NovelToon NovelToon
Cinta Pak Bos

Cinta Pak Bos

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:568.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

Siapa yang mengira.
Pertemuanku dengan seorang pria di sebuah vila, mengubah kisah cintaku.

Dalam sekejap statusku berubah, menjadi pacarnya pak bos. Oh Tuhan... aku hanya meminta bantuannya kenapa menjadi seperti ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu Adit

Akhirnya aku menyetujui tawaran mereka. Aku sekarang sudah berada di dalam mobilnya Revan. Revan tepat berada di sampingku. Dia mengemudikannya dan selalu saja tersenyum melihatku. Aku hanya diam dan menatap keluar dari samping kaca mobil ini.

"Ay.. Ayna.." Panggilnya.

"Hemm.." Jawabku malas.

"Kamu marah?"

"Kenapa?, mas enggak suka?, mas bisa turunkan aku di sini jika mau?"

Aku kesal denganya. Kesalku sepertinya telah menumpuk yang membuatku bisa berkata demikian. Aku tak habis fikir. Pertanyaan macam apa itu, jelas aku marah, kenapa masih bertanya.

"Hahaha.. oke.. oke.. aku minta maaf. Tapi aku suka kalau kamu marah." Lanjutnya.

"Mas Revan.." Teriakku.

"Iya.. iya.. aku minta maaf, sungguh.."

"Jadi di mana kamu tinggal?"

"Rose Apartement."

Dia tersenyum menatapku, aku mengalihkan pandanganku kembali.

Satu jam kemudian kamipun sampai. Perjalanan siang menuju sore ini ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari seharusnya. Revan memakirkan mobilnya dan kemudian ikut turun bersamaku.

"Terima kasih sudah mengantarku." Ucapku dan segera membalikkan tubuhku membelakanginya.

"Tunggu.. aku ikut antar kamu sampai atas." Pinta Revan dan berhasil meraih tanganku.

"Oh.. enggak perlu mas."

"Tunggu.. kamu ingat yang ibuku katakan, mengenai berita yang ia dengar pagi tadi."

"Lalu.., kitakan sudah sampai dan mas juga sudah mengantarku."

"Belum, aku pastikan kamu sampai di kamarmu dulu, baru aku pergi."

"Hah.."

Dia menarik tanganku dan melangkah segera menuju lift apartemen ini.

"Hei.." Teriakku.

"Menurutlah kali ini.." Pintanya dan terus menarik tanganku hingga aku dan dia sudah melangkah masuk dan berada di dalam lift sekarang.

Aku terdiam.. "Menurutlah" Itu kata - kata yang selalu Adit katakan untukku. Aku jadi mengingatnya, sungguh ku merindukannya. Adit yang selalu peduli padaku. Wajahnya, senyumnya tampak terlihat jelas dalam bayanganku sekarang.

"Lantai berapa?"

"Hah.. oh.. Lantai 10."

Aku telah melamun sepanjang jalan ini dan ku melupakan Revan yang sekarang telah berhasil mengantar sampai pintu kamarku.

"Aku sudah sampai, mas bisa pergi sekarang." Ucapku agak kejam untuknya.

"Cepat masuk, tutup pintumu, baru aku pergi. Atau.. kamu mau menyuruhku masuk, aku takan pergi." Godanya kembali.

"Tidak.. tidak.. aku masuk.. mas pergi.." Ku langsung membuka kamar apartemenku dan menatap kesal dirinya.

Bagaimana bisa pria itu selalu menggodaku. "Ah.. Revan menyebalkan" Kesalku sendiri. Tapi sepertinya dia sangat senang membuatku kesal.

Siang kesore lalu kemalam, aku benar - benar tak kemana - mana. Berdiam diri di apartemen ini.

"Kenapa aku jadi penakut begini sih." Gerutuku dalam hati.

Revan pasti tertawa bahagia, kalau dia tahu dan melihat ketakutanku sekarang.

