NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Kota Awan Melayang kini berubah sepenuhnya menjadi benteng militer yang tegang dan berbahaya. Di setiap persimpangan jalan, di atas setiap tembok tinggi, dan di sepanjang setiap lorong penghubung, pasukan Sekte Azure Cloud berbaris rapat. Obor-obor menyala terang membentuk jaring cahaya yang hampir tidak ada celahnya, menelan kegelapan malam hingga tak tersisa. Suara langkah kaki berat, denting senjata, dan teriakan perintah terdengar terus-menerus, menciptakan suasana mencekam seolah sedang terjadi perang besar.

Di kedalaman wilayah inti sekte, jauh di balik gedung-gedung megah kediaman para tetua dan aula pertemuan utama, terdapat sebuah bangunan yang tampak sederhana namun memiliki aura sakral dan kaku yang berbeda dari yang lain. Bangunan itu tidak terlalu tinggi, tidak dihiasi emas atau ukiran mewah, namun dindingnya terbuat dari batu hitam yang sangat keras dan tebal, diukir dengan ribuan simbol perlindungan kuno yang berkilauan redup.

Ini adalah Arsip Rahasia Sekte.

Tempat ini adalah jantung dari seluruh sejarah, hukum, dan rahasia Sekte Azure Cloud. Di sini tersimpan catatan tentang teknik-teknik tingkat tinggi, peta wilayah terlarang, daftar musuh bebuyutan, hingga dokumen-dokumen kuno yang berhubungan dengan asal-usul sekte dan peninggalan leluhur. Biasanya, tempat ini dijaga sangat ketat, hanya boleh dimasuki oleh Tetua Tertinggi dan beberapa tetua inti terpilih saja. Tidak ada murid biasa, bahkan murid elit sekalipun, yang berani mendekat, apalagi masuk ke dalamnya.

Namun malam ini, di saat seluruh kekuatan sekte dikerahkan ke luar untuk mencari "penyusup misterius", pertahanan di tempat yang paling penting ini justru menjadi yang paling lemah. Hanya ada delapan penjaga elit yang berdiri diam di depan gerbang besi hitam, dan dua tetua tingkat rendah yang bertugas mengawasi dari menara pengintai. Mereka berdiri tegak, wajah tegang dan waspada, namun di dalam hati mereka sebenarnya bingung dan cemas. Mereka tidak mengerti mengapa seluruh kota diobok-obok hanya untuk mencari satu orang, dan mereka tidak tahu betapa bahayanya sosok yang sedang mereka cari itu.

Di atas atap sebuah bangunan menara tinggi yang berjarak sekitar seratus meter dari Arsip Rahasia, tersembunyi di balik bayangan dan di bawah naungan angin malam, sosok Ye Chen berbaring telentang diam tak bergerak. Napasnya sangat pelan dan halus, hingga nyaris tidak ada pergerakan sedikit pun di tubuhnya. Aura kekuatannya ditekan habis, menyatu sepenuhnya dengan energi alam di sekelilingnya, membuatnya tak terdeteksi oleh indra para penjaga maupun tetua yang bertugas.

Matanya menatap tajam ke arah bangunan batu hitam itu. Di dalam dadanya, rasa penasaran dan tekad yang kuat bergolak.

"Di sanalah letaknya, Ye Chen..." suara Yue-Jian berbisik lembut namun jelas di dalam benaknya. "Di dalam dinding batu hitam itu, tersimpan catatan lengkap tentang kejadian dua puluh tahun lalu. Catatan tentang ayahmu, tentang warisan yang seharusnya menjadi milikmu, dan bukti tertulis konspirasi yang dilakukan Mo Feng untuk menjatuhkan keluargamu. Di sana juga ada catatan lengkap tentang asal-usul Seni Es Yin Kesembilan dan mengapa teknik itu begitu ditakuti dan dirahasiakan."

Ye Chen mengangguk perlahan di dalam hati. Ia tahu betapa pentingnya tempat ini. Selama bertahun-tahun, ia hanya mendengar bisikan samar dan gosip gelap tentang masa lalu keluarganya. Semua orang seolah takut berbicara, semua fakta disembunyikan, dan semua jejak dihapus. Namun, tulisan tidak bisa berbohong. Dokumen kuno di dalam sana pasti memegang kunci dari segalanya.

"Mo Feng dan Bai Long terlalu sibuk mengamuk dan mencari bayangan di pinggiran kota..." gumam Ye Chen pelan, senyum dingin tersungging di bibirnya. "Mereka tidak pernah menyangka bahwa tujuan utamaku dari awal bukanlah untuk mencuri harta atau sekadar mempermalukan anak buahnya... tapi untuk masuk ke tempat yang paling dia lindungi: tempat penyimpanan kebenaran."

