NovelToon NovelToon
Cowok Cupu Favoritku

Cowok Cupu Favoritku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Kedatangan murid baru di SMA Adiwijaya langsung jadi perbincangan hangat. Kabar bahwa anak pemilik sekolah ikut pindah di hari yang sama, membuat suasana sekolah makin ramai dan penuh teka-teki.

Sekelompok murid berpengaruh berambisi mencari siapa sosok pewaris asli yang disembunyikan. Siapa pun yang dianggap mengganggu atau tidak pantas, akan mereka singkirkan tanpa ampun.

Naysilla, gadis pindahan yang polos dan tak paham aturan keras di sana, tiba-tiba jadi sasaran utama kecemburuan dan perundungan. Di saat ia dikucilkan, disudutkan, dan tak ada satu pun yang berani mendekat, selalu ada satu sosok yang diam-diam hadir.

Raynor Mohan, cowok berkacamata yang penampilannya sederhana, pemalu, dan selalu dipandang sebelah mata oleh semua orang. Namun bagi Naysilla, sosok itulah satu-satunya tempat aman untuk pulang. Di balik sikapnya yang cupu, Naysilla perlahan menemukan sisi lain yang hanya ia bisa lihat sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.

Cahaya senja tersorot indah diantara pohon bunga tabebuya. Dahannya menari-nari, ketika sekumpulan burung gereja hinggap, datang dan pergi.

Di bawah alam yang tenang. Seorang gadis berambut panjang merasakan dirinya seperti melayang disertai guncangan. 

Suara kericuhan terdengar samar. Hingga ia merasakan benturan. Tangannya meraba sekitar. Terasa kasar, namun empuk dan sejuk.

Naysilla membuka mata, tepat ketika setangkai bunga tabebuya mendarat di keningnya. 

Alam yang indah. Hembusan angin lembut. Dibawah langit senja. Semua terasa nyata.

"Apakah ini surga?" Gumamnya dengan binar bahagia. Apalagi ketika dua pangeran berparas tampan dan manis berlutut disisi kanan dan kirinya.

"Na, lo udah bangun?"

"Lo nggak apa-apa?" ucap mereka secara bersamaan.

"Hah...! Emangnya gue kenapa?" ucapnya dengan wajah cengo. Ia memaksa duduk walau kepala terasa pusing sekali.

"Kalo mesih pusing, baringan lagi ajah. Nanti gue gendong nyampe kamar"

"Momon...?" Ia acungkan jari telunjuk tepat didepan wajahnya.

"Hooh"

"Gue Satria" ucap cowok satunya tanpa ditanya. Naysilla beralih menatapnya, secara bergantian, dan mencoba mengenali alam. 

"Semua sama, ini bukan surga" gumamnya lirih, yang hanya bisa didengar diri sendiri.

"Apa lo amnesia?"

"Gue rasa sih engga.Tapi, apa kalian bisa jelasin semuanya?"

FLASHBACK ON

Mohan berjalan tergesa, dengan dua botol minuman dingin yang dibawa. Barusan, teman gadisnya mengeluhkan dahaga, ketika menjalani hukuman dibawah terik matahari. Karena ia sosok yang begitu baik, dengan senang hati ia membelikan gadis itu minum.

Langkahnya dipercepat, ketika dari kejauhan mulai terdengar suara kegaduhan. Berbagai kemungkinan buruk terus berputar didalam kepalanya. Namun ketika keheningan tercipta tepat saat ia memasuki area itu. 

Kerumunan orang yang berkumpul sedang memperhatikan seorang siswi perempuan yang berada di dalam air. Mohan menghela napas lega, karena gadis itu bukan Nasa nya. Rasa tenang mulai tercipta dihatinya, namun ia tak menyadari sesuatu yang jauh lebih besar akan segera terjadi. 

Byur....

Suara percikan air itu terdengar nyaring, hampir saja menghentikan detak jantungnya seketika. Mohan segera menerobos kerumunan ketika gadis lain turun menyusul ke dalam air. 

