NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aiden

Cinta Untuk Aiden

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:78.3k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Aiden yang mengenal cinta dari sang Bunda, Ibu sambungnya juga bocah bernama Cantika. Siapa sangka, pesona Cantika membuat Aiden terpana bahkan sampai dia beranjak remaja dan kecewa ditinggalkan oleh cinta monyetnya.

Saat dewasa, Aiden berjuang menunggu cintanya dengan usaha Papa nya yang terus memperkenalkan wanita sebagai jodoh Aiden.

Bagaimana usaha Aiden menghindar dari perjodohan dan mendapatkan kembali cinta dari Cantika.

====

Spin Off : Pesona Cinta Majikan

IG : dtyas_dtyas

Fb : dtyas auliah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Aiden - Part 27

“Lagi-lagi kamu,” ujar Adi menatap Aiden.

“Kalian berdua ….”

“Ya, aku mengenal pria itu,” ujar Aiden menyela ucapan Cantika.

“Hah, kebetulan,” ujar Ibu. “Adi, sebaiknya kamu sampaikan sekaya apa dirimu. Karena Ibu lihat, pria ini ingin mendapatkan Cantika tapi urusan materi dia kalah,” tutur Ibu.

Adi yang sudah tahu kalau Aiden adalah salah satu petinggi di perusahaan tempat Cantika bekerja bahkan pemilik perusahaan tersebut sudah pasti merasa kalah jauh. Alih-alih mengakui, Adi pun berkilah.

“Untuk hal itu sebaiknya tidak perlu kita banggakan,” ungkap Adi.

Aiden hanya tersenyum simpul.

“Jadi, siapa yang akan membayar biaya pengobatan Cantika?” tanya Ibu.

“Aku masih dengan usulanku untuk Cantika. Kalian berdua tidak bisa dipisahkan dan harus denganku.”

“Mas … Naila itu anakmu. Kenapa harus ada persyaratan segala?”

“Karena aku maunya begitu.”

Aiden terkekeh, “Cantika, dengan putrinya saja dia bisa memberikan syarat apalagi hanya untuk kamu. Mana tahu setelah kalian menikah, dia bisa mengusulkan hal lain untuk mengambil wanita sebagai istrinya lagi,” ungkap Aiden.

“Selama kamu dibuat senang dengan harta, menurut Ibu tidak masalah.”

“Ibu! Berhentilah bicara mengenai materi,” pekik Cantika.

“Cantika, terima tawaranku. Naila tidak ada waktu menunggu keputusan kalian,” tutur Aiden.

“Tidak bisa begitu, Aiden putriku.”

“Putri yang kamu buang, kalau kamu memang mengakui sebagai ayahnya kemana saja selama ini termasuk saat ini,” sahut Cantika.

Aiden tidak sabar, akhirnya menarik tangan Cantika. Mereka berdua menemui dokter yang menangani Naila. Setelah disetujui tindakan yang akan dilakukan untuk Naila, Aiden mengurus semua pembiayaan lalu menemui Cantika yang sudah kembali ke depan ruang PICU. Masih ada Adi dan Ibu Ayana di sana.

“Jadi, kamu menolakku Cantika?”

“Tentu saja. Bagaimana bisa aku menikah dengan pria yang tidak peduli dengan putrinya sendiri.”

“Itu hanya alasan agar kamu mau kita bersama,” ujar Adi.

“Aku tidak peduli.”

Aiden hanya menggelengkan kepalanya mendengar perseteruan Adi dan Cantika. Tidak lama kemudian, dokter dan perawat terlihat sibuk memberikan tindakan dan melakukan beberapa tes untuk persiapan operasi Naila. Aiden masih setia mendampingi Cantika.

“Kamu tidak berhak ada di sini,” cetus Adi. Tentu saja kalimat itu ditujukan untuk Aiden.

“Tentu saja aku berhak, karena Cantika adalah calon istriku,” sahut Aiden dengan bangga.

