Alice Patricia Greyson adalah seorang gadis cantik yang dingin, cuek, dan tidak banyak bicara.
Ia harus pindah sekolah dan tinggal di rumah neneknya di akhir semester sekolah karena kesibukan kedua orang tuanya yang tidak pernah ada di rumah.
Alice bertemu dengan seorang pria bernama Jack di sekolah barunya. Dan, siapa menyangka mereka duduk sebangku di kelas.
Jack telah tertarik pada Alice saat dia melihat gadis itu. Pria itu selalu mencari perhatian Alice dan diam-diam selalu menjaga gadis itu..
Namun, di balik itu semua..
Alice tidak mengetahui bahwa sebenarnya Jack tidak terlihat oleh siapapun. Jack adalah sosok arwah yang keluar dari tubuhnya yang sedang koma selama 5 tahun.
Jack harus mencari belahan jiwanya dan membuat belahan jiwanya itu jatuh hati dan percaya padanya agar ia bisa kembali hidup..
Siapakah belahan jiwa Jack??
Lalu bagaimana nasib kekasih Jack yang selalu setia menunggunya selama 5 tahun dari koma??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Maria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Last Petal
Malam ini Alice terlihat tengah sibuk menyiapkan beberapa perlengkapan yang belum ia masukkan ke dalam tas untuk perkemahan besok.
Ia mengeluarkan kembali isi tasnya dan memilih mana yang benar-benar harus di bawanya.
Tadi siang sebenarnya Lola sudah membantunya untuk bersiap-siap. Tetapi Alice merasa barang bawaannya terlalu banyak karena neneknya memasukkan terlalu banyak barang ke dalam tasnya. Jadi, Alice harus memilih kembali agar ia tidak terlalu banyak membawa barang bawaan yang tidak terlalu penting.
Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alice pun telah selesai dan bersiap untuk tidur.
Gadis itu duduk di atas tempat tidurnya dan hendak merebahkan tubuhnya.
PLUK!!!
Tiba-tiba terdengar suara batu kecil yang di lempar ke arah jendela kamarnya. Alice yang terkejut dengan cepat bangkit dari tempat tidurnya dan menghampiri jendela.
Gadis itu membuka tirainya dan melihat kearah bawah, namun tidak ada siapapun disana.
Alice terdiam sejenak dan kembali menutup tirainya. Ia berjalan kembali kearah tempat tidur. Namun, lagi-lagi suara lemparan batu itu terdengar di jendelanya.
PLUK!!
PLUK!!!
Dengan kesal Alice pun kembali beranjak dari tempat tidurnya dan membuka tirai jendelanya,
SRET!!!
Gadis itu kembali menatap kearah luar dan kali ini di luar pagar rumah neneknya, terlihat Jack yang menatap kearah Alice sambil melambaikan tangannya pada gadis itu.
Alice mengernyitkan keningnya dan menatap Jack yang sedang tersenyum kearahnya,
"Apa yang pria gila itu lakukan malam-malam seperti ini???" desis Alice kesal.
Ia pun dengan kasar menutup tirai jendelanya dan berjalan keluar kamar untuk menemui Jack.
Alice berjalan pelan turun dari tangga agar ia tidak menganggu neneknya yang sudah tertidur. Setelah itu, ia pun berjalan kearah pintu dan membukanya.
Dari pintu Alice dapat melihat Jack yang tengah berdiri di depan pagar sambil memunggunginya,
"Apa yang kau lakukan disini??" tanya Alice tajam.
Jack pun membalikkan tubuhnya dan menatap Alice dengan senyuman lembutnya,
"Hmm... Tidak ada.." jawabnya santai.
"Aku hanya merindukanmu" lanjutnya menatap Alice dalam.
Alice mengernyitkan keningnya dan berdecak pelan,
"Kau telah mengganggu waktu istirahatku!! Pergilah!!" ucapnya dingin dan hendak membalikkan tubuhnya untuk kembali masuk ke dalam rumah.
Namun, dengan cepat tangan Jack menahannya dari celah pagar,
"Tunggu!!!" cegahnya cepat.
Alice menatap tangan Jack yang tengah menyentuhnya dengan tajam. Ia pun membalikkan tubuhnya kembali dan menatap Jack,
"Apa yang kau inginkan???" tanyanya tajam.
Jack perlahan melepaskan tangannya dan menatap Alice serius,
"Kau.. Kau akan pergi ke perkemahan besok???" tanyanya tiba-tiba.
Alice tidak langsung menjawab pertanyaan Jack dan memilih membuang wajahnya.
Jack yang melihat hal itu seketika tersenyum menatap Alice,
"Jangan lupa membawa obat dan vitamin.." ucap Jack lembut.
Alice menatap kearah Jack dan menatap wajah pria itu yang tidak terlihat seperti biasanya..
Pria itu terlihat sedikit pucat..
Apa dia baik-baik saja??? pikir Alice tiba-tiba.
Gadis itu pun dengan cepat menggeleng dan membuang pertanyaan bodoh di kepalanya tadi. Apa yang kau pikirkan Alice!!! kesalnya dalam hati, mengapa kau harus peduli dengan hal itu!!!
