NovelToon NovelToon
Pregnant After Divorce

Pregnant After Divorce

Status: tamat
Genre:Romansa / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:413k
Nilai: 4.3
Nama Author: La-Rayya

Tepat di usia pernikahan yang ke lima, diceraikan oleh suami yang selama ini dicintainya hanya karena tidak bisa hamil. Namun dia tiba-tiba hamil setelah perceraian itu datang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil

Ketakutan memenuhi hatiku ku, udara yang aku hirup membuat aku terasa sesak saat bernapas. Jemari au berubah menjadi pucat saat aku menaruh tanganku di atas meja saat memohon untuk kehidupanku. Aku merasa tidak sabar menunggu Dokter mengatakan bagaimana kondisi ku yang sebenarnya.

"Tolong Dokter, katakan kepadaku yang sebenarnya. Apakah aku punya penyakit yang begitu parah?"

Sorot mata Dokter itu tajam dengan bulu matanya yang lentik tampak menatap aku dengan begitu intens. Dokter Tara namanya. Dokter yang sangat cantik yang merupakan Dokter dari Rumah Sakit Harapan Keluarga. Dia tidak mengatakan apapun padaku. Jemarinya yang indah itu memegang rambutnya yang bergelombang, seolah dia begitu berat mengatakan kepadaku tentang hasil pemeriksaan ku beberapa hari yang lalu.

Keheningan yang membuat udara terasa semakin sesak dan membuat semuanya merasa semakin panas. Kebisuan darinya membuat aku semakin tidak sabar. Aku terus menatap Dokter itu dengan mata yang melotot. Aku benar-benar tidak sabar menunggu, untuk mendengar jawabannya yang aku yakin akan membuat duniaku berputar dan terbalik.

"Bisakah aku berbicara dengan suamimu?" Ucap Dokter Tara, membuat aku semakin merasa khawatir.

Apakah kondisi ku begitu buruk sehingga Dokter Tara butuh mantan suamiku untuk menemani aku mendengar apa yang akan dia katakan tentang kondisi ku ini?

Dokter Tara yang merupakan kerabat dekat dan juga sahabat dekat dari keluarga Mas Al. Namun mereka tidak menginformasikan tentang perceraian kami pada Dokter Tara. Suami Dokter Tara bekerja di perusahaan mantan suamiku. Sangat mengejutkan bagiku bahwa dia tidak sampai mendengar tentang berita perceraian kami.

Bukan dia yang harus disalahkan karena tidak mendengar berita perceraian itu. Beberapa orang selama ini begitu memperhatikan bahwa aku menikah dengan Mas Al, dan itu termasuk dari rekan kerjaku. Tapi aku yakin mereka tidak akan pernah membicarakan kebenaran tentang perceraian ku dengan Mas Al. Terutama jika sampai terdengar oleh Mas Al sendiri, karena mereka takut jika mereka bergosip tentang perceraian kami, akan mempengaruhi hidup mereka. Milioner tampan itu bukanlah seorang pria biasa. Hanya dengan menjentikkan jemari nya, Mas Al bisa merusak seluruh kehidupan mereka semua. Sama seperti apa yang dia lakukan padaku saat ini.

"Dokter, kau hanya perlu mengatakan kepada ku tanpa harus melibatkan dirinya." Ucap ku saat melihat kearah Dokter yang ternyata tengah melihat kearah lainnya, rasa bersalah tampak jelas dari sorot matanya.

Tatapan matanya beralih kearah sebuah vas bunga berwarna putih dengan sangat lama dan aku hampir ketakutan bahwa dia melupakan bahwa aku masih ada di dalam ruangan ini bersamanya. Ekspresinya membuat aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan di dalam dirinya. Jika saja aku bisa membaca pikiran seseorang, maka dia tidak perlu begitu kesulitan untuk mengatakan semuanya kepadaku tentang hasil pemeriksaan ku itu.

Aku tidak pernah ketakutan seperti ini sebelumnya. Aku berharap bahwa ini hanyalah sebuah mimpi buruk dan nantinya aku bisa terbangun di dalam kamar kecilku dengan suara panci dan piring saat Mama membuat sarapan untuk kami, sebelum Mama pergi bekerja. Andai saja itu kebenarannya dan bukan hal menakutkan yang harus aku hadapi dan tidak bisa berlari menjauhi nya seperti saat ini.

"Aku minta maaf Dok, tapi mantan suami ku tidak bisa berada di sini."

Aku berbisik kepada Dokter Tara. Saat aku tidak gagap sama sekali saat mengatakan hal itu, aku hampir saja bertepuk tangan untuk diriku sendiri.

"Akan lebih baik jika dia ada bersamamu." Ucap Dokter Tara mencoba memberikan saran kepadaku.

Mata Dokter Tara akhirnya bertemu dengan mataku. Aku melihat bagaimana menyedihkan nya ekspresinya, suaranya tampak bergetar saat dia berbicara. Aku tahu kali ini, bahwa kondisi ku benar-benar sangat buruk.

"Tolong Dok, katakan saja kepadaku sekarang." Ucap ku yang begitu putus asa untuk mendengar jawaban dari Dokter Tara.

Jika melemahkan diri ku akan membuat dia mengatakan yang sebenarnya, maka aku akan memohon sampai dia mengatakan kepadaku yang sejujurnya tentang keadaan diriku saat ini.

"Aku mengkhawatirkan dirimu." Ucap Dokter Tara dengan lembut yang menampilkan tatapan matanya yang begitu peduli terhadap diriku.

Aku menelan ludah untuk membuat tenggorokanku tidak mengering.

