NovelToon NovelToon
Bad Girl Vs Ice Boy

Bad Girl Vs Ice Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: blue rose

Ig: @nabilakim28

"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-

Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.

Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?

"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-

Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!

Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?

Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keduapuluhtujuh

Karena semua nya terlihat baik-baik saja, makanya aku merasa tidak baik-baik saja

-Hera nya Sean sekarang dan selamanya-

S E L A M A T  M E M B A C A

Mungkin ini adalah salah satu hari di mana Hera menjadi sangat\-sangat  gugup. Dia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, dia terus mencocokkan bajunya di tubuh mungilnya itu. Bajunya berserakkan di lantai dan sepertinya Hera tidak peduli akan hal itu …, yang dia pedulikan sekarang adalah bagaimana bisa tampil cantik

di hadapan Sean nanti.

“Hera, Sean udah nunggu dari tadi …,” ujar mama dari luar kamar Hera. Akhirnya Hera menetapkan pilihan pada gaun berwarna peach selutut dan sepatu berwarna putih polos. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan sedikit kepangan kecil di sisi kanan kepalanya.

Setelah itu hera keluar kamar dengan terburu\-buru, dia tidak ingin membuat Sean menunggu. Hera menuruni tangga dengan tergesa\-gesa … dan akhirnya dia kehilangan keseimbangan dan membuatnya terjatuh dari tangga.

“Arghtt!” teriaknya. Hera menutup matanya rapat\-rapat, dia menunggu rasa sakit yang akan datang ketika tubuhnya jatuh menghantam lantai—eh? Tidak jatuh? Hera membuka matanya, dia mengerjapkan matanya sesaat. Dia beneran tidak jatuh? Hera merasakan ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Hera mengikuti arah tangan itu, “Sean?!” panggil Hera kaget. Dia langsung turun dari pelukkan Sean. Hera melangkah menjauh mukanya tersipu malu karenanya, bukan karena Sean menangkapnya tadi …, tapi karena penampilan Sean sangat menggoda iman sore ini. Kemeja hitam dengan kancing atas yang sengaja tidak terkancing, ohh jangan lupakan lengan kemejanya yang dilipat ke atas dan membuat vena nya terlihat dengan jelas. Hera bersyukur dalam hati karena pria tampan ini adalah pacarnya.

“A\-ayo pergi!” ujar Hera lalu berjalan mendahului Sean. Hera harus menyembunyikan warna mukanya yang memerahkan?

“Jalannya pelan\-pelan …” Sean berjalan di depan Hera dengan tangan yang menggemgam tangan Hera entah dari kapan?

Mereka keluar dari rumah Hera dan berjalan ke arah mobil mewah Sean yang terparkir rapi di halaman rumah Hera. Saat Hera ingin membuka pintu, tangan Sean langsung menyela dan membuka pintu itu terlebih dahulu dan mempersilahkan pacarnya masuk terlebih dahulu. Hera awalnya bingung, karena gak biasanya Sean memperlakukan Hera seperti ini, bak sebuah boneka yang sangat rapuh—tapi Hera suka dengan perlakuan manis Sean terhadapnya.

Mereka berkendara selama satu jam, menelusuri jalan ibu kota yang selalu ramai akan kendaraan yang berlalu lalang tanpa henti. Selama di perjalanan Hera banyak bercerita tentang masa kecilnya dan tentang kejadian lucu yang di alaminya, sementara Sean hanya menanggapinya seadanya …, Hera maklum bahwa pacarnya yang irit bicara ini tidak menjawab banya … dia sudah bersyukur bahwa pacarnya mau mendengar cerita unfaedahnya.