“Tidak bisa begitu, Cantika kamu menerima dia?” tanya Bu Ayana yang masih belum paham kalau Aiden bukan orang sembarangan.

“Kenapa tidak? Aiden baik, bahkan siap membela Naila padahal bukan siapa-siapanya. Berbeda dengan ayah kandungnya,” jawab Cantika.

Malam itu juga Naila melakukan tindakan operasi, Aiden masih setia mendampingi Cantika. Adi sudah pergi entah kemana dan Cantika tidak peduli.

Menjelang pagi, Naila sudah berada di ruang observasi pasca operasi. Menunggu bocah itu sadar dan tindakan operasinya berhasil.

“Cantika, sepertinya aku harus pulang. Kabari aku kalau Naila sudah sadar,” titah Aiden.

Ibu Ayana yang melihat interaksi putri dan Aiden, menatap sinis dan ….

“Apa kamu bisa membahagiakan Cantika dan Naila? Hidup di Jakarta tidak murah,” ujar Ibu Ayana.

Aiden menatap Cantika, mungkin saja pertanyaan Ayana hanya kekhawatiran seorang ibu pada putri dan cucunya. Aiden menjawab dengan yakin kalau Cantika dan dirinya akan bahagia bersama termasuk Naila.

...***...

“Rumah sakit, siapa yang sakit?” tanya Ayu ketika mendapatkan jawaban dari Aiden setelah sehari semalam tidak berada di rumah.

Edwin yang tahu kalau ada hubungannya dengan Cantika karena wanita itu mengajukan izin putrinya dalam perawatan, hanya diam menunggu kelanjutan jawaban Aiden.

“Naila,” jawab Aiden.

“Naila?” tanya Ayu bingung. “Aiden, coba kamu jelaskan yang benar. Bunda bingung.”

“Naila putri angkatnya Cantika. Dia sakit dan semalam dioperasi.”

“Owh, begitu … Tunggu, jadi Naila bukan anak kandung Cantika?”

“Bukan.”

“Lalu kemana orang tuanya?” tanya Edwin yang cukup penasaran.

“Ibu Naila adalah kakak dari Cantika, pergi setelah melahirkan Naila,” jawab Aiden.

Edwin dan Ayu bergeming mendengar kenyataan mengenai gadis yang ada bersama Cantika karena sama dengan yang Aiden alami.

“Mending kakaknya menyerahkan Naila pada Cantika karena Ayah Naila bukan pria yang bertanggung jawab. Bahkan saat Naila butuh biaya, pria itu menawarkan Cantika sebagai istri … entah yang keberapa sebagai syarat dia membiayai Naila.”

“Ya ampun, Ayahnya seperti itu? Dia punya hati, nggak?” tanya Ayu geram dengan sikap Adi berdasarkan cerita Aiden.

Tanpa bermaksud memanfaatkan situasi, Aiden tersenyum karena orangtuanya mulai menerima kondisi Cantika.

“Yah memang begitu Bun. Aku ingat keadaanku dulu, saat mendengar kisah Naila. Terlebih aku memang mencintai Cntika, jadi tidak ada alasan aku tidak membantu mereka. AKu putuskan akan menikahi Cantika,” ungkap Aiden.

Edwin dan Ayu saling tatap. Jika Ayu sejak awal memang setuju saja dengan siapa Aiden akan menikah, dia hanya akan mendukung putra sambungnya demi kebahagiaan. Edwin memang belum sepenuhnya menerima Cantika, bukan karena masa lalu atau kondisi keluarga Cantika tapi … entahlah.

“Aku ke atas dulu,” ujar Aiden.

“Mas ….”

“Hm.”

“Kamu nggak akan macam-macam dengan hubungan mereka ‘kan?” tanya Ayu.

“Apa aku sejahat itu?”

“Mas Edwin yang tidak setuju Cantika dengan Aiden.”

“Aku bukan tidak setuju tapi hanya ragu. Paling tidak aku harus cari tahu detail informasi tentang Cantika,” ujar Edwin yang sudah siap berangkat.

