🙏🙏MOHON TIDAK MEMBERI BOOMLIKE 🙏🙏
👌Tinggalkan jejak dengan sopan
🍀 Beri dukungan dengan Like, Komen, Sub, Gift dan berikan Rate ⭐5 supaya Author tambah semangat
Spread ❤
Don't hate💔
----------------
Apakah ada obat untuk penyesalan di dunia?
Kembali ke masa lalu membuat Sienna memiliki kesempatan mengubah alur cerita masa depan.
Dengan pilihan yang berbeda, akankah hasilnya tetap berbeda.
Apakah Sienna berhasil mencegah lepuh, duka dan penyesalan kehidupan sebelumnya?
Akankah Sang Takdir berbelas kasih menyambut Sienna untuk mengubah jalanNya?
Notes:
Ruth: Kata yang berasal dari sebuah nama
Jika Kata, berarti duka, penyesalan dan belas kasihan.
Dalam Nama, berarti sahabat, pendamping dan dicintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firefly Tale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Indeks Minyak Berjangka
"Kau ini Sienna. Jika ada yang mengatakan padaku kau jujur dan patuh, kadang-kadang kau licik, katakan padaku kau pintar, kadang-kadang kau tidak sabar dan bodoh. Aku benar-benar ingin membuka kepalamu dan biarkan aku melihatnya. Sebenarnya bagaimana isi kepalamu tumbuh." Madam Rui menyampaikan perasaannya dengan cara yang jelas dan tegas, membiarkan frustasinya terpancar melalui suaranya yang terdengar menggerutu.
Menanggapi itu, Sienna hanya memberikan senyuman. Ekspresinya terpancar dalam tawa ringan yang mengembang di sudut bibirnya, seolah-olah dia memiliki pemahaman tersembunyi tentang situasi tersebut.
"Keuntungan 20 kali lipat, heh? Jika ini diketahui grup manajemen investasi dan sekuritas, aku ingin tau reaksinya. Sienna, kau bersiaplah. Kita akan pergi kesana untuk bertukar pikiran, aku harap rencanamu akan disetujui. Kau, kau nanti jangan demam panggung, pertahankan kefasihanmu saat ini. Diterima atau ditolak, itu hanya bisa menjadi urusanmu, aku tidak akan membantu." Wajahnya mungkin tampak sedikit tegang, dan bibirnya mungkin sedikit berkerut, mencerminkan ketidaksetujuan yang kuat terhadap situasi atau pernyataan yang sedang dibicarakan.
"Ya, Madam. Diterima atau ditolak itu hanya akan menjadi tanggung jawabku. Madam tidak akan mendapat hukuman jika aku merugi." Mata cerahnya mungkin bersinar dengan keceriaan, menunjukkan bahwa dia mengambil hal itu dengan sikap santai dan tidak terlalu serius.
"Eh, Kau ternyata peduli padaku, Sienna. Tidak apa-apa, terimakasih kau begitu perhatian tapi masih belum waktunya bagimu untuk melindungiku dari angin dan hujan. Ayolah! Akhirnya mereka akan tahu betapa pusingnya berurusan denganmu."
Tidak jelas apa yang dipikirkan oleh Madam Rui, tetapi tawa licik yang melintas di bibirnya mengisyaratkan ada sesuatu yang lebih dalam. Ekspresinya penuh dengan misteri, mata tajamnya mungkin memancarkan kilatan cerdik yang mengundang tanya.
....
Dengan langkah mantap, Madam Rui memimpin Sienna melalui pintu masuk gedung investasi sekuritas yang dimiliki oleh New World Grup. Gedung megah tersebut menjulang tinggi di tengah pusat kota, menampilkan arsitektur modern yang mencerminkan kecanggihan dan keberhasilan perusahaan. Cahaya mentari sore memantulkan sinar pada kaca-kaca gedung, menciptakan kilauan yang menghiasi langit-langit kota.
