Aku harap ini adalah keputusan yang tepat untuk melupakan semua yang terjadi. Aku juga berharap Alexander bisa membahagiakanku. Aku ingin melupakan masa lalu dan si pria berwajah muram itu. Aku tidak ingin mengingat-ingatnya lagi. Namun, apakah semua akan berjalan sesuai kehendak hati?
Lanjutan Fall in Love with Lover
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gaharu Wood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nearly
Dear ... jangan kecewakan aku.
Alexander menyadari senyumku. Saat itu juga dia ikut melihatku hingga membuat wajah kami berdekatan. Bahkan hangat napasnya sampai terasa menerpa permukaan pipi ini.
Kutatap paras rupawan yang ada di sisiku. Mencoba menerima kenyataan jika Alexander lah yang berada di hadapanku. Aku pun mulai memejamkan mata, memberi tanda padanya jika telah menerimanya sebagai kekasihku.
Dear ... cium aku ....
Kutahu jika Alexander menginginkanku sejak perjalanan ke desa. Dan malam ini aku akan memberikannya. Aku pasrah terhadap belaian lembut yang akan dia berikan padaku. Karena aku pun membutuhkannya. Aku butuh cinta dan kasih sayang dari seorang pria dalam hidupku.
Alexander memegang wajahku. Semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Hingga akhirnya ujung hidung kami bertemu. Hangat napasnya terasa menerpa permukaan pipi ini, seolah membangkitkan gairah dalam diriku. Sedikit lagi saja bibir itu bertemu bibirku. Getaran yang kurasakan pun semakin mendebarkan jantung ini. Lalu kemudian...
"Uhuk! Uhuk!" Tiba-tiba saja kudengar suara seseorang yang batuk. "Kalian belum tidur?" Ternyata ibu Alexander lah yang menegur kami.
Astaga!
Saat itu juga aku berdiri kala menyadari ibunya datang. Kulihat wanita paruh baya itu berjalan menaiki anak tangga. Aku pun gugup bukan main karenanya. Aku takut dimarahi olehnya.
Apakah dia melihat apa yang kami lakukan tadi?
Alexander ikut berdiri. Namun, dia malah tersenyum-senyum sendiri di sampingku. Seperti merasa tidak terjadi sesuatu apapun pada kami. Padahal aku sudah takut setengah mati.
"I-ibu ... i-iya. Kami ... belum tidur."
Kuinjak kaki Alexander agar membantuku bicara. Seketika itu juga dia menahan jeritannya. Menoleh ke arahku seolah bertanya kenapa. Sedang aku segera memberi kode padanya agar ikut bicara. Ibu pun akhirnya tiba di hadapan kami. Saat itu juga jantungku berdetak kencang sekali.
"Hah ... kalian ini." Ibu menyilangkan kedua tangan di dada. "Cepatlah menikah dan beri ibu cucu. Jangan terlalu lama membuat orang tua menunggu. Ibu sudah lama kesepian." Ibu mengutarakan keinginannya kepada kami.
Alexander berjalan mendekati ibunya. "Ibuku sayang, calonnya sudah ada. Tapi dia masih ragu pada putramu. Bisakah membantuku untuk meyakinkannya?" Alexander merayu ibunya.
Dear?!
Saat itu juga kusadari jika Alexander sedang meminta pembelaan dari ibu.
"Kau sendiri memangnya tidak sanggup apa?!" Ibunya memasang wajah kesal kepada putranya.
Alexander memegang kedua pundak ibunya. "Aku sudah berusaha keras, Bu. Tapi hati wanita memang sulit ditaklukkan. Bisakah beri tips dan trik agar bisa mendapatkannya dengan cepat?" Mereka seperti sedang bergurau di depanku.
Aku tersenyum, bahagia mendengarnya. Berusaha menahan tawa karena melihat rayuan Alexander kepada ibunya. Rasanya pasti bahagia jika menikah dengan pria tinggi berambut pirang itu. Kehadiranku sudah disukai ibunya, bahkan aku juga sudah diminta untuk segera menikah. Lantas apa lagi yang harus kukhawatirkan dari hubungan ini? Restu sudah kami dapatkan. Saatnya menghamparkan altar pernikahan.
Dear ... jangan membuatku tertawa setelah ciuman kita yang hampir ketahuan oleh ibu. Kutahu kau sedang mengalihkan perhatiannya agar ibu tidak marah, bukan? Dasar! Kau memang bisa saja menenangkan hati orang.
Lantas aku pun mendengarkan gurauan mereka. Setelah itu ibu meminta kami untuk lekas beristirahat. Karena katanya, besok pagi-pagi akan ada kerjaan untuk kami. Entah apa, rasanya tubuhku juga sudah lelah dan ingin segera memejamkan mata. Jadi ya sudah. Mari kita memasuki alam mimpi. Selamat beristirahat!
kapan update
ditunggu yaaqq