NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Ketua OSIS Dingin Dan Si Gadis Bar-bar'

Kisah Cinta Ketua OSIS Dingin Dan Si Gadis Bar-bar'

Status: tamat
Genre:Ketos / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Arkana Rafandra Pramana, seorang ketua OSIS di sebuah sekolah bonafit. Ia memiliki wajah yang sangat tampan dan banyak diidolakan oleh kaum hawa. Di samping itu, ia adalah putra dari Arsenio Raymond Pramana, pemilik perusahaan nomor satu di Indonesia. Di saat hidupnya merasa damai, tiba-tiba dikacaukan oleh seorang gadis yang sangat bar-bar. Senja ... ya nama wanita itu adalah Senja. Seorang gadis manis yang merupakan adik kelas Arkana. Senja memiliki pribadi yang ceria dan mampu menarik perhatian seorang Arkana. Namun, sayangnya perjalanan cinta mereka tidak bisa mulus, karena Arkana dijodohkan dengan gadis bernama Hanna, putri dari sahabat papa dan mamanya. Arkana dengan sangat terpaksa menerima perjodohan, karena hutang budi, dimana mamanya Hanna pernah menyelamatkan nyawa mamanya Arkana. Arkana benar-benar dilema, terjebak di antara dua pilihan. Antara cintanya atau balas budi.Apakah, Arkana bisa bersatu dengan Senja? ataukah dia memang ditakdirkan berjodoh dengan Hanna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Bea siswa

"Bagaimana Pak Satrio, apa Senja baik-baik saja? dan apa sekolahnya berjalan lancar?" tanya seorang pria di ujung telepon.

"Sejauh ini, baik-baik saja, Pak. Semuanya aman terkendali," sahut Satrio lugas.

"Baguslah. Terima kasih, sudah melakukan semua yang aku mau dengan baik, Pak Satrio!"

"Harusnya aku yang berterima kasih, Pak. Bapak sudah berbaik hati mau membantu semua biaya pendidikan keponakanku sampai sekarang," Satrio berbicara dengan nada lirih.

Terdengar helaan napas berat dari ujung sana. Sepertinya pria yang sedang berbicara dengan Satrio di ujung sana, memiliki beban pikiran yang cukup berat dan yang pastinya beban pikiran itu berhubungan erat dengan Senja.

"Itu sudah jadi tanggung jawabku, Pak Satrio. Dia menjadi yatim piatu tidak bisa dipungkiri ada kaitannya denganku," suara pria di ujung sana terdengar lirih.

"Pak, please jangan terlalu merasa bersalah. Kecelakaan itu tidak murni terjadi atas kesalahan Bapak. Ini murni karena takdir. Seandainya bapak tidak memaksa untuk membiayai semua pendidikan Senja dan kehidupannya, aku juga tidak mempermasalahkan itu, karena aku yakin kalau aku masih bisa membiayai pendidikan keponakanku, " tutur Satrio dengan raut wajah ikhlas.

"Tapi, Pak Satrio bagaimanapun, kalau seandainya anakku tidak menyeberang jalan tiba-tiba, kecelakaan itu pasti tidak akan terjadi. Papanya Senja pasti tidak perlu banting setir ke samping, hingga menabrak trotoar. Kalau tidak banting stir, anakku yang pasti mati,"

Satrio menghela napasnya. Bohong sebenarnya kalau dirinya tidak sedih kehilangan kakak kembarnya yang tidak lain adalah papanya Senja. Bagaimanapun papanya Senja adalah satu-satunya saudara yang lahir dari rahim yang sama. Tapi, bagaimanapun Satrio menyadari kalau kecelakaan itu memang terjadi bukan atas salah siapa-siapa.

"Pak, tolong jangan terus-terusan merasa bersalah. Seperti yang aku katakan tadi, semuanya sudah menjadi takdir. Sudah takdir kakak dan kakak iparku , harus meninggal dengan cara seperti itu. Senja juga tetap merasakan kasih sayang dariku pamannya. Dan kebetulan istriku juga menyayangi Senja, Pak," ucap Satrio, tulus.

"Syukurlah kalau begitu," Pria di ujung sana mengembuskan napas lega.

"Oh ya, terima kasih Pak Satrio. Terima kasih tidak pernah menyalahkan kecelakaan itu padaku. Padahal itu murni keteledoranku saat itu yang asik menghubungi seseorang, hingga tak memperhatikan anak sendiri," lanjut pria itu lagi. Pria di ujung sana sepertinya benar-benar dilingkupi oleh penyesalan yang sangat besar.

"Terima kasih juga, Pak karena sudah peduli dengan pendidikan Senja, keponakan saya,"

"Tidak perlu berterima kasih. Aku sudah mengatakan kalau itu sudah jadi tanggung jawab saya. Oh ya, apa Senja tahunya kalau biaya sekolahnya adalah bea siswa untuknya?" tanya pria di ujung sana lagi.

"Iya, Pak. Sampai sekarang dia tahunya kalau biaya sekolahnya ditanggung sama bea siswa. Dan untuk uang yang Bapak transfer kemarin, untuk beli buku, jajan dan perlengkapan lainnya, sudah aku kasih ke dia," terang Satrio tidak sepenuhnya jujur, karena walaupun pria di ujung sana mengirimkan semua biaya keperluan Senja, dia tetap ikut menambahkan biaya untuk keponakannya itu. Bagaimanapun dia merasa kalau Senja juga sudah jadi tanggung jawabnya.