Tiba - tiba handphone ku berbunyi. Aku berteriak sendiri.. Ah.. kacau, itu hanya bunyi handphoneku. Kenapa aku jadi menakuti diriku sendiri.

"Iya.. halo mas Adit."

"Kamu kenapa Ay.." Tanyanya yang sepertinya menyadari suaraku yang berbeda dari biasanya.

"Ah.. Oh.. Ehm.. enggak apa-apa mas."

"Ayna, kamu kenapa?" Tanyanya lagi.

"Aku.. aku cuman takut saja."

"Takut." Ulangnya.

"Iya.. ini semua gara - gara Revan." Ucapku dengan mulus dan tanpa ku sadari kalau aku telah melakukan kesalahan.

Hemm.. Ku menjatuhkan tubuhku, sedikit menggigit bibir bawahku dan memandang langit - langit kamarku.

"Revan.. Siapa?"

"Ehmm.. anaknya bu Darma."

"Kamu bertemu denganya?"

"Ya.."

Hening kemudian.. suaranya terhenti.. Aku harus memulai dari mana untuk menjelaskan.

"Mas.." Panggilku dan dia tetap diam.

"Tadi kebetulan bertemu dengan bu Darma di rumah sakit, dia bersama Revan di sana. Lalu bu Darma memintaku untuk ke rumahnya."

"Mas.." Panggilku kembali karena masih tak ada respon darinya.

"Ya, lalu kenapa kamu takut Ay?"

"Maafkan aku, tadi mas Revan mengantarku, karena menurutnya banyak orang jahat di luar sana. Dan bodohnya aku termakan dengan kata - katanya itu. Aku sekarang merasa orang jahat ada di sekelilingku"

"Bodoh.. "

"Ya.. aku memang bodoh.." Hatiku kesal dia berkata seperti itu.

"Tapi aku menyukaimu." Lanjutnya.

Aku tersenyum kemudian. Hatiku sepertinya bermasalah.. tadinya aku kesal sekarang aku senang. Cepat sekali hati ini berubah.

"Aku akan segera pulang Ay. Lalu aku akan melamarmu dan sedetik kemudian kita menikah ya."

"Hahahah.." Aku tertawa mendengarnya.

"Kenapa tidak langsung menikah saja sih mas, kalau cuma selisih sedetik."

"Ok.. kita langsung menikah, kalau itu mau kamu."

Deg.. Tawaku terhenti.. Ku berfikir kembali.. Ini maksudnya bagaimana, kenapa aku jadi bingung sendiri.

"Ayna.." Panggilnya lembut.

"Iya.." Jawabku yang masih setengah sadar dengan perkataanya barusan.

"Tunggu aku ya. Rasanya aku ingin pulang sekarang juga. Aku rindu kamu Ay.."

Jantungku berdetak sangat kencang mendengar ucapannya. Mungkin mukaku memerah dibuatnya. Aku bahagia.. Ku harap kamu cepat kembali.. menepati janjimu itu.

Malam ini, berkat Adit aku bisa tidur dengan tersenyum. Tidak mengingat cerita - cerita orang jahat yang sempat menggangu fikiranku tadi.

Cepatlah kamu kembali mas, aku juga sangat merindukanmu.

🍀🍀🍀

Tidurku nyenyak sekali malam tadi, pagi ini aku selalu tersipu sendiri mengingat perkataan Adit semalam. Aku memulai aktivitasku kembali di kantor. Aktivitas yang sama yang ku lakukan di hari senin hingga jumat nanti.

Di mana ya Luna, rasanya sudah lama sekali aku tak bicara dengannya. Sekembalinya kami dari Bandung, aku sama sekali tak mendengar kabarnya. Kamipun jarang mengobrol saat di Bandung.

Mataku mulai berkeliling mencari sosoknya. Sampai akhirnya ku menemukannya. Ku memasuki ruangan tersebut, ruangan di mana setiap karyawan dapat menyeduh kopi maupun teh yang mereka ingin buat.

