saat aku pulang dari sekolah ayah dan ibu sedang kedatangan tamu, dan siapa sangka tamu itu adalah kedua orang tua Arya Wiguna ketua OSIS di sekolahku.
aku di suruh bergabung dengan mereka, dan mereka pun mulai berbicara kepadaku bahwa kedatangan dari kedua orang tua Arya adalah untuk menjodohkan ku dengan anaknya yang tak lain adalah Arya Wiguna.
apa yang harus aku lakukan? haruskah aku menerima perjodohan ini? atau menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thya_sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan cinta Arya
Tya dan Arya sedang menikmati makan malam tiba-tiba bel rumah berbunyi.
"Siapa ya yang datang malam-malam gini? kan gak ada orang yang tau kalau kita tinggal disini selain keluarga." kata Tya pada suaminya.
Arya pun hanya menggelengkan kepala saja pertanda dia pun tak tahu siapa yang datang.
Bibi pun tampak berjalan menuju pintu dan membukakan pintu.
Saat pintu di buka terlihat papa Andra dan mama Dinda berdiri di depan pintu rumah Arya.
"Eh tuan besar, nyonya besar silahkan masuk" sambut sang asisten rumah tangga tersebut.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, mama Dinda dan papa Andra langsung menuju meja makan karena bibi tadi memberitahu kalau tuan dan nona muda nya sedang makan malam.
"Hai sayang apa kabar?" sapa mama Dinda pada anak dan menantunya tersebut.
Tya dan Arya pun langsung berdiri dan menyalami tangan kedua orang tuanya tersebut.
"Tumben mama sama papa kemari malam-malam" tanya Arya heran.
"Iya nih mama mu lagi kangen banget sama kalian" jawab papa Andra.
"Oh gitu, ya sudah ayo kita makan malam bersama-sama sekalian biar rame" kata Tya.
Tya pun menyiapkan piring untuk kedua mertua nya tersebut.
mereka pun duduk kembali dan melanjutkan acara makan malam mereka bersama-sama dengan mama dan papa nya Arya.
Setelah makan malam seperti biasa saat Tya dan mertuanya sedang berkumpul mereka pasti sibuk menonton drakor kesukaan mereka berdua.
Sedangkan papa dan Arya mereka sibuk membahas masalah bisnis.
Ternyata kedatangan papa Andra ke rumah Arya selain karena memang mama Dinda kangen dengan anak dan menantunya, papa Andra sedang ada masalah di anak perusahaannya yang ada di luar negeri.
Jadi papa Andra sengaja membahas masalah itu dengan Arya agar mereka bisa memikirkan langkah selanjutnya seperti apa.
Mama Dinda dan Tya sedang nonton di ruang keluarga, sedangkan Arya dan papa nya sedang berada di ruangan kerja Arya.
tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Tya terlihat sudah menguap sedari tadi.
Mama Dinda yang menyadari itu pun langsung menyuruh Tya istirahat.
"nak ini sudah larut malam, ayo kita istirahat nak," kata mama Dinda.
Tya pun mengiyakan ajakan sang mama mertua.
Mama Dinda dan Tya pun masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Tya yang memang sudah sangat mengantuk itu pun langsung menuju kasur dan berbaring, tak lama dia pun terlelap.
Arya dan sang papa masih terlihat sibuk membahas masalah kerjaan.
Sampai pukul 12 malam Arya dan sang papa akhirnya selesai dengan urusan mereka, dan mereka pun kembali ke dalam kamar mereka masing-masing.
Arya masuk ke kamar dan dia melihat istrinya sudah terlelap, dia pun ikut menyusul berbaring di samping istrinya.
tak lama Arya memejamkan matanya dan dia pun terlelap.
...****************...
Pagi pun tiba, Tya terlihat sudah bangun lebih dulu dan langsung menuju ke kamar mandi.
Saat Tya di kamar mandi terlihat Arya pun mulai membuka matanya, dia melihat ke samping dan tak menemukan Tya, namun dia mendengar ada suara air di dalam kamar mandi dia langsung tahu kalau Tya sedang di kamar mandi.
Tya keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti, lalu Arya pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.
Tya memakai seragam sekolahnya dan dia pun tak lupa menyiapkan baju untuk sang suami.
setelah selesai semuanya dia turun ke bawah untuk membantu bibi menyiapkan sarapan.
