Pantaskah seorang pangeran bertingkah seperti anak kecil? Apa yang kalian pikiran benak kalian?
Seharusnya seorang pangeran harus menjadi gagah dan berani seperti pangeran lainnya.
Tetapi seorang pangeran yang bernama Lukas, seperti kata orang yang tidak layak dipanggil sebagai pangeran, karena ia selalu bermain seperti bayi, selalu tidak sopan di depan semua keluarga nya, dan bukan hanya itu ia sangat lemah bermain pedang.
"Lukas jika kau terus bermain-main dan bertingkah seperti anak kecil, terpaksa ayah harus bawa kamu ke wilayah ***" teriak baginda raja.
Tetapi suatu kejadian menimpa kerjaan nya yang membuat Lukas harus kembali ke istana, karena para iblis berkeliaran di dunia manusia.
Lukas pun harus turun tangan untuk melenyapkan semua para iblis itu dan juga menyelamatkan keluarga nya yang telah tertangkap oleh raja iblis.
Mampukan Lukas menyelamatkan dunia manusia dari para iblis? Dan rintangan apa saja yang akan dilalui oleh Lukas menuju keberhasilanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 : Berburu Banyak Iblis
"Wah... aku tidak akan sabar melihat mereka bertarung nanti" guma seseorang dibalik pepohonan yang sedari tadi mengikuti dan mengintip pembicaraan mereka.
"Sekarang kita harus mencari iblis-iblis itu" ucap Koa yang melihat ke segala arah untuk melihat keadaan di sekitar nya, Lukas pun ikut membantu untuk mencari iblis itu.
"Hah... nanti iblis itu juga muncul sendiri, sudah lah jangan sok repot buat nyari" ucap Alfie memutar bola matanya, tetapi Lukas dan Koa tidak menghiraukan perkataan Alfie.
"Hei! itu dia!" teriak Delisha yang menujukan jarinya ke arah depan nya, terdapat banyak sekumpulan iblis yang sudah bersiaga disaan, seperti ingin menghalangi jalan mereka.
Alfie merasakan ada yang aneh dengan para iblis-iblis itu, karena pada biasanya ia akan berkeliaran di mana-mana.
"Ayo sekarang Lukas kita bunuh mereka!" teriak Koa yang langsung berlari paling depan diikuti oleh Lukas di belakang nya.
Delisha dan Alfie hanya bisa menatap mereka dari kejauhan yang mulai bertarung membasmi para iblis-iblis itu.
Patssss
Singgg
Patssss
Singgg
Terdengar suara pedang dan tibasan para iblis-iblis itu dari kejauhan, Alfie dan Dari hanya terdiam dan menonton keadaan Lukas dan Koa yang tengah bertarung.
Tetapi seperti nya Koa bertarung lebih sedikit dibandingkan Lukas, karena Koa ingin membantu dan mengajar beberapa tehnik dasar bermain pedang, bukan hanya butuh saja Koa sengaja memperlambat gerakan nya untuk memberikan kesempatan Lukas membunuh para iblis-iblis itu.
"Seperti nya Koa sengaja ya, biar Lukas bisa cepet banyak poin nya, dan bisa menukar nya jadi bisa naik level" ucap Delisha yang sedari tadi melihat pertarungan itu.
"Ya... terus tuan Lukas, tebas lagi! lagi! lagi sampai dia mati!" teriak Koa yang sangat bersemangat melihat Lukas.
"Kenapa seperti ada yang aneh ya Delisha" guma Alfie dengan raut wajah cemasnya, Delisha tidak mengerti apa maksud dari perkataan Alfie.
"Ha!? maksud nya apa? aneh karena apa?"
"Karena iblis-iblis itu" ucap Alfie yang menunjuk ke arah iblis-iblis itu "Mereka seperti sengaja berdiri disana tadi sebelum kita bertarung"
"Iya juga, biasanya mereka sendiri yang mendekati bukanya kita yang harus mendekati mereka kan!? mereka yang membutuhkan darah apa lagi mereka suka sama nyawanya manusia?"
"Seperti ada iblis yang kemarin tetpai itu teman nya, aku rasa... mereka seperti nya sengaja, dan mereka tahu apa yang harus mereka lakukan!?" ucap Alfie yang menatap tajam ke arah sekeliling dengan hati-hati mengamati dibalik semak-semak.
Tiba-tiba Alfie dan Delisha melihat sebuah bayangan besar, yang terlihat seperti seorang iblis tetapi itu bukan lah iblis biasa, malainkan seperti seorang pemimpin dari para iblis di sana.
"Oi! keluar kau!" teriak Alfie dengan kencang, sementara Lukas dan Koa yang sudah menyelesaikan pertarungan mereka.
