NovelToon NovelToon
Penakluk Ranjang Bos Mafia

Penakluk Ranjang Bos Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Pemain Terhebat / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:63.8k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

"Aku dibenci nggak mati, kamu gak suka aku juga nggak tutup usia, selagi rasa nggak suka dan bencimu tidak menutup pintu rezekiku, aku tidak perduli." celetuk Joanna Eden dengan tatapan santai seolah tanpa beban dosa.

Awal mulanya dia masuk kedalam dunia mafia hanya karena sebuah misi pertolongan dengan membantu kakaknya Jordan Eden yang berprofesi sebagai anggota Kepolisian untuk melakukan tipu daya agar bisa meringkus seorang Bos Mafia, tapi siapa sangka hal itu justru membuat Joanna terjerumus dalam gelombang asmara, lalu bagaimanakah kisah cinta Joanna? akankah dia bahagia atau nyawa yang akan jadi taruhannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.Ceramah Kosong.

Anna masih mengingat pesan dari mendiang kedua orang tuanya, agar tidak asal dalam mencari pasangan hidup, karena seumur hidup itu terlalu lama, jika harus kita lewati dengan orang yang salah.

"Menikah? Apa itu harus?"

Anna sempat memberikan tatapan yang berhasil membuat Jay menahan rasa kesal didalam hati, bagaimana tidak, hal itu seolah menggambarkan bahwa Anna tidak terlalu serius dalam menjalani hubungan mereka.

"Woah, pertanyaan kamu itu sebenarnya biasa aja Yank, tapi kalau lebih dicerna lagi, kok jadi sakit rasanya."

Andai ada anak buah yang ketahuan berkhianat saat itu, sudah pasti semua tulang belulangnya akan remuk ditangannya, sebagai pelampiasan diri dari rasa jengkel nya saat ini.

"Em, aku cuma--" Anna langsung mengalihkan tatapannya, dia takut jika salah bicara.

"Bukannya suatu hubungan asmara itu tujuannya untuk menikah? Apa itu hanya sebatas wacana saja selama ini?" Walaupun dia preman, namun dia juga ingin merasakan bahagia dalam urusan rumah tangga pada umumnya.

"Mungkin."

"Wahaha, Anna ternyata kamu cukup berbakat ya?" Dan satu kata itu kembali membuat tawa kesal dari sosok Jay semakin mengumpul dan menggumpal direlung hati.

"Tentu saja, aku berbakat dalam hal apapun, kecuali dalam dunia pendidikan, disanalah kelemahanku."

Sebenarnya ada apa dengan otak gadis ini? Apa dia benar-benar tidak paham dengan maksudku, atau memang dia sengaja melakukan hal ini denganku, padahal baru kali ini jantungku terasa berdenyut saat berhadapan dengan seorang wanita?

"Sebenarnya kamu sayang atau tidak denganku, Anna?" Tanya Jay sambil menarik kedua tangan Anna, agar dia bisa melihat langsung wajah gadis kesayangannya itu.

"Hmm." Anna menganggukan kepalanya dengan cepat.

"Atau ada yang kamu sembunyikan dariku?"

Mampus gue, apa aku salah bicara tadi?

Anna langsung pura-pura mengusap wajahnya, agar wajahnya tidak menimbulkan ekspresi rasa takut jika alur kebohongannya akan ketahuan.

"Ti-tidak, untuk apa aku berbohong denganmu, nggak ada untungnya juga kan?" Membalikkan pertanyaan adalah senjata pamungkas terbaik dari Anna saat ini.

"Yakin sayang?" Jay mulai merapatkan wajah mereka dan melingkarkan kedua tangannya dipinggang Anna.

Tidak!

"Ya begitulah, ini apaan sih Yank? Jangan sadis gitu napa ngelihatinnya, serem tau nggak?"

Tatapan Jay benar-benar sulit Anna kendalikan, jadi dia memilih memeluk leher kekasihnya saja, sebagai bentuk pengalihan.

"Apa kamu hanya pura-pura suka denganku?" Jay mulai memejamkan kedua matanya, saat rasa hangat dari tubuh Anna seolah berpindah ketubuhnya.

"Tentu saja tidak, aku benar-benar suka denganmu." Ujar Anna dengan sungguh-sungguh, karena memang begitulah adanya, namun suka bukan berarti harus menikah pikirnya, karena hal itu menyangkut tentang banyak hal didalam kehidupannya nanti.

"Lalu kenapa tidak mau menikah denganku, apa kamu cuma ingin main-main saja denganku?" Tanya Jay kembali sambil meregangkan pelukan itu, sesungguhnya Jay hanya takut kehilangan saja.

