Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan tidak ada malunya.
Dia hari setelahnya dan dua hari sebelum pernikahan ulang dilangsungkan.
Disaat Abi masih merasa bingung dengan keputusan Sekar yang berbohong soal kehamilannya. Tiba-tiba dia berubah kesal karena seseorang begitu saja masuk ke ruangan. Apalagi saat melihat siapa orang tersebut, seketika rahangnya semakin tertarik kuat. Tanpa rasa bersalah sedikitpun wanita yang dulu tega meninggalkannya di hari resepsi, kini datang ke kantornya dengan percaya diri.
"Ada apa kau kesini?!" tanya sinis Abi saat melihat jika mantan istrinya sudah berdiri di hadapannya.
Meskipun Abi sudah melupakan semua kesalahan Risa, tapi tetap saja rasa benci dan kecewa masih bersarang di dadanya bila melihat wajah cantik yang pernah membuatnya tertarik. Apalagi sekarang setelah dia tau alasan mantan istrinya meninggalkan nya dulu.
membuatnya benar-benar muak sekarang.
"Bi.."
Abi berdecak, rasanya dia begitu jijik mendengar suara yang dibuat mendayu Seolah-olah wanita yang didepannya kini adalah orang yang paling menderita.
"Sebegitu bencinya kamu denganku Bi?" ucap Risa lagi, masih berusaha menarik perhatian mantan suaminya." Kau bahkan tidak mau menatap ku, mungkin aku memang pantas mendapatkan itu. Tapi asal kamu tau aku melakukan itu semua karena aku punya alasan, dan aku yakin kamu tau itu."
Saat ini Risa memutuskan untuk mendatangi mantan suaminya, pikirannya begitu terusik saat mengingat jika mantan suaminya sudah memiliki wanita lain. Yang membuatnya semakin marah ialah wanita tersebut sama sekali tidak terpengaruh dengan kebohongannya. Karena biasanya wanita yang mendekati Abi begitu melihat berita itu akan langsung mundur. Namun Sekar berbeda, dia terlihat biasa saja dan malah terkesan menghinanya karena melepaskan Abi.
"Dengan alasan ingin menjadi orang terkenal kamu tega menukarnya dengan kepercayaan ku dan bahkan kau rela menukar dengan tubuhmu itu hanya ingin obsesi mu menjadi kenyataan? itu yang kamu maksud?"
Risa tersentak mendengar jawaban menohok mantan suaminya, dia tidak bisa menjawab karena semua yang diucapkan memang benar adanya dan itu membuat Risa tidak tau harus menjawab apa.
"Kenapa? kau heran bagaimana aku tau semuanya?" kali ini Abi menatap Risa sambil menahan sesak di dadanya. Tak di pungkiri jika dia merasa sakit hati yang begitu dalam hingga ia tidak bisa melupakan semuanya. Dulu Abi sangat berharap
"Untuk apa kamu menemui ku, kau bahkan dengan tidak malunya sampai datang ke rumahku." Lanjut Abi lagi.
Risa langsung mendekati Abi yang sedang duduk, dia sampai merendahkan harga dirinya dengan bersimpuh dihadapan mantan suaminya.
"Kamu tau persis seperti apa perjuanganku selama ini, aku melakukan itu semua karena impianku Bi, impianku dari kecil. Tak bisakah kamu memaafkan aku kali ini." Risa terus mengiba dengan lelehan air mata. Entah itu air mata ketulusan atau sebaliknya, dia berfikir Abi akan memaafkan semua kesalahannya dengan keyakinan jika laki-laki didepannya masih mencintainya.
"Aku sudah memaafkan mu sejak kamu pergi dan lebih memilih mengejar impianmu, jadi berhentilah merendahkan diri seperti ini karena sejatinya harga dirimu sudah rendah saat melempar tubuhmu sendiri pada laki-laki lain."
Abi bangun dari duduknya menghindari tatapan yang pernah membuatnya lemah. Risa terpaku ditempatnya, tertampar dengan ucapan mantan suaminya itu. Dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, karena memang benar jika dia sendiri yang datang pada laki-laki bernama Beno menyuruhnya datang dan meminta membawanya pergi.
Sungguh Risa yang saat itu terlalu terobsesi menjadi model begitu bodoh sampai dia melakukan hal yang salah dan justru merugikan dirinya sendiri.
