NovelToon NovelToon
Kutukan Sang Mantan Kekasih

Kutukan Sang Mantan Kekasih

Status: tamat
Genre:Disfungsi Ereksi / Hamil di luar nikah / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:389.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss Yune

Dara terbuai dengan bujuk rayuan dan janji Bastian, perempuan muda itu dengan mudah menyerahkan kesuciannya. Dua bulan kemudian, Dara datang dan meminta pertanggung jawaban Bastian. Bastian serta kedua orangtuanya mengelak dan mengusir serta menghina Dara. Sebelum keluar dari rumah Bastian, Dara mengutuk Bastian. Bastian tidak akan pernah merasakan kenikmatan dunia lagi. Namun hal tersebut tidak membuat hati Bastian tergerak, dia hanya memandang remeh Dara.
Lima tahun kemudian, Bastian menikah dengan Safira dan pada saat akan melakukan malam pertama terjadi suatu hal yang mencengangkan. Saat itulah, kutukan Dara menjadi kenyataan, Bastian tidak dapat melakukan kewajibannya sebagai suami alias suaminya impoten.

Bagaimanakah nasib Bastian yang menderita impoten? Apakah masa lalunya dengan Dara akhirnya terkuak? Lalu, bagaimana dengan pernikahan antara Bastian dan Safira? Mari baca kelanjutan kisah mereka.

IG : miss_yuneee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Madu Untuk Safira

Mama Rissa yang mendengar perkataan Safira melihat menantunya sambil tersenyum dan melihat Safira dengan pandangan yang meremehkan. Dahulu, dia sangat senang dengan perjodohan yang memang telah dia atur sendiri. Keluarga Safira merupakan keluarga yang mempunyai status sosial yang sangat baik. Bibit bobot yang dimilikinya juga terjamin karena Mama Rissa telah berteman lama dengan Mama Gita yang merupakan Mama dari Safira.

Lambat laun setelah pernikahannya dengan Bastian berjalan selama 6 bulan, Safira tidak menunjukkan gejala kehamilan yang membuat Mama Rissa sangat tidak sabar. Dia menginginkan segalanya sesuai dengan apa yang dia kehendaki. Bahkan, dia bisa dengan mudah mengusir Dara yang dahulu mengaku telah dihamili oleh Bastian anaknya. Tanpa berpikir panjang dan berharap Safira bisa dia perlakukan seperti Dara kali ini Mama Rissa dengan tega membawa seorang gadis muda ke rumah anak menantunya.

"Ma, dia siapa?" tanya Safira lagi dengan tidak sabar. Kali ini dia khawatir dengan gadis didepannya yang menatapnya dengan rendah. Dia tidak pernah ditatap demikian dengan orang lain.

"Kamu tidak perlu banyak tanya. Cepat kamu panggilkan Bastian dan jangan lupa sediakan air dan camilan untuk kami." Dengan ketus Mama Rissa meminta Safira untuk menuruti perintahnya. Safira yang masih bersabar dengan kelakuan mama mertuanya itu menuju dapur dan di sana terdapat Bastian yang terduduk masih memikirkan perkataannya dan Safira.

"Mas, ada Mama Rissa di depan. Sebaiknya, kamu harus tentukan pilihanmu dari sekarang. Ingat, aku tidak akan pernah menerima kalau memang Mama Rissa membawa orang lain untuk dijadikan maduku. Kalau kamu tetap menyetujui perkataan mamamu. Aku akan pergi meninggalkanmu, detik ini juga." Safira memberikan peringatan pada Bastian untuk menentukan pilihannya dan berpikir lebih logis karena tidak akan pernah ada wanita yang ingin dimadu dan diduakan cintanya.

Bastian menatap Safira, isteri yang saat ini sangat dia cintai. Tidak! Dia tidak ingin kehilangan orang yang dia cintai lagi. Kali ini dia harus bisa tegas dengan Mamanya sendiri. Dia tidak dapat selalu menuruti perintah yang diberikan Mamanya. Dulu dia sudah mencampakkan Dara begitu saja karena ancaman Mama Rissa. Kali ini, dia tidak akan menyiayiakan Safira yang sudah begitu baik padanya dan dapat menutupi aibnya. Dia akan memperjuangkan Safira apapun yang terjadi.

Safira berlalu dari depan Bastian kemudian isterinya itu menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk Mama Rissa dan gadis muda yang datang bersama Mamanya. Bastian menuju ke ruang tamu, netranya memandang Mama Rissa dengan kecewa. Dia melihat Mama Rissa sedang berbincang dengan gadis yang berpakaian sangat sexy. Gadis itu mengenakan dress berwarna hitam yang menampilkan bahu dan pah*nya. Bastian menggelengkan kepalanya.