Sore harinya, di salah satu kamar rawat inap rumah sakit. Rosa datang menjenguk Naila, hanya ada Cantika bersama bocah itu.

“Jadi Ayah Naila mengajukan syarat seperti itu?” tanya Rosa mendengar cerita Cantika.

“Hm.”

“Lalu Mbak terima?”

Cantika menggelengkan kepalanya.

“Syukurlah, yang penting akhirnya dia mau membiayai semuanya,” sahut Rosa.

“Bukan Ros. Bukan Mas Adi yang membiayai semua urusan perawatan Naila.”

“Lalu siapa?” tanya Rosa bingung.

“Aiden.”

“Hah. Aiden ….” Rosa memperjelas apa yang dia dengar.

“Iya.”

“Aiden sudah mengenal Naila?”

“Iya, kami tidak sengaja bertemu di Mall, tapi kalau aku lihat Aiden tidak terkejut dengan kondisiku. Sepertinya dia sudah tahu sejak awal kalau Naila memang bukan putri kandungku.”

Rosa merasa tercubit hatinya mendengar kenyataan mengenai Cantika dan Aiden, tapi dia ikut bahagia dari pada Cantika harus bersama Adi. Tidak lama kemudian, datanglah Aiden.

“Apa kabarmu?” tanya Aiden pada Rosa.

“Baik, Pak.”

“Aku bukan lagi atasanmu, jangan panggil aku Bapak.”

“Memang udah mau jadi bapak, tuh anaknya lagi sakit,” sahut Rosa sambil menunjuk Naila dengan dagunya.

“Apa Naila sudah sadar?” tanya Aiden pada Cantika.

“Sudah, tapi masih ada pengaruh obat jadi masih sering tertidur,” jawab Cantika.

“Jadi, kapan kalian akan menikah?” tanya Rosa pada Cantika dan Rosa.

“Menikah,” ucap Cantika.

Aiden bersikap tenang dan duduk di sofa dengan nyaman.

“Setelah Cantika siap dan Naila sehat, tentu saja aku berharap kamu cepat siap.”

“Ternyata Pak Aiden gerak cepat juga ya,” sahut Rosa.

“Kamu dan Pram juga gerak cepat,” ujar Aiden yang langsung membuat Rosa bungkam.

Aiden tahu kalau Pram sedang mendekati Rosa, tentu saja gadis itu terkejut ternyata Aiden tahu padahal mereka bukan lagi satu kantor.

 

1
Mini Amora
habis baca Aiden kecil
skrg baca Aiden dewasa
Niken Nina: Judul nya apa ya Aiden kecil
total 3 replies
Mefazha ghania
Ros,mending kubur aja cintamu,
ayu cantik
bagus
Doffeer Zaliaan
Luar biasa
Siti Dede
Dimas Mahendra siapanya Pandu Aji Mahendra ?
Arie
Luar biasa
falea sezi
ibu nya buang aja maless bgt
falea sezi
aiden plin plan Rosa jg kayak g sadar diri
Agustina Kusuma Dewi
aiden tamat
enaknya nt judul apa ya kak
Agustina Kusuma Dewi
yyeyeyyeey
Agustina Kusuma Dewi
syukurlah
wah mak e cantika parah nih
Agustina Kusuma Dewi
baik
Agustina Kusuma Dewi
lebih bagus
Agustina Kusuma Dewi
baik rosa
semoga dpt baik
Agustina Kusuma Dewi
,yeyyeeyye..kykbabe
Agustina Kusuma Dewi
cinta tak kan kemana
macem mak babe
Agustina Kusuma Dewi
oh..gantian..x ini aiden dg janda
dl papa duda dpt ayu
Agustina Kusuma Dewi
seng gila sopo jal kie
Agustina Kusuma Dewi
hmmmmm..
sabarrrr
Agustina Kusuma Dewi
untung selidik dl..
ampes lo nanti..
salah pilihan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!