"Betul sekali," sahut Yue-Jian. "Mereka jatuh tepat ke dalam jebakanmu sendiri. Kau membuat mereka panik, kau membuat mereka membuang tenaga, kau membuat mereka membagi pasukan... dan saat mereka paling sibuk, kau masuk ke jantung kekuasaan mereka untuk mengambil apa yang paling berharga bagimu: Kebenaran."

Ye Chen perlahan menggerakkan tubuhnya. Ia tidak melompat atau bergerak cepat. Ia menggunakan teknik Langkah Bayangan Hantu pada tingkat tertinggi. Tubuhnya melayang rendah di atas atap, bergerak sehalus kabut tipis yang tertiup angin, mendekat ke arah tembok belakang Arsip Rahasia yang paling gelap dan paling jarang diawasi.

Jarak seratus meter itu ia tempuh hanya dalam beberapa detik, namun bagi mata biasa atau indra pendekar biasa, ia sama sekali tidak terlihat bergerak. Ia hanya ada di satu tempat, lalu sekejap mata sudah berada di tempat lain.

Sesampainya di tembok belakang, Ye Chen menempelkan dirinya ke permukaan batu hitam yang dingin dan kasar itu. Ia mengamati simbol-simbol perlindungan yang berukir di sana.

"Simbol penyegel kuno..." bisik Yue-Jian menjelaskan di dalam benaknya. "Biasanya simbol ini sangat kuat dan sulit ditembus, tapi energi yang menggerakkannya berasal dari pusat sekte. Dan sekarang... karena Mo Feng mengerahkan sebagian besar sumber daya dan energi ke pertahanan luar untuk pencarian, kekuatan penyegel ini melemah cukup banyak. Ditambah lagi, energi yang digunakan untuk penyegel ini memiliki sifat dasar yang sama dengan energi Seni Es Yin yang kau miliki. Kau bisa mengelabuinya."

Ye Chen mengangguk. Ia mengangkat telapak tangannya perlahan, mengalirkan energi dingin berwarna biru pucat keluar sedikit demi sedikit. Ia tidak memaksa merusak atau menerobos paksa. Sebaliknya, ia menyesuaikan frekuensi dan sifat energinya hingga persis sama dengan aliran energi di dalam simbol itu.

Seperti air yang menyatu dengan air, atau api yang menyatu dengan api... energi Ye Chen menyatu dengan energi penyegel itu. Simbol-simbol yang tadinya bersinar redup mendadak berdenyut pelan, lalu perlahan memudar dan menjadi gelap seolah mengenali "teman" atau "bagian dari dirinya sendiri". Celah kecil terbuka di antara susunan batu hitam itu, cukup lebar bagi satu orang untuk lewat.

Tanpa membuang waktu, Ye Chen menyelinap masuk melewati celah itu. Begitu ia masuk sepenuhnya ke dalam, simbol-simbol itu kembali menyala dan menutup rapat seolah tidak pernah tersentuh sama sekali. Keheningan kembali menyelimuti tempat itu.

Di dalam, suasana terasa sangat dingin, kering, dan berbau kertas tua serta debu sejarah. Lorong panjang yang remang-remang diterangi oleh lampu-lampu batu yang dipasang di dinding, memancarkan cahaya kekuningan yang redup. Di sekelilingnya, rak-rak kayu raksasa menjulang tinggi dari lantai hingga langit-langit, penuh sesak dengan gulungan-gulungan buku, dokumen, dan peta yang tersusun rapi dan berlabel.

Keheningan di dalam sana begitu pekat hingga suara detak jantung sendiri pun terdengar nyaring. Ye Chen berdiri diam sejenak, membiarkan matanya menyesuaikan diri dengan cahaya remang, dan indranya memindai seluruh isi ruangan besar itu. Tidak ada penjaga di dalam sini. Keamanan Arsip Rahasia sepenuhnya bergantung pada pertahanan luar dan penyegel sihir.

"Ke kanan, lorong ketiga..." suara Yue-Jian memberi petunjuk jelas di dalam benaknya, ingatan masa lalu peninggalan roh kuno itu masih sangat tajam. "Di sana, ada ruangan tersembunyi di balik rak buku besar bertuliskan 'Sejarah Pendirian'. Di sanalah dokumen-dokumen rahasia dan terlarang disimpan, yang tidak boleh dibaca oleh siapa pun kecuali ketua sekte."

Ye Chen bergerak menyusuri lorong-lorong itu dengan langkah senyap. Ia melewati ribuan judul sejarah, teknik, dan aturan. Ia tidak peduli pada semua itu. Matanya hanya tertuju pada satu tujuan. Sesampainya di ujung lorong ketiga, ia melihat rak buku besar yang berat dan tua itu. Di atasnya, tertulis jelas ukiran huruf emas yang sudah kusam: "Catatan Pendirian Sekte Azure Cloud - Tahun 1".