"Baiklah kalau begitu. Sekali lagi, terima kasih banyak Pak Satrio," pria di ujung sana mengembuskan napas lega.

"Ya udah, kalau begitu panggilannya aku tutup dulu ya, Pak. Lain kali aku akan hubungi Bapak lagi," ucap Pria di ujung sana.

"Eh, tunggu dulu, Pak!" cegah Satrio.

"Iya, Pak. Apa ada hal lain yang ingin Bapak sampaikan?" tanya pria di untuk sana.

"Emm, begini, Pak," Satrio diam beberapa saat seakan berat untuk menyampaikan apa yang mengganjal di dalam hatinya.

"Pak Satrio?" terdengar lagi suara dari ujung sana.

" Begini, Pak ... Aku hanya mau membicarakan masalah perjodohan yang Bapak bicarakan kemarin-kemarin. Aku hanya mau meminta pada Bapak, agar mengurungkan niat bapak untuk menjodohkan Senja dengan putra Bapak itu. Biarkanlah mereka mencari jodoh masing-masing. Senja dengan orang yang dia cintai kelak dan putra bapak dengan gadis idamannya," akhirnya Satrio berani mengungkap apa yang selama ini menjadi sesuatu hal yang sangat berat di pikirannya.

"Tapi, Pak Satrio ...."

"Pak, aku bukannya tidak bersyukur kalau Senja akan dijadikan menantu orang besar seperti Bapak, tapi masalahnya aku tidak ingin Senja dinikahi karena alasan merasa bersalah bukan karena rasa cinta. Aku hanya ingin kita biarkan mereka berdua memilih pasangan masing-masing. Kalau mereka berjodoh, takdir akan menyatukan mereka nantinya," tutur Satrio dengan bijaksana.

Untuk beberapa saat tidak terdengar suara tanggapan dari ujung sana. Sepertinya pria di ujung sana sedang memikirkan perkataan Satrio barusan.

"Baiklah, kalau begitu. Sepertinya yang Bapak katakan tadi benar. Tapi kalau boleh berharap, aku ingin Senja bisa berjodoh dengan putraku, agar aku bisa benar-benar menjadi orang tua untuk Senja. Tapi balik lagi dengan yang Bapak katakan tadi, kita memang tidak boleh memaksakan kehendak kita,"

Satrio mengembuskan napas lega, setelah mendengar ucapan pria di ujung sana yang akhirnya bisa mengerti apa yang memberatkan hatinya selama ini.

"Oh ya, Pak Satrio. Setelah Senja selesai kuliah nantinya, dia bisa langsung bekerja di perusahaanku. Jadi, dia tidak perlu susah-susah untuk mencari pekerjaan lagi,"

"Aduh, masih lama lagi, Pak. Sekarang saja Senja baru saja masuk SMA. Kalau masalah pekerjaan, nanti kita bisa bicarakan," Satrio terkekeh mendengar ucapan pria di ujung sana.

"Tidak masalah, Pak Satrio. Aku hanya ingin menginformasikan lebih dulu, karena aku yakin kalau Senja itu pasti mampu. Bapak kan sering menginformasikan setiap prestasi-prestasi yang dia dapat," ucap pria di ujung sana dengan lugas.

"Baiklah, Pak. Sekali lagi terima kasih ya! ucap Satrio tulus.

"Sama-sama, Pak! Oh ya, kalau ada keperluan lain yang dibutuhkan oleh Senja, jangan sungkan untuk menghubungiku ya, Pak. Karena aku tahu jelas kalau di Sekolah SMA Angkasa, akan banyak kegiatan yang membutuhkan biaya besar," pungkas pria di ujung sana lagi.

"Baiklah, Pak!" panggilan akhirnya terputus setelah pria di ujung sana mengakhiri lebih dulu.

Tbc

1
Aliandro Nahak
asekkk
urllovergirl✨☘️
🤣👍🏾👍🏾
rahmawaty
si keysa kadang ada baiknya , kadang ada judesnya
Nafisatun Najah
/Curse//Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nafisatun Najah
hhhh
Nafisatun Najah
mammmpyyyuuussss
Rika Hari
c Arkan tdk merasa bahwa c petang hamil simpatik 😊😊
Rika Hari
hamil tuh c petang ☺️☺️☺️
Rika Hari
lusi urg nya kan imut ngapa gak sama kan aja peran laki laki nya dgn zhuyen 😊
Rika Hari
bibik nya c senja seperti ular ber kepala dua d dpan suami nya
Rika Hari
k lau blg Cilla ulat Kekek yg menempel 🤣novel yg aku baca mengejar cinta pak guru
Rika Hari
bukan senja yg gila tapi Hanna yg gila 😂😂😂😂
Rika Hari
wow hebat senja bisa bela diri 👍
Rika Hari
wanita mandiri gitu ya
juwita
mampir
Lismawati Salam
Luar biasa
Nana Sulistiana
Kecewa
Nana Sulistiana
Buruk
Azriel Baxter
Luar biasa
rubyy rubyy
suka visualnya
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!