Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.
Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Dia mengambil salah satu baju yang tergantung di sana, membuangnya dengan keras ke lantai. Joseph sudah tak kaget melihat ulah Jayden, dia selalu membuang barang-barangnya jika dia sedang kesal, namun Mery sedikit kaget melihat kemarahan Jayden.
"Blue Hill itu adalah tempat ekslusif, kota mandiri di dalam kota, dan di dalamnya juga banyak tempat lagi, bagaimana kita bisa mencari Launa di sana?" tanya Jayden Frustasi. Joseph pun tahu tentang itu, blue hill itu sangat lah luas, bahkan tempatnya hampir setengah luas ibukota ini.
"Mery, apa kau sama sekali tidak mengingat apapun? petunjuk apapun?" tanya Jayden yang seolah mendesak Mery, Mery sampai bingung dan takut melihat tingkah Jayden, untunglah Joseph segera menahan Jayden yang hampir saja ingin menerkam Mery.
"Jayden, tenanglah, kita akan mencarinya, aku akan menghubungi ayahku, aku akan meminta tolong dia mencari keberadaan Launa, aku janji,"kata Joseph mencoba menenangkan Jayden yang kalut, tentu, siapapun akan kalut memikirkan gadis yang dia cintai diculik begitu saja.
"Tapi itu artinya kau harus kembali ke keluargamu," ujar Jayden yang tahu kenapa Joseph berkerja padanya, bukan karena Joseph bernasib tak punya dari Jayden, malah sebaliknya, Joseph adalah salah satu anak petinggi negara yang punya segalanya, tapi karena dia tak cocok dengan ayahnya, dia memutuskan untuk keluar dari rumah dan mengikuti Jayden.
"Itu tak apa-apa, lagi pula sampai kapan aku harus menghindari ayahku sendiri, aku janji, aku akan membantumu mencarinya," kata Joseph lagi.
Jayden menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya, dia lalu mengangguk.
"Lalu?" tanya Jayden melihat Mery.
"Bisakah dia tinggal di apartemen mu itu?" kata Joseph lagi.
"Ya, bisa, bawalah dia ke sana," kata Jayden lagi. Joseph mengangguk mengerti.
"Kau harus pergi sekarang, jadwal latihanmu sebentar lagi, jika kau tidak tepat waktu, aku rasa akan ada yang membuat ibumu marah kembali," ujar Joseph.
Jayden mengerti walaupun dia tak tahu apakah dia bisa melewati latihan ini atau tidak nantinya.
Joseph segera menjulurkan tangannya, Mery yang dari tadi hanya bisa diam langsung tanggap, dia berdiri dan segera mendekat ke Joseph yang langsung kembali memegang tangannya, pria asing yang baru dia kenal hari ini, seharian ini terus menggenggam tangannya.
Namun saat pintu terbuka, Joseph, Jayden, Mery kaget melihat wartawan yang sudah berkerumun, sepertinya berita tentang pengakuan Jayden dan juga ada yang melihat wanita asing masuk ke dalam ruang ganti Jayden memancing wartawan mendekat.
"Itu wanita Jayden!" teriak mereka, Mery yang mendengar itu tentu kaget dan langsung menutup wajahnya dari kamera yang buas membidiknya.
Joseph yang melihat itu begah, dia membuka Jas yang dia gunakan, menutupkannya pada wajah dan tubuh Mery, dan dengan cepat mengamankan Mery yang di kejar oleh Wartawan, Jayden yang melihat itu tak akan aman jika mengikuti mereka, karena itu dia pergi ke arah berlawanan, membuat para wartawan kebingungan ingin mengikuti siapa.
Joseph segera membawa Mery masuk ke dalam mobil yang tadi mereka gunakan, setelah mereka berjalan Mery baru menampakan wajahnya.
"Bagaimana mereka bisa mengira aku pacar Jayden!" kata Mery sedikit histeris.
"Jayden baru mengatakan dia punya wanita lain, mungkin Jayden ingin dunia tahu dia memiliki Launa, tapi saat itu terjadi, Launa tak ada di sini, dan hanya ada kau di sana, jadi mereka pasti mengira kau itulah wanitanya, apalagi kau keluar dari ruang gantinya," kata Joseph yang memperhatikan sekeliling, takut ada paparazi yang memfoto mereka walau dalam mobil, paparazi bisa melakukan apa saja demi mendapatkan foto untuk gosip mereka.
