Kehidupan rumah tangga Vira dan Vicky luar biasa sempurna, kasih sayang yang tidak pernah Vira rasakan karena Vira seorang yatim piatu ia dapatkan dari sang suami dan Ibu mertuanya. Namun dunia selalu berputar bukan? Konflik dan intrik mulai menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga Vira saat ia menerima kerabat sang suami masuk ke dalam rumahnya dengan tangan terbuka. Rumah tangga dengan pondasi yang kokoh perlahan mulai goyah karena gerilya sang kerabat yang diam - diam menginginkan posisi Vira. Akankah rumah tangga Vira dan Vicky bertahan, atau Vira akan menyerah mempertahankan cinta sejati dalam hidupnya? Dan adakah orang yang akan menyelamatkan Vira dari dera siksa yang didapatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shinta Aryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa simpati Alex pada Vira
...Waktu telah menunjukkan jam 5 sore, Vira tengah bersiap - siap untuk pulang, Alex sedang ada meeting diluar hotel, Vira diperintahkan untuk segera pulang apabila sudah jam pulang...
Mendung menggelayut, Vira segera beranjak dari gerbang hotel untuk berjalan kaki seperti kemarin, ia lupa kalau ia tidak membawa ponselnya karena ponselnya rusak akibat kehujanan akibatnya ia tidak bisa memesan ojek online, dan disini lah ia.. berjalan seperti kemarin sore, Vira berdo’a semoga kali ini heels sepatunya tidak copot lagi seperti kemarin.
Baru beberapa langkah setelah do’a itu ia rapalkan, heels sepatunya kembali lepas.. Vira tersenyum miris, hari ini ia akan bertelanjang kaki seperti kemarin
“Lama - lama kakiku kapalan” gumam Vira
Sudah hampir 20 menit Vira berjalan sebelum hujan deras mengguyur sekujur tubuh Vira, badan Vira kembali basah kuyup sama persis seperti hari sebelumnya, Vira terus berjalan dengan sepatu yang ia tenteng.
Vira melihat jam di pergelangan tangannya
...“Tinggal 10 menit lagi nyampe pangkalan angkot Vir, ayo semangat” gumamnya menyemangati dirinya sendiri...
Petir tiba - tiba menggelegar membuat Vira refleks menutup telinganya sambil berjongkok di tepi jalan
...----------------...
Mobil mewah Alex melaju di tengah hujan deras yang tiba - tiba mengguyur, pikiran Alex tidak lepas dari sosok Vira
“Apa dia sudah pulang ya?” Batin Alex
Alex melihat kilatan cahaya di luar yang diakhiri dengan suara petir yang menggelegar, netra Alex kemudian terpaku pada sosok yang samar - samar seperti ia kenal
“Vira” gumamnya ketika melihat seorang perempuan tengah jongkok di pinggir jalan sambil menutup kedua telinganya
“Umar, hentikan mobilnya” Titah Alex pada Umar yang seketika menghentikan mobilnya beberapa meter dari tempat Vira berjongkok
Satu mobil di depan dan di belakang mobil Alex yang berisi para bodyguard pun ikut berhenti
Vira yang tengah berjongkok dan menutup telinga dan juga matanya tiba - tiba merasa kalau hujan di atas kepalanya berhenti, ia membuka matanya pelan dan melihat wajah tampan Alex sedang berdiri di depannya dengan memegang payung, beberapa bodyguard berjaga - jaga di sekeliling Alex
...“Kamu ngapain disini Vir?” Tanya Alex pada Vira...
...“Tu -Tuan, maaf.. ada apa ya?” Tanya Vira dengan bibir yang sudah pucat gemetaran...
...“Kamu ngapain disini hujan - hujanan?” Tanya Alex bingung yang kemudian memindai Vira dari ujung kaki ke ujung kepala, dan melihat Vira tengah menjinjing sepatunya...
^^^“Sa - saya, mau ke pangkalan angkot Tuan” ucap Vira sambil tersenyum dengan bibir yang gemetaran^^^
...“Saya antar pulang ya” tawar Alex dengan pandangan cemas...
...“Ga usah Tuan, ini sudah deket kok” tolak Vira halus...
...“Udah ayo masuk, diluar dingin banyak petir lagi” tutur Alex sambil menarik tangan Vira...
...“Tap - tapi Tuan baju saya basah, nanti mobil Tuan kotor” jawab Vira segan sambil menarik halus tangannya dari pegangan Alex...