Setelah melangkah masuk, aroma yang elegan dan suasana profesional langsung menyambut mereka. Ruang lobi dirancang dengan tata letak yang teratur, meja-meja informasi tersusun rapi, dan sentuhan seni kontemporer yang menambahkan sentuhan artistik. Madam Rui melangkah dengan percaya diri menuju resepsionis, yang menyambutnya dengan ramah dan mengenali kehadirannya sebagai salah satu tokoh utama dalam jajaran atas.
Madam Rui memimpin Sienna melewati lorong-lorong yang bersih dan teratur, menuju ruang konferensi eksklusif di lantai atas. Di dalam ruangan, meja pertemuan mewah mengambil peran sentral, dikelilingi oleh kursi-kursi empuk yang mengundang. Pemandangan panorama perkotaan yang megah terbentang melalui jendela besar, memberikan kesan bahwa setiap keputusan yang diambil di tempat ini memiliki dampak yang mendunia.
Ketika memasuki ruang konferensi yang luas, Sienna dan Madam Rui melihat bahwa sudah ada sekelompok orang yang berkumpul di dalamnya. Ruangan ini dipenuhi dengan suasana yang penuh antusiasme dan energi yang dinamis. Meja pertemuan yang mewah dikelilingi oleh 6 hingga 8 kursi yang teratur, masing-masing terisi oleh individu yang berbicara dalam percakapan serius.
Sorotan lampu langit-langit menciptakan sinar yang lembut, memperkuat aura profesionalisme dalam ruangan. Udara terasa terisi dengan semangat diskusi dan gagasan yang berputar di sekitar meja. Setiap peserta tampaknya mendengarkan dengan seksama, mengangguk dan memberikan tanggapan sesekali.
Madam Rui memimpin Sienna menuju meja yang telah ditunjuk sebelumnya, dan mereka bergabung dengan kelompok tersebut. Meskipun sebentar, pandangan mata dan senyuman ramah diberikan sebagai sambutan hangat. Di antara suara-suara perbincangan, terdengar pergeseran kursi dan suara kertas yang dilipat saat para peserta menyusun ide mereka.
Dengan elegan, Madam Rui mengangkat tangannya untuk menarik perhatian khalayak yang telah berkumpul di ruangan. Suara berirama lembutnya menciptakan gelombang keheningan yang segera merembes melalui udara. Sebuah senyuman tulus terukir di wajahnya saat dia memperkenalkan Sienna kepada mereka yang hadir.
"Dengan bangga, saya ingin memperkenalkan kepada Anda semua, Sienna," ujar Madam Rui dengan suara yang penuh dengan kehangatan. Sorotan mata para hadirin tertuju pada Sienna, menciptakan titik fokus dalam ruangan.
Memberi senyum yang hangat, Sienna merespons pengenalan tersebut. Matanya memandang ke arah orang yang hadir, merasa terhormat dan bersemangat untuk menjadi bagian dari momen yang berharga ini. Dia mengangguk sebagai tanda penghargaan kepada Madam Rui, yang telah memberikan kesempatan ini.
"Dengan senang hati berada di sini dan berkenalan dengan semuanya," ucap Sienna dengan suara yang penuh keyakinan. Meskipun mungkin ada ketegangan ringan di dalam dirinya, dia mampu mengekspresikan apresiasi dan harapannya dengan nada yang ceria.
"Senang kami akhirnya bisa bertemu dengan Anda, Nona Sienna," sahut seorang pria berusia pertengahan 30-an dengan wajah berkulit putih. Suaranya membawa nada ramah dan menyambut, mencerminkan kegembiraannya atas pertemuan ini dengan Sienna.
"Tidak usah memperpanjang pembicaraan, Andrew. Mari langsung menuju intinya," sela Madam Rui dengan tegas. Dia mengungkapkan dorongan untuk fokus pada pokok pembicaraan tanpa banyak basa-basi.
Andrew dengan lembut berdehem, berusaha meredakan rasa canggung yang muncul akibat respons dari Madam Rui.
"Baiklah Nona Sienna, kami telah mempelajari bagaimana Anda bisa mendapat keuntungan 20 kali lipat modal kerja dari gejolak harga minyak. Darimana landasan Anda membuat keuntungan ini. Jika ini hanya keberuntungan, kita tidak perlu membicarakannya lebih lanjut, akan sangat sulit untuk menduplikasi kesuksesan ini."