"Ma, Ada keperluan apa Mama bertamu ke rumahku?" Adam tidak berbasa basi pada Mamanya, dia langsung menanyakan tujuan Mama Rissa datang ke rumah bersama seorang gadis.

"Nah, ini dia putra,Tante. Cepat kamu duduk Bastian. Jangan berdiri seperti itu." Mama Rissa meminta Bastian untuk duduk berdekatan dengan gadis yang akan dikenalkan oleh Mamanya. Namun, Bastian memilih duduk dengan jarak yang cukup jauh dari gadis itu.

"Kok jauh banget sih duduknya. Sini duduk dekat dengan Imelda. Dia ini adalah anak dari teman Mama yang baru menyelesaikan kuliahnya di Amerika. Ayo cepat kenalan dengannya." Mama Rissa tetap bersikap dengan ramah seolah tidak melihat raut wajah Bastian yang dingin. Dia tidak menyangka Mama Rissa membuktikan perkataannya untuk meminta Bastian menikah kembali. Bastian tidak habis pikir dengan Mama Rissa.

"Sudah Ma, aku tidak ingin berbasa basi. Apa tujuan Mama membawa wanita ini datang ke rumahku dan Safira?" Bastian menekankan kata rumahku dan Safira agar lebih memperjelas statusnya yang sudah memiliki Safira sebagai isteri.

Mama Rissa melihat Bastian yang sudah tidak dapat berkompromi dengannya mengubah wajah ramahnya menjadi kesal pada anak semata wayangnya. Dia melakukan semua ini demi masa depan anaknya. Bastian tidak tahu bahwa semua langkah yang dia susun hanya demi membahagiakan anaknya. Namun, dirinya tidak mengetahui bahwa banyak air mata yang telah jatuh karena keegoisannya.

"Bukankah sudah jelas? Mama sudah pernah mengatakan kepadamu. Kalau Safira belum bisa membawa kabar kehamilan pada Mama. Kamu akan Mama nikahkan dengan wanita pilihan Mama," ucap Mama Rissa sambil menatap tajam wajah anaknya. Kali ini, Bastian harus menuruti perkataannya. Apa pun yang terjadi, dia harus membuat Bastian menikah dengan Imelda.

Safira datang membawakan satu cangkir teh dan beberapa toples kue. Mama Rissa mengerinyit melihat Safira hanya membawakan satu cangkir teh.

"Kenapa hanya membawa satu cangkir teh?" tanya Mama Rissa masih dengan wajah juteknya yang dia tujukan pada menantu yang dulunya dia sayang.

"Tehnya sudah mau habis, Ma. Aku khawatir bila aku membuat teh dengan cangkir yang kedua, aku bisa salah ingin memasukkan madu tetapi malah menaruh r*cun ke dalam cangkir tersebut." Sindiran dari Safira membuat Imelda kaget. Dia tidak menyangka langsung mendapatkan penolakan dari Safira untuk menjadi madunya.

Imelda sebenarnya terpaksa menerima tawaran dari Mama Rissa karena diiming-imingi investasi yang besar pada perusahaan keluarganya. Mama Imelda sangat berharap padanya karena perusahaan milik keluarganya sedang diambang kebangkrutan. Dengan mengenyahkan rasa malu dia datang ke rumah Bastian dan calon madunya untuk berkenalan. Mama Rissa meyakinkan kalau Bastian tidak akan menolak setiap permintaan yang dia berikan. Akan tetapi, Mama Rissa lupa bahwa Safira bukanlah wanita yang dapat dikendalikan dengan mudah. Keluarga Safira sama berkuasanya dengan keluarga Bastian sehingga Mama Rissa tidak mudah menekan Safira untuk menerima kehadiran Imelda di tengah pernikahan mereka.

"Mama tidak mau tahu, Mama ingin kamu menikah dengan Imelda karena Safira belum bisa memberikan mama cucu." Dengan kesal Mama Rissa langsung memberitahukan keinginannya pada Bastian berharap anaknya dapat dengan mudah mewujudkan permintaannya yang di luar logika.

"Tidak Ma, aku tidak bisa mengabulkan permintaan Mama yang sangat aneh ini. Kami baru menikah selama 6 bulan. Banyak di luar sana yang sudah menikah bertahun-tahun tetapi belum memiliki anak. Seharusnya Mama sabar karena anak merupakan rezeki dari Yang Maha Kuasa, kita tidak dapat mengetahui kapan datangnya rezeki tersebut." Bastian langsung dengan tegas menolak permintaan Mama Rissa. Ditolak langsung oleh anaknya membuat Mama Rissa naik pitam, dia berpikir kalau Bastian menolak permintaannya karena pengaruh dari Safira yang tidak ingin dimadu.