...“Ga apa -apa, ayo masuk” Alex kemudian menarik tangan Vira dan memasukkan Vira ke dalam mobil sebelum kemudian ia masuk dan duduk di samping Vira...
...“Kamu kenapa harus naik angkot, bukannya pangkalan angkot jauh ya dari hotel”...
...“Iya, maaf Tuan” jawab Vira...
“Kamu kan bisa nelepon saya atau Francis untuk minta diantar pulang, atau kamu bisa minta tolong driver hotel buat nganterin” cerocos Alex
“Iya, maaf Tuan” jawab Vira sambil tersenyum
...“Vir, jangan maaf - maaf terus.. jawab kamu kenapa ...
...harus naik angkot dan ngapain kamu ngelepas sepatu gitu?” Tanya Alex sambil melihat sepatu Vira yang kondisinya mengenaskan, beberapa lem sudah terlepas sehingga sepatu menganga, heelsnya pun sudah copot entah kemana...
Vira yang menyadari tatapan Alex menundukkan wajahnya dan menyembunyikan sepatunya di samping kaki Vira
Alex memperhatikkan Vira dari bawah sampai atas, ia baru menyadari bahwa baju yang Vira pakai hari ini adalah baju yang Vira pakai ketika mereka pertama bertemu, ia ingat betul ada sedikit noda tinta di kerah baju Vira.
Alex kemudian mengalihkan pandangannya ke depan, ia menghela nafas panjang..
...“Apa gadis ini semiskin itu sampai ia hanya punya 1 setel baju kerja dan 1 pasang sepatu?” Batinnya...
Mobil terus melaju menuju rumah Vira sesuai arahan yang Vira berikan pada Umar
Alex menoleh ke samping, melihat wajah Vira yang masih basah oleh hujan.. ia kemudian meraih tisu, lalu mengelapkan tisu itu pelan pada wajah Vira
Vira terhenyak, ia kemudian mengambil tisu dari tangan Alex lalu mengelap wajahnya sendiri
Vira kemudian menangkupkan tangannya di depanbadannya, mencoba untuk mengusir rasa dingin akibat AC mobil dan bajunya yang basah
Alex yang melihat itu dengan tangkas membuka jasnya dan kemudian memakaikannya pada Vira
...“Sudah hangat?” tanya Alex pada Vira...
...“Sudah Tuan, terima kasih” ucap Vira sopan...
...“Vir, kamu tinggal sama siapa di rumah” tanya Alex pada Vira yang tengah menundukkan wajahnya yang memerah karena perlakuan lembut Alex padanya...
...“Anu Tuan, dengan kedua Ibu saya dan adik saya” jawab Vira ...
...“Kedua Ibu? Maksudnya kamu punya 2 orang Ibu?” Tanya Alex penuh selidik, ia tak mengerti ucapan Vira ...
...“Iya Tuan” jawab Vira singkat...
Alex kemudian manggut - manggut
Ia kemudian mengirim pesan pada Francis yang berada di kursi depan
...“Tolong selidiki tentang Vira sedatil - detailnya, kemudian laporkan pada saya segera” tulisnya pada Francis ...
...“Baik Tuan, segera saya selesaikan” jawab Francis...
Mobil depan kemudian berhenti tiba - tiba, yang menyebabkan mobil Alex dan mobil di belakangnya juga berhenti
Francise menerima panggilan di ponselnya, sebelum ia kemudian menoleh ke arah belakang dan bicara pada Alex
...“Tuan, maaf ada pohon tumbang di depan.. pohonnya sangat besar jadi tidak bisa dilewati” lapornya...
...“Apa ada jalan lain Vir” tanya Alex...
...“Maaf Tuan setau saya tidak ada” jawab Vira yang tiba - tiba cemas, ia menggigit bibir bawahnya...
Alex yang melihat itu merasakan getaran dalam hatinya, hasratnya naik
...“Jangan sekarang” batinnya sambil meringis menahan sesuatu yang mulai terbangun...
...“Tuan, saya turun disini saja.. saya bisa jalan kaki” tutur Vira ...
...“Jalan kaki? Dalam kondisi hujan sederas ini Vir?” Tanya Alex memastikan ...
...“I- iya Tuan” jawab Vira ...
Alex berpikir sejenak
...“Umar, tolong putar balik.. kita pulang ke rumah saya” ujar Alex pada Umar...
