Don't Bom Like ‼️ jika ingin mendukung boleh baca nyicil. Beri like, komentar, atau hadiah seikhlasnya.
Awal pernikahan secara mendadak karna sebuah kecelakaan membuat Reza dan Caramel terpaksa di nikahkan demi menghilangkan sebuah aib. Caramel yang belum siap secara mental terpaksa harus menikah dengan Reza seorang pria yang tidak di cintainya. Reza membawa Caramel di tengah-tengah keluarganya. Banyak hal dan masalah terjadi selama Caramel berada di rumah Reza karna Mama Reza tidak menyukai Caramel. Bagaimana kisah selengkapnya semuanya akan di ceritakan di sini. Mari ikuti ceritanya sampai selesai Besty.🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlakuan Almira diketahui oleh Reza
Hari itu Reza pulang awal ia mendapati Caramel tengah mengepel lantai. Keringat bercucuran membasahi celemek yang dipakainya karna ia baru saja habis memasak. Ingin mengeluh tapi tidak berdaya akhirnya ia hanya bisa menuruti semua perintah dari Mama mertuanya. Kalau Almira sudah memberikan tugas ya harus di turuti. Caramel tidak berdaya untuk menolaknya apalagi melawannya karena ia tau diri hanya menumpang di rumah itu.
Di dalam benak Caramel selalu terlintas ingin kabur dari situ, tapi ia masih memikirkan Reza. Reza yang selalu baik padanya ia juga menghargai Reza sebagai suami, semenjak mereka menikah Reza tidak pernah menyakiti hatinya ia menghargai sikap Reza yang berubah jadi lebih baik yang awalnya Reza seorang playboy dan berkelakuan buruk kini menjadi seorang suami yang bertanggung jawab dan peduli terhadap dirinya walau harus menderita ia masih menahan bebannya sendirian.
Tapi tidak dengan hari itu, semua perlakuan Almira sudah di ketahui Reza, dan ia tidak tinggal diam melihat istrinya diperlakukan seperti pembantu oleh mamanya sendiri.
Saat itu Caramel sudah selesai mengepel dengan sengajanya ia di datangi Almira dan Almira sengajanya menyenggol ember yang berisi air, ember tertumpah dan membasahi seluruh lantai. Almira terseyum melihat itu agar Caramel tidak berdiam diri dan lanjut mengepel lagi. Reza mengintai dari jauh melihat semua perlakuan Mamanya pada Caramel. Caramel di bentak dan di dorong oleh Almira. Reza merasa dongkol, tidak bisa bersabar lagi ia melihat Caramel tidak melawan sama sekali saat di perlakuan kasar seperti itu karena ia tau kalau Almira di anggap orang tuanya juga ibu dari suaminya.
Saat itu Almira dengan kasarnya mendorong tubuh Caramel karna menurutnya tidak becus bekerja.
"Dasar bodoh! kerja gak ada beresnya mau numpang makan saja taunya," cetusnya.
"Cukup! Mama hentikan!" sargah Reza.
"Reza?" ucap Caramel kaget.
"Reza, kamu sudah pulang?" tegur Almira.
"Kenapa Mama begitu kasar pada Caramel dan kenapa dia mengerjakan semua pekerjaan rumah Ma? Dia bukan pembantu, tolong jangan suruh Caramel mengerjakan ini semua," ujar Reza.
"Kamu manjain istri kamu terus! jika tinggal di rumah ini harus bekerja mau enaknya saja," ucap Almira meninggalkan mereka.
"Reza kenapa kamu tiba-tiba datang langsung nyolot gitu sama Mama?" tanya Caramel tidak suka.
"Aku gak nyolot Caramel, tapi aku kasian sama kamu dibentak dan diperlakukan kasar oleh Mama."
"Aku gak apa-apa, kamu tenang aja. Aku juga gak dendam kok sama Mama Almira karena aku tau dia itu orang tuamu orang tuaku juga kita harus hormat padanya."
"Caramel! sejak kapan kamu jadi gini aku bahkan tidak mengenali sikap aslimu lagi."
"Sudahlah Reza kita mengalah saja dan bertahanlah di sini karena belum tentu kita bisa hidup di luar sana tanpa rumah."
"Siapa bilang kita akan tanpa rumah memangnya kita mau tinggal di jalan? Aku akan segera membeli rumah untuk kita Caramel dalam waktu dekat ini dan Bang Rafa yang akan membantu."
"Aku gak mau ikut kamu Reza, aku mau tinggal di sini saja."
"Dengan perlakuan kasar seperti tadi, kamu mau masih mau tinggal di sini?"
"Yah, aku rela karna tadi itu memang aku yang salah jadi wajar saja kalau Mama marah."
"Aku tidak mengerti dengan perubahan sikapmu Caramel, apa yang telah merasukimu. Dulu, kamu bilang kalau kamu gak betah di sini tapi setelah aku ajak keluar sekarang kamu malah menolak," Reza geleng kepala ia meninggalkan Caramel pergi ke kamar.
Caramel tepaksa melakukan itu semua karena sudah di ancam sama Mama Almira kalau dirinya anak di di aniaya kalau berani membantah. Sepertinya Caramel benar-benar takut ancaman Almira barusan kalau ia akan membunuh Caramel jika mengadu pada Reza tentang sikap nya selama ini.
Diam-diam Airin mendengar pembicaraan antara Reza dan Caramel kalau Reza mengajak Caramel pergi dari rumah ia jadi tidak tenang karena ia masih memerlukan Caramel.
"Jika Caramel pergi maka ia tidak akan bisa santai pasti ia yang di suruh mama nya beres-beres dan ia tidak mau itu terjadi. "Enak saja ia main pergi-pergi, siapa suruh dulu datang di rumah ini. Sebelum Bibik pulang jangan harap Caramel bisa keluar dari rumah ini," ujar Airin memanas.
Caramel pergi ke dapur ia melanjutkan tugasnya yang belum selesai hingga malam hari ia masih berberes. Reza sudah bolak-balik menyuruhnya untuk berhenti berkerja tapi Caramel tetep mau bekerja sampai pekerjaannya selesai.
"Aku dan Teman kamarku"
semangat