NovelToon NovelToon
SURVIVE

SURVIVE

Status: tamat
Genre:Zombie / Romansa / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.3k
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Konspirasi biologis yang dilakukan oleh dua negera menjadi bumerang untuk seluruh dunia. Menjadikan anak anak muda yang masih bertahan hidup harus mati matian mempertahankan populasi manusia di bumi.

Virus mulai menyebar, perlahan manusia menjadi brutal dan tidak terkendali. Membunuh atau terbunuh, hanya dua itu pilihannya. Disaat mereka berusaha bertahan hidup, banyak cinta yang hadir disana. Hingga dua pilihan yang mereka pilih, bertahan hidup atau cinta.

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA

MOHON BIJAK SAAT MEMBACANYA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Lari atau tetap bertahan disini? Samuel menjadi bimbang sendiri. Kalau dia lari, Samuel tidak akan bisa membangunkan rekan rekannya. Kalau dia tetap berada disini, sudah pasti makhluk itu akan menemukannya dengan cepat.

Samuel semakin menutupkan kedua matanya saat makhluk itu semakin mendekat kearahnya, dengan cara berjalan yang tidak lajim dan sempurna. Makhluk yang berseragam anggota kepolisian itu mengendus area sekitarnya.

Hingga saat makhluk itu sedikit lagi sampai didekat Samuel, tiba tiba rak parfum yang tidak jauh dari samuel jatuh, membuat parfum yang terjajar rapih disana jatuh dan pecah. Aroma semua parfum yang pecah itu menjadi satu, bukannya membuat orang orang yang menghirupnya nyaman dengan aromanya. Namun malah membuat siapa pun yang menghirupnya akan terasa pusing.

Tetapi lain dengan makhluk yang terlihat kembali mengendus dan menjauh dari Samuel.Makhluk itu semakin mencari dimana asal aroma yang dia hirup saat ini, dan itu membuat Samuel menghembuskan nafasnya lega.

"Sam!"

Samuel mengedarkan pandangannya keseluruh area lorong saat mendengar seseorang memanggilnya. Samuel sempat menoleh kearah belakang tubuhnya untuk memastikan kalau makhluk itu sudah menjauh darinya. Pria itu menyusuri lorong yang akan membawa dia menuju rekan rekanya yang pasti masih tertidur.

"Ina! kenapa kau disini? bukannya aku sudah bilang tetap diam disana jang...,"

"Sssttt, tidak ada waktu untuk memarahiku. Sekarang mending kita bangunkan mereka sebelum makhluk itu sadar dengan keberadaan kita disini. Aku juga sudah mengambil beberapa parfum untuk menyamarkan aroma kita diluar nanti."

Ina berbicara panjang lebar pada Samuel sembari memberikan satu botol parfum yang harganya lumayan mahal. Ina yakin wangi dari parfum ini tidak akan cepat hilang.

"Ma, Zen, Aiko ayo bangun!" Ina menepuk pelan pipi serta lengan ketiga orang yang masih terlelap dalam mimpi mereka masing masing.

"Ada ap..,"

Ina segera membekap mulut Aiko saat gadis itu ingin mengeluarkan suaranya, Ina hanya menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan agar Aiko tidak bersuara dan gadis itu mengangguk.

"Ayo kita keluar dari sini, pelan pelan jangan sampai mengeluarkan suara sedikit pun. Makhluk itu ada disini, kalian mengerti maksudku kan?"

Mereka semua menganggukan kepalanya, Ina menoleh pada Samuel dan menganggukan pelan kepalanya. Samuel berjalan terlebih dahulu, lalu diikuti oleh Ina dan yang laiinnya. Bahkan Zean dan Aiko tidak lupa membawa dua kresek besar makanan serta minuman untuk bekal mereka nanti.

Samuel mengangkat sebelah tangannya untuk mengisyaratkan mereka yang berada dibelakang tubuhnya berhenti. Setelah merasa aman Samuel membuka pintu kaca itu, lalu segera mengisyaratkan mereka agar cepat keluar.

Tanpa menunggu Ina dan yang lainnya segera mengikuti interuksi Samuel, begitu semuanya sudah keluar kini giliran Samuel yang segera berlari meninggalkan mini market tempatnya bersembunyi tadi.

Samuel bahkan tidak lupa untuk meraih pemukul bassballnya yang sengaja dia letakan diatas meja kasir.

"Kita akan kemana lagi Sam?"

Ina menatap kearea sekitar, fajar mulai menyingsing dari arah barat. Sudah terlalu jauh mereka berlari, dan kini malah berlari kembali menuju area kota. Padahal mereka sejauh ini pergi untuk pergi dari kota ini, bukannya kembali.

"Kita keperusahaan Ayahku, aku yakin kita akan aman disana."

Samuel segera menarik lengan Ina, langkah keduanya diikuti oleh Anita dan Zean. Sedangkan Aiko dan yang laiinnya masih terduduk diaspal untuk mengistirahatkan tubuh mereka.

"Keperusahaan Ayahmu?"

Ina kembali bertanya pada pria yang tengah mengenggam jari jari tangannya dengan erat.

"Iya, dan aku akan meminta pertanggung jawaban dari pria tua itu."

Samuel terlihat mengepalkan satu tangannya yang terbebas, sementara Ina, Anita dan Zean hanya menatap heran pada Samuel. Mereka bertiga tengah berfikir hal yang sama saat ini, jangan jangan perusahaan yang dimaksud oleh Samuel adalah perusahaan tempat Papa mereka bekerja.

SEMOGA KALIAN SUKA, THANK'S

1
Mega Arum
baru nemu... semoga seruuu
Fina Fitriani
deg deg an... mana bacanya tengah malem LG... tp seru,,ada kelanjutannya LG gak Thor ceritanya biar makin seru... dan makin greget gtu endingnya..... pokoknya suka sama ceritanya
Hariyati
Emosi liat ina . Sebenarnya dia itu bodoh apa ceroboh sih /Panic/
Hariyati
kenapa gak pergi naik sekitbot? , pergi lewat jalur laut
Ela Faisah
Ceritanya seru dan menegangkan, walaupun singkat
Amanda Saraazillah A
cerita nya bagus, tapi ntah kenapa ceweknya kek ceroboh
💐Lusi81
hadir
Ni Ketut Patmiari
tak sadar tahan nafas dari awal baca sampe akhir...🥴
Ni Ketut Patmiari
novel nya bagus, kok yg like dikit sih
Ni Ketut Patmiari
Ina cerewet banget deh... sebel 🤨
Hariyati: banyak bacot
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
situasi kek gini gak perlu banyak nanya Ina... bkin emosi aja...
Rahma Hayati
🤧😍
Rahma Hayati
😍
Rahma Hayati
Lliiaa Ginja
Hadir thor
@@Ayyaa@@
tegang nya sedikit z.. ya thor.
@@Ayyaa@@
kalo di sini sekarang, beras lagi naik inayna...
@@Ayyaa@@
sama²... thor
@@Ayyaa@@
ya... thor.

saya mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!