NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28 Dendam Lin Chensheng.

Bab. 28 Dendam Lin Chensheng.

Semilir angin dingin berhembus pelan. Di bawah cahaya bintang dan rembulan malam, seorang pemuda berusia lima belas tahun dengan wajah tampan yang masih terlihat sedikit kekanak-kanakan melangkah keluar dari sebuah kediaman megah. Pemuda itu tidak lain dan tidak bukan adalah Wang Fei.

Tidak ada yang berlebihan atau terasa berbeda pada jamuan makan malam ini. Semua tetua makan dengan tenang sambil menatapnya dengan rasa kagum, dan tidak ada jejak meremehkan sedikit pun di mata mereka. Terutama Shi Bai Xuan, ayah dari Shi Meilan. Dia cukup ramah dan menjamunya dengan baik.

Akan tetapi, terlepas dari itu semua, yang paling menarik minatnya adalah kesempatan untuk mengikuti lelang yang akan diadakan oleh sekte tiga hari lagi.

Flashback On.

Ketika tengah bersantap, Shi Bai Xuan mengatakan sesuatu yang membuat mata Wang Fei langsung melebar tak percaya.

"Sebagai ucapan terima kasihku karena telah menyelamatkan Lan'er, aku, Shi Bai Xuan, akan memberikan satu hak kuota undangan milikku agar kau bisa ikut serta pada lelang yang akan diadakan oleh sekte tiga hari ke depan. Ingatlah untuk datang kemari pada pukul tujuh malam. Akan lebih baik jika kau sudah tiba setengah jam lebih awal agar kita bisa pergi bersama-sama tanpa banyak menunda waktu."

Mendengar itu, Wang Fei mengangguk kecil dengan mata berbinar.

"Baik, Paman Shi. Saya berjanji akan tiba tepat waktu," jawabnya sopan.

Flashback Off.

"Lelang, kah? Sepertinya itu akan sangat menarik," ujarnya dengan sudut bibir terangkat.

Dia pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman itu dan pulang menuju gubuk sederhananya yang jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk sekte.

Wang Fei sama sekali tidak mengetahui bahwa apa yang dia lakukan ternyata menciptakan badai yang berputar di dalam hati semua tetua yang ada di sana, khususnya Shi Meilan dan juga Shi Bai Xuan.

Di Kediaman Klan Shi, Ruang Aula Keluarga.

Di sebuah meja besar, Shi Bai Xuan selaku patriark saat ini menatap sekeliling ke arah para tetua klan. Suaranya yang tegas dan berwibawa langsung menggema ke segala arah saat dia membuka percakapan.

"Bagaimana pendapat kalian semua tentang anak yang bernama Wang Fei itu?"

Seketika suasana menjadi hening sejenak. Semua orang saling berpandangan hingga akhirnya salah satu tetua angkat bicara.

"Anak itu tidak sederhana, dan yang paling penting adalah... aku sama sekali tidak bisa melihat ranah kultivasinya, seolah ada kabut gelap yang menutupi pandanganku. Bahkan dengan ranahku yang sudah mencapai Ranah Penyatuan Jiwa level 6 tahap puncak pun, aku masih tidak mampu menembusnya."

Salah satu tetua di sudut ruangan mengangguk dan menimpali.

"Ya, kau benar. Saat makan tadi, aku juga mengedarkan kesadaranku karena sangat penasaran dan ingin memastikan apakah dia benar-benar berada di Ranah Penempaan Tubuh level 7 atau tidak."

"Kalian masih ingat, bukan? Tadi ketika Patriark menekannya dengan sedikit aura, dia langsung melawan dengan gigih tanpa rasa takut, bahkan bisa meledakkan kekuatannya hingga auranya setara dengan Ranah Pembangunan Inti level 2 tahap menengah. Jujur saja, ini pertama kalinya dalam hidupku aku melihat seorang pemuda dengan fluktuasi energi yang sepekat itu. Dan lagi, apakah kalian tidak memperhatikan? Pondasi tubuhnya sangat kokoh."