Yah, itu Nasa alias Naysilla. Dengan cepat ia melepas sepatunya, hendak menyusul ke kolam. Namun sepasang tangan asing menariknya menjauh. 

"Eh Cupu... Ngga usah sok-sokan jadi pahlawan deh lo"

"Mending awas, minggir ajah.  Ngga usah ikut campur!"

"Lo yang minggir...!"

Sekelompok siswa asing menahannya dengan kuat. Rasa paniknya memuncak saat sosok Naysilla tak lagi tampak di permukaan air. Dan sialnya, ia benar-benar tak bisa bergerak, sorot mata penuh kebencian tertuju tajam pada gadis berambut pirang.

"Hahaha... Dasar cupu bego. Dia tuh cuma pura-pura tenggelam ajah, buat narik simpati orang"

"Kasian banget sih idup lo. Udah Cupu, jelek, miskin, bego lagi. Hahaha..."

"Gue ngga kenal kalian"

"Gue ngga ada masalah apapun sama kalian"

"Jadi mending sekarang lepasin gue, atau kalian bakal nyesel" ucap Mohan berapi-api. 

"Boleh, tapi...." 

Plak...

Plak...

"Ini tamparan yang harusnya gue kasih ke jalang itu. Tapi berhubung dia tenggelam, ya mungkin ajah bakalan mati. Jadi gue kasih ajah ke elo sebagai gantinya"

Ketika akal sehat dikuasai rasa panik. Mohan yang harusnya bisa melawan tapi lebih memilih diam. Beberapa pukulan ia terima, yang sebenarnya tak begitu terasa. Setidaknya sampai mereka puas, dan ia bebas.

"Nasaaaaaa..." Pekiknya nyaring.

Ia mendorong apapun yang menjadi penghalang. Lantas menenggelamkan tubuhnya yang lebam. Terasa perih, tapi tak peduli. Sampai kedua tangannya menangkap tubuh mungil gadis itu, tepat ketika hampir menyentuh dasar.

FLASHBACK OFF

"Hah...! Jadi, luka lebam ini...?" Naysilla menunjuk beberapa titik lebam di wajah Mohan.

"Gue nggak apa-apa. Yang penting lo selamat"

"Gue ngga tau kalo ternyata kolam itu dalem banget. Soalnya tadi Olivia..."

"Dia seakan-akan tenggelam dan ngga ada yang nolongin. Hanya karena badannya mesih nampak di permukaan dan lo pikir kolam itu dangkal?" terang Satria.

"I-iyah... Gue kaget banget waktu masuk air kaki dia ngambang dan gue malah tenggelem"

"Nah, itu dia. Kami semua tau kolam itu dalem. Selagi badannya mesih nampak di permukaan ya berarti dia bisa berenang dan aman. Itu alasan kenapa ngga ada yang mau nolongin"

"Oh gitu yah. Tapi kenapa lo ngga nolongin gue waktu gue tenggelam?" Tudingnya kasar.

"Sebenarnya gue mau nolongin lo, tapi..."

"Tapi lo ngga bisa renang" potong Mohan frontal.

"Berisik lo...!" Satria menarik kerah Mohan kasar. Belum sempat mengumpat, rombongan bully kembali datang.

"Wah wah waaah..."

"Lagi ributin apa nih? Oh, rebutan jalang murahan itu yah?"

Jessy mengibaskan rambut pirangnya. Berkacak pinggang tanpa rasa bersalah, dengan kedua dayang pada kedua sisinya.

"Dasar nenek lampir. Hobi banget ganggu orang" gumam Naysilla lirih. Ia memutar matanya malas.

"Yayaya... Terus ajah lo maki gue. Karena sebentar lagi, lo ngga bisa lakuin itu"

Amarah yang sebelumnya telah padam, kini tersulut kembali. Naysilla mengusap dadanya kasar. Berusaha menekan gejolak yang hampir keluar. Jemarinya meremas kuat rerumputan, hingga sebagian tercabut hingga akar.

