NovelToon NovelToon
Kau Pasti Menyesal!

Kau Pasti Menyesal!

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Romantis / Mengubah Takdir / Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reski Muchu Kissky

Ini karya fiksi semata.

⚠️ Warning, novel ini akan menggangu psikologis anda, jadi harap bijak membaca!⚠️

Bak tersambar petir, ketika Fi Saeadat mendapati sang suami dan adik kandungnya Dewi bermain di atas ranjang yang menjadi saksi bisu perjalanan cintanya selama ini.

Fi yang murka pun memberi sang adik pelajaran. Namun Asir sang suami yang telah mati nurani, membalas tindakan Fi, dengan menghajar tubuh istrinya secara membabi buta dan hampir meregang nyawa di hadapan kedua buah hatinya.

Akankah Fi mempertahankan rumah tangganya?
Atau ia bangkit dan membalas perbuatan keduanya?
Ikuti terus kisah perjalanan hidup Fi Saeadat di novel Kau Pasti Menyesal!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 (Di Bakar!)

Fi yang ingin segera pergi tak dapat lagi bersabar akan Wina yang menghambat jalannya.

Bagaimana caranya, agar kami bisa lolos? batin Fi.

Saat ia sedang memutar otak, tanpa sengaja, ia melihat Andri memegang mobil-mobilan model kontainer berbahan plastik.

Astaga, saking tegangnya, aku sampai tak sadar anak ku membawa barang di tangannya, batin Fi.

Fi pun mengambil mobil milik Andri, kemudian ia menunggu waktu yang pas untuk menyerang wajah Wina.

“Kau dengar tidak? Jangan buat masalah deh Fi” pekik Wina.

“Iya kami akan masuk lagi.” ucap Fi.

“Sekarang!” Wina mendesak Fi untuk segera masuk ke dalam rumah.

Drrtt!!

Tiba-tiba handphone Wina berdering, saat ia lihat ternyata itu panggilan dari Dewi.

Halo nyonya? 📲 Wina.

Fi yang tahu Dewi akan datang, melangkahkan kakinya dengan perlahan.

“Hei! Kau mau kemana?! Masuk kata ku!”

Karena tak ingin di halangi lagi oleh Wina. Fi dengan cepat memukul mobil kontainer Andri ke wajah Wina.

“Akhh!” Wina memegang wajahnya yang terasa sakit.

Dan celah itu di manfaatkan Fi untuk lari. “Cepat Mir! Lari yang kencang!” titah Fi.

Fi yang pincang melambatkan langkahnya, terlebih ia menggendong Andri.

“Jangan kabur! Berhenti!!" Wina mengejar Fi dan anak-anaknya.

Dewi yang berada dalam perjalanan mendengar kekacauan yang terjadi.

”Kebut pak Darma!” Dewi yang tak ingin asetnya hilang, memerintahkan supirnya untuk melaju dengan kecepatan penuh.

“Ada apa sayang??” tanya Asir.

“Istri mu! Membawa Andri dan Emir kabur!”

Mendengar kabar buruk itu, Asir jadi naik pitam.

“Awas kau sialan!” Asir mengepal kuat tangannya.

Sedang Fi yang berlari sekuat ia bisa berhasil di tangkap oleh Wina.

“Mau kemana kau buruk rupa??!!” Wina yang kesal dan marah menjambak rambut Fi.

“Lepaskan aku! Aku mohon, biarkan aku dan anak-anak ku pergi Win!”

“Enak saja! Setelah melukai wajah ku kau ingin pergi? Halo!!! Aku tidak setotol itu, bodoh!” Wina pun membalas perbuatan Fi dengan mengambil mobil-mobilan Andri dari tangan Fi.

Fi tak dapat melawan karena tangannya kirinya menahan tubuh Emir yang ia gendong di antara pinggangnya.

Emir yang melihat ibunya tertangkap, segera kembali.

“Mama!” teriak Emir.

Puk puk!!

Wina menghantam kontainer tersebut ke wajah dan bibir Fi.

“Kau pikir, kau saja yang bisa main kasar? Aku juga bisa jelek!” saat Wina ingin memukul Fi kembali, Emir yang datang, mengigit paha Wina dengan sekuat-kuatnya.

“Akhhh! Anak bangsat!!”

Puk!

Wina menghantam mobil kontainer Andri ke kepala Emir. Namun Emir yang marah tak mau melepas gigitannya dari paha Wina.

“Lepaskan mama ku!” pekik Emir.

“Hiks... Huah!!” Kegaduhan dan kekerasan yang terjadi di depan mata Andri. membuat anak kecil itu menangis ketakutan, apa lagi ia melihat kepala abangnya terus di pukul.

