Catatan:
1.Maaf kalo ceritanya berantakan karena author nya masi amatiran
2.Typo bertebaran
3.Update tidak menemtu tapi diusahakan akan update 2-3 kali seminggu.
Pada tahun 2150 keluar game VR berbasis Kapsul dan game yang pertama rilis di perangkat itu dinamai Fantasy World Online (FWO).
Ada satu player pria yang menggunakan karakter avatar seorang perempuan yang dinamai Melody Viona, dan dia juga diberi julukan player rangking 1 Ratu Penghancur.
Ada suatu kejadian saat karakter avatar nya mengalami evolusi yang mana membuat nya malah berpindah ke dunia lain.
Saat terkirim kedunia lain dia terkejut oleh evolusinya yang mana evolusinya membuat menjadi ras terkuat, tetapi dibalik semua itu ada rahasia yang tersembunyi dari ras nya sendiri, jika dia hendak mengetahui rahasia dibalik itu dia harus bertanya kepada dewa-dewi kuno dan iblis dimensi. Mampu kah Melody Viona mengetahui Rahasia nya, ikuti perjalanan nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prima setya eka wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27:Bertarung Dengan Diri Sendiri l
Saat ini berada dikastil istana sendirian dan yang lainnya termasuk Nerezza, Sahsya ,dan Eri mereka semua aku perintah kan untuk berburu sekalian berlatih.
"Asha bagaimana dengan dimensi yang kamu buat apakah sudah selesai"tanyaku kepada Asha
•Sebentar lagi master, hanya perlu beberapa menit lagi selesai
"Baiklah"ucapku membalas jawabannya
Aku menunggu Asha sambil membaca buku yang aku dapatkan dari Nerezza dan ditemani oleh secangkir kopi, tentu saja aku mendapatkan kopi itu dari system.
Saat aku sedang membaca buku yang diberikan oleh Nerezza.
Aku mengetahui bahwa didunia ini ada yang namanya lubang Abyss.
Lubang Abyss itu menghubungkan dunia atas ini dengan dunia bawah.
Tetapi ada sedikit yang membuatku sedikit heran, bahwa lubang itu memiliki nama yang sama dengan pedang yang aku miliki.
Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau pedang yang aku miliki ini memang memiliki hubungan dengan lubang itu.
Jika aku pikirkan lagi sepertinya tidak mungkin karena pedang Abyss yang aku miliki, aku dapat sewaktu aku masi dalam game.
Ketika aku masi memikirkan itu tiba-tiba Asha memanggilku dan berkata.
•Master ruang dimensi selesai saya dibuat, silakan anda melihat nya sendiri
"Baiklah, tapi bagaimana caranya aku masuk"tanyaku kepada Asha
•Master hanya ucapkan kata Open
"Oke, Open"
Seketika didepan ku muncul sebuah celah dimensi terbuka, seperti habis terkena robekan.
Setelah celah dimensi itu terbuka lebar aku langsung tampa ragu memasukinya.
"Wah bagus sekali pemandangannya"
Itulah kata-kata yang pertama kali aku ucapkan ketika sesudah memasuki celah dimensi itu.
Didalam dimensi ini memiliki banyak sekali pemandangan bintang saat pada malam hari, dan pemandangan itu tidak hanya berada diatas ku tetapi dibawah ku juga, karena tempat yang aku pijak sekarang seperti kaca.
Karena itulah aku dapat melihat semua bintang-bintang itu, dan didalam dimensi ini aku tidak melihat apapun selain bintang sejauh aku memandang.
Saat aku masi terpukau oleh pemandangan yang aku lihat saat ini, sebuah suara memangilku dari arah belakang.
•Selamat datang master
Aku langsung mengalihkan perhatian ku kearah orang yang memanggilku itu.
Tetapi saat aku sudah melihat orang yang memanggilku, aku benar-benar terkejut dengan apa yang sedang aku lihat saat ini.
"Siapa kamu"ucapku terkejut kepada orang itu
•saya Asha master
"Asha"ucapku tambah terkejut
Kenapa aku sangat terkejut, itu akibat apa yang aku lihat sekarang adalah Asha memiliki wujud yang sama dengan ku hanya saja warna matanya saja yang berbeda.
Karena Asha memiliki warna mata bewarna kuning cerah sedang kan aku memiliki warna mata bewarna merah darah.
Wujud Asha benar-benar mirip dengan ku, jika kami berdiri bersebelahan dengan ku, maka kami akan terlihat seperti sudara kembar.