"Gue harap juga gitu" ucapnya lirih, mesih begitu tenang. Ia memandang jam tangan mewahnya. Ternyata hampir jam enam sore, waktunya ia harus pulang untuk membersihkan diri, pikirnya.

Tapi niatnya lagi-lagi dihalangi si pirang Jessy. Ia merampas jam tangan mewahnya, mengangkatnya tinggi-tinggi, dengan ekspresi mencemooh dan iri dengki.

"Guys liat deh! Hebat banget dia, ngejalang sampe bisa dapetin jam mewah ini" 

"Iiiiiuuuuwwwhhh..." ucap mereka serentak, seakan tengah menghadapi sesuatu yang menjijikkan.

"Gue ngga kenal kalian"

"Gue ngga pernah merasa ada urusan sama kalian"

"Gue juga ngga tau, ada salah apa gue sama kalian"

"Dari awal gue masuk ke sini. Kalian udah gangguin gue. Ngehina gue, bahkan sampe mami gue yang ngga tau apa-apa. Main kasar. Dan sekarang, lo merampas barang gue..."

"Langsung ajah, lo mau apa dari gue hah?" ucapnya begitu tenang, walau dengan wajah merah padam. 

"Udah Na, ngga usah ditanggepin. Biar nanti gue yang urus. Mending sekarang kita..."

"Eh Cupu, ngga usah lo ikut campur yah!" 

Jessy mendorong kasar tubuh Naysilla yang masih lemah. Untungnya ada Satria yang sigap menangkapnya.

"Jes, lo apa-apaan sih?"

"Dari dulu lo ngga pernah berubah tau ngga"

"Hobinya bully orang yang ngga ada salah apa-apa"

Satria memberi kode pada Cupu untuk membawa Naysilla. Ia paham betul bagaimana perangai Jessy yang sebenarnya, tidak akan berhenti mengganggu sebelum korban benar-benar keluar dari sekolah. 

"Ayo Na!" Mohan menuntun langkah Naysilla, yang sebenarnya gadis itu sangat penasaran dengan isi percakapan mereka.

"Momon" ucapnya disela-sela langkah.

"Hmm"

"Kenapa gue bisa bangun keadaan di taman? Sedikit aneh"

"Gue yang bawa"

"Terus kenapa lo taro gue di rumput?" Protesnya.

"Tiba-tiba ada cowok rese datang, ngajak berantem"

"Maksudnya Satria?" 

Hening, Naysilla melangkah dengan wajah penuh tanya. Pandangannya kesamping menuntut jawaban pada cowok super dingin.

"Nyampe, gue balik" ucapnya terakhir kali sebelum benar-benar masuk pada unit sebelah.

"Ck... ck... ck..."

"Aneh banget sih tuh cowok. Tinggal jawab iya atau nggak, susah banget" gerutunya kesal.

Naysilla merebahkan tubuh lemahnya diatas pembaringan. Ia meraba pakaian tidurnya yang entah digantikan oleh siapa. 

Tatapannya kosong pada langit-langit kamar. Ada seribu tanya, yang ia tak mengerti kenapa. 

Tin

Tin

Tin

Notifikasi beruntun memecahkan lamunannya. Ia meraba ponsel yang bersarang di saku bajunya.

"Nomor asing?"

Rasa penasaran menuntut jarinya untuk membuka pesan misterius. Yang sebelumnya ia tak begitu peduli setiap ada pesan dari nomor asing.

Rasanya begitu cepat. Ia membuka tanpa perhitungan, tanpa persiapan. Ada tiga gambar yang benar-benar membuatnya sangat terkejut. Matanya membola dengan mulut menganga. "kok bisa"  pikirnya dalam hati.

1
Sofyan Sofyan
jangan lama2 ya😭
Aisyah Suyuti
good
kelinci kecil
penasaran, kira-kira siapa anak pemilik sekolah yang asli yah
arina_ar: ikuti terus kelanjutan ceritanya, nanti akan terjawab semuanya. terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
🌹Widian,🧕🧕🌹
hai......
cupu tuh apaan ?
arina_ar: culun kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!