...Umar mengangguk mengerti kemudian memutar balik mobilnya...
...“Kamu nginep di ke rumah saya ya malam ini” ucap Alex pada Vira ...
...“Tu - Tuan, tidak usah.. saya pulang saja, saya bisa jalan kaki” tolak Vira gelagapan, orang di rumahnya pasti khawatir kalau Vira sampai tidak pulang...
...“Vir, kamu tanggung jawab saya.. saya tidak mau kamu kenapa - kenapa” tandas Alex ...
...“Kamu kabarin orang rumah ya, supaya mereka tidak khawatir” titah Alex ...
Vira tak merespon, jarinya saling bertaut
...“Vir?” ...
...“Ma - maaf Tuan saya tidak membawa ponsel, ponsel saya rusak karena kehujanan kemarin” jawab Vira jujur...
...“Kamu ga punya ponsel?” Alex kaget...
...“Iya Tuan, maaf” ucap Vira yang langsung tertunduk...
...“Kamu pake ponsel saya dulu ya, hubungi keluarga kamu supaya mereka ga nungguin kamu” ujar Alex sambil menyodorkan ponsel mahalnya...
Vira kemudian menghubungi Tuti dan memberi tahu kalau ia tidak bisa pulang malam ini dan tak perlu mengkhawatirkannya
...“Terima kasih Tuan” ucap Vira sambil mengembalikan ponsel Alex...
Alex tersenyum hangat
Di dalam hati Alex ia benar - benar bahagia, jantungnya seperti berlomba membayangkan ia akan pulang ke rumah bersama Vira
Satu jam kemudian mobil masuk ke dalam sebuah pekarangan rumah yang sangat mewah, mobil melaju pelan melewati beberapa penjaga dengan jas hujan yang berdiri tegap menyambut rombongan Alex
Para bodyguard turun dari mobil kemudian mengedarkan pandangannya memastikan bahwa Tuannya aman, lalu membukakan pintu untuk Tuannya dan Vira
Alex kemudian turun diikuti oleh Vira di belakangnya, para pelayan berjejer rapi menyambut kedatangan Alex dan Vira
“Selamat datang Tuan dan Nyonya” ucap mereka kompak
Rumah Alex benar - benar besar, interiornya mewah, tangga - tangga mengular panjang menghubungkan lantai dasar dan lantai atas, rumah Vicky yang sudah mewah kalah saing dengan rumah milik Alex
...“Maaf masih berantakan, furniturenya belum dikirim semua.. saya baru membeli rumahnya tadi siang” ucap Alex dengan datar...
...“Demi apa rumah semewah ini hanya dibeli dalam hitungan jam!” Batin Vira ...
...“Vir, malam ini kamu tidur di kamar tamu ya.. kamarnya ada di seberang kamar saya” ucap Alex ...
...“Ba - baik Tuan” jawab Vira gugup...
...“Sekarang kamu mandi dulu, saya akan meminta pelayan untuk menyiapkan air hangat buat kamu” ucapnya...
Vira mengangguk kemudian berlalu mengikuti pelayan yang mengantarnya ke kamar tamu
...****************...
Vira mandi agak lama, ia berendam di air hangat untuk menghangatkan tubuhnya yang kedinginan
Puas berendam, Vira kemudian memakai bathroab yang tersedia disana, ia kemudian melilitkan handuk kecil di kepalanya yang basah
Vira berjalan pelan ke luar kamar mandi, kemudian menuju tempat tidurnya.. sebelum ia sampai di tempat tidurnya pintu kamar tiba - tiba terbuka, Alex masuk tanpa mengetuk dengan membawa beberapa helai bajunya
Alex yang baru sadar Vira hanya memakai bathroab mematung di ambang pintu, sementara Vira sibuk menutupi tubuhnya dengan bantal
Alex kemudian menutup matanya dengan telapak tangannya
...“Maaf vir, maaf.. saya cuma mau mengantarkan baju saya yang bisa kamu pake”...
...“‘Maaf saya tidak punya baju perempuan, dan ini sudah malam.. tidak ada toko baju yang masih buka” jelas Alex sambil tetap menutup mata...
...“Saya permisi” ujar Alex yang kemudian berlalu dengan wajah yang memerah...
...“I - Iya Tuan, terima kasih” jawab Vira pada Alex yang sudah berlalu...
hei hei hei bu ningrat...... ngk semua mertua bego kaya lo kena hasutan orang....lngsng lo bls budi. koplak