"Bukan begitu juga Ayang, hanya saja aku belum siap untuk membahas soal pernikahan." Jawab Anna dengan jujur, karena impiannya masih sangat panjang, belum lagi keinginannya untuk jalan-jalan, wisata kuliner dan sebagainya, itu adalah impian dirinya dimasa mudanya dulu.

"Kamu hanya perlu menjawab mau atau tidak saja, pembahasan lainnya biar aku pikirkan semuanya, kamu tahu jadi saja sayang." Dengan pesona uang Jay mampu mewujudkan apa yang dia inginkan selama ini.

"Aku masih terlalu muda Ayang." Umur Anna masih jalan 21 tahun, bahkan kuliahnya saja belum selesai, karena dia memang malas kuliah.

"Jadi?"

Tapi menurut Jay, umur bukanlah suatu tolak ukur kedewasaan, mau setua apapun seseorang jika pemikirannya seperti bocah, akan tetap seperti itu selamanya.

"Ya belum kepikiran aja, nanti-nanti kan masih bisa Ay, kita jalani aja dulu, okey?"

"Apa kamu yakin umur kita akan sampai tua?" Dalam dunia Mafia, nyawa memang sangat dipertaruhkan, itu kenapa Jay tidak mau menunda keinginannya untuk memiliki Anna sepenuhnya.

"Kenapa kamu ngomongnya gitu sih, nyawa itu ada ditangan Tuhan bukan?" Jawab Anna yang bersikap sok bijak, padahal dia hanya belum siap jika harus mendengar kata 'Mati'.

"Hmm, memang benar nyawa itu ditangan Tuhan, tapi selama ini aku tidak mau menyusahkan Tuhan, karena aku bisa mengakhiri nyawa seseorang jika aku mau."

Degh!

"A-ayang, ka-kamu mau ngapain?" Anna kembali tersadar jika kekasihnya itu adalah bos mafia yang terkenal kejam.

"Apa aku boleh bercerita?" Namun Jay malah bersikap santai, dia bahkan menarik tubuh Anna agar duduk diatas pangkuannya dan memeluk tubuh gadis itu dari belakang.

"Tentu saja, silahkan Ay." Dia mencoba tenang, walau harus tetap waspada, karen sulit baginya untuk mencari pertolongan disana.

"Aku punya tetangga, dia itu punya pacar dan hubungan mereka belum terjalin lama, suatu hari pihak wanitanya mengkhianati dirinya, kalau menurutmu apa yang akan pihak pria itu lakukan selanjutnya?"

"Mutusin cewek itu ya?" Celetuk Anna dengan mantap.

"Ahaha, dunia tidak adil kalau rasa sakit hati hanya dibalas dengan diputusin doang, makin kegirangan dong pihak gadisnya?" Jay tidak sependapat dengan kekasihnya karena hal itu tidak akan dia lakukan sepanjang sejarahnya.

"Jadi?"

"Pagi-pagi sekali, gadis itu sudah ternyata sudah tergeletak tak berdaya dihalaman rumahnya." Jay bahkan mengubah mimik wajahnya, agar ceritanya terkesan meyakinkan.

"Astaga, apa itu ulah dari prianya?" Tanya Anna yang menanggapinya dengan serius, karena dari banyak kisah yang dia dengar, soal tragedi percintaan memang yang paling sering nekat.

"Entahlah, lalu selang beberapa waktu setelah kejadian itu, saat malam jumat kliwon datang, ternyata gadis itu bisa terbang sayang, pakai baju jubah warna putih, padahal dia nggak punya sayap, hebat kan sayang?"

"AYANG, jangan ngomong sembarangan, kita tinggal diperbatasan kota, dekat sama hutan ini!" Bulu kuduk Anna mulai berdiri, saat dia menoleh kearah hutan diujung sana.

"Oh ya? Lalu itu apa dibelakangmu? Atau mungkin itu tetanggaku tadi, dia terbang kearah sini Yank, ngajak kita main kali ya?"

"Aaaarrggghhhh, aku takut Ay!" Anna sontak menjerit histeris, dia memang gadis pemberani selama ini, namun dalam dunia nyata, jikalau sudah menyangkut hal-hal gaib, mentalnya sudah seperti Kucing kecebur Got.

"Dia cuma nyari teman Yank, kasian nanti dia nangis sendirian diatas pohon?" Sebisa mungkin Jay menahan taeanya saat melihat ekspresi kekasihnya itu.