Akhirnya mereka sampai di sebuah restoran Prancis dengan desain klasik yang menenangkan, Hera masuk ke dalam restoran dengan di dampingi oleh Sean yang mengekorinya dari belakang. Pelayan restoran langsung membungkuk hormat ketika kedua sejoli itu masuk ke dalam. Hal yang pertama di lihat Hera adalah jejeran kursi kosong yang memenuhi restoran, ah dia sekarang melihat sebuah meja yang di tata sedemikian rupa di tengah restoran ini. Meja itu berbentuk bundar dengan hanya di lengkapi dua kursi, lilin dan bunga mawar biru terletak di tengah mejanya. Hera melirik ke arah Sean yang berada di belakangnya, Hera menaikkan alisnya seperti bertanya: Ini kamu yang siapin?  Sementara yang di lihatnya hanya memberikan senyuman penuh arti.  Sebenarnya Hera tidak kaget dengan Sean mampu menyewa satu restoran mewah seperti ini, hanya saja dia kaget karena Sean tiba\-tiba jadi romantis seperti ini. Apa pria dingin itu kerasukan sesuatu?

Mereka berdua akhirnya duduk di kursi yang telah di siapkan oleh pihak restoran. Hera masih menatap Sean tidak percaya, “kamu kesambet apa?” tanya Hera tiba\-tiba. Sean terkekeh, gagal deh rencana dinner romantis karena pertanyaan bar bar Hera barusan. “Kamu gak suka?” tanya Sean balik.

“Siapa sih cewek  yang gak suka di buat yang kayak gini … tapi kamu kesambet apa?” tanya Hera lagi.

“Aku juga nggak tau.” Sean tersenyum. Oh god! Tolong kondisikan senyumannya, bisa diabetes Hera lama\-lama.

Akhirnya makanan sampai, dan Hera langsung mengubah fokusnya ke makanan yang tersaji di depannya, karena tidak baik menatap Sean terlalu lama—kasian jantung Hera. Hera makan dengan lahap, Sean tersenyum melihatnya … entah mengapa apapun yang dibuat Hera terlihat lucu di matanya.

“Enak?” tanya Sean.

Hera menganggukan kepalanya lalu menjawab, “enak … kamu coba juga,” jawab Hera yang masih terfokus pada kegiatan makannya. “Suapin,” balas Sean. Hera langsung terbatuk mendengar apa yang Sean katakan,  Sean mengambil air dan memberikannya kepada Hera …, Hera meminum air itu sampai tandas. “Ok beneran! Kamu kesambet apa sih? Apa kamu kesambet mbak kunti di pohon beringin, atau apa?” tanya Hera heboh.  Bukannya menjawab, Sean malah bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Hera yang terheran\-heran. Sean memutar kursi Hera hingga menghadap ke arahnya, Hera membolakan matanya kaget akan perilaku Sean, sean tersenyum lembut lalu mengecup dahi Hera pelan, dan selanjutnya dia berkata …, “kamu gak suka?” Hera menatap netra hitam itu dalam, lalu bibirnya melengkung ke atas matanya pun menyipit membentuk bulan sabit,

“suka,” jawabnya atas pertanyaan Sean tadi. Sean ikut tersenyum melihat Hera\-nya tersenyum, lalu dia mengacak\-ngacak rambut Hera dan membuat yang punya mendengus kesal.

“Lain kali jangan senyum lagi.”

“Eh kenapa? Wlekk suka\-suka aku lah …,” balas Hera tidak

terima.

“Cuma aku yang boleh liat.” Oh my, tolong selamatkan Hera …, sejak kapan Sean punya sisi possesif seperti ini tapi sekali lagi—dia suka.

“Aku udah kenyang … ayo pulang,” ajak Hera. Sean menggelengkan kepalanya pelan.

“Acara intinya belum mulai tuh … nanti aku antar pulang kalau udah selesai semua.” Hera menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal, jadi maksudnya masih ada lagi yang di siapkan oleh Sean kan?

\-\-\-\-

Hera menatap pintu besi itu lama, dia tersenyum mengingat kejadian lalu yang menjadi kenangannya dengan Sean yang berada di balik pintu itu. Hera melirik ke arah Sean yang mengambi kunci lalu membuka pintu itu. Tempat itu adalah atap perusahaan Sean yang sekaligus menjadi tempat persembunyian Sean. Setelah pintu terbuka Sean mempersilahkan Hera masuk terlebih dahulu, kemudian Sean masuk selanjutnya.

