Percintaan yang tidak direstui diantara samudera dan cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danira16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sentuhan Andre
Flashback
Andre menuntun Sinta yang berjalan sempoyongan naik keatas kamarnya yang letaknya dilantai 2. Saat itu Sinta meracau tidak jelas saat Andre telah berada di dalam kamar milik Sinta.
"Sstt diamlah, nanti orang tuamu mendengar ??" bisik Andre yang sudah memasuki kamar.
"Tenang saja, mama papa lagi keluar kota dari kemaren." ucap Sinta di iringi menarik sudut bibirnya.
Dengan perlahan Andre membawa tubuh Sinta ke ranjang dan di tidurkannya. Andre yang kelelahan mulai duduk disamping bed milik Sinta.
Setelah meneguk alkohol beberapa kali membuat tubuh Sinta gerah, begitu juga dengan Andre. Sinta melepaskan jaket, dan membuangnya asal. Saat itu Andre hanya mengamati saja pergerakan Sinta.
Sinta berjalan tertatih mengambil dress tidurnya yang pendek dari dalam lemari pakaiannya, Sinta mengganti baju dihadapan Andre. Gadis itu mulai melepaskan pakaiannya hingga hanya ada dalaman saja.
Mata Andre sampai membulat, namun mulutnya seakan terkunci tak bisa bersuara. Sinta pun juga melakukannya tanpa sadar. Sinta menganti pakaiannya dengan baju tidur menerawang dengan yang terlihat seksi.
Begitu Sinta membalikan tubuhnya ia terkejut melihat Andre yang berada di hadapannya.
"Lo..?? kenapa masih disini ??" Teriak Sinta, namun masih dengan nada orang mabuk.
"Aku cemas padamu Sinta ??" jawab Andre.
Sinta berdecak kesal, " aku benci kamu Andre, keluar !!" seru Sinta.
Gadis itu yang berjalan mulai pusing, dan Andre menangkapnya. Kedua mata mereka saling bertemu.
"Maafkan perkataanku sebelumnya. Aku minta maaf Sinta." ucap Andre dengan rasa bersalahnya saat mengatakan hal yang begitu menyakitkan bagi Sinta.
"Lepaskan gue...!!." Sinta berontak dan memukuli Andre karena masih sakit hati.
Nyatanya pukulan yang Sinta layangkan bertubi-tubi itu tidak membuat Andre sekalipun membalas, bahkan pemuda itu tak nampak meringis kesakitan.
"Pukul saja aku, tapi setelah itu maafkan aku." ucap pemuda itu yang membiarkan dadanya di pukuli Sinta bertubi-tubi.
"Lo jahat Andre, Lo dah bikin gue sedih dengan ucapan Lo, tau gak sih...??" tangis Sinta.
"Maafkan aku." bisik Andre dan tangannya mengusap cairan bening Sinta.
"Gue masih perawan tau." sela Sinta yang masih mengalirkan cairan beningnya dari kelopak matanya.
"Iya maafkan aku."
"Lepasin gue, sekarang Lo pulang." perintah Sinta dengan nada yang telah melengking.
Pemberontakan Sinta itu membuat tubuhnya menjadi lemah hingga akhirnya Sinta terjatuh di atas ranjang, badan Andre yang sama mabuknya juga tidak bisa dikondisikan dengan baik dan ikut terjatuh menimpa tubuh mungil Sinta.
Kini tubuh Andre berada diatas tubuh Sinta. Degub jantung Andre kian kencang, begitu juga dengan Sinta. Netra elang Andre menatap bibir ranum Sinta yang berada di hadapannya.
Cup
Andre memberanikan diri mencium bibir ranum Sinta sekilas. Mata Sinta terbelalak namun ia masih menunjukkan diamnya, wajahnya datar tanpa ekspresi.
Cup
Andre mengecup bibir Sinta lagi, seakan ia menjadi berani dan candu. Kini ekspresi sinta mulai beda, terlihat memicing pada Andre, mulutnya pun terbuka.
Sejujurnya ekspresi lucu Sinta itu terlihat imut dan menggemaskan. Cantik sekaligus seksi di mata Andre.
"Lo nyium gue Andre, 2 kali !!" protes Sinta.
"Maaf aku khilaf." jawab Andre gugup namun posisinya masih belum mau bergerak sedikitpun.
Entah siapa yang memulai keduanya pun tanpa sadar menyatukan bibir. Mungkin karena efek alkohol yang mereka minum, logika mereka tidak jalan.
Terlihat ciuman mereka belum lihai, Sinta pun membalasnya juga masih kaku. Begitu juga dengan Andre.
Ciuman terlepas dan keduanya saling meraup oksigen sebanyak-banyaknya. dan kembali Andre mencium kembali bibir Sinta, gadis itu pun hanya diam saja. hingga keduanya menikmati dan saling belajar.
keduanya terlihat berciuman dengan tergesa-gesa, Andre bahkan melepaskan ciuman sebentar hanya untuk meloloskan kaos putihnya. Dan setelahnya mereka lanjut melabuhkan bibirnya mereka.
Eummph. Sinta melengkuh saat bibir Andre bermain pada batang leher Sinta dan memberikan maha karyanya dengan warna merah keunguan yang sangat pekat.
Tangan Andre pun mulai nakal menggerayangi tubuh Sinta, ada gelenyar aneh pada tubuh gadis itu merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasa sebelumnya.
Dan bodohnya lagi Sinta hanya diam saja, malah menikmati setiap kecupan dan sentuhan Andre pada tubuhnya.
Pakaian Sinta pun kini telah lepas dari tubuhnya, karena Andre yang melepaskannya tanpa sadar karena sudah diliputi gairah.
Andre menelan ludahnya dengan susah payah melihat tubuh Sinta yang sintal hanya berbalut dalaman saja dengan warna merah menggoda.
Sinta menatap wajah Andre yang masih berada di atas tubuhnya, tubuh Sinta lemah tak ada kekuatan. kakinya seperti jelly tak bisa ia gerakkan. Jantungnya berpacu makin cepat.
Apakah nanti ketika sadar Sinta akan ikhlas tubuhnya telah disentuh Andre ?? Dan apakah benar mereka telah melakukannya?
Lega deh aku Sinta sudah Nikah,Jadi udah gak ada celah untuk MANTAN .