Tya tampak sedang menata makanan di atas meja makan, tak lama Arya, mama dan papa mertua nya pun menuju meja makan.
"Wah mantu mama yang masak nih?" tanya sang mama mertua.
"Bukan ma, ini tadi bibi yang masak Tya hanya bantu menata di atas meja aja." jawab Tya.
Mereka pun duduk di kursi dan memulai sarapan mereka.
Setelah sarapan Tya dan Arya pun pergi ke sekolah, sedangkan mama dan papa nya pamit pulang kembali ke rumah mereka.
mereka pun akhirnya berpisah di tengah jalan, Arya dan Tya menuju ke sekolah sedangkan papa dan mama nya kembali ke rumah utama.
Saat sampai di sekolah Tya turun di tempat biasa, di sana sudah menunggu kedua sahabatnya dan juga Rendra.
Tya menyapa teman-temannya itu, mereka pun mulai berjalan menuju ke kelas mereka.
Arya yang baru keluar dari area parkir langsung menuju ke kelasnya juga, di dalam kelas Sarah yang memang sudah menunggunya langsung menuju ke arah Arya begitu Arya duduk di kursinya.
"Hay ar gimana kabar lo?" tanya Sarah bada basi.
"Baik" jawab Arya singkat.
"em apa kamu masih marahan sama si Tya?" tanya Sarah lagi.
"Bukan urusan lo" jawab Arya jutek.
Sarah yang mendengar itu pun langsung diam.
tak berselang lama bel sekolah pun berbunyi tanda mata pelajaran akan segera di mulai, Sarah yang sebenarnya masih ingin mengobrol dengan Arya terpaksa kembali ke tempat duduknya karena sang guru akan segera datang.
"huuuhh sebenarnya si Arya kenapa sih kok cuek banget sama gue, padahal kemarin dia masih baik-baik aja sama gue." ucap Sarah dalam hati.
...----------------...
Jam istirahat pun tiba, Tya dan kedua temannya tampak sedang menuju kantin sekolah dan tak ketinggalan juga Rendra yang ikut serta dalam geng nya Tya.
Arya pun juga berjalan menuju kantin, dia berniat mencari Tya, sebelum masuk ke dalam kantin Tya dan Arya bertemu di jalan.
"Dek aku mau bicara sama kamu, ikut aku sebentar." kata Arya.
Tya pun hanya mengangguk dan mengikuti Arya dari belakang.
Saat sudah sampai di tempat yang sepi, Arya berhenti dan berbalik menghadap ke arah Tya.
"Ada apa kak? kak Arya mau bicara apa?" tanya Tya.
"Dek aku mau minta kamu melakukan sesuatu, apa kamu bersedia?" kata Arya dengan raut wajah yang serius.
"Melakukan apa kak?" tanya Tya penasaran.
"Aku mau kamu jauhi si anak baru itu." kata Arya.
"Maksud kak Arya aku harus jauhi Rendra?" tanya Tya.
"Iya, aku mau kamu jauhi dia" kata Arya.
"Ya tapi kenapa kak? apa alasannya? aku kan sama dia hanya berteman saja gak lebih." protes Tya.
"Karena aku cemburu" kata Arya pelan sambil menatap dalam mata Tya.
Tya yang mendengar itu pun senang, hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan itu dari suaminya sendiri.
"Kak Arya beneran ngomong kaya gitu?" kata Tya memastikan.
"Apa aku terlihat bercanda?" kata Arya lagi.
"Apa itu artinya kak Arya udah mulai cinta sama aku?" tanya Tya pelan.
"Ya, aku memang sudah mulai menyukaimu, dan aku gak suka lihat kamu dekat-dekat dengan cowok lain." jawab Arya kemudian.
Tya yang mendengar itu pun tersenyum sumringah, dia tak percaya suaminya akhirnya mulai mencintainya dan menerimanya sebagai istrinya.
"Kok kamu malah tersenyum?" kata Arya heran.
"hehe iya iya kak, mulai sekarang aku bakalan jaga jarak dengan Rendra supaya suami aku ini gak cemburu." kata Tya agak pelan.
"Bagus kalau begitu, ya udah ya aku pergi dulu." kata Arya sambil mengelus kepala Tya.
Tya pun mengangguk dan mereka pun berpisah, Tya kembali ke kantin dan Arya kembali ke ruang OSIS.
guys dukung aku ya jangan lupa LIKE, KOMEN DAN JUGA BERI HADIAH YA 😚😚😚