Kisah hidup seorang pemuda harus,mau tak mau harus menerima ilmu keturunan dari ayah nya,,tidak semua orang mau menerimanya, bahkan ada sebagian yang menganggap itu sesat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fikachu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran
"aku baru saja melihat, sebuah kekuatan besar yang tiada tandingan, yang baru saja kau gunakan.. hrrrrrrr.... "
tiba tiba muncul seekor harimau di belakang Arman, membuat arman menghentikannya langkah nya. ia menoleh ke belakang.
tampaklah seekor harimau bercorak warna emas sedang berjalan pelan, seraya mendengus dengus..
Arman yang memang sebangsa harimau, ia tahu bahwa kedatangan nya, bukanlah mencari musuh.
"jangan takut, aku datang untuk berteman dengan mu,,
panggil aku bila kau butuh bantuan ku..
namaku Rajo, aku sahabat Ayah mu jalung,
namun kami berasal dari kawasan yang berbeda,
aku Rajo,, berasal dari sumatera, keturunan dari harimau ke tujuh..
salam kehormatan bagiku, bisa bertemu dengan mu... "
suara Rajo memecah keheningan malam.
Arman menghampiri Rajo, lalu mengelus pundak dan leher nya, membuat Rajo yang berwujud seekor harimau merasa senang, mendapat perlakukan seperti itu, ia lalu menyandarkan kepala dan badan nya di punggung Arman.
sebagai ungkapan senangnya.
"aku pasti membutuhkan bantuan dari mu,entah kapan waktu nya.."ucap Arman
"bagai mana caraku memanggil mu Rajo..? " tanya Arman,ia memikirkan bila suatu saat nanti membutuhkan pertolongan nya.
"cukup kau sebut nama ku, lalu kau hentakkan kakimu tiga kali, aku akan datang padamu..
jika aku tidak datang, mungkin aku sedang dalam masalah.. kau mengerti..?? " Rajo masih berdiri di sisi Arman..
"baiklah, aku mengerti,aku harus segera pulang..!" Arman mengelus kepala Rajo, lalu ia pergi meninggalkan Rajo, yang perlahan menghilang.
sesampainya di suatu tempat
ki Barjo membawa kedua lelaki yang ia temui kemarin, Satrio Dan Joni.
"apakah kau sudah berpamitan kepada keluarga mu..?? "tanya ki barjo.
"sudah ki. ..." jawab nya serempak.
baik lah aku akan tunjukan kepada kalian,dan apa pekerjaan kalian.
Satrio dan Joni mengikuti langkah ki Barjo ke dalam sebuah ruangan nya yang langsung di sambut oleh nyi Ratu kegelapan.
"ini mereka yang pernah saya janjikan nyi Ratu.. terima lah.. " ujar ki Barjo, seraya memberi salam kepada nyi Ratu, dan diikuti oleh Satrio dan Joni,dengan tatapan tak berkedip, dan berdecak kagum, terpana, karena memandang kecantikan sang Ratu.
"ha ha ha.. bagus ki,, sekarang antarkan mereka ke ruangan untuk istirahat,"
Joni dan Satrio tak pernah menduga apa yang akan mereka lakukan..
bahwa mereka terjebak di dalam ruang kematian.
jika mereka patuh dan memuaskan sang ratu mereka akan mendapatkan kekayaan yang melimpah,
namun sebalik nya, jika mereka melanggar atau tidak menuruti kemauan sang Ratu, maka nasib mereka tinggal nama,atau tinggal kerangka.
setelah kepergian satrio dan joni,
ki Barjo menghampiri nyi Ratu.
"bagaimana nyi...??
ki barjo menatap guru nya, yang tengah senyum senyum sendiri, ia senang mendapatkan mangsa nya.
"kau memang muridku yang terbaik ki... ha ha ha.... ".
nyi ratu memuji ki barjo, di sambut dengan senyuman senang ki Barjo.
ketika manusia sedang menjalani sebuah kehidupan,pasti akan ada tantangan tersendiri, baik untuk nya atau pun keluarga nya, begitulah yang sedang di alami oleh Arman,
ia sangat senang mendengar kabar bahwa istri nya sudah melahirkan, namun ia sedikit ada rasa takut.
akan semakin banyak tantangan yang ia hadapi, ia tak ingin keluarganya menjadi sasaran para dukun dan para demit.
sebab di dalam diri nya dan anak nya akan ada kekuatan yang mampu menyatukan dua alam, dan mempengaruhi nya, apa bila sampai salah langkah, maka bumi ini di ambang kehancuran.
