Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konsekuensi
Terbangun nya Celva membuat ia sudah sadar di saat tangan nya merasa pegal dan sedikit janggal.
Ia pun memperhatikan seksama, siapakah pria tersebut yang tengah tidur di sampingnya.
"Siapa dia?" batinnya.
Sudah diamatinya dengan jelas, Celva tahu siapa pria itu. reflek ia menjauhkan pergelangan tangan nya lalu kembali ingat masa-masa kelam nya.
Air mata nya kembali pecah. Hatinya begitu sakit dan tercampur aduk. mengapa bisa pria itu berada di sisinya.
"Lu kenapa jahat sama gue Vid, lu kenapa ada disini" lirih nya berbatin isak menatap nya penuh luka.
Mendengar samaran itu, David terbangun dan memastikan nya.
Sontak Celva tahu akan itu. ia pun kembali merem agar tidak mencurigainya.
"Perasaan ada suara orang... Apa gue mimpi ya" batin nya. kemudian menatap Celva sekilas lalu bangkit dari sana merasa ingin membuang air kecil, menuju ke toilet.
Tanpa disadari, tangisan di mata Celva kembali menetes di saat matanya masih merem.
***
Sore harinya, Via merasa kesepian tanpa ada nya Celva, dan juga Vanya. sementara Angel sudah dikerjakan oleh Aunty nya bersama pelanggan lain. Biasa nya, mereka lah yang menjadi keramaian di homecare tersebut.
Ia pun memutuskan untuk pergi ke taman itu yang tak jauh dari sana. ia mengamati suasana itu dengan tenang, pikirannya pun berdesir.
"Celva lama banget sih balik" sembari memetik bunga itu di taman.
Ia pun mencoba bernyanyi agar suasana sedikit adem.
Melihat seorang wanita tengah menikmati sendirian, Bi Uti merasa iba dengan itu. beliau ingin menghampiri nya dan mencoba hibur. akan tetapi beliau sadar, ia tak sepatutnya terlalu spontan akrab dengan majikan nya.
"Keknya, non Via kesepian, kalau saya hampiri ke sana, yang ada bosen sama saya terus. jadi gak enak" akhirnya Bi Uti hanya melanjutkan aktifitasnya menyapu di halaman tersebut.
Kriing Kriing...
Tengah asik Via bernyanyi, suara panggilan masuk di layar nya pun berdering. tapi sayang nya, Via tidak membawa hp di sana. Hp nya tertinggal di dekat nakas kamar.
"Kok gak di angkat yah" nafas nya masih tak beraturan. tampak nya dirinya belum siap mengabari seseorang. ia pun memutuskan masuk kembali ke ruangan tersebut.
Terlihat wanita itu tersadarkan diri sembari menatap ke dinding plapon. hal itu, David merasa senang dan segera menghampirinya.
"Cel? kamu sudah sadar, sayang?" sembari mengelus pucuk rambut nya.
Sedangkan Celva masih terus menatap ke atas.
"Kamu ngapain kesini, dan kenapa aku berada di sini?" suara nya pelan, tatapan tak terhenti menatap plapon.
"Kamu kok nanya begitu sih, beb? kamu gak inget kejadian sebelumnya?" lirihnya menatap sendu wajah Celva.
Kini Celva melirik ke arah pria itu, setelah mendengar ucapan nya barusan.
Ia pun menggelengkan kepalanya.
"Emang nya aku kenapa?" dengan tatapan kosong.
David pun tak berkuasa menjawab pertanyaan wanita yang sudah dilecehkan oleh teman-teman nya sendiri. ia pun berusaha tegar sembari menutup mulut dengan tangannya.
"Jawab, aku kenapa bisa disini?" menatap spontan mengarah ke pria itu.
Lagi-lagi David terdiam. ia pun bingung menjelaskan seperti apa.
"Kamu gak bisa jawab kan? apa jangan-jangan aku kemalangan terus kamu baru datang saat aku begini" jujur, Celva memang tidak mengingat kejadian sebelumnya. pasalnya, segerombolan pria-pria brengsek itu sudah dikelabuinya dengan cara menghilangkan ingatan tersebut. sehingga Celva tidak bisa mengingat itu kembali, kecuali jika diberitahu secara langsung. mungkin bisa saja ingatan nya pulih kembali.