"Aaaaaa, nggak mau!" Bahkan saat ini Anna sudah melompat kedalam pelukan Jay, dan menutup kedua matanya dengan rapat, karena baru membayangkan wajah seram hantu itu saja seolah tidak sanggup.

"Jangan peluk aku, kamu kan nggak mau menikah denganku, awas sana! ngobrol aja sama dia, jangan denganku!" Dan saat kesempatan itu tiba, Jay sengaja mengambil kesempatan.

"Aku mau! Aku mau!" Teriak Anna sambil terus memeluk Jay, padahal Jay sudah pura-pura menghindar darinya.

"Mau apa, awas aku mau pergi!" Jay terus mencoba melerai pelukan Anna, walau hanya pura-pura.

"Apa aja deh, Sayang tolong jangan tinggalkan aku." Anna yang penakut itu sudah kehilangan akal, karena memang suasana malam disana sangat sepi, hanya bertemankan dengan suara jangkrik dan suara burung pemakan bangkai yang terdengar simpang siur.

"Kalau begitu kamu mau jawab iya?"

"Iya."

"Deal, kita akan menikah! Jangan berubah pikiran ya, kamu hanya milikku dan jangan pernah mencoba mempermainkan aku, apalagi punya pria idaman lain dibelakangku, tuh hantu itu masih liatin kamu!"

"Ayank, diam!" Anna teus saja ngelendot ditubuh Jay, tanpa mau mengikis jarak sedikitpun.

"Denger ya Anna, kalau kata teman dari temannya anak buahku itu bahwa: "Tidak ada dua Imam didalam satu Masjid dan yang paling penting adalah tidak ada sujud disetiap sholat JENAZAH, paham cantik?"

"Apa kamu sedang berceramah kosong denganku kali ini, memangnya Mafia juga rajin sholat ke Masjid?"

Walau tidak ada batasan sifat dan juga karakter dari seseorang untuk menunaikan ibadah sholat dan pergi ke Masjid, karena itu adalah kewajiban bagi seorang umat Muslim, namun menurut Anna hal itu seolah mustahil bisa keluar lancar dari mulut seorang Bos Mafia seperti kekasihnya itu.

"Aku bilang kan tadi katanya!" Ujar Jay dengan wajah datarnya.

"Aish, terserah aja lah, ayo kita masuk!" Anna langsung kembali melompat didalam gendongan Jay dan mengaitkan kedua tangannya dibepakang leher milik Jay.

"Nggak mau nongkrong dulu disini buat nemenin mbak berambut panjang dan berjubah putih?" Jawab Jay yang langsung menangkap tubuh Anna dan memastikan Anna nyaman berada didalam dekapannya.

"Nggak, ayo buruan masuk!"

"Baiklah calon istriku, aku harap kelak kamu bisa lanjut kuliah dengan benar, haha!"

Dasar gadis kosong, tapi biar gampang dibohongin aku juga tetap cinta, haha!

Betapa riang gembiranya sosok Jay kali ini, karena dia sudah berhasil mencapai keinginannya hanya dengan modal menakut-nakuti Anna dengan cerita mistis yang dia karang sendiri.

1
Rustan Sinaga
dah selesai aja thor
semangat berkarya thor...
Rustan Sinaga
senangnya sudah direstui abang ya dek...
Rustan Sinaga
semangat thor, keren ksta² mutiaranya
Rustan Sinaga
semangat thor
eva setyanita
🤣🤣🤣🤣🤣
Abimanyu Rara Mpuzz
simalakama
Abimanyu Rara Mpuzz
luar biasa
Abimanyu Rara Mpuzz
Luar biasa
Asngadah Baruharjo
ngakak paraahhh thorrr 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
Jordan,tak temenin tidur di pos ronda 😀😀😀😀
Asngadah Baruharjo
aku mendukungmu fulllll Jay
Asngadah Baruharjo
jangan sakiti hatinya jay doongg
Asngadah Baruharjo
waduuuuhhhhhhhhhh nanti takutnya jay jadi monster
Asngadah Baruharjo
ngakak paraahhh 😀😀😀
Asngadah Baruharjo
wkwkwkwk
Asngadah Baruharjo
KEREENNNNN thoorrr 👍👍👍
Anik Trisubekti
terimakasih kak Iska 😘😘😘
ditunggu karya selanjutnya
Anik Trisubekti
abang Jordan😘😘😘😘
Hanisah Nisa
thanks Thor...
Susi Akbarini
😀😀😀😀😀😀😍😍😍😍❤❤❤❤❤

yaaaa aammpuunnnnn...
kocak abiz mereka itu...

btwxakhirnya up date...
mkasi byak ya aa kaakkkk
❤❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!