Barulah setelah tetua itu menjelaskan semuanya dengan panjang lebar, semua orang mulai menyadarinya dan menyetujuinya.

Shi Bai Xuan yang duduk di kursi utama juga mengangguk ringan. Hanya saja, dia tidak menyangka kalau Wang Fei ternyata memiliki kepekaan dan sisi agresif yang sangat ganas seperti itu.

Keheningan sekali lagi melanda seluruh aula hingga Shi Bai Xuan kembali bersuara.

"Terlepas dari niatnya, entah itu tersembunyi atau tidak ketika menyelamatkan Lan'er, yang pasti pemuda itu sama sekali tidak memiliki niat buruk. Bayangkan jika itu orang lain, pasti dia sudah sibuk menjilat dan memuji keluarga kita dengan berbagai macam sanjungan yang memuakkan. Tapi dia... lihatlah bagaimana tatapan matanya, bagaimana sikapnya, dan bagaimana reaksinya ketika aku memberikan kuota undangan ke acara lelang tiga hari lagi. Meskipun menunjukkan kesenangan, itu bukanlah kesenangan berlebihan yang sering kali ditunjukkan oleh anak seusianya. Kalian tahu apa artinya ini? Itu artinya kedewasaan dan ketenangannya dalam berpikir jauh melebihi anak-anak sebayanya. Anak seperti ini, jika kita bisa menjalin hubungan baik dengannya, maka ketika dia sudah kuat nanti, dia pasti tidak akan pernah melupakan budi baik yang pernah kita berikan kepadanya. Untuk itu, aku memutuskan bahwa mulai sekarang mari kita bertaruh dan secara diam-diam mendukungnya dari balik layar."

Hampir serempak, semua orang yang ada di ruangan itu mengangguk. Bertaruh dan berinvestasi pada bibit unggul memang sesuatu yang harus mereka lakukan. Meskipun tidak ada pernyataan tertulis, di dalam hati mereka sudah mengagumi potensi yang ditunjukkan oleh Wang Fei. Mereka juga yakin bahwa suatu hari nanti pemuda itu pasti akan berdiri tegak di puncak tertinggi dunia bela diri.

...◦~●❃●~◦...

Sementara itu, di tempat lain.

Seorang pria paruh baya yang berwajah pucat dan terengah-engah menatap bayangan cermin transparan yang melayang di udara. Yang mengejutkan, di dalam cermin transparan tersebut sebuah kejadian seolah diputar ulang. Layaknya pembalikan waktu, setiap detail tentang bagaimana putranya mati terlihat jelas di dalam bayangan cermin itu.

"Jadi... ternyata bajingan kecil itulah yang telah membunuh Dan'er! Namanya Wang Fei, kah? Bagus! Bagus sekali! Lihat saja, aku pasti akan mencincangmu menjadi potongan-potongan kecil!" ucapnya dengan niat membunuh yang merembes keluar dari dalam tubuhnya.

Ya... pria paruh baya itu tidak lain adalah Lin Chensheng yang saat ini baru saja menggunakan teknik Pengorbanan Darah dengan memangkas setengah esensi darahnya dan juga beberapa puluh tahun umurnya.

Dia sudah tidak peduli lagi. Asalkan bisa membalas dendam dan membunuh pembunuh putranya, maka semua pengorbanan itu akan sepadan.

Seorang pria tua berwajah suram yang berada di sampingnya berkata,

"Teman lamaku, jika dilihat dari pertarungan yang terjadi antara putramu dan bocah misterius itu, sepertinya dia tidak sederhana. Daripada mengambil risiko sendiri, lebih baik kau menyewa seorang pembunuh bayaran dari Gedung Asosiasi Iblis Darah."

Lin Chensheng mengerutkan kening.

"Apakah harus seserius itu?" ucapnya agak ragu.

Seketika pria tua berwajah suram itu mendengus.

