NovelToon NovelToon
Kembalikan Bahagiaku

Kembalikan Bahagiaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Cintamanis / Perjodohan / CEO
Popularitas:220.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mei_Mei

CEO, perjodohan, romantis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasti Ada Sesuatu

Tuan Haru baru tiba di ruangannya. Dia tidak sendirian, melainkan ada dua pengawal yang sengaja dipanggil untuk ditanyai tentang Gaka.

"Tuan, tadi malam Tuan Gaka menginap di hotel bersama seorang wanita."

Tuan Haru sama sekali tidak terkejut karena Gaka memang sering membawa wanita ke hotel, apartemen, maupun ke tempat lain. Itu bukan cerita baru lagi.

"Wanita penghibur itu lagi?"

"Bukan, Tuan, wanita semalam berbeda dari teman-teman yang sering dikencani oleh Tuan Gaka. Dia memakai penutup kepala."

"Maksudnya?" Tuan Haru mencondongkan badan ke depan. Mendengar itu dia mulai tertarik untuk mendengar kelanjutannya.

"Wanita itu seorang muslim, dia memakai pakaian tertutup."

Laporan barusan baru berhasil membuat Tuan Haru terkejut. Bagaimana mungkin putranya membawa gadis berjilbab ke hotel.

Satu anak buah mengusungkan ponsel di depan Tuan Haru. Dia meraih itu dan melihat foto. Namun sangat disayangkan karena pengambilan foto dari arah belakang, jadi wajah Gaka dan wanita itu tidak terlihat.

"Siapa wanita ini? Apa ada foto yang lebih jelas?"

"Tidak ada, Tuan."

Kini pria paruh baya itu sangat penasaran dengan wanita itu. Bukan itu saja, dia teringat dengan raut Gaka yang terlihat lesu dan menyembunyikan sesuatu. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi.

"Cari informasi tentang wanita itu. Minta CCTV dari pihak hotel, ambil gambar yang lebih jelas. Kalau pihak hotel tidak mau memberikan, bilang saja aku yang menyuruh."

"Baik, Tuan."

Dua pengawal tadi sudah pergi, tapi Tuan Haru belum memeriksa berkas. Masih sangat penasaran dengan wanita berjilbab yang masuk ke hotel bersama Gaka.

Di kamar Gaka.

Pria itu mengantuk, tapi tidak bisa tidur. Otak yang lelah seolah tidak mau diistirahatkan, terus saja kepikiran dengan Hania.

"Bangsat!"

Beberapa kali dia meniduri wanita yang masih perawan, tapi tidak ada yang se-marah dan sesedih Hania. Salah satu dari mereka bahkan ada yang suka rela menawarkan kehormatan hanya demi uang.

Uang?

Gaka reflek terbangun. Seolah menemukan sebuah ide.

Tapi, dia berpikir sejenak. Baru kemarin dia ingin memberi uang cuma-cuma pada Hania, dan gadis itu menolak. Lalu bagaimana dengan kasus yang ini? Apa mungkin kali ini Hania akan menerima uang ganti rugi darinya?

"Akh', mikir amat sih! Bodo amat ajalah. Lama-lama otak gue stres mikir mulu."

Dia kembali merebahkan tubuhnya, memejamkan mata dan ingin tidur pulas supaya tidak terpikir itu-itu dan itu lagi. Kepalanya masih terasa pusing, dan bertambah pusing kalau dia tidak istirahat.

Seharian Gaka tidak pergi kemanapun. Bahkan hanya berdiam diri di kamar, dan itu membuat Vara sangat penasaran.

"Sayang ... Mama masuk, ya?" Vara berdiri di depan pintu kamar Gaka membawa nampan berisi minuman. Beberapa saat menunggu dan tidak ada sahutan dari dalam, Vara memutuskan untuk langsung masuk. Ternyata menemukan Gaka ada di balkon kamar.

"Kamu sakit? Kenapa gak turun ke bawah?" Vara menaruh minuman di atas meja bundar. "Mama buatin susu coklat, diminum dulu," perintahnya.

Gaka mengambil susu itu dan meminum hingga seperempatnya. Lalu pandangannya kembali menerawang ke depan. Dia tidak pernah sepusing itu memikirkan masalah, apa yang diperbuat tak pernah dihiraukan, meski merugikan orang lain. Selama ini dia tak peduli dengan siapapun, bahkan kedua orang tuanya juga tidak begitu dihiraukan.

Tapi ... tangisan dan raungan Hania karena kelakuan bejadnya, justru tak henti membuat otaknya hampir meledak.

"Kamu kenapa, Gaka?"

"Ma, apa keperawanan itu sangat berharga bagi wanita?"

Mendengar perkataan Gaka, dahi Vara mengernyit. Kenapa Gaka tiba-tiba menanyakan itu.

"Bukan penting lagi, Gaka. Itu simbol kesucian dan kehormatan wanita. Sesuatu yang paling berharga dari seorang wanita dan kelak hanya akan diberikan kepada suaminya. Dan untuk seorang suami sendiri, merasa bahagia mendapat hak istimewa itu, berarti calon istrinya sangat pandai menjaga kehormatannya."

Gaka terdiam. Apakah pandangan Hania juga sama dengan mamanya? Maka dari itu Hania sangat marah dengannya.

Walau Vara mendesak, tapi Gaka tetap tidak melanjutkan topik pertanyaanya tadi. Vara semakin curiga dan sangat penasaran dengan Gaka.

Setelah mengusir mamanya, Gaka mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. "Apa yang dia lakukan dari tadi?"

Dia membuang napas kasar karena Hania tidak keluar rumah sama sekali. Cemas, tentu saja. Dan Gea? Oh ****! Apa Hania akan memberitahu semua itu pada Gea. Mampus!