Dengan sedikit dorongan energi dingin, rak besar itu bergeser perlahan ke samping, membuka pintu rahasia kecil yang mengarah ke ruangan lebih dalam dan lebih gelap lagi.

Di dalam ruangan kecil itu, udaranya jauh lebih dingin dan terasa berat. Di sana hanya ada satu meja batu sederhana di tengah, dan di atas meja itu tergeletak sebuah kotak kayu hitam polos tanpa hiasan apa pun, namun memancarkan aura sakral dan berat yang membuat siapa pun yang melihatnya merasakan ketakutan tak beralasan.

"Ini dia..." gumam Ye Chen pelan, jantungnya berdebar kencang. Ia berjalan mendekat perlahan, tangannya sedikit gemetar karena emosi yang meluap.

Ini adalah kotak yang berisi takdir hidupnya. Ini adalah kotak yang berisi kebenaran tentang ayahnya, tentang kejahatan Mo Feng, dan tentang siapa dirinya sebenarnya.

Ye Chen mengangkat tutup kotak itu perlahan. Tidak ada jebakan, tidak ada perangkap. Seolah takdir sendiri mengizinkannya untuk akhirnya mengetahui kebenaran.

Di dalam kotak itu, tergeletak beberapa lembar dokumen kuno yang tertulis di atas kain sutra tahan lama, sebuah gulungan peta, dan selembar surat yang tertulis dengan tulisan tangan yang sangat ia kenal. Tulisan tangan ayahnya.

Tangan Ye Chen bergetar hebat saat ia mengambil lembaran surat itu. Ia membacanya perlahan, suaranya tercekat di tenggorokan, matanya memanas namun keringat dingin mengucur deras di punggungnya.

"Untuk anakku tercinta, Ye Chen...

Jika kau membaca ini, berarti kau sudah selamat dan akhirnya menemukan jalanmu sendiri. Aku tahu Mo Feng akan mengkhianatiku. Aku tahu dia menginginkan darah dan kekuatan klan kita. Dia membunuhku, dia mengambil jabatan, dan dia menuliskan sejarah palsu agar dia terlihat seperti pahlawan dan aku terlihat seperti pengkhianat.

Darah yang mengalir di tubuhmu bukanlah darah sembarangan. Keluarga kita adalah keturunan langsung dari Kaisar Bayangan Kuno, penguasa wilayah ini ribuan tahun yang lalu. Seni Es Yin Kesembilan yang kau warisi adalah teknik tertinggi keluarga kita, teknik yang bisa menaklukkan waktu dan ruang jika dikuasai sepenuhnya. Itulah yang paling ditakuti dan diinginkan Mo Feng.

Anakku... jangan dendam pada dunia, tapi jangan pernah memaafkan mereka yang menghancurkan hidup kita. Kekuatanmu adalah warisan tugas, bukan sekadar kekuasaan. Gunakanlah untuk mengembalikan keseimbangan, dan kembalikanlah nama baik keluarga kita yang telah dikotori oleh pengkhianat..."

Air mata bening jatuh menetes ke atas kertas tua itu, namun langsung membeku menjadi butiran es kecil karena hawa dingin yang dipancarkan dari tubuh Ye Chen yang sedang menahan amarah luar biasa.

Semua dugaan, semua rasa sakit, semua kebingungan... semuanya terjawab sudah. Mo Feng memang pengkhianat. Mo Feng memang pembunuh ayahnya. Mo Feng memang pencuri identitas dan kekuasaan. Dan Ye Chen... dia bukan sekadar murid buangan. Dia adalah keturunan darah murni dari penguasa sejati tanah ini.

"MO FENG!!!"

Teriak itu bergema keras di dalam hatinya, tertahan di tenggorokan, meledak menjadi gelombang energi dingin yang dahsyat. Seluruh ruangan Arsip Rahasia itu mendadak menggigil kedinginan. Lapisan es tebal mulai menjalar cepat dari tempat Ye Chen berdiri, merambat ke dinding, lantai, dan rak-rak buku, membekukan segalanya dalam sekejap mata.

"Pengkhianat... pembohong... pembunuh..." desis Ye Chen pelan, suaranya terdengar mengerikan dan bergetar karena kemarahan yang tak terukur. "Kau menyembunyikan kebenaran ini begitu lama... kau membuatku hidup sebagai sampah... kau membuat ayahku menjadi penjahat dalam sejarah palsu... malam ini... aku akan menagih semua hutang darah itu sekaligus!"