Tempat itu benar\-benar di renovasi lagi oleh Sean, dulu dia pernah melakukan hal yang sama …, hanya saja sekarang terlihat lebih elegan dan mewah dengan banyaknya interior yang memakai bunga mawar biru sebagai pointnya. Terdapat layar besar yang biasanya di gunakan oleh Sean dan Hera untuk menonton film. Hera tersenyum bahagia. Sebagaimana mewah restoran tadi, bagi Hera itu tetap kalah dengan rooftop yang penuh kenangannya dengan Sean ini.

Sean mengambil remot kecil yang terletak di samping sofa, lalu menekannya. Hanya berselang satu detik dan sebuah video terputar di layar putih itu yang sekarang berganti dengan banyak foto Hera. Hera mengalihkan

perhatiannya ke arah layar. Matanya berkaca\-kaca, tapi senyuman tidak pernah luntur mengiasi wajah indahnya yang bersinar di bawah cahaya bulan.

Video terus terputar, hanya beberapa slide foto Hera dan Sean … dan juga video mereka bersama saling bergandengan tangan. Hera bahkan tidak sadar kapan video itu diambil, tapi dia dapat melihat ekspresi bahagianya

ketika sedang bersama Sean. Bahkan Hera sendiri itu tahu dia memiliki ekspresi seperti itu. Hera terus menggengam tangan Sean erat, tidak ada suara percakapan di antara keduanya … masing\-masing terlarut menghayati video yang sedang diputar.

Hera merebahkan kepala lelahnya ke bahu Sean, dia memang paling suka bermanja\-manjaan seperti ini dengan Sean. Ini pertama kali Hera menunjukkan sisi manjanya di depan orang lain selain keluarganya, bahkan saat dulu dia berpacaran dengan Reza dia tidak seperti ini.

“Kamu suka?” tanya Sean setelah videonya berakhir. Hera mengangguk mantap untuk mengiyakan pertanyaan Sean tadi. Sean tersenyum lembut … ternyata persiapannya dari tadi pagi tidak berakhir sia\-sia. Hera mencium sekilas pipi Sean, Sean tidak bisa tidak kaget karena kelakuan Hera tadi tapi sepertinya Hera tidak mempermasalahkannya … buktinya sekarang dia tersenyum polos ke arah Sean. “Kapan kamu siapin ini semua?” tanya Hera sambil memainkan jari Sean yang tentu saja lebih besar dari jari miliknya. “Dari tadi pagi.” Sean mengelus pelan rambut Hera. “Hehe …, aku gak tau kamu ternyata se\-sweet ini,” goda Hera. Sean menghela napasnya, “aku juga nggak tau.” Jujur dia juga kaget dia bisa seperti ini untuk Hera—benar\-benar bukan seperti Sean yang biasanya.

“Aku takut …,” ujar Hera, matanya menatap ke arah bulan.

“Hm? Takut apa?” tanya Sean tidak mengerti.

“Aku takut saat aku terlalu senang, nanti sesuatu yang buruk akan terjadi …, karena itu aku selalu menjaga emosiku supaya tidak terlalu senang. Tapi bisa gak aku senang saat bersamamu? dan aku harap kamu tidak akan

menghilang nanti …, aku ingin kebahagian ini bertahan sedikit lebih lama.” Hera mentap dalam mata Sean, dia ingin Sean untuk tetap bersamanya—hanya itu

harapannya.

“Janji ya jangan pergi,” ujar Hera sambil mengangkat jari kelingkingnya. Sean tersenyum kemudian Sean melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Hera, cowok itu lalu mencium punggung tangan hera.

“Kamu tau, aku gak mau ninggalin kamu …,” ujarnya kemudian. Hera tersenyum mendengarnya, Sean terlihat sangat tulus malam ini. Dan dia sangat menyukainya, hanya Sean yang dapat membuat Hera merasa jatuh cinta dan di cintai setiap harinya—hanya karena pria dingin itu.

Sean menggapai tangan Hera untuk lalu kembali menggenggamnya erat. Tangannya Hera yang jauh lebih kecil dari tangannya membuatnya pria itu dengan mudah menggenggamnya. “seperti ini untuk sebentar lagi ya …,” ujar Sean

sambil menatap netra coklat itu lembut, Hera menggangguk lucu untuk mengiyakannya.

