NovelToon NovelToon
Benih Yang Kau Tinggalkan

Benih Yang Kau Tinggalkan

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Anak Kembar / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:66.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fidia K.R

Mengidap Endometriosis, bagai vonis mimpi buruk bagi wanita mana pun hingga terpaksa melakukan operasi dan proses bayi tabung, namun perceraian justru harus terjadi.

Berjuang sebagai orang tua tunggal dengan kehadiran kedua buah hati yang terlahir fraternal, membuat hari-hari Irene tidak terduga hingga pertemuan tak terduga kembali terjadi dengan Hendrik, menyisakan pertanyaan yang tanpa diketahui ada bahaya mengancam di saat kebenaran mulai terungkap.

Di saat pertemuan dan genggaman tangan itu menarikmu, apa kau akan berbalik untuk bersama atau justru meninggalkan kembali?

Ikuti kisah Irene & Hendrik selanjutnya, tak lupa Xander & Xavia yang menggemaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fidia K.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertahan Terluka 3

Deru nafas semakin memuncak tak kala menatap kehadiran sosok yang berubah arti akan tulusnya kepercayaan. Terlupa akan suatu toleransi yang seharusnya bisa dilakukan tanpa menyakiti hati terlebih dahulu, bagi hati yang terluka sejak lama, tentu menjadi sebuah pelampiasan yang tak dapat lagi terbendung untuk melakukan suatu perlawanan.

“Mau apa lagi kalian semua kemari? Apa tidak cukup?”

Ketidaktahuan berujung nasib malang yang harus dialami oleh kedua keluarga yang seharusnya saling melengkapi. Tidak adanya kesabaran diri yang tersisa hanya karena saling menuduh atau menyudutkan, semua bagai kapal di atas ombak yang mengamuk, menghempas batu karang tak lagi akan berlabuh pada sebuah dermaga.

“Irene, Nak ... ka-kami tidak bermaksud un-untuk membuat mas—”

“Aku, sudah berusaha menghilang dari kehidupan kalian sejak lama. Sedikit pun ... SEDIKIT PUN! Aku tidak meminta bagian harta, pengakuan, atau bahkan nama baik! Sampai hati, kalian membuat orang yang paling kucintai berakhir seperti ini, hanya karena kalian membenciku?”

“Irene, kau sudah salah mengerti Nak ... kami tidak bermaks—”

“Mr. William Rowan Kessler! Ketika aku masih menjadi ... bukan, bukan! Sebagai mantan menantu keluarga Kessler, aku berusaha menjaga nama baikmu meski berbagai perlakuan buruk ku dapatkan! Apa itu masih kurang?”

“Serta Mrs. Mia Johanes Kessler! Pertemuan dengan pejabat, perkumpulan sosial, bermain piano atau biola, menjaga tata krama dalam berbicara, berprilaku, berpakaian, bahkan untuk makan pun aku di atur! Aku tidak bisa menjadi diri sendiri, namun aku lupakan itu semata-mata untukmu!”

“Iii-Irene ... Nak, kami ... sungguh tidak tahu bahwa ini semua salah pa—”

“IRENE!!”

Teriakan Hendrik terakhir kali begitu menusuk relung sukmanya ketika terpaksa menghentikan langkah keluarga Kessler yang hendak mengunjungi nenek Emma saat masih berada di depan pintu ruangan rawat inap. Kembali berjalan dengan tidak menghiraukan mereka, Irene tersudutkan akan pikiran sempit dengan perasaan yang tak menentu.

Kondisi nenek Emma yang kian memburuk hingga dokter pun lepas tangan karena sudah tidak mungkin baginya untuk melakukan operasi kedua kalinya mengingat usia yang sudah tidak memungkinkan. Kemalangan lainnya yang harus diratapi oleh keluarga Farmer.

Kedatangan Collin yang terlambat ke rumah sakit pun terkejut akan kehadiran keluarga Kessler yang berdiri diam mematung di depan pintu masuk rawat inap. Tahu akan penolakan seperti apa yang Irene lakukan pada mereka, sungguh Collin pun hanya dapat tertunduk dan berdiam diri bersama Hendrik dan Bastian dengan penuh rasa bersalah.

“Kudengar, kau ... membayar lunas semua hutangku pada Luke,” Collin menundukkan kepala pada Hendrik yang terdiam, menatapnya penuh dengan aura kemarahan, namun sebisa mungkin menahan diri. Memberanikan diri untuk berjalan mendekat, Collin memberikan rasa hormatnya pada Wiliam dan juga Mia, yang tentu sangat Collin kenali.

“Selepas Irene berpura-pura menjadi kekasih Luke, hampir dua tahun Irene disibukkan dengan pekerjaan. Kala itu nenek Emma mendapatkan serangan jantung pertama karenaku, dan kini ... mengalami serangan jantung kedua karena Irene,” Collin pun mencoba untuk menjelaskan.

