Agita adalah gadis sederhana yang mandiri, dia bekerja disebuah restoran sebagai waiter. karna dia adalah tulang punggung keluarganya, setiap harinya dia lalui dengan penuh keceriaan dan senyuman.
Angga Hendrawan adalah putra tunggal dari tuan Aji Hendrawan dan Ny.Amelia Amran.
Nyonya Amelia ingin putranya agar segera menikah karna ia ingin memiliki cucu mengingat umurnya dan suaminya tidaklah mudah lagi.
Apakah Angga akan memenuhi kemauan maminya ??
terus ikuti novelku ini
Dan jangan lupa Vote, like, coment dan rate ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Waktu menunjukan pukul 12:00 waktu istrahat dan makan siang telah tiba. restoran tempat Agita bekerja mulai terlihat ramai para pekerja di perusahaan datang untuk mengisi kampung tengah mereka, seharian bekerja membuat para pekerja itu merasa lapar dan capek, rasanya mereka ingin istrahat sebentar saja. mereka memilih restoran itu menjadi tempat mereka untuk makan siang sekaligus merenggangkan tubuh mereka yang capek. para pelayan di restoran mulai sibuk kesana kemari melayani setiap pesanan para pengunjung untuk makan siang.
Didalam ruangan ada seorang pria yang masih betah melakukan pekerjaannya ia tidak menyadari kalau saat ini adalah jam makan siang dan istrahat ia tetap bekerja.
Tak menunggu lama Alex masuk kedalam ruangan bossnya dengan mengetuk pintu, ia masuk ke ruangan bossnya dan memberitahukan jika skarang adalah waktunya istrahat dan makan siang. "Boss sudah waktunya untuk makan siang" ucap Alex kepada bossnya yang tak lain adalah sahabatnya Angga.
Angga mengangkat wajahnya yang tadinya masih menatap kearah berkas yang ia kerjakan langsung menatap Alex yang berada di hadapannya. "Iya, sedikit lagi kita pergi makan di luar Lex. aku menyelesaikan dulu pekerjaanku ini"
"Baik boss" Alex mengiyakan apa yang di katakan bossnya itu.
Alex berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu, sambil menunggu Angga menyelesaikan pekerjaannya Alex memainkan game yang ada di handphonenya itu tak berapa lama pekerjaan Angga selesai kini mereka berjalan keluar dari ruangan Angga menuju ke restoran untuk makan siang.
Sesampainya di restoran di mana istrinya bekerja mereka mulai memanggil waiternya untuk memesan makanan, waiter restoran berjalan mendekati tempat yang Angga dan Alex duduki.
Alex meraih daftar menu makanan ia melihat-lihat makanan yang akan ia pesan.
Angga yang masih dengan seriusnya mengotak Atik handphonenya tidak menyadari jika waiter yang mendekati meja mereka adalah istrinya.
berbeda dengan Agita. ia saat ini menahan tawanya ketika melihat Angga yang sedang duduk di dekat ia berdiri.
Alex menatap istri sahabatnya sekaligus bossnya itu dengan kebingungan melihat tingkah Agita yang menahan tawa. Alex sesekali menatap Angga yang masih setia menatap layar handphonenya, Alex kembali menatap Agita yang sesekali menatap Angga dengan menahan tawa.
Angga yang merasa ada suara tertawa kecil ia mengalihkan pandangannya dari handphonenya ke arah waiter (pelayan) restoran. melihat Agita yang berdiri di sampingnya mata Angga melotot dan wajahnya mulai memerah entah merah karna malu atau merah karna marah pada Agita istrinya.
Agita yang melihat tatapan Angga padanya yang penuh dengan amarah membuat Agita terlihat shok dan takut, baru kali ini ia melihat suaminya seperti itu. sebelum emosi Angga meledak Agita pergi dari tempat Angga dan Alex. Agita berjalan menuju ke dapur restoran menyerahkan menu yang di pesan oleh para tamu.
Alex yang melihat wajah Angga berubah sekaligus tatapannya itu membuat Alex bingung dengan tingkah kedua suami istri itu "Ada apa dengan mereka berdua kenapa wajah Angga berubah jadi marah dan satu lagi kenapa istrinya Agita malah tertawa sedangkan Angga menahan emosi" batin Alex yang memikirkan sikap kedua suami istri itu. Alex tidak mau berdiam diri dengan kebingunan ini ia pun bertanya pada Angga bosnya itu "apa yang terjadi kenapa wajah kau berubah seperti ingin memangsa orang ketika melihat Agita istrimu Angga?" tanya Alex kepada Angga
Angga langsung menatap alex, Angga tidak menjawab pertanyaan Alex jangankan mengatakan dan menjelaskan mengingatnya saja emosi Angga mulai memuncak.
Alex diam tak lagi bertanya melihat wajah bossnya yang membuatnya merinding, tatapannya begitu menakutkan. jika Alex bertanya sekali lagi bisa-bisa Angga akan menelan Alex saat ini juga.
Tak berapa lama pesanan makan siang mereka telah selesai Agita menuju ke arah tempat suaminya dan sekretarisnya. ia meletakan makanan itu di atas meja tapi lagi-lagi Agita menahan tawanya melihat wajah suaminya.
Angga yang melihat sikap istrinya seolah menertawakannya ia berdiri dan menahan tangan Agita saat Agita pergi meninggalkan tempat itu
Angga menarik Agita dan mendekatinya sambil membisikan "Ingat sebentar malam kau akan membayarkan semuanya malam ini akan ku buat kau tidak bisa berjalan" ucap Angga sambil tersenyum
Agita yang mendengarkan bisikan itu tubuhnya langsung kaku tak bergerak lagi apalagi melawan. ia berdiri seperti patung sedangkan Angga kembali duduk ke tempatnya sambil tersenyum dan memulai makannya.
Angga yang melihat istrinya masih di tempat itu mendekatinya "Apa kau akan tetap berdiri di situ atau kau mau aku melakukannya skarang ?"
Agita yang mendengarkan tuturan kalimat dari suaminya itu ia segera beranjak pergi kembali ke tempatnya. sesampainya di tempat peristirahatan karyawan di restoran itu Agita duduk dengan pikiran yang tak karuan mengingat bisikan suaminya beberapa waktu itu. dirinya tak tenang karena waktu begitu berlalu tak terasa jam istrahat dan makan siang telah berakhir. yang Agita lakukan di ruangan itu duduk, berdiri, berjalan kesana kemari, begitu terus yang di lakukan Agita sambil mengautkan tangannya.
Gina masuk ke dalam ruangan itu hendak mencari Agita. ia melihat tingkah Agita sahabatnya itu aneh pagi tadi ia tertawa dengan girangnya sekarang ia terlihat gugup entah apa yang ia pikirkan saat ini.
Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗
ulet keket nemel bukan dibuang mlah dibiarkan
klasik x alasanmu angga
apakah ini seperti itu
dan sang penolong selalu gak terbalaskn cintanya alias kenak tinggal