Karna David tak berani mengungkapkannya, ia pun hanya terdiam saja dengan wajah kecemasan.
"Ternyata benar ya, kamu peduli aku cuman jatuh sakit kek begini! kamu tuh cinta gak sama aku" kini emosi Celva meluap, hal itu tak begitu sangka David mendapati amarah dari partnernya. ia pun cukup heran.
"Ka-kamu kenapa marah, sayang? aku..."
"Kenapa? nyatanya emang begitu kan? di saat aku lagi gak ada kamu malah asik-asikan sama cewek lain. emang bisa aku percayai kamu lagi?" suaranya pun sudah mulai berserak, hal itu David tak tega dengan kondisinya.
"Ma-masud kamu?" David pun tak menyangka bahwa Celva sudah mengetahui kebusukan nya. apalagi, di saat ini, Dania alias simpanan nya sudah tidak dapat dikabari.
"SUDAHLAH! mending kamu pergi dari sini, aku gak mau lihat kamu disini!" lagi-lagi, air matanya kembali lolos menetes. Celva pun menangis tersedu-sedu.
Demi ketenangan dan juga ingin menembus kesalahan nya, David memilih untuk mengalah dan pergi terlebih dahulu.
"Maafin gua, Cel." memejamkan nya, berjalan meninggalkan ruangan.
Melihat kondisi pasien sudah tersadarkan diri, sang perawat pun datang dan memberi penenangan terhadap pasien yang tengah menangis.
Sebelumnya, perawat sudah menyampaikan kepada David untuk sudah diperbolehkan untuk pulang. tetapi karna kondisinya seperti itu, David pun meminta tambahan waktu untuk menginap sementara beberapa hari ke depan.
Sesampainya di markas. David kembali menemui teman-teman nya di dalam. ia meminta keterangan jelas. Ingin sekali menghajar habis-habisan di tempat, akan tetapi karna David masih berhati nurani, ia pun menyelesaikan nya dengan kepala dingin.
Tampak Randa, Gani dan juga Kean tengah duduk bersama bos nya.
Sementara Bobi dan Rizki yang tidak ikut terlibat, hanya berdiri di tempat.
"Jelasin" menatap datar tanpa memandang wajah brengsek teman nya.
"Bos ... sebelumnya maafin kita, kita... ketemu dia pas lewat area kawasan sini, jadi nya... kita kerjain si cewek itu" ucapnya gugup menjelaskan nya kronologinya.
"Trus?" menatap lurus tanpa memandangnya.
"Ja-jadi, kita paksa bawa dia kesini... buat main sama-sama" menunduk karna tak sanggup menatap bos nya, ketika baru menatap nya.
"Lu semua tau kan, main secara paksa itu ada undang-undang nya? kenapa kalian bisa berubah jadi begini" David berusaha lembut memberi pelajaran dengan teman-temannya, sebenarnya di balik lubuk hatinya, ia ingin sekali menghajar mereka habis-habisan.
"I-iya bos, sorry, kami memang bejad"
"Bos, apa lu mau maafin kita?" salah satunya mencoba damai dengan keadaan.
"Gua bakal maafin, kalau kalian mengakui kesalahan kalian dan minta maaf sama korban itu, sekaligus membiayai perawatan dia di rumah sakit" menyatukan telapak tangan nya.
Mereka berempat melirik satu sama lain.
"Tenang aja bos, kami bakal biayai dia"
"Bagus, 5 juta sudah ada di rekening gua"
Sontak seluruh teman-teman nya terbelalak dengan harga itu.
"Li-lima juta, bos?" ucap Gani.
"Kenapa? lu pada gak sanggup?" mengode dengan tatapan bunuh.
"Sanggup boss, kami cuman nanya aja" ujar Randa, menggaruk kepalanya tak gatal sembari melirik teman-teman nya.
Sebenarnya, biaya yang dikeluarkan perawatan Celva sekitar 1 jutaan, karna sudah merusak wanita itu dengan mereka, David pun meminta lebih dari itu.
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