Hendrik memalingkan pandangannya seraya membuka jas dan beberapa kancing kemejanya karena merasa penat akan rasa kesal yang tak terbendung. Merasa tidak mampu mengendalikan diri karena rasa bersalahnya pada Irene, Hendrik memutuskan untuk berjalan menuju cafetaria rumah sakit.

William dan Emma pun kembali di jelaskan akan kasus lainnya yang harus Irene hadapi atas tindakan dari yang Collin lakukan hingga harus berurusan dengan Luke. Tak dapat lagi berkata dengan kembali dipenuhi rasa bersalah, William terduduk lemas pada sebuah bangku, sedangkan Mia tak kuasa menitikkan air matanya karena merasa malu atas tindakannya.

Membeli beberapa makanan dan minuman untuk Irene, Hendrik kembali menuju lantai atas dan memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan rawat inap nenek Emma. Melihat keras kepala Hendrik yang terkadang menyebalkan, Irene hanya dapat memeluk kedua buah hatinya dengan pilu dan gelisah, bersama Giselle yang menemaninya.

Hendrik mencoba berkonsultasi dengan dokter yang secara kebetulan datang untuk melakukan pemeriksaan. Mencoba berdiskusi akan kemungkinan lainnya yang mungkin bisa dilakukan untuk nenek Emma, berujung tangisan karena kondisi tubuhnya yang semakin lemah.

“Mommy, why are you crying? Is Grandma okey?” tanya Xavia di saat Irene tak kuasa menahan tangis, terduduk menutup wajah dengan kedua tangannya.

“Daddy, apa yang dikatakan Dokter? Kenapa banyak sekali kabel dan selang pada tubuh Grandma? Apa itu tidak sakit?” Xander pun memberikan komentarnya dengan menarik jas Hendrik berkali-kali.

“Hey putri dan ksatria raja, mau ikut Aunty Giselle ke lantai bawah? Kita cari sesuatu yang kalian sukai. Kali ini Aunty tidak akan melarang apa pun.”

Giselle tersenyum melewati Irene dan Hendrik di saat membawa kedua kembar seraya mencoba mengatakan tenang dan berdiskusilah dengan baik. Kehadiran Giselle yang selalu menjadi malaikat pelindung bagi irene, sungguh tidak dapat diutarakan dengan kata-kata.

Hendrik kembali fokus berbicara dengan beberapa Dokter lainnya bahkan tidak perduli berapa biaya yang harus dia keluarkan untuk kesembuhan nenek Emma. Namun di saat semua sedang sibuk berdiskusi, Luke secara tiba-tiba mengirimkan sebuah notifikasi perbankan di mana laporan tentang Hendrik yang membayar lunas semua hutang keluarga Farmer pun bagai kilat yang menyambar.

Gunung bergejolak dengan larva panasnya, angin berhembus berubah menjadi topan yang dapat menghancurkan sekitarnya tak kala Irene merasa percuma setelah semua hal yang ia korbankan selama ini. Entah itu harga diri atau kelayakan hidup, perasaan Irene bagai terkuliti oleh Hendrik.

“Untuk apa kau membayarkan hutangku? Dari mana kau mengetahui soal ini?” tanya Irene di saat pada dokter dan perawat pergi meninggalkan ruangan.

“Itu hutang Collin dan bukan hutangmu,” balas Hendrik dengan tegas.

“Aku, selama dua tahun lebih bekerja banting tulang, mengacuhkan harga diriku, tapi ... semua masalah hilang dalam seketika berkat kehadiranmu. Bagus sekali Hendrik, WOW!” Irene bertepuk tangan, dengan raut wajah bagai menghina.

Hendrik terdiam tidak ingin mencari masalah pada Irene yang kini terlihat begitu kesal akan amarahnya yang bagai tak dihiraukan. Semakin Hendrik berkata, ia tahu bahwa itu hanya akan menimbulkan masalah percakapan yang tidak diinginkan.

Irene memerantakkan rambutnya yang awalnya tergerai rapi seolah menunjukkan rasa kesalnya yang tak berkesudahan. Tahu akan semua yang dilakukannya akan percuma, Irene benar-benar ingin berteriak atau mengamuk sejadi-jadinya namun tidak dapat dilakukannya.

...***...

-Mansion kediaman keluarga Kessler di Houston-

Kekhawatiran Anna yang merasa ada yang tidak benar dengan keberangkatan kakaknya William ke Dallas bersama sang istri Mia, akhirnya kabar mengenai Hendrik yang datang ke sekolah seolah mengakui kehadiran Irene dan kedua anak kembar bersamanya, membuat Anna bagai tertampar atau terperosok dari atas tebing jurang yang tinggi.

Semua usaha, pengorbanan yang sudah ia lakukan selama kurang lebih lima tahun terakhir pun berakhir percuma di saat dengan jelas terlihat dari unggahan media sosial bagi foto atau video yang memperlihatkan pewaris kecil keluarga Kessler.