"Tapi kau ada di sana juga," ujar Mery tak percaya begitu saja dia sudah digosipkan menjadi wanitanya Jayden.
"Bahkan jika ada 5 orang di sana, kau pasti tetap mendapatkan sorotan, pertama kau gadis asing yang mereka belum pernah lihat, kedua, kau berdiri di samping Jayden tadi, itu semua sudah bisa menjadi bahan gosip mereka, terlepas itu benar atau tidak," kata Joseph akhirnya bisa tenang ketika memastikan mereka aman.
"Begitulah? menyeramkan sekali," kata Mery yang tak tahu hidup sekeras itu.
"Ya, aku akan membawamu ke apartemen Jayden, tapi untuk sementara kita pergi ke tempat lain dulu jaga-jaga dan memastikan tak ada yang membututi kita, kau sudah makan?" tanya Joseph dengan wajahnya yang ramah.
Bersamaan dengan itu, suara gemuruh dari perut Mery terdengar, Mery hanya menyengir kuda.
"Baiklah, kita makan malam saja dulu," ujar Joseph yang langsung memerintahkan supirnya.
---***---
Launa membuka matanya, dia langsung panik dengan apa yang dia rasakan terakhir kalinya, namun tubuhnya tak bisa bergerak, seperti ada yang mengikatnya di tempat tidurnya, Launa kembali mulai memberontak, namun tak ada yang bisa dia lakukan.
Setelah cukup putus asa, Akhirnya Launa hanya bisa menangis, tak bisa membayangkan dimana di saat ini, hanya bau menyengat yang dia cium, sayup-sayup dia mendengar percakapan, Launa berusaha tenang.
"Bagaimana?" terdengar suara pria yang tadi memaksa Launa untuk ikut dengannya.
"Semua prosedur pemeriksaan sudah selesai dilakukan, karenanya tak ada tanda-tanda pembentukan pembuluh darah dan perlekatan, keadaan relatif tenang dan syarat yang lain yang cocok untuk dirinya menerima donor kornea," kata Dokter itu menjelaskan pada Erik.
"Kalau begitu secepatnya lakukan operasi kornea pada Nona Launa, Tuan Felix tak suka menunda-nunda," ujar Erik puas melirik ke arah Launa yang tampak hanya bisa diam, air matanya mengalir begitu saja.
Erik masuk segera melihat tanda-tanda bahwa Launa sudah sadar, dia melihat mata wanita itu terbuka, dia lalu mendekatinya.
"Nona?" Suara Erik langsung membuat Launa berwajah kaget dan juga panik.
"Maaf, saya harus mengikat anda seperti ini, ini semua karena kami takut anda akan melukai diri anda sendiri setelah anda bangun, di sekitar anda banyak barang-barang berbahaya yang bisa melukai anda," kata Erik sopan, membuat Launa sedikit mengendurkan wajah paniknya.
"Siapa namamu?" tanya Launa, bola matanya bergerak-gerak mencari.
"Oh, maafkan ketidaksopanan saya, Nama saya Erik, saya di utus oleh Tuan Felix untuk membawa Anda ke tempat ini, Tuan Felix mencari seorang wanita muda untuk mendapatkan donor mata, saat itulah bibi Anda memberitahu bahwa anda membutuhkannya," kata Erik, kasar sekali mengatakan bahwa sebenarnya bibinya itu menawarkan Launa.
"Benarkah? untuk apa? kenapa dia memberikan donor korneanya padaku? bagaimana jika aku tak setuju," kata Launa lagi yang sedikit berontak.
"Maaf Nona, saya tak bisa memberitahukan Anda apa alasannya, dan saya rasa Anda tak bisa menolaknya, semua prosedur sudah dilakukan, dan hanya tinggal menunggu operasi kornea anda besok," kata Erik lagi meninggalkan Launa yang masih tampak panik.
"Tuan, lepaskan aku! aku benar-benar tak ingin melakukan itu, Tuan! tolong! lepaskan aku!" Launa memelas, namun Erik hanya meninggalkannya begitu saja, Launa terus memelas namun dia rasa tak ada gunanya, karena itu dia hanya bisa menangis sedih, dimana dia sekarang? apa yang akan terjadi padanya? dia benar-benar takut di ruangan menyengat yang sangat dingin itu.
Jayden! bisa kau menolongku?
kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...