"Itu semua karena Kakek mu, seharusnya kau marah dengannya bukan dengan ku. Jika saja dia mengizinkan aku untuk meraih impianku , aku tidak akan melakukan itu semua nya Bi." Sanggah Risa membela diri sendiri dengan menjadikan Kakek sebagai kambing hitamnya.
"Berhenti menyalahkan Kakek! justru karena kamulah Kakek meninggal."
Mereka kini berdiri berhadapan, Abi menatap marah pada mantan istrinya karena mengingat ucapan ibunya saat kakeknya meninggal, bahwa Kakeknya terus menyalahkan diri sendiri atas perpisahan dan kejadian yang mempermalukan keluarganya. Hingga kesehatannya jadi terganggu dan mengakibatkan tubuh renta nya tidak bisa bertahan.
Risa menggeleng cepat, menolak tuduhan Abi terhadapnya." Tidak mungkin."
Risa menahan tangan Abi yang hendak pergi, sepertinya tentang kematian Kakek Malik membuatnya ingin meluruskan sesuatu. Risa masih menangis.
"Tidak mungkin kakek meninggal hanya karena aku pergi Bi, itu tidak benar."
"Lalu apa? apa kamu bisa jelaskan?"
"Bi,,,tolong maafkan aku, aku masih mencintaimu, aku bahkan masih menyimpan cincin pernikahan kita."
Untung saja aku tidak lupa membawa cincin ini.
Risa menunjukkan cincin pernikahannya dulu, cincin yang pernah ia tunjukkan pada Sekar.
Melihat cincin tersebut Abi kembali pada masa dimana dia menaruh harapan besar dengan pernikahan yang diimpikannya dulu bersama Risa.
Gadis polos dan sederhana yang membuatnya tertarik, gadis yang pertama kali membuat jantungnya berdebar. Abi selalu diam-diam memperhatikan gadis tersebut semenjak pertemuan pertamanya saat ada acara besar di rumahnya.
Saat itu Ayah gadis tersebut yang tak lain adalah bawahan sang Kakek, menghadiri acara ulang tahun Kakeknya dengan membawa gadis tersebut.
Awalnya Kakek tidak begitu setuju jika Abi menyukai anak bawahannya, namun melihat siapa Ayahnya lambat laun Kakeknya setuju bahkan dia sampai menjodohkan mereka.
Namun saat tau impian Risa ingin menjadi model terkenal, Kakeknya begitu menentang bahkan dia membuat pilihan terhadap Ayah Risa jika ingin meneruskan hubungan Abi dan putrinya maka Risa harus mengubur dalam-dalam impiannya itu atau sebaliknya jika putrinya tetap melanjutkan impiannya maka dengan harus putrinya untuk melupakan Abi dan ia rela meninggalkan perusahaan yang selama ini membiayai kehidupan keluarganya.
Namun semua itu tanpa sepengetahuan dari Abizhar cucunya, bahkan kedua orang tua Abi pun tidak ada yang mengetahui kesepakatan yang dibuat Kakeknya pada Ayah Risa.
Sampai nyawanya menghilang pun Kakek Malik belum mengatakan yang sebenarnya. Karena saat itu Abi memilih meninggalkan negaranya untuk menghindari berita yang membuatnya kurang nyaman.
" Sekarang cincin itu sudah tidak berarti lagi untukku, jadi simpanlah untukmu sendiri atau bahkan kau boleh membuangnya."
Abi menghela nafasnya, menghalau perasaan yang mungkin akan membuatnya semakin emosi jika mengingat masa lalu dengan Risa.
"Bi,, tolong pikirkan baik-baik, aku tau kamu juga masih mencintaiku." Dengan percaya diri Risa terus mengatakan nya, dia juga terus mengingatkan bagaimana dulu Abi selalu menunjukkan cintanya.
"Kamu pasti sudah tau jika aku sudah menikah, jadi lebih baik pergilah sebelum aku menyuruh Johan untuk mengusir mu." Ucap Abi, dia begitu malas mendengar semua ocehan mantan istrinya, baginya sekarang kenangan masa lalunya bersama Risa hanyalah sesuatu kesialan di kehidupan nya.
Risa sudah tidak tau lagi harus membujuk Abi dengan cara apa, dengan wajah yang sudah merah dan mata bengkak karena terlalu lama menangis akhirnya Risa keluar dari ruangan Abi.
Terpaksa karena daripada sekretaris Johan menyeretnya dengan paksa itu akan tampak memalukan, tentu saja sangat di sayangkan jika seorang model yang sedang naik daun dengan tidak hormat diperlakukan tidak menyenangkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...