“Tidak, tidak! KEMBAR?! IRENE MEMILIKI ANAK KEMBAR?!” ucap Anna dengan penuh gelisah, berjalan memutari sebuah meja dengan sambungan video bersama Mr. JK.

“Apa kubilang? Ibu, jika saat itu kau mengijinkanku datang menyusul Hendrik ke Dallas, semua tidak akan menjadi seperti ini,” Sarah, sang putri kesayangan pun memberikan pendapatnya.

“Tidak sayang ... belum! Kedua anak itu belum tentu anak Hendrik! Kau tidak lihat berita? Irene menjadi simpanan seorang pria kaya lalu melahirkan dua anak, dan Hendrik lah yang akan mengangkatnya sebagai anak,” balas Anna mencoba meyakinkan dirinya.

“Aku gagal menculik mereka saat itu karena Hendrik ternyata bukan lawan yang mudah,” Mr. JK ikut memberikan tanggapan yang tentunya semakin membuat Anna tercengang.

Anna berpacu dengan ruang dan waktu akan sebuah rencana lain yang harus ia lakukan, sesegera mungkin jika tidak ingin semua rencana yang sudah ia lakukan menjadi terbuang percuma begitu saja habis tak tersisa, meninggalkan amarah dan kekesalannya.

Anna mencoba untuk bertindak lebih berani jika memang perlu dilakukan tanpa merasa ragu atau hanya sekedar memiliki hati nurani sebagai seorang manusia yang dapat berpikir secara rasional. Berbeda dengan Mr. JK yang menyukai sesuatu secara terencana, Anna lebih cenderung bersikap agresif tanpa melihat sekitarnya.

Dengan segera menghubungi anak buahnya yang saat ini berada di Dallas, Anna meminta mereka untuk mengamati dan memberikan kabar terbaru. Tersampai akan kehadiran Luke yang tanpa disadari menjadi kesempatan emas baginya, senyuman Anna melengkung tak kala meminta untuk melakukan pertemuan dengan Luke di Houston.

“Bu, apa yang akan kau lakukan bersama pria bernama Luke itu?” tanya Sarah kebingungan.

“Tunggu dan lihatlah ... anakku sayang, sudah waktunya bagimu ke Dallas.”

Di saat kegelisahan kembali datang dengan berbagai serangan yang siap menghadang, apa yang akan kau lakukan?

1
Katherina Ajawaila
William di mana, sm Mia 😆
Katherina Ajawaila
Iren terlalu anggap semua masalah bsa di selesaikan mertua udh tangan msh belagu dasar, keras kepala, rendah hati kalau ma sukse
Katherina Ajawaila
Iren gayanya ngeselin. juga kaya perek mau aja di buat bulan2 an, udh Terima suami lagi, msh aja gengsi mertua minta maaf msh keras tapi sm luke jawab nya spt jablai , colin saudara laki2 sprt banci. kel edan
Katherina Ajawaila
siap2 aja Anna, sarah , Jk Terima karma mu🤓
Katherina Ajawaila
Iren gemesin, hendrick. lemot, di luar netizen pada ngibah, bikin gemes, anak dia jadi korban. 🥸
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
Iren aneh aja senang di dlm lingkaran setan, udh jelas kehidupan di salah guna in org bukan nya cerita biar hendrick tau😎
Katherina Ajawaila
makin tegang aja, semoga ketangkap Jk bersama luke dan Anne
Katherina Ajawaila
Hendrick, gercep donk kalau tdk mau kehilangan anak2 mu, iren juga ngulur2 waktu utk blbg identitas si kembar. outhour plases, yg baca jd snewen🥸
Katherina Ajawaila
mis komunikasi Iren, cerita biarHendrick tau selesai deh masalahnya, biar Anna Terima akibatnya
Katherina Ajawaila
gercep lah hendrick itu Anna dan antek2 nya JK😡
Katherina Ajawaila
pasti itu ulah Nya Anna, yg sering neror kel Iren 🥸
Katherina Ajawaila
hendrick kenapa mgk jebak Tantemu, Anna dan cecukuk nya JK,
Katherina Ajawaila
itu ulah ana yg ingin anaknya sarah menjadi istri hendrick 😁
Katherina Ajawaila
kenapa hendrick bisa menceraikan Irene thour, kelihatannya hendrick ngk merasa berbuat menceraikan, jadi penasaran 🥸
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik, kasihan! irene, punya tante matre 😖
Surati
bagus
Ririn Nursisminingsih
kesalahpahaman yg dibuat oleh seseorang ane karena harta dan tahta
Fidia K.R ✨: /Grimace/ harta dunia memang menyesakkan..
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
duh semoga Irena anak2nya aman
Fidia K.R ✨: Gereget emang ka /Right Bah!/
total 1 replies
Ekowati Puji Lestari
Cerita yang menarik
Fidia K.R ✨: Terima kasih bnyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!