Ye Chen segera mengambil semua dokumen, surat, dan peta penting itu. Ia melipatnya rapi dan menyimpannya dengan hati-hati di dekat dadanya, tempat paling aman. Dokumen ini adalah bukti mutlak. Dokumen ini adalah senjata terbesarnya.

"Kau pikir kau sudah menghapus sejarah, Mo Feng? Kau pikir kau sudah mengubur kebenaran selamanya? Lihatlah sekarang... kebenaran itu ada di tanganku! Dan sebentar lagi... seluruh Sekte Azure Cloud, seluruh dunia... akan tahu siapa sebenarnya kau, dan siapa sebenarnya aku!"

Ye Chen berbalik berjalan keluar dari ruangan rahasia itu. Ia tidak lagi bergerak diam-diam atau berhati-hati. Ia tidak lagi bersembunyi. Kini, matanya bersinar dengan kilatan biru dingin yang menakutkan. Aura Foundation Establishment-nya meledak keluar sepenuhnya, memancarkan tekanan yang menggetarkan seluruh bangunan batu hitam itu.

Simbol-simbol penyegel di dinding belakang yang tadinya tertutup rapat kini hancur berantakan menjadi debu halus hanya dengan satu lambaian tangan dinginnya.

Di luar sana, para penjaga dan dua tetua yang bertugas di depan gerbang Arsip Rahasia mendadak terhuyung mundur, wajah mereka memucat ketakutan. Mereka merasakan gelombang energi dingin yang mengerikan, energi yang jauh lebih kuat dari Tetua Mo Feng sendiri, meledak dari dalam bangunan yang seharusnya aman dan kosong itu.

Suara langkah kaki berat, tenang, dan berirama terdengar mendekat dari dalam kegelapan. Pintu besi hitam raksasa itu terbuka sendiri dengan keras, bergemuruh hingga menara pengawas berguncang.

Di ambang pintu yang terbuka lebar itu, sosok pemuda berjubah abu-abu berdiri tegak. Angin dingin berputar liar di sekelilingnya, rambutnya berkibar liar, dan di balik bayangan topinya, sepasang mata biru es menatap mereka dengan pandangan yang seolah sedang menatap sekumpulan mayat.

"Sampaikan pesan kalian pada Mo Feng..." suara Ye Chen terdengar rendah, namun bergema ke seluruh penjuru sekte, menembus dinding-dinding tebal hingga sampai ke telinga semua orang.

"Kebenaran sudah ada di tanganku. Sejarah palsumu sudah hancur. Dan sekarang... aku keluar dari bayangan. Bersiaplah... karena di Turnamen Besar Sekte nanti... aku akan datang, membuka kedokku, dan menghancurkan segala kemegahan yang kau bangun di atas kebohongan dan darah keluargaku."

Dengan satu gerakan tangan santai, Ye Chen melepaskan gelombang dingin ringan namun cukup kuat untuk melempar terbang kedelapan penjaga dan dua tetua itu hingga menabrak dinding jauh di belakang. Mereka pingsan sebelum sempat berteriak atau melihat arah pelariannya.

Sosok Ye Chen melesat ke atas, melayang tinggi di udara di atas bangunan Arsip Rahasia, membiarkan dirinya terlihat jelas sekejap mata oleh ribuan pasukan yang sedang menggeledah kota. Ia membiarkan aura dinginnya menyala terang bagaikan bintang biru yang menantang, sebelum akhirnya berbalik dan menghilang dengan kecepatan kilat ke arah pinggiran kota, kembali ke tempat persembunyiannya.

Namun, momen singkat itu sudah cukup. Pesan itu sudah terdengar.

Di kediaman utama, Mo Feng yang sedang berdiri cemas mendadak tersentak hebat, darah segar menyembur dari mulutnya karena kaget dan marah yang meluap. Ia tahu... ia merasakannya... sesuatu yang paling buruk dan paling ia takutkan akhirnya terjadi.

"Dia masuk ke Arsip Rahasia... DIA MENGAMBIL KEBENARAN!" teriak Mo Feng dengan suara parau penuh keputusasaan. Tubuhnya lemas jatuh berlutut. Segalanya sudah berakhir. Segala usahanya, segala kebohongannya, segala kekuasaannya... semuanya kini terancam hancur lebur dalam waktu yang sangat singkat.

Di sampingnya, Bai Long berdiri kaku, wajahnya pucat pasi, menyadari bahwa mimpi buruk terbesar mereka bukanlah kematian... melainkan kenyataan yang akan segera terungkap.

1
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
✅️🫰👍
Jojo Shua
🔥😄
Jojo Shua
☕️🥛
Jojo Shua
🥛🥛
Jojo Shua
☕️
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🫰🫰
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
😲😲
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🔥✅️
Jojo Shua
✅️
Jojo Shua
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!