"Kamu benar-benar Asha kan"tanyaku kepada Asha karena masi tidak percaya
•Benar master saya adalah Asha
"Jika aku dengar dari suaramu, kamu memang lah Asha"
"Tetapi bagaimana wujud mu terlihat sama dengan ku"tanyaku kepada Asha
•Wujud saya terlihat sama dengan anda karena saya adalah bagian dari anda sendiri, jadi master tidak perlu heran dengan wujud saya yang terlihat sama dengan anda master
"Jadi begitu"
"Eh tunggu dulu bagaimana kamu memiliki tubuh fisik Asha"
•Master salah, apa yang anda lihat sekarang bukan lah sebuah tubuh fisik melainkan kesadaran saya yang memiliki wujud sama persis dengan anda master
"Ah…, ternyata begitu"
"Jadi sekarang aku harus ngapain diruang dimensi ini Asha
•Tinggu sebentar master
Setelah mengatakan itu, sebuah cahaya terang berkumpul didepan ku dan membentuk wujud seperti manusia, tetapi aku tidak terlalu yakin karena wujud itu belum sepenuhnya terbentuk.
Beberapa menit kemudian cahaya itu menghilang dan akhirnya wujud tadi sepenuhnya terbentuk.
Tetapi sakali lagi aku dibuat tekejut dengan apa yang aku lihat sekarang, karena apa yang sekarang adalah wujud ku yang lain lagi.
"Asha kenapa kamu menciptakan avatar ku"tanyaku kepada Asha
•Maaf master, saya menciptakan avatar anda karena sama ingin anda bertarung dengan diri anda sendiri
"Kenapa begitu"tanyaku kepada Asha dengan bingung
•Karena dengan Anda bertarung dengan diri anda sendiri anda dapat memahami kelemahan dan kelebihan dari diri anda sendiri master
•Dengan begitu saya yakin bahwa kekuatan anda akan dengan cepat pulih
"Jadi begitu, baiklah aku akn mengikuti saran mu"ucapku kepada Asha
Setelah aku mengatakan itu sekarang Asha pergi menjauh dari kami.
Ketika Asha sudah jauh dari kami, avatar ku langsung memukul bagian perut.
Karena jarak yang sangat dekat dan avatar ku memiliki kekuatan yang sama denganku, aku tidak sempat menghindari nya.
akhirnya aku tekena pukulan itu dan terpental puluhan meter kebelakang.
"Ugh, pukulannya sungguh menyakitkan, ini baru pertama kalinya aku terkena damage sejak kedatangan ku kedunia, dan aku tidak menyangka bahwa aku akan terkena damage dari avatar ku sendiri"ucapku sambil memegangi perutku
Ketika aku baru saja selesai berbicara, avatar itu terbang kearah ku hendak meluncurkan serangan keduanya dan seketika.
*Boom
Avatar itu melakukan serangan keduanya dengan cara menerjang ku tetapi sayangnya serangan itu berhasil aku hindari.
"Sekarang giliran ku"
Aku menyerang avatar itu dengan cara menendang nya sekuat tenaga kearah bawah.
*Duar
Tendanganku berhasil mengenainya, avatarku sekarang terkapar dengan tengkurep dibawah.
Melihat itu aku tidak memberikannya kesempatan dan melancarkan serangan kedua ku.
Aku mengepalkan kedua tanganku dan langsung melancarkan pukulan itu kearahnya.
Tetapi sebelum pukulan mengenai nya, avatar ku yang masi terkapar berhasil menahannya dengan menciptakan sebuah barrier yang sangat tebal.
Tidak berhenti disitu avatarku langsung mengeluarkan sihir berupa petir ditangan dan melancarkan kepadaku.
Aku langsung mehindari serangan itu dengan cara meloncat kebelakang.
Sekarang avatarku berdiri lagi dan terbang kearah ku.
Aku yang melihat itu tidak mau diam dan terbang kearah nya juga.
Akhirnya kami sekarang berhadapan dan saling jual beli pukulan.
Kami berulang kali sama-sama terkena pukulan tetapi kami berdua masi tidak menyerah dan kami berdua malah semakin sengit menjual beli pukulan.
Siapa yang diantara kami menjual pukulan lebih mahal maka sudah dipastikan salah satu dari kami akan terjatuh.
Tetapi sayang nya tidak begitu jual beli pukulan kami lontarkan itu sekarang berubah menjadi tawar menawar pukulan.
Karena kami berdua sudah mulai kelelahan.
Aku menyadari jika kami berdua terus-terusan begini maka sapa yang kehabisan tenaga duluan dia akan kalah.
Karena aku tidak mau terus-terusan begini, aku mengeluarkan hampir dari semua manaku dan menyelimuti nya di kedua pukulan ku itu.
Avatar ku yang menyadari itu, dia hendak melakukan yang sama.
Tetapi tentu saja aku tidak akan memberikan nya kesempatan dan melontarkan pukulan yang sudah aku lapisi mana itu dan akhirnya.
*Boom
Ketika pukulan ku itu mengenainya sebuah ledakan yang sangat besar terjadi, ledakan itu cukup untuk menghancurkan sebuah gunung.
Akibat ledakan itu aku terpental ratusan meter kebelakang.
...****************...
JANGAN LUPA, LIKE, COMENT, AND VOTE