"Kita semua tau pasar selalu berfluktuasi, tanpa dukungan teknis yang sistematis, kami semua akan menolak jika ingin berinvestasi dalam jumlah besar. Mohon Nona Sienna memahami keraguan kami." Tidak ada rasa ragu dalam kata-kata yang diucapkan oleh Andrew.
Dalam ruangan yang tenang itu, suasana terasa kental dengan kehadiran beberapa individu yang sedang berbicara. Sienna, dengan pandangan tulusnya, menoleh ke arah Madam Rui yang duduk dengan sikap tegap. Wajah Madam Rui mengisyaratkan dukungan tanpa syarat, tercermin dalam anggukan lembutnya yang memberi Sienna semangat untuk melanjutkan.
"Tentu saja Tuan Andrew benar, pasar selalu berfluktuasi, apalagi salam indeks komoditi berjangka.
Pasar dan indeks berjangka internasional selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, politik, dan sosial. Tahun 2004 ini tidak dianggap sebagai tahun yang memiliki kejadian besar atau krisis ekonomi global yang signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti krisis keuangan Asia 1997 atau bubble dot-com 2000."
"Namun, setelah bubble dot-com pada tahun 2000, ekonomi global secara perlahan pulih pada tahun 2004. Banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dan bertahap. Tahun ini, tentunya Tuan Andrew bisa menyaksikan kenaikan harga minyak yang signifikan. Permintaan minyak yang tinggi dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok dan India, bersama dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyebabkan harga minyak mentah melonjak." Suara Sienna memenuhi ruangan, membawa suasana fokus dan perhatian yang mengelilinginya.
"Tapi bukan hal yang baru jika konflik Timur Tengah pecah, biasanya tidak akan lama untuk kondisi ini pulih jika mereka melakukan gencatan senjata. Tidak ada jaminan harga akan terus naik. Dan lagi, harga saat ini bahkan belum mencapai kenaikan 100 persen dari harga tertinggi tahun lalu. Situasi ini dianggap masih stabil." Andrew menatap Sienna dengan pandangan yang serius. Tatapannya mencerminkan pemikiran yang mendalam dan pertimbangan serius terhadap ide yang baru saja diajukan.
"Tuan Andrew, Benar?" Dengan nada suara yang agak menggoda, Sienna mengajukan pertanyaan yang tampaknya berisi sindiran.
Tampaknya Andrew terkejut oleh interupsi yang dilakukan Sienna terhadap penolakannya yang telah dia sampaikan dengan penuh pertimbangan. Wajahnya mungkin mengekspresikan kejutan yang halus, seolah-olah dia tidak berharap pertanyaan semacam itu akan muncul. Namun, dengan upaya untuk memulihkan diri, suara Andrew muncul sedikit terhenti, tetapi ia dengan cepat mengambil alih kendali dirinya dan menjawab.
"Benar, saya adalah Andrew. Andrew Smith," katanya dengan suara yang tenang, walaupun mungkin masih ada jejak ketidaknyamanan dalam nada suaranya. Dia menambahkan sentuhan humor dengan ungkapan "Semoga Nona Sienna tidak melupakannya lagi," memberikan kesan bahwa ia mampu menghadapi momen yang tidak terduga ini dengan tanggap dan lugas.
Sienna mengangguk, mengisyaratkan dia menyetujuinya lalu menjawab, "Aku tentu tidak akan melupakan nama Tuan Andrew. Tapi mungkin Tuan Andrew melupakan sesuatu. Aku tidak bermaksud membeli minyak mentah ataupun membeli tambang minyak untuk investasi ini. Aku juga tidak berinvestasi pada perusahaan minyak. Tuan Andrew, aku hanya mengingatkan, aku berinvestasi pada indeks minyak berjangka. Kenaikan harga bukan tujuanku, pasar ini dua arah, Tuan. Tentu saja aku akan selalu bisa mengambil posisi beli atau jual. Jadi, untuk apa aku menggantung leherku mengharapkan harga naik."