Hanya ilusi, Jangan di anggap serius😁
Sejak kecil giana telah membenci sosok ayah yang selalu menyakiti hati dan fisik nya, Ayah giana kerap menyika dia dan ibu nya hingga terluka parah
Nasib baik giana bisa menjadi bintang dan menghidupi ibu nya walau pun di usia muda, Apa lagi ada tujuh bujang yang menganggap giana seperti adik mereka.
Namun kebahagian giana dengan sang ibu akhir nya lenyap juga, Ibu giana di temuka meninggal setelah meminum racun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Giana tidak bisa memberikan reaksi apa pun ketika jasad ibu nya telah sampai, Suga sejak tadi memeluk nya agar tidak hilang kendali.
Bayangan sang ibu yang meninggal kan nya tidak bisa ia hapus kan, Tetes air mata tidak berhenti sejak tadi.
Jacob juga tidak percaya jika kini putri nya telah meninggal kan dia, Wajah pucat gayatri tidak kuat ia tatap.
"Lidah nyonya membiru karena bekas racun yang ia minum tuan, Ini murni karena bunuh diri." Ucap dokter yang memeriksa ulang.
"Aku tidak percaya jika gayatri bunuh diri, Tidak ada alasan untuk nya." Desis jacob.
"Kita tidak tahu isi pikiran manusia tuan, Mungkin saja nyonya tekanan batin." Ujar dokter park.
Buaak.
Baru saja dokter park berucap jika gayatri tekanan batin, Tubuh nya terpental karena di tendang oleh giana. Tidak hanya itu saja giana naik kedada nya dan memukuli wajah dokter park.
"Apa yang kau katakan sialan?! Siapa kau hingga berani mengatakan jika hidup ibu ku penuh tekanan." Geram giana tidak kuat menahan emosi.
"Giana!"
Suga berlari menarik giana agar melepas kan cengkeraman nya pada dokter park, Sementara kondisi dokter park sudah babak belur. Tinju giana tidak di ragukan lagi, Karena jika sedang senggang dia berlatih boxing.
"Lepas kan aku! Bajingan ini enak saja bicara." Giana berhasil melepas kan diri.
"Kendali kan diri mu giana." Suga membentak keras.
Buaak.
Tinju yang seharus nya menghantam
semoga giana mendapatkan kebahagiaan yg hakiki
seru banget ku suka baca karya mu
aku ikutan sedih nih
tega banget siih