Season 1
Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.
Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.
Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.
Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.
Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?
------------------------------------------------------
Season 2
Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1
-------------------------------------------------------
Selamat membaca 😊
Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Taman Hiburan 2
Victoria mengajak kakaknya membeli popcorn, dalih untuk merancang evil plan. "Kak Jude, bisa kan membawa Kak Celia menjauh? Supaya aku bisa berduaan saja."
Tanpa diminta, Jude juga ingin memisahkan Celia dan Alex. "Bagaimana caranya?"
"Sebentar lagi akan ada pesta air mancur warna warni. Suasananya pasti ramai. Kita pura-pura terpisah di sana."
Victoria tidak menceritakan ide tambahannya. Dia akan memanfaatkan titik lemah seorang Jude yang tampak sempurna di mata para wanita itu. What an evil plan.
Mereka makan popcorn sembari membahas tujuan berikutnya. "Kita ke air mancur saja. Sebentar lagi pesta airnya dimulai."
Mereka berempat setuju melihatnya. Lautan manusia sudah memenuhi area sekitar air mancur. Mereka harus menerobos dan bergerak maju agar dapat melihat lebih jelas.
Di saat itulah, tanpa sepengetahuan lainnya, Victoria meniup balon yang sudah dia persiapkan lalu memecahkannya. Suara pecahan balon membuat Jude panik. Dia berusaha keluar dari kerumunan penonton.
"Kak Jude, tunggu aku," panggil Celia. Dia tahu Jude takut pada suara balon meletus.
Alex baru mau ikut mengejar saat Victoria sengaja menjatuhkan dirinya. "Kak Alex, tolong aku. Kakiku sakit, aku tidak bisa berdiri."
Kaki Victoria terkilir dan kali ini bukan akting. Alex memapahnya ke bangku terdekat. "Kamu tidak apa?"
"Kakiku sakit."
"Kita pulang saja. Coba kamu hubungi kakakmu."
Alex juga menghubungi Celia tapi tidak mendapat balasan.
Jude ketakutan dan bersembunyi di dalam sebuah pipa raksasa. Wajahnya ditenggelamkan ke lutut. "Kak Jude, jangan takut. Ada aku di sini."
Celia ikut masuk dan duduk di samping Jude. Satu tangannya menggenggam bahu pria itu, berusaha menenangkannya.
Jude perlahan mengangkat kepalanya. Sisa ketakutan masih terlihat di matanya. "Aku kira sudah sembuh dari trauma itu. Ternyata belum."
Jude pernah tinggal di luar negeri waktu kecil. Saat itu, dia dan ibunya pergi ke bank. Naas, bank itu dirampok dan pengunjungnya dijadikan tahanan saat polisi mengepung tempat itu. Jude dan ibunya sempat ditodong pistol. Seorang sniper menembak penjahat itu tapi dia sempat menembakkan pistolnya sebelum jatuh ke lantai. Peluru penjahat itu mengenai balon yang dipegang Jude. Sejak itu, dia takut pada suara letusan balon.
"Tak apa. Setiap orang punya trauma masing-masing. Ayo keluar, di sini agak pengap."
Jude menahan tangan Celia. "Boleh aku memelukmu sebentar saja?"
Celia mengangguk dan mereka berpelukan di dalam pipa hingga Jude merasa aman.
Victoria senang kedua orang yang mereka hubungi tidak menjawab telepon. Entah apa yang sedang mereka lalukan.
"Kak, sepertinya aku tidak bisa lanjut bermain. Bisa tolong antar aku ke rumah sakit terdekat sekarang juga? Nanti pulangnya aku minta dijemput Kak Jude."
Victoria berusaha berdiri tapi oleng karena satu kakinya yang terkilir. Alex menangkap tubuhnya di saat yang tepat. Kedua mata mereka bertemu dan Victoria merasakan debaran yang menyenangkan.
"Maaf, aku tadi berusaha menolongmu." Alex buru-buru menjauhkan tangannya dari tubuh Victoria.
"Tidak apa. Ayo berangkat, kakiku sakit sekali."
Sebenarnya Alex masih ingin menunggu Celia. "Naiklah ke punggungku. Jalan ke parkiran masih jauh, kakimu tidak akan mampu bertahan."
Alex kecewa karena situasinya berakhir seperti ini.
Jude dan Celia baru membuka hapenya. Ada banyak panggilan tidak terjawab dan pesan pemberitahuan tentang keadaan Victoria. "Kurasa hari ini bukan hari keberuntungan kita. Ayo, kuantar pulang."
Celia menolak, "Kakak langsung berangkat ke rumah sakit saja. Aku bisa pulang naik taksi."
"Tentang pelukan tadi. Kamu tidak marah kan?"
Celia tersenyum jahil. "Kalau pacarku melihatnya, dia pasti marah."
Jude tidak mengira Celia sudah memiliki pacar. Berarti aku tidak memiliki kesempatan.
"Dia sedang di luar kota, dinas seminggu. Karena itu, dia tidak bisa datang ke acara pembukaan dan taman hiburan. I miss him. Apa kakak sudah punya pacar?"
"Belum."
"Masa para perawat dan dokter di sana tidak ada yang menarik perhatian kakak?"
Aku tertarik padamu, kalau aku boleh jujur.
"Aku sengaja tidak ingin berpacaran dengan rekan seprofesi, takut kalau ada masalah atau putus bisa mempengaruhi suasana kerja."
Taksi yang ditunggu Celia mulai mendekat. "Besok aku mampir ke rumah untuk menjenguk Victoria. Aku pulang dulu. Hati-hati di perjalanan."
Malam itu, Dokter Jude merasa jantungnya sakit dan rasa sakitnya akan membekas selama beberapa waktu.
pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