NovelToon NovelToon
Marlangen

Marlangen

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Supernatural / Indigo / Tamat
Popularitas:249.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: EliaAndri

Hidup Marlangen berubah ketika Bapaknya meninggal dengan tragis dan tidak wajar.
Ia pun berencana mencari tahu penyebab kematian Bapaknya.

Tapi teror demi teror dari para makhluk tak kasat mata membuat hidup Marlangen bertambah gelap.
Ditambah dengan sosok wanita setengah ular yang selalu mengusikanya.


Akankah Maralangen bisa menguak misteri tentang kematian Bapaknya ataukah Marlangen akan bernasib sama dengan Bapaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EliaAndri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Aku masih duduk termenung didepan kamar Ibu dirawat, sudah tidak ada lagi suara teriakan Ibu yang menyakitkan. Kata Dokter, Ibu sudah disuntik dengan obat penenang.

"Leher kamu lebam dan ada luka cakaran, lebih baik kita obati dulu," ucap Adit khawatir.

Aku masih tetap bergeming, rasa sakit dileherku tidak ada apa-apanya dibanding luka hatiku. Ibu kandung yang selama Delapan Belas tahun baru aku temui justru ingin membunuhku.

"Maaf, bisa ikut keruangan saya?" ucap Dokter setelah keluar dari kamar rawat Ibu.

"Gimana dengan Ibu saya, Dok?" tanyaku histeris.

"Lebih baik kita obrolkan diruangan saya," balas Dokter itu sambil berjalan melewatiku.

Aku dan Aditpun mengikutinya.

Sesampainya diruangan Dokter itu, tanpa basa-basi akupun menuntut jawaban atas pertanyaanku tadi.

"Sudah sangat lama Ibu Wulan tidak pernah histeris lagi seperti ini. Sudah hampir Delapan Belas tahun. Terakhir Bu Wulan seperti itu adalah saat beliau untuk pertama kalinya dibawa kemari oleh Pak Ageng," ungkap Dokter yang sekarang sedang duduk dengan wajah heran.

"Keadaan Ibu saya sebelumnya apa baik-baik saja?" tanyaku lagi.

"Sangat baik-baik saja bahkan bagi saya Bu Wulan sudah sembuh total dari gangguan jiwanya. Tapi Pak Ageng bersikeras untuk tetap menempatkan Bu Wulan disini."

"Tapi kenapa sekarang Bu wulan terlihat hilang kendali seperti tadi, Dok?" tanya Adit yang sedari tadi hanya diam.

"Itu yang saya heran, kenapa setelah sekian lamanya Bu Wulan kambuh lagi," jawab sang Dokter.

******

Setelah menghabiskan waktu Dua jam di rumah sakit jiwa akhirnya aku dan Adit pun pulang ke Jakarta. Sebelumnya aku melihat keadaan Ibu yang kini sedang tidur pulas karena efek obat penenang.

"Bu, Langen pulang. Nanti pasti Langen akan kesini lagi," gumamku parau.

Didalam kereta aku banyak diam, Adit pun seakan tau bahwa aku sedang tidak ingin bicara. Karena kami saling diam akhirnya Aditpun memilih untuk tidur di kereta. Sedangkan aku tetap terjaga.

Disaat aku sedang memikirkan Ibu, tiba-tiba wanita yang duduk di bangku sebelahku mengajak bicara.

"Asli semarang, Mba?" tanya wanita itu tapi tatapannya terus kedepan tanpa menengokku.

"Bukan, Mba," jawabku singkat karena aku benar-benar sedang tidak ingin berbicara.

"Saya kira Mba asli sini, saya juga bukan asli sini tapi terpaksa berada disini," balasnya tanpa aku tanya.

"Kalau terpaksa kenapa tidak memilih pindah saja?" tanyaku lagi yang mulai tertarik dengan pembicaraan ini.

"Karena saya sedang mencari sesuatu, Mba," jawabnya dengan tetap memandang ke depan.

"Cari apa, Mba?

"Cari bola mata saya, Mbak," jawab wanita itu sembari memalingkan wajahnya ke arahku.

Ternyata dia bukanlah manusia, wajahnya hancur separuh dengan kulit penuh darah dan nanah. Bola matanya pun hilang sebelah. Dia menyeringai padaku dan memperlihatkan gigi berwsrna hitam yang berbau busuk.

Akupun terlonjak kaget dan langsung memalingkan wajahku ke arah lain.

******

Kami sampai di Jakarta pukul Sebelas malam, rasanya letih bolak-balik Jakarta-Semarang tanpa istirahat. Aditpun mengantar aku kerumah Om Bagas, aku melihat rumah Om Bagas sudah gelap menandakan penghuninya sudah tidur.

Akupun masuk menggunakan kunci serep yang aku bawa dan langsung menuju kamar. Hari ini tenagaku benar-benar habis, mungkin sebaikanya aku akan menjelaskan pada Om Bagas tentang Ibu yang masih hidup besok pagi saja. Sebelum terlelap aku tidak kupa menyanyikan kidung penghantar tidurku.

*****

1
Oky Diana
kenapa jd bab 1 lagi ya thor? bab 2 nya mna
Oky Diana
knp dr awal sampe akhir babnya itu2 aja ya ???
Jama Sari
knpa ya d hp Sy cerita tiap bab nya SM dgn cerita prolog,smpai ta buka e pirang² bab ttp ae,tp klw BCA komentr² org² ky x gak keulang² deh bab x.bingung Sy padahal pnasaran
Jama Sari
ko d ulang² bab nya
senja
hiatus ya
Dena Denna
up thorr...
nurvi kekopo
lekk..lekkk ta enteni lekkk
Anonim
apakah ganti judul?udh lama nungguin up author nih
Novrii Gischaa Randana
kapan up thor
Umi Nur Aini
lanjut thoorr....banyak yg nungguin ini semangaatt berkarya 💪💪
NURYANTI
apakah cerita ini udah ga berlanjut ya
udah lama nungguin nya
udah hampir setahun
Yaz Q
Di lanjut boss
Lina Link
kok ga up lagi thor...jgn putus di sini dong..sayang cerita nya bagus thor..di tggu lanjutan nya
Yanti Yul
ayoo dong thorr .. cerita yg ini jg d lanjuut 😢 jgn kecewakan yg slalu ngintip 😅😁

d tunggu ya up nya 👍😃
Yaz Q
Lanjut
Novrii Gischaa Randana
kapan up ka?
Nureti
sukses kak
sudah mampir
Ai Emy Ningrum
misiiii ..pakeet...
Lintang Maharani
kok gak up lgi kak
Ciezwaty
thor ,semanat up ny , jangan lama" ,
q jd ngulang lg baca ny soal ny sedikit lupa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!