Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Keluarga
Malam semakin larut. Angin dingin menyusup masuk lewat celah-celah dinding gubuk tua tempat Kaelen tinggal sendirian. Di dalam ruangan yang sederhana dan agak pengap itu hanya ada cahaya remang dari satu pelita minyak yang hampir habis apinya. Di sini, di tempat yang dulu menjadi tempat tinggal ayah dan ibunya sebelum mereka meninggal dunia beberapa tahun lalu, Kaelen duduk termenung.
Sejak kembali dari alun-alun kota setelah mengalahkan Rian dan membuat seluruh warga terkejut. Perasaannya belum juga tenang. Kemenangan itu memang memberinya kebanggaan dan rasa aman, namun di hati kecilnya, tanda tanya besar terus bergemuruh.
Kenapa aku? Kenapa hanya aku yang bisa melakukan ini? Mengapa Kristal Penentu menyatakan aku kosong, padahal aku memiliki kekuatan sebesar ini? Apakah benar aku hanyalah anak buangan tanpa asal-usul, seperti yang sering dikatakan semua orang?
Pikiran-pikiran itu terus menghantui pikiran Kaelen. Dia teringat wajah-wajah warga yang penuh keraguan. Teringat bagaimana mereka selalu menganggap keluarga Voss sebagai keluarga miskin yang tidak punya bakat sihir sama sekali.
Semakin Kaelen merasakan kekuatan besar yang mengalir di tubuhnya. Semakin dia yakin bahwa ada sesuatu yang salah. Ada sesuatu yang tersembunyi dari masa lalunya.
Matanya kini tertuju pada satu sudut ruangan. Sudut yang sudah lama tidak pernah dia sentuh atau bersihkan. Di sana tertutup tumpukan kain usang dan debu tebal terdapat sebuah peti kayu kecil berwarna cokelat tua. Itu adalah peninggalan satu-satunya yang ditinggalkan oleh ayahnya sebelum meninggal dunia.
Dulu saat ayahnya masih hidup, Kaelen pernah bertanya tentang peti itu. Namun ayahnya selalu melarangnya membukanya sambil berkata dengan nada sedih. "Belum waktunya, Kaelen. Sampai saat kau menyadari bahwa dirimu berbeda dari yang lain. Biarkan benda itu tertutup. Nanti jika aku sudah tiada dan kekuatan itu bangkit. Kau akan mengerti segalanya."
Kalimat itu dulu terdengar asing dan tidak dimengerti oleh Kaelen. Namun malam ini dia mengingat kembali kata-kata itu. Jantungnya berdegup kencang. Apakah ini yang dimaksud ayahnya? Apakah sekarang waktunya?
Kaelen beranjak dari tempat duduknya. Dia kemudian berjalan mendekati sudut ruangan itu dengan langkah perlahan. Dia menyingkirkan kain-kain usang yang menutupi peti itu.
Debu tebal berterbangan di udara saat Kaelen menyapunya dengan tangan. Peti itu terlihat sangat tua. Kayunya sudah mulai retak dimakan usia.
Namun ukiran-ukiran di atasnya masih terlihat jelas yaitu pola-pola awan yang melilit. Api yang berkobar, dan Air yang beriak. Simbol-simbol elemen yang indah namun misterius.
Tidak ada gembok yang menguncinya. Hanya seutas tali kulit yang sudah kering dan rapuh. Kaelen memotong tali itu dengan sebilah pisau kecil, lalu perlahan mengangkat tutup peti itu berderit.
Di dalam sana, tidak ada emas atau perak. Tidak ada harta benda. Hanya ada satu benda yang terbungkus kain beludru hitam yang warnanya sudah memudar, dan selembar surat pendek yang tergeletak di atasnya.
Kaelen mengambil surat itu terlebih dahulu. Tulisan tangan ayahnya yang rapi namun sedikit gemetar tertulis di atas kertas kuning itu.
"Anakku, Kaelen."
"Jika kau membaca ini, berarti aku sudah tiada, dan berarti kekuatan itu akhirnya bangkit pula di dalam dirimu. Maafkan Ayah yang selama ini membiarkanmu dihina. Membiarkanmu dianggap sampah, dan tidak pernah membela dirimu. Bukan karena Ayah tidak sayang padamu, tapi karena kami terpaksa. Kami harus berpura-pura lemah. Berpura-pura miskin, dan berpura-pura tidak berdaya agar bisa bertahan hidup di dunia yang kejam ini.
"Kau bukan anak sembarangan, Kaelen. Darah yang mengalir di tubuhmu adalah darah bangsawan tertinggi. Darah dari sosok yang pernah menguasai segalanya. Baca buku di dalam bungkusan ini. Di sana tertulis semua kebenaran. Semua sejarah yang telah dihapus orang-orang, dan alasan mengapa kita harus hidup dalam bayang-bayang penderitaan ini.
"Jangan dendam pada takdir. Gunakan kekuatan itu untuk bangkit. Untuk mengembalikan nama baik keluarga kita, dan untuk menuntut balas atas kejahatan yang dilakukan kepada leluhur kita ribuan tahun yang lalu. Ayah selalu bangga padamu, anakku."
Tangan Kaelen gemetar hebat saat selesai membaca surat itu. Air mata menetes tanpa sadar di pipinya. Selama ini dia mengira ayahnya hanya orang biasa yang pasrah dihina. Ternyata ayahnya tahu segalanya. Dia menyimpan beban berat itu sendirian bertahun-tahun, demi melindungi nyawa putra satu-satunya.
Dengan hati berdebar, Kaelen membuka bungkusan kain beludru hitam itu. Di dalamnya terdapat sebuah buku tebal berukuran besar. Sampulnya terbuat dari bahan yang dingin dan halus, seolah campuran kulit dan logam, dengan tulisan berwarna emas yang masih berkilau samar yaitu Catatan Sang Penguasa Terakhir, Elzar Voss.
Kaelen mulai membaca halaman demi halaman. Dan seiring dia membalik lembaran kertas kuno itu, seluruh dunia yang dia kenal runtuh dan berubah sepenuhnya.
Buku ini adalah catatan sejarah pribadi yang ditulis langsung oleh leluhur terbesar mereka, Elzar Voss, ribuan tahun yang lalu. Di dalamnya tertulis kisah yang sengaja dihapus dari sejarah resmi dunia.
Dulu ribuan tahun silam, dunia belum terbagi dalam kekuasaan elemen seperti sekarang. Saat itu ada satu sosok yang berdiri di puncak tertinggi. Dihormati oleh alam. Ditakuti oleh kegelapan, dan dipuja oleh seluruh manusia.
Dia adalah Elzar Voss, Sang Penguasa Elemen Terakhir. Dia adalah satu-satunya makhluk yang diberkati alam semesta dengan kemampuan untuk menguasai, menyerap, dan menciptakan seluruh jenis elemen yang ada yaitu Api, Air, Tanah, Angin, Petir, Cahaya. Bahkan elemen langka seperti Ruang dan Waktu.
Keluarga Voss saat itu adalah keluarga paling mulia dan paling berkuasa. Mereka tinggal di istana yang melayang di awan menjadi pelindung dan penyeimbang dunia selama berabad-abad.
seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/