menyelam kedalam air laut
"apa aku harus menyusulnya?"
"iya tuan, bukankah tadi didalam air ada segerombolan piranha, sedangkan hiu tadi mungkin masih sekarat, jadi ancaman mereka sekarang adalah ikan piranha itu"
Tanaka hanya mengangguk lalu turun dan kembali berenang kedalam air, dan benar saja tampak dari kejauhan dua perempuan tadi dikerubuti piranha,
dua perempuan itu mencoba melawan namun agak susah karna berada dalam air apalagi dengan tabung oksigen ditubuh mereka
Tanaka berenang mendekat lalu menarik paksa tangan dua perempuan itu sedangkan mereka berdua yang tak siap akhirnya terseret oleh tanaka
Tanaka berenang kedekat hiu yang masih lemas akibat tusukan tanaka tadi lalu ia menuangkan cairan merah yang berhasil mengundang para piranha itu, dan berakhir hiu itu jadi santapan ikan piranha
Dua perempuan tadi bernapas lega dan mereka juga belum melihat jelas siapa yang menolong mereka
Dan sesampainya dipermukaan air tanaka segera berdiri namun ia ditarik oleh salah satu perempuan itu hingga tanaka tertoleh kebelakang menghadap dua perempuan itu yang kini memandang dirinya dengan tatapan berbeda beda
"kau anak haram bangsat itu!!!" teriak alisa
"sst..alisa tenangkan dirimu, apa maksudmu itu dia sudah menolong kita" bisik nera
"huh..aku tidak sudi ditolong anak haram dan rendahan itu" seru alisa mengejek
"maksudmu dia anak yang harus disingkirkan itu?" bisik nera dan diangguki alisa
"tunggu apalagi segera bunuh dia" bisik nera lagi
dua perempuan itu menyeringai
"huh..tak peduli kau sudah menolong kami atau tidak, tapi orang rendahan seperti mu harus mati" ujar alisa
nera dan alisa bersiap melempar belati masing2 namun...
Dor...dor...
Tanaka menembaki tangan dua perempuan itu hingga belati mereka terjatuh
Dor...dor...
Tanaka menembak kaki alisa dan nera, lalu tanaka pergi dari sana menuju hutan tempat dimana tadi dirinya istirahat
Nera dan alisa tertatih tatih dengan gigi bergelutuk menahan amarah dan sakit, mereka pergi dari sana
"bangsat!!! anak haram rendahan menjijikkan!" seru alisa tertahan
Sedangkan tanaka ia masih menunggu hal apa yang akan terjadi
Hari tampak semakin gelap ditambah dengan awan mendung membuat suasana disekitar hutan tampak suram, tepat pukul 01.00 beberapa orang mulai terlihat dipermukaan air laut dan pergi dari sana
"tuan, sistem merasa ada hal aneh disekitar sini!" seru zero
Tanaka meliarkan pandangannya kesegala arah hingga pandangan matanya saling bertatap dengan dua pasang mata dengan aura dominasi kuat disekelilingnya, sejak kapan dua orang itu berdiri disana dan lagi dua orang itu menatap dirinya dengan tatapan sulit diartikan, dua orang itu adalah dua laki2 yang tadi berdiri disamping kursi megah diruang pertemuan, kursi yang pemiliknya tidak datang
"lari tuan!!!" tiba2 saja zero berseru panik
Tanaka segera melompat dan berlari dari sana mengikuti arahan zero
"ada apa zero?" tanya tanaka datar disela larinya
"entahlah, sistem spontan saja, sistem merasa orang itu jauh lebih berbahaya dari yang dikira, tadi sistem tak sempat merasakan aura mereka berdua, lalu tiba2 saja sudah ada disana"
tanaka masih berlari hingga ia sampai pada motornya lalu ia melesat pergi dari sana
Tampak dari kejauhan dua orang melihat kepergian tanaka
"apa itu anak yang dimaksud bos besar" ucap salah satunya
"hmm...anak itu agak aneh, tak ada yang bisa meretas dan membobol data pribadinya, bahkan hacker terhebat yang direkrut bos besar tak bisa meretas data sedikitpun dari anak itu" ujar satunya lagi
Tentu saja karna tanaka dulunya juga hacker hebat ditambah sekarang ada zero sistem miliknya
"baiklah kita pulang dan menghadap pada bos besar"
"hmm..."
Dua orang itu pergi dari sana, tak jauh dari dua orang itu ada seorang laki2 yang terkekeh sambil bergumam tak jelas lalu ia juga menghilang dari sana