Jack kembali tersenyum pada Alice dan menatap kalung pemberiannya yang masih berada di leher gadis itu.
Seketika Jack kembali teringat dengan ucapan pria malaikat itu,
\"Kalung yang kau berikan pada Alice itu akan menghilang setelah waktumu habis nanti.. Tidak peduli kau akan hidup lagi atau mati.. Kalung itu tetap akan menghilang dan Alice sama sekali tidak akan mengingat apapun... Tapi, jika kau beruntung.. Mungkin saja kalung itu masih berada di lehernya"\ ucap pria malaikat itu penuh arti.
Jack menghela nafasnya sambil menunduk pelan,
"Jika tidak ada hal penting, maka pergilah dari sini dan jangan menggangguku!!" ucap Alice dingin sambil membalikkan tubuhnya untuk kembali masuk ke dalam rumah.
Jack menatap punggung Alice dan tersenyum pelan,
"Istirahatlah!! Selamat tidur, dan jangan lupa mimpikan aku!!" teriak Jack dengan senyuman menggodanya.
Alice tidak menanggapi ucapan Jack dan kembali masuk ke dalam rumah lalu menutup pintunya.
Senyuman Jack seketika menghilang dan kembali terlihat sedih. Pria itu menatap tanda di pergelangan tangannya..
Hanya tersisa satu lembar kelopak bunga disana..
Waktu Jack sudah tidak lama lagi. Dan pria itu semakin pesimis untuk bisa membuat Alice percaya dan sedikit mempunyai perasaan padanya atau pun memikirkannya.
Jack saat ini hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya pada Tuhan. Walaupun ia sangat ingin kembali hidup dan bersama dengan Alice di kehidupan nyata. Tetapi... Perkataan pria malaikat itu membuatnya merasa putus asa saat mengatakan bahwa kemungkinan Alice akan melupakannya, dan bisa jadi mereka juga tidak akan hidup bersama.
Jack menghela nafasnya dalam dan menatap rumah di depannya dengan tatapan penuh arti,
"Apakah.. Aku bisa membuatmu memiliki sedikit perasaan padaku Alice???" bisiknya pelan.
"Terkadang aku merasa Tuhan begitu tidak adil karena mempertemukan kita disaat seperti ini.." lanjutnya sedih.
"Andai saja... Aku bertemu denganmu lebih cepat.." bisiknya lagi dalam.
Disisi lain,
Alice masih berdiri di depan pintu sambil termenung. Entah mengapa wajah murung dan kelelahan Jack tadi masih terngiang di kepalanya.
Walaupun pria itu berusaha untuk tersenyum dan sering merayunya seperti biasa tetapi, Alice merasa pria itu seperti memiliki masalah yang ia pendam.
Alice seketika menggeleng kuat dan menepuk wajahnya pelan. Untuk apa ia memikirkan pria itu??? pikirnya. Itu bukanlah urusannya!!
Alice pun menghela nafasnya kasar dan kembali melangkah menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya.
Gadis itu menutup pintu kamarnya dan hendak langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Tetapi.. Alice kembali menatap kearah jendela dan berjalan pelan kesana.
Ia dengan ragu membuka tirai dan mencoba mengintip dan memastikan apakah Jack masih berada di luar sana atau tidak.
SRET!!
Alice seketika menghela nafasnya lega saat tidak melihat keberadaan Jack disana. Sepertinya pria itu telah pergi.. pikirnya.
"Baguslah.." bisik Alice pelan lalu kembali menutup tirainya.
Gadis itu pun mulai menidurkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup matanya untuk tidur..
Pagi ini seluruh siswa telah berkumpul di lapangan sekolah dan bersiap untuk berangkat ke perkemahan. Mereka tengah berbaris dan bersiap untuk masuk ke dalam bis.
"Baiklah anak-anak!!! Masuklah ke dalam bis yang sesuai dengan nomor kalian, dan duduklah juga sesuai dengan nomor yang tertera di tiket kalian!! Mengerti!!" ucap guru pria itu.
"MENGERTI!!!" Jawab para siswa itu.
Mereka pun mulai berbaris dan berkumpul sesuai dengan bis mereka masing-masing.
Dari kejauhan Justin menatap kearah Alice yang tengah berbaris di depan bis nya. Ia tersenyum pelan dan kembali mengingat ucapan Lola tadi pagi sebelum ia berangkat.
Lola diam-diam menemui Justin dan menitipkan Alice padanya. Ia menyuruh Justin untuk menjaga Alice selama di perkemahan.
Justin mengerti kecemasan Lola, dan ia sangat senang karena Lola telah mempercayainya untuk menjaga Alice.
Tanpa disuruh pun sebenarnya Justin sudah pasti akan menjaga Alice. Karena... Ia tidak akan membiarkan hal apapun yang tidak diinginkan menimpa orang yang dicintainya...
Bersambung...
Gimana nih tanggapan kalian tentang cerita ini??
Yuk boleh di tulis di kolom komentar 😁🙏
Hai, support selalu cerita ini ya,
Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya, apalagi ninggalin sholat 😁👍
Jangan lupa juga mampir di novelku yang judulnya 'Gadis Penakluk Pria Dingin' 🥰
nnti psti akn mnyesal