Demi bisa hamil, Deavenny sampai nekat mencuri benih suaminya sendiri yang tak mau memiliki anak dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Utusan Tuan Dominique yang ditunggu sejak tadi sudah duduk di hadapan Daddy Davis. Dia menyodorkan sebuah iPad yang menunjukkan beberapa foto Nona Deavenny. “Putri Anda sedang hamil.”
Daddy Davis mencengkeram ujung meja dengan sangat erat. Melihat putrinya dengan perut semakin besar, tapi tubuh justru nampak kurus. “Anak siapa?”
“Tuan Marvel.”
Seketika itu wajah Tuan Dominique terlihat tajam, tak suka mendengar berita tersebut. “Jemput mereka berdua, bawa pulang ke sini, secepatnya!”
“Baik, Tuan.”
...........
Marvel berusaha memberikan yang terbaik untuk merawat istri dan anaknya. Walaupun sejujurnya ia sangat ingin Deavenny mengakhiri kehamilan sekarang saja karena melihat kondisi wanita yang dicintai semakin kurus, membuat hatinya begitu sakit.
Pagi ini Marvel menemani istrinya cek rutin di rumah sakit. Seharusnya jadwal masih lima hari lagi, tapi melihat Deavenny yang tampak tak sehat, membuatnya memutuskan untuk datang sebelum waktunya saja.
Marvel menatap istrinya yang sedang terlelap di atas brankar karena merasakan pusing terus akhir-akhir ini, hingga akhirnya diberikan obat tidur oleh dokter, tapi sudah takaran khusus untuk ibu hamil. Sedangkan dirinya sedang duduk berhadapan dengan wanita yang baru saja memeriksa Deavenny.
“Bagaimana kondisi istri dan anakku, Dok?” tanya Marvel.
“Tekanan darah istri Anda tergolong tinggi, Tuan. Jika terus seperti ini, bisa berbahaya untuk proses persalinan dan kesehatannya.”
“Lalu, apa yang seharusnya dilakukan supaya kehamilannya tidak berbahaya untuk kesehatan?” Sebagai suami, Marvel tentu saja cemas. Tapi, kalau boleh memilih, lebih baik kehilangan calon anaknya daripada Deavenny.
“Untuk saat ini, saya sarankan rawat inap, sembari hasil laboratorium keluar. Semoga Nona Deavenny tetap sehat.”
Marvel menurut saja, apa pun yang terbaik akan diterima. Tapi, dalam lubuk hatinya merasakan sedikit takut kalau istrinya mengalami preeklamsia, seperti yang dia khawatirkan sejak awal.
Marvel terus menggenggam tangan Deavenny ketika brankar itu didorong menuju ruang VVIP. Terlihat jelas kalau pria tersebut sangat menyayangi istrinya.
Setelah dipindahkan ke ranjang pasien, Marvel mengucapkan terima kasih pada perawat yang sudah membantu. Dia duduk di kursi samping Deavenny, mengusap wajah tirus dan pucat yang kini sedang terlelap.
“Semoga semua akan baik-baik saja dan berjalan seperti yang kau inginkan,” harap Marvel. Matanya sudah berkaca-kaca karena menyaksikan wanita yang dicintai sedang lemas tak berdaya.
Seharusnya, Deavenny merasakan kehamilan yang menggembirakan, melakukan babymoon ke pantai atau tempat wisata lain agar tak stres. Tapi, wanita itu justru menghabiskan waktu untuk bolak balik ke rumah sakit.
Disaat Marvel terus mengusap permukaan tangan Deavenny, ia mendengar suara pintu diketuk dari luar. Melepas sebentar genggaman itu untuk membukakan pintu karena orang yang mengetuk tak segera masuk.
Marvel melihat tampilan pria yang berdiri di hadapannya. Dari atas sampai bawah, tanpa kecuali. “Kau siapa?” Dia belum pernah melihat orang itu.
“Saya utusan Tuan Dominique, beliau memberiku tugas untuk menjemput Anda dan Nona Deavenny pulang ke Helsinki.”
Marvel menghela napas pelan, sudah diduga, mertuanya pasti akan mencari tahu semuanya walaupun dirinya sudah berusaha untuk menghindar. “Maaf, jangan sekarang, istriku sedang sakit. Aku pasti akan kembali kalau kondisi Deavenny mulai membaik.”
Pria yang diutus oleh Daddy Davis itu melihat ke arah ranjang pasien. “Aku akan tanyakan pada Tuan Dominique terlebih dahulu, apakah memberikan izin atau tidak.”
“Silahkan.” Marvel hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi? Mengelak? Kabur? Kalau sudah menyangkut putri kesayangan Tuan Dominique, pasti akan dicari. Dia menutup lagi pintu ruang rawat itu, membiarkan pria yang menemuinya menelepon mertuanya.
...*****...
...Siap-siap kena amukan dah lu Vel. Noh mertuamu yang dominan dah mulai mengeluarkan tanduk...