Luna tampak sedang mengaduk berkali - kali minuman di cangkir yang ia genggam saat ini. Pandangannnya mengarah ke luar jendela gedung ini. Ada apa dengan dirinya. Kenapa dia melamum seperti itu.

"Luna.." Panggilku pelan, berharap dia tidak terkejut dan menumpahkan minuman miliknya.

"Ya.." Jawab Luna dan tetap terkejut melihat kedatanganku.

"Lo kenapa? yuk cerita." Ajakku.

"Oh.. ehm.. gua emangnya kenapa? enggak apa - apa kok Ay." Senyumnya seakan dipaksakan.

"Bohong." Ku menggenggam tangannya dan menatapnya.

Dia kemudian terdiam, menatapku dan menarik nafas panjang. Seakan berat sekali ceritanya itu.

"Baiklah. . gw memang enggak bisa nyembunyiin apapun dari lo"

Luna melangkah menuju kursi yang tak jauh dari kami. Iapun duduk di sana dan aku mengikutinya.

"Gua sepertinya.. telah mencintai orang yang salah." Ucapnya.

Mataku membulat mendengarnya, aku terkejut dengan perkataannya. Untuk pertama kalinya aku mendengar bahwa Luna jatuh cinta. Tapi kenapa dia harus menyesalinya.

"Apakah mencintai seseorang itu sesuatu yang salah?" Tanyaku sendiri.

.

.

.

.

Lanjut episode berikutnya ya dears😘.. semoga menikmati ceritanya.

dilike ya 😘dan dijadikan favorite

jangan lupa bintang dan vote yang banyak

komentar dan masukan yang baik ditunggu😇

terima kasih..

tetap setia menunggu upnya ya😊😊

1
EmbunCahaya
HP
Alya Yuni
Dah salah alamat msih mau blng di cukai ya dia cukai kenl kmu Nayna jdi prmpuan jngn terllu bego
hafid nadhif
trima kasih
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ: terimakasih kembali kak🤗🙏
total 1 replies
Gina Maria
makasih bgt novel mu bagus bgt...romantis & swett..🥰
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ: terimakasih kembali kak🤗🙏
total 1 replies
Alhafiz Rayyansah
sedikit2 teriakku sendiri.
lah ngapain teriak2,gak capek teriak2 mulu
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
apa Adit anak dari kluarga Pak Darma ya...
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
otw jatuh cinta nih si Ay.. makanya mendadak lola dan salting
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
😂😂😂Adit ngeliat barang berharga ny Ayna berwarna merah jd malu sendiri.. muka nya jd ikut2an merah
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
😂😂hanya dikening ya... kirain dibibir.. udh deg2an aja tuh si Ayna
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
Adit tau bae rumahnya Ayna..
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
ihiy mulai nyaman nih... dah g usah pulang Ay...
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
hmmm Jahat bngt Rafka....
dah lah lebih baik putus aja dan jadian ma Adit...
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
Adit baik n perhatian bngt sih ke Ayna... penasran nih sbnrnya siapa Adit.. knp dia nanyain perusahaan tempat Ayna bekerja
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
cieee deg2an nih yee.. Ay inget Rafka Ay..
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
masih ngikutin alurnya nih gmn.. knp Rafka ga nongol2 lgii.. siapa sbnrnya Adit ini..
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
untung Ayna nyasarnya kerumah orang baik ganteng pula ya mas Aditnya.. jd betah deh nyasar lama2
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
apa bner Ayna salah alamat ya... 🙈
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
aku sih milih HP thor... klo mslh dompet kan ada pacar yg nanggung🙈🙈

ish ish baru awal msih nyimak perlakuan Rafka ke Ayna.. mungkin cuek krn sibuk..
🐝𝓢𝓐𝓓🌷 rindu ғᶻ⁺🕸️♋
semangat
🦋 165
ko jd degdegan 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!