"Mas Al, tidak akan bisa datang kemari." Ucap ku kemudian terhenti, aku mencoba untuk membuat suaraku tidak gemetar. "Hari ini adalah hari pernikahannya." Ucapan terakhirku terasa begitu menyakitkan bagiku.

Dokter Tara tampak terdiam untuk beberapa menit. Dia tidak bisa mengatakan apapun. Kebisuannya memberikan aku kesempatan untuk melanjutkan ucapan ku lagi.

"Mas Al dan aku sudah bercerai. Dan hal itu sudah terjadi sebenarnya sejak 4 bulan yang lalu. Dia telah pindah dengan istri nomor duanya. Dan seperti yang aku katakan tadi, hari ini adalah hari pernikahannya lanjut ku." Mencoba begitu kuat tanpa mengeluarkan air mata sedikitpun.

Aku bahkan bisa mengakhiri ucapan ku dengan tenang. Aku yakin aku sudah memberikan Dokter Tara semua informasi yang dia butuhkan agar dia bisa memberitahukan kepada ku tentang kondisi ku tanpa harus terus menerus meminta Mas Al untuk berada bersama ku disini.

Aku menatap keluar jendela dan mencari udara segar untuk bernapas. Di dalam ruangan itu, hanya ada kami berdua. Tapi aku merasa ruangan itu begitu sesak dan ramai dengan atmosfir nya yang terasa begitu berat. Aku terus mencoba untuk tidak menghiraukan semua rasa itu dan menyembunyikannya. Tapi aku tetap saja tidak bisa bertingkah seolah semuanya baik-baik saja.

"Aku tidak diberitahukan." Ucap Dokter Tara saat kesadaran nya kembali.

Matanya yang begitu cantik tidak bisa menyembunyikan bagaimana berita perceraian yang aku sampaikan kepadanya itu membuat dia tampak begitu terkejut.

Aku kembali mengalihkan pandanganku kepadanya dan tersenyum.

"Itu tidak terlalu mengejutkan Dokter. Mas Al dan seluruh keluarganya sangat sibuk dengan persiapan pernikahan." Ucapku.

"Aku ikut sedih akan perceraian mu." Ucap Dokter Tara dengan begitu baik memberikan simpatinya padaku.

Aku lantas tersenyum kepadanya.

"Aku tidak bersedih. Ini adalah sebuah keberkahan bagiku." Balasku.

Dia tampak terkejut dengan bagaimana sikapku menghadapi situasi itu yang tampak begitu tenang dan begitu berkelas.

Dokter Tara lalu tampak menelan ludah nya. Aku menguatkan diriku untuk kabar terburuk yang akan aku dengar saat dia akhirnya mengambil amplop berwarna coklat dari dalam laci nya.

"Apakah kau ingat hari dimana kau mulai kehilangan selera makan, mual, bagian dada mu yang terasa bengkak, dan kepalamu yang selalu pusing?" Ucap Dokter Tara tampak memaksakan kata-kata keluar dari dalam mulutnya dengan cara yang begitu tenang dan tanpa air mata saat menatap diriku.

"Apakah aku hamil Dok?" Ucap ku dengan wajahku yang membeku.

Topik yang kami bicarakan saat ini tidak lagi menyenangkan. Aku menatap dia dengan mata yang ketakutan.

"Semuanya lebih buruk dibandingkan hal itu Putri." Ucap Dokter Tara.

Dan untuk pertama kalinya, sejak aku sampai di ruangannya ini, Dokter Tara menyebut namaku.

"Ya Tuhan, Dokter.... Katakan saja kepadaku hasilnya. Aku akan mengalami serangan jantung jika kau tidak mengatakan kebenarannya sekarang." Ucap ku dengan begitu keras karena aku tidak bisa menahan semua rasa penasaran ku lagi.

Dokter Tara mengambil nafas dalam dan kemudian mengatakan semua kebenarannya dan itu terasa seperti sebuah bom bagiku.

"Kau memang hamil dan kondisi mu sangat kritis."

Bersambung.....

1
guntur 1609
trims Thor aku tgu karya lainya
La-Rayya: Baca yuk karya terbaru aku, judulnya AKHIR DARI SEBUAH PERNIKAHAN 😊🙏🏻
total 1 replies
guntur 1609
kok erlanh bukanya evan
guntur 1609
Alden mksdnya
guntur 1609
mngkn tu kembaran Alexandria kali
guntur 1609
brti alex sdh tahu tentang pernikahan putri
guntur 1609
brti evan adiknya putri mantan si elsa
guntur 1609
ternyata putri anak orang kaya
guntur 1609
putri yg bodoh. laku2 sprti al kok mesti dipertahankan. macam gak ada harga dirimu saja
cheng phong
ceritanya terlalu ribet
Mrs. Labil
maaf thor, keknya perumpamaan mu berlebihan deh, stidaknya jgn tertampan di dunia deh, tertampan di dalam sbuah negara aja bacanya udah gmn gitu, jadi berasa banget halunya 🤭, maaf ya, ini pendapatku sj sihh 🙏
Firgi Septia
jadi perempuan terlalu bodoh makanya suaminya bisa selingkuh
Winarno Suzhi
kenapa ya ada wanita yg dengan mudah memaafkan suaminya ketika berselingkuh..jelas2 berselingkuh tetep aja masih cinta...cinta itu buta.
Winarno Suzhi
aq kog lama2 bingung ya membacanya..
Rosijanah Ros
suka dengan ceritanya thor
Nok Denok
cerita bagus pun kalau memang monolog trs jd ga arek bacanya
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Vivin Yulistian Pradesti
suka ka cerita nya menarik
Elija Yulianingsih
kisah yang manis ditunggu kisah yang lain thor
Soraya: mksh y thor karyanya👍
total 1 replies
eiyta💞
sebegitu mudahnya😭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!