"Pasti ini semua karenamu Safira. Kamu yang telah memengaruhi pikiran Bastian agar kamu tidak dimadu, kan? Dasar kamu wanita m*ndul, wanita tidak berguna yang hanya bisa memengaruhi Bastian." Perkataan Mama Rissa sangat membuat hatinya sakit. Dia sudah tidak tahan terus bersikap baik pada Mama Mertuanya, kali ini dia tidak akan tinggal diam bila sudah dihina sedemikian rupa oleh Mama Rissa bahkan dikatakan m*ndul.

"Siapa yang Mama katakan mandul? Lebih baik Mama diam bila tidak mengetahui masalah di rumah tangga kami! Dan kamu!" Safira menunjuk ke arah Imelda yang terperangah dengan kejadian yang ada di depannya ini.

"Segera pergi dari rumah ini sekarang juga aku tidak sudi rumahku disambangi dengan wanita yang tidak memiliki perasaan sepertimu! Jangan pernah lagi menampakkan wajahmu dihadapanku!" ucap Safira dengan wajahnya yang penuh dengan amarah. Imelda langsung menunduk mendengar kemarahan Safira.

"Tetap disini! Jangan pergi karena ini adalah rumah anakku juga." Mama Rissa mencegah Imelda yang hendak pergi dari rumah Bastian.

"Pergi sekarang atau kamu akan mendengar hal yang hanya boleh diketahui oleh keluarga ini. Pergi!" Safira mengusir Imelda, sedangkan Bastian memucat mendengar perkataan isterinya. Dia sepertinya mengetahui hal yang akan diucapkan oleh Safira yang dapat membuat dirinya malu bila dikatakan di depan orang lain, dia tidak ingin Imelda tetap di rumah ini. Lain halnya, dengan Mama Rissa yang tetap ingin Imelda berada ditengah-tengah mereka.

...🥀🥀🥀...

Kira-kira apa hal yang akan dikatakan oleh Safira ya? Pembaca ada yang bisa menebak? Nantikan kelanjutanya di episode selanjutnya ya. ❤️

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 "𝖼𝖺𝗅𝗈𝗇 𝗄𝗈𝗋𝖻𝖺𝗇" 𝗆𝖺𝗆𝖺 𝗋𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺
Nuri_cha: Halo sahabat pembaca,

Aku baru saja menulis novel terbaru. SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami. Banyak teka-teki yang harus dipecahkan tentang sebagian hidupnya yang hilang.

Mampir yuk, semoga sesuai dengan genre kamu.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
Dev..
bagus ceritanya dan pas banget thor 😊 GK dipaksakan dan gk bertele"🙌
Uba Muhammad Al-varo
ternyata kehidupan ibu nya Alea yaitu Dara juga menderita karena ulah seorang laki2 yang tidak bertanggung jawab akan perbuatannya
Uba Muhammad Al-varo
bagus dan luar biasa
Fitrinur Mahmudah
wah kecewa jls soale letoy kayak terong rebus 😁😂😅
Su pendi
Luar biasa
Su pendi
Lumayan
Ardan
Luar biasa
vi
karyamu bagus... aq suka
vi
Jadi kasihan sama mama Rissa... ditinggal anak dan suami
Aji Priatun
suka
Tira Aneri
Luar biasa
Indah Rohmiatun
kapok syukur koe Babas
Camera Gaming
aku malah baca kisah Alea dulu baru kisah ibunya
Uba Muhammad Al-varo: sama Q juga
total 2 replies
Priskha
Ceritanya bagus, bahasanya mudah dimengerti meskipun msh banyak typo tetap semangat utk karya2 selanjutnya thor 💪💪💪
Priskha
membalas budi bkn berarti menerima pinangannya sbg istrinya juga kali kan bs dlm bentuk apapun apalagi yg meminang sdh berumahtangga....dasar sm2 modus
Priskha
bnr kmu Safira tinggalkan aja laki2 yg ndak punya pendirian dan ndak tegas, sesayang2nya kita pd org tua apa slhnya klau kita bersikap tegas demi keutuhan rmh tangga kita apalagi disini yg bermasalah adalah lakinya msh aja tetap sombong klau banyak wanita yg ngantri utk jd istrinya
Priskha
ternyata oh ternyata mlm pertama si otong ndak bisa berdiri 😂😂😂
Priskha
kapokmu kapan jal....
Camera Gaming: huh pengen di getok palanya Bastian 😡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!