"Huft... dari dulu kau sama sekali tidak berubah. Tetap saja ceroboh seperti biasanya. Pikirkan kemungkinan terburuknya. Bagaimana jika ternyata ada ahli misterius yang diam-diam melindungi pemuda itu? Jika kekuatannya setara dengan kita memang tidak masalah, tetapi bagaimana jika kekuatannya berada di puncak Gerbang Bumi atau bahkan Gerbang Langit? Apakah kau mampu menanggung amarah dari sosok seperti itu? Asal kau tahu, dunia ini penuh dengan kemungkinan yang tak terduga. Jadi buang jauh-jauh pikiran naifmu itu."

Seketika wajah Lin Chensheng langsung berubah muram. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan hal sepenting ini? Jika apa yang dikatakan oleh teman lamanya benar, bukankah dia hanya akan pergi untuk mengantarkan nyawanya sendiri? Dan jika dia mati, bagaimana nasib seluruh keluarganya?

"Sialan! Aku tidak menyangka situasi ini ternyata cukup merepotkan juga."

Menghela napas panjang, akhirnya dia kembali berkata,

"Baiklah, sepertinya tidak ada cara lain. Aku akan menuruti saranmu dan menyewa pembunuh bayaran dari Gedung Asosiasi Iblis Darah."

Melihat ekspresi tidak berdaya dari teman lamanya itu, pria tua berwajah suram hanya terkekeh.

"Lebih baik seperti itu. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang tidak terduga. Di hadapan yang kuat, nyawa orang yang lebih lemah sama sekali tidak berharga. Aku tahu biaya untuk menyewa pembunuh bayaran dari asosiasi itu memang tidak murah. Namun, bukankah lebih baik mengeluarkan sedikit lebih banyak uang daripada mengambil risiko kehilangan nyawa? Selain itu, kau juga bisa menghindari mengotori tanganmu sendiri dengan meminjam tangan orang lain. Percayalah, transaksi ini tidak akan membuatmu rugi."

"Baik... aku mengerti. Setelah kembali ke klan, aku akan menyuruh orang-orangku untuk menyewa pembunuh bayaran dari asosiasi itu," jawab Lin Chensheng dengan yakin.

Dan begitulah, tanpa disadari oleh Wang Fei, sebuah dendam baru telah terbentuk dan musuh baru telah muncul. Entah dia akan mampu bertahan atau justru tenggelam dalam kecamuk badai dendam yang belum disadarinya, semua masih belum pasti.

...◦~●❃●~◦...

Malam menjelang dan pagi pun datang menghampiri.

Kediaman Klan Lin.

Seorang pria paruh baya duduk di kursi kebesarannya. Di hadapannya, seorang pria berjubah hitam membungkuk hormat layaknya seorang pelayan yang patuh.

Dialah Lin Chensheng, Patriark Klan Lin saat ini.

Setelah meminum secangkir teh, matanya pun tertuju pada pelayan yang berada di depannya.

"Bagaimana dengan tugas yang kuberikan kepadamu? Apakah sudah kau kerjakan?"

Pelayan itu segera membungkuk dan buru-buru menjawab,

"Saya sudah mengerjakannya sesuai instruksi Anda, Tuan. Saat ini seorang pembunuh bayaran yang berada di Ranah Pembentukan Inti level 9 tahap puncak telah berangkat untuk membunuhnya."

Seketika senyum puas pun terukir di bibir Lin Chensheng.

"Bagus kalau begitu. Pergilah dan pantau terus pergerakan pembunuh bayaran itu. Jika ada kabar terbaru, segera laporkan kepadaku."

"Baik, Tuan Besar. Saya akan segera berangkat."

Setelah pelayan itu keluar dari ruangan, mata Lin Chensheng yang dipenuhi amarah seolah menyemburkan api. Di satu sisi dia merasa lega, tetapi di sisi lain dia juga sangat waspada terhadap sosok misterius yang mungkin saja melindungi Wang Fei.

"Mungkin demi keamanan, aku harus menyaksikan kematiannya dengan mata kepalaku sendiri."

Detik berikutnya, hanya dengan satu pikiran, energi spiritual menyelimuti sekujur tubuhnya. Tubuhnya bersinar dengan cahaya hijau redup, lalu dalam sekejap mata sosoknya langsung menghilang dari ruangan tersebut, seolah menyatu dengan kehampaan.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!