\-\-\-\-

Sesampainya di rumah Hera, Sean membukakan sabuk pengaman yang sebelumnya terpasang pada Hera, namun sebelum itu dia mencium bibir hera dengan sengaja, hanya ciuman singkat sih. Hera langsung menabok lengan Sean, Sean emang kebiasaan … gak tau tempat, kalau kakek Hera liat gimana coba—walau kakek merestui mereka—tapi kan tetap aja ini lain ceritanya.

“Kamu ihhh ….” Hera menutup matanya malu.

“Kenapa?” tanya Sean iseng. Padahal dia tau kenapa Hera bersikap begitu, tapi baginya muka Hera yang sedang malu itu sangat imut …, dan membuatnya ingin mengganggunya tiap hari.

“Pakek nanya lagi?! Jangan sok polos, aku tau kamu sengaja.” Hera masih menutup mukanya. Sean terkekeh lalu menggapai tangan yang menutupi muka merah kekasihnya itu, “aku mau liat muka pacarku … kamu jangan tutupin

dong,” ujar Sean lalu tersenyum polos. “kamu belajar gombal dari mana sih?” tanya Hera mengalihkan pandangannya ke arah rumahnya—ceritanya mereka masih dalam mobil—sean kemudian mengacak\-ngacak rambut Hera, “dari kembaranmu tuh ….” Sean menunjuk ke arah depan mobilnya yang dimana terdapat sesosok manusia di dalam balutan hoodie pink yang cute, sambil membawa kantong kresek yang sepertinya berisi cemilan.

“ya ampun dia dapat dari mana hoodie imut itu?” tanya Hera sambil keluar dari mobil Sean dan kemudian diikuti oleh Sean yang ikut keluar.

“pacaran terosss! Sampe kembaran sendiri di lupakan keberadaannya di dunia ini,” sindir Henry.

“Jangan katain pacarku Hen,” balas Sean.

“IYA ADEK IPAR!” setelah mengatakan itu Henry langsung berlari masuk ke dalam rumahnya.

“emm aku mau masuk juga, kamu hati\-hati nyetirnya ya …, see you.” Setelah itu Hera mengecup bibir Sean bentar hanya menempel bentar lalu gadis itu  langsung berlari masuk ke rumahnya, dia pasti malu banget sekarang. Sean tersenyum, ternyata pacarnya bisa inisiatif juga.

\-TBC\-

ps: ini tenang sebelum badai ya guys:\)

**oh ya ada yang nanya tentang visual para tokoh, kalo boleh jujur sebenarnya aku udah siapin visualnya dari awal mula aku nulis cerita ini. tapi aku gak mau batasin kalian berimajinasi hehe. kalau kalian mau, aku bakal buat sesi perkenalan tokoh, tapi ya gitu aku kan kpopers jadi tokohnya bakal idol kpop gitu, dan aku khawatir kalian banyak yang gak suka:\( jadi gimana? mau aku buatin sesi perkenalan tokoh gak nih**?

1
...
sama andrew aja sis..
...
knp ya aku ngerasa kalau si X ini ada berada di sekitar mereka..
Queen Sha
ahhhciyeeee.... aauthorrr keseringan lihat drakor kayak aq juga
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
ntahlah, agak lain memang.

tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.
Novia Ayu Apriani
🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Oh si cntik Gina menyamar jadi cewek cupu ternyata...ckck..😅😅
Alvinda68
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Yang anehnya, Kenapa Gina harus baca buku ditempat itu? malam2 lagi..🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Kamu akan di jodohkan dgn Sean deh Hera 😂😜
Qaisaa Nazarudin
Cowok ini Sean kan temennya Henry??
Qaisaa Nazarudin
Whaat Hera baru kelas X? ku pikir kelas X1.. Tapi cerdas nih anak bisa masuk kelas IPA ..
Qaisaa Nazarudin
Asem🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Sekolah lama kak Rendy kan itu 🤣🤣
Yuki azura
kk boleh masukin aku ke grup chat
Riska Auliaa
Y
f1q.x3a
aaa gemes😭
f1q.x3a
adik ipar😂✨
Uma Hidayah
cocok...sesuai imajinasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!