"Arman anaku..... "
sebuah suara mengagetkan Arman, ia menoleh dan di dapatinya seorang nyi Sundari.
sesaat ia ragu, akan kehadiran sosok nyi Sundari, namun nyi Sundari paham akan isi hati keponakan nya itu.
"kau tak usah kuatir anakku, aku lah Nyai Sundari yang Asli, bibimu..
aku tahu yang telah terjadi padamu..." ucap Nyi Sundari seraya tersenyum ramah.
"aku terlambat datang padamu, sebab di perjalanan aku di hadang oleh para siluman itu.. "
"tak mengapa nyi, Aku paham, ada apa kah gerangan, sampai membuat nyi kemari, apakah nyai mau menjemput ku.. ?" tanya Arman.
"aku hanya membawa kabar dari Ayahmu, bahwa istrimu telah melahirkan seorang anak kembar yang cantik dan tampan seperti ibu dan ayah nya.. "nyi Sundari menjelaskan maksud kedatangan nya.
betapa girang hati Arman mendengar kabar dari bibi nya, tapi ia sejenak ragu, karena ia telah mendengar duluan informasi dari ratu ular tadi. Arman menundukkan kepala nya.
"kau tak usah khawatir Arman, dia anak darah dagingmu, Arin adalah istri yang setia, kau jangan percaya omongan ular berbisa itu... "ujar nyi Sundari.
"baik nyi,, terimakasih,, boleh kah aku bertanya sesuatu hal nyi..? " tanya Arman kepada nyi sundari
Nyi Sundari menganguk,
"apakah sosok seorang ibu yang selalu menolong ku, ketika aku tersesat itu adalah nyai... " Arman merasa penasaran.
"pikiranmu memang sangat tajam Arman, kau betul, akulah sosok ibu itu, aku sengaja menyamar agar, para dukun itu tak mengenaliku.. " ujar Nyi Sundari.
"lantas apa yang harus aku lakukan saat ini nyi.. " Arman bingung, apakah ia harus pulang, sebab kalau ia pulang maka ia akan di buru polisi, atau pun warga.
bisa juga si dukun Barjo itu bersiap menanti nya, sedangkan Arman tak mau, keluarga nya yang tak ada sangkut paut nya menjadi korban.
"kau tetaplah si sini dulu Arman, biarkan anak anakmu tumbuh remaja, baru kau boleh bertemu dengan nya.. kelak mereka sendiri yang akan menemuimu kemari. " ucap Nyi Sundari.
Arman mau tak mau menerima saran dari bibi nya demi kebaikan nya,ia dengan berat hati menerima keputusan itu.
ia menjadi penghuni bukit lawas, yang terletak di ujung pulau jawa.
seiring berjalan nya waktu, Amena dan Amra kembaran nya, semakin beranjak balita, ia sudah di berikan pemahaman tentang situasi dan lingkungan nya, oleh ibu dan juga kakek nya,mereka sangat menyayangi, walaupun tumbuh jauh dari sosok ayah nya, amena dan Amra tak pernah kurang kasih sayang keluarga nya.
Amra lahir setelah setengah hari dari kelahiran Amena, dokter Anastasya pun tak mendeteksi kalau Arin akan melahirkan bayi kembar, sebab tidak ada tanda tanda, deteksi dua jantung.
Arin memang selama kehamilan ia tak pernah USG, ia sengaja merahasiakan jenis kelamin, supaya pikiran nya tak tergangu, karena ia takut jika yang lahir seorang anak laki laki, maka harimau peliharaan suami nya akan berpindah ke dalam raga anak nya, Arin tak mau menangung resiko, akan menjadi bulan bulanan para demit, karena menjadi rebutan.
namun di luar nalar, nyata nya Arin melahirkan bayi kembar.
ia merasa sedikit cemas, apa lagi ia jauh dari suami nya.
next........