"Seperti nya poin ini tinggal harus diisi penuh lagi, dan mungkin besok posting bisa di tukar" ucap Koa yang dengan nada santainya. Mereka mendengar perkataan Alfie yang berteriak-teriak.
Mereka pun memutuskan untuk menghampiri Alfie dan Delisha "Eh!? kalian berdua kenapa!?" tanya Koa yang kebingungan, tetpai Alfie tidak menjawabnya.
"Seperti nya, ada seseorang yang sengaja melakukan iblis-iblis itu muncul makanya Alfie merasa ada seseorang yang melakukan nya" jawab Delisha yang ikut cemas melihat keadaan sekitar.
"Aku tidak boleh sampai ketahuan sampai hari itu tiba, bersiaplah Lukas" busuk seseorang dibalik semak-semak itu dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Ayolah, kita hanya ingin Lukas mendapatkan level yang lebih tinggi, sengaja dan tidak disengaja yang terpenting Lukas bisa berlatih juga" ucap Koa dengan santai nya, Lukas pun teridiam dam menatap wajah Alfie.
"Tetapi-"
"Mending kita pergi ke pasar dekat sini, aku kadang pernah pergi ke sana bersama ibu buat beli capcay loh, capcay disana enak-enak!" teriak Delisha, Alfie pun menghembuskan nafasnya.
"Kalo soal makanan ayo deh kita pergi!" teriak Alfie yang langsung menarik tangan Delisha dan berlari kencang bersama.
"Weh kalian berdua tunggu! kami tidak tahu jalan disekitar sini!"
Setelah berjalan cukup lama untuk sampai ke pasar, Alfie dan Delisha pun telah sampai did epan pintu masuk pasar tersebut, banyak sekali pembeli dan penjual disana.
Banyak buah dan sayur-sayuran beserta daging dan ikan yang ikut terjual disana, tidak lupa banyak sekali toko peralatan sihir dan toko penukaran poin level.
Semua tampak berjalan seperti biasanya dan juga anak-anak berlarian kemana-mana, terlihat juga banyak pedagang makan.
"Woh! lihat ada nasi lemak, gorengan, sate, batagor, somay dan capcay nya!" teriak Delisha yang mulai masuk ke dalam pasar untuk membeli beberapa makan disana.
"Paman! aku mau beli capcay 4 ya" ucap Delisha yang mengacungkan 4 jarinya itu, paman itu tersenyum dengan cepat tangan nya bergerak kesana kemari.
"Em... aku belum pernah coba makanan capcay, biasanya aku mencoba nasi goreng, kue putu dan martabak di istana, dan selain itu aku tidak pernah makan-makanan lainnya selain makanan barat" ucap Lukas yang mengulurkan tangan nya untuk mengambil capcay nya tersebut.
"Makan lah pasti enak!"
Brakkkkk
Suara kecang terdengar dari pojok pasar telihat sekumpulan iblis-iblis mulai menyerang dan menakut-nakuti warga disana, semua barang dagangan dan juga gerobak yang berjajaran rapih dirusak oleh para iblis-iblis itu.
Semua buah, sayuran dan barang dagangan lainya berhamburan jatuh ke tanah, dan tak lupa para iblis-iblis itu merusak semua gerobak dan menginjak semua sayuran beserta barang-barang lainnya.
Semua warga ketakutan mereka berlari kesegala arah, bersembunyi di balik gerobak, bersembunyi di balik tembok toko-toko yang ada, hanya terdiam dan berharap bahwa anak dan istri mereka akan selamat dari para iblis itu.
"Ada para iblis di sini, apa kita harus melawan nya?" tanya Delisha menatap ke arah Alfie, Lukas dan Koa. Koa terdiam sejenak dan berfikir.
Arghhhh
Iblis-iblis itu mudah mendekati mereka, dengan cepat Alfie mengeluarkan pedangnya dan berlari juga ke arah iblis-iblis itu, agar tidak banyak berbasa-basi.
Tetapi tiba-tiba Delisha pun ikut berlari dan mencoba mengeluarkan bola air nya untuk membantu Alfie bertarung.
"Delisha!?" teriak Lukas dengan nada kecil nya.
"Takkan akan kubiarkan makanan capcay ku jatuh ke tangan mu iblis-iblis brengsek!" teriak Delisha yang melontarkan air ke arah mereka. Mereka pun sontak terkejut melihat bola air yang sangat besar itu ingin di lempar kan nya.
"Gadis aneh! " bisik seseorang lagi yang mengintip di salah satu tembok bangun toko yang ikut melihat kejadian itu.