Kini Gaka beralih menelpon Gea.

'Hay, sayang.' Terdengar suara Gea dari seberang telpon.

"Hay." Gea tetap bernada lembut, itu artinya Gea belum tahu kelakuan bejadnya terhadap sahabatnya.

"Tumben telpon duluan. Biasanya kalau bukan gue yang telpon, lo gak bakal nelpon duluan."

"Gak pa-pa, si junior kangen sama lo."

"Terus lo nya gak kangen?" sahut Gea.

"Kangen dong sayang. Kapan balik?"

"Ya elah, baru juga tiga hari udah nanyain balik. Eh, tapi walau kita jauh, lo jangan macam-macam sama yang lain, ya."

"Enggak."

"Jangan kumat lagi sentuh sembarang wanita."

"Enggak."

'Eh, bentar sayang, ada panggilan dari Hania. Gue terima bentar, tapi panggilan kita jangan di matiin. Bentar aja.'

Hania? Ah, kenapa nama itu sekarang menjadi teror mengerikan baginya. Dia takut kalau Hania akan membongkar kejadian semalam pada Gea.

Lima menit menunggu Gea berbicara dengan Hania, kini sambungan telepon kembali terhubung dengannya. "Ada apa?"

'Ih, kepo,' ujar Gea.

"Enggak, tanya aja."

'Biasanya lo gak mau tau soal dia. Lo 'kan gak suka sama dia.'

"Gue iseng aja tanya, kalau gak mau kasih tau ya gak pa-pa."

'Eh, ngambek? Jangan bad mood. Hania sama kek elo, tanya gue balik kapan. Katanya ada yang mau diceritain.'

'Aduh gawat! Apa Maesaroh mau cerita?' batin Gaka cemas.

"Sayang, matiin dulu telponnya. Ada Mama."

'Oh, oke. Nanti sambung lagi, ya.'

"Iya."

Gaka bergegas menyambar jaket denim, dan kontak mobil, lalu keluar kamar.

"Gaka, mau kemana? Makan malam dulu." Vara menghadang Gaka di anak tangga terakhir.

"Gaka buru-buru, Ma." Tidak menghiraukan mamanya, dia langsung keluar rumah.

Vara menggeleng kecil, dan kembali duduk di meja makan. "Sepertinya ada yang aneh dengan Gaka," ucapnya.

"Aneh sekali, Ma. Tadi pagi Papa dapet laporan, Gaka masuk ke hotel dengan wanita ...."

"Itu mah udah gak aneh lagi, Pa," sahut Vara.

"Aneh, karna kali ini Gaka bersama wanita berpakaian tertutup."

"Maksud Papa?"

"Wanita itu mengenakan jilbab."

Vara terbelalak. Tentu saja terkejut.

"Aneh 'kan?" kata Tuan Haru.

"Gaka tadi juga tanya aneh sama Mama. Katanya, seberapa penting kehormatan bagi wanita?" Vara terlihat berpikir. "Pasti ada sesuatu, Pa. Selidiki, Mama yakin dia sudah melakukan sesuatu. Ya Tuhan ...."

1
Ning Aja
Luar biasa
falea sezi
kok lanjut nya mana Thor
abdan syakura
Assalamu'alaikum
Aqu nyimak kak...
mari ramaikan....🤝
Wahyu Siswantin
lanjut thor.... aku suka ceritanya bagus.... setelah cerita the end apa ada lanjutan ceritanya.... judulnya apa ya thor...
Rini Haryati
ceritanya keren
semangat thor
lanjut
Rini Haryati
lanjut thor
bagus ceritanya
semangat
Rini Haryati
cuma nyakitin mending tinggalin aja
Ida Blado
makanya pak,kslau anak salah jgn di lindungi.didik yg benar,,,,begini kn jdinya kalau apa serba duit,jdi ngergiin org lain
Ida Blado
aku harap gk di jodohin ma hania ya,,,,najis ih udah biasa mauk lubang
Dina Dini
kak Mei.... up nya jangan kelamaan sieh❓ lagi enak bacanya 👌
Dina Dini
walau susah tapi selalu ikhlas dan menerima apapun yang di hadapi.
jujur kepada siapa pun yang diinginkan.
menjalani kehidupan yang penuh dengan kekerasan 👍
Dina Dini
terimakasih kak Mei🙏💕
biarlah gara belajar berbaik hati 🤭
karena untuk minta maaf,
syukurilah walaupun belum benar benar berubah tingkah lakunya 🤭
semoga bisa berubah dan cinta mati dengan hania 💏😂😂😂😂
Akak Mei: Namanya Gaka, bukan Gara. Hi hi ... salah sebut ntar dimarah tuan Haru. 🤭
total 1 replies
Nurani Risti
heran deh ceritanya menarik , tapi pembacanya kok masih h sedikit sih!
Akak Mei: Iya Kak, makanya kurang semangat🤧
total 1 replies
Nurani Risti
tau dosa, tapi membiarkan suami bikin dosa 😡
Nurani Risti
bagus banget
Nurani Risti
kapok🤣🤣🤣
Nurani Risti
sukurin
Nahla Zakira
boleh ko thor.aku pun d nungguin.lanjuuut thor
Ariin Mawra Harshvardhan
Jangan dooong kak masih kangen sama GaHan looh....
Si Gea pun gmn kabarnya gak tau jg kan
Sidieq Kamarga
Aslinya aku nengokin terus kok gak update waè, eh pas ada notif chaw langsung baca deh. Terimakasih Author updatenya. Tapi kenapa harus edisi mau end , kan masih banyak yang nggantung ☺☺☺🙏🙏🙏. Semangat Author, salam sehat selalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!