Fi pun terpaksa menurunkan Andri dari gendongannya.

Kemudian memutar badannya hingga menghadap Wina.

“Kurang ajar!!” Fi memegang kedua pipi Wina.

Puk!

Fi mengadu keningnya dan juga Wina. Baik Fi, mau pun Wina sama-sama berdarah dan pusing.

Wina pun terpaksa menghentikan pukulannya dari kepala Emir yang kini berdarah.

Saat Wina terhuyung, Fi menggendong Andri lagi dan menggenggam tangan Emir

“Ayo, kita pergi nak!” saat mereka masih setengah jalan. Tiba-tiba manusia yang di takuti telah datang.

Mobil yang di pakai Dewi dan Andri berhenti tepat di hadapan Fi dan kedua anaknya.

Ya Allah tolong kami, batin Fi.

Dewi dan Asir keluar dari dalam mobil dengan wajah merah padam.

Saat Asir melihat kondisi Fi, Emir dan juga Wina yang berdarah, membuat kesabarannya habis, dan tiada belas kasih lagi.

Asir berjalan menuju Fi. Fi yang tahu tiada selamat baginya dan anak-anaknya mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke arah gerbang rumah dengan mencari jalan lain.

“Emir!!! Lari nak! Lari!! Hiks...!” air mata ketakutan mengalir dari pangkal mata Fi dan Emir.

“Mama!! Mama!! Hiks...” keduanya berlari sekencang yang mereka bisa.

Namun Dewi tentu tak membiarkan hal itu terjadi.

Ia pun mengejar ketiganya. Baik Fi mau pun Emir larinya sangat lambat.

Hingga Dewi dan Asir berhasil menyusul mereka.

“Perempuan hina!” Asir menjambak rambut Fi.

Asir juga menurunkan kasar Andri dari gendongan Fi. Hingga anak malang itu menangis sesungukan.

“Hiks... huahhh!!! Mama!!!” Andri menangis memegang celana panjang ibunya. Namun Asir melepaskan tangan Andri dari Fi.

“Mama! Jangan sakiti mama ku!! Hiks!!” Emir yang telah di tangkap oleh Dewi mencoba membela ibunya.

”Diam kau anak nakal!!!” Dewi membekap mulut Emir dengan tangannya agar tak berisik.

“Lepaskan aku Asir! Biarkan aku pergi dengan anak-anak ku, setelah itu kalian nikmati semuanya, kami hanya ingin bersama, hanya itu! Hiks!” ucap Fi seraya berurai air mata.

“Enak saja kau! Sudah bagus aku tak menyiksa mu dan membiarkan mu bersama Emir dan Andri, tapi kau mau bawa mereka pergi diam-diam? Apa rencana mu sebenarnya! Hah?!!!” Asir yang geram menarik rambut Fi, seraya berjalan sampai ke dekat teras rumah.

Setelah sampai di dekat teras, Asir menghempaskan tubuh Fi ke atas rumput hijau.

“Tak ada rasa syukur!!”

Dug dug dug!!

Asir menendang perut Fi dengan ujung sepatunya hingga terkulai lemas dan tak berdaya.

Lalu Dewi datang membawa bensin dalam derigen 5 liter di tangan kanannya.

“Gimana kak? Aku ada 2 pilihan, Emir yang di bakar? Atau kakak yang di bakar??” pertanyaan Dewi membuat mata Fi dan Emir membelalak.

“Jangan!! Jangan bakar anak ku!!” Fi sangat takut jika itu terjadi.

Darman yang memantau dari dalam mobil ragu untuk ikut campur atau tidak, sebab ia masih butuh pekerjaannya, untuk membiayai sang ibu yang berada di rumah sakit.

Dewi yang tak main-main, membuka tutup minyak bensinnya.

Fi yang tak ingin itu terjadi dengan cepat berkata.

“Aku saja! Bakar aku saja, jangan anak ku!!” Fi yang sayang anaknya tak ingin, jika Emir yang masih belia rusak masa depannya.

Fi berusaha bangkit dari duduknya, lalu mencium kaki suaminya.

“Jangan lukai anak ku, maafkan kami, kami salah, dan akulah yang paling salah, tolong maafkan aku!” Fi menangis seraya mengucap maaf berulang kali.

“Baiklah, anak-anak ku maafkan tapi kau!” Asir meminta bensin yang ada di tangan Dewi.

“Harus di hukum!”

“Ini mas!” Dewi meyerahkan bensin yang ada di tangannya pada Asir.

“Dewi buka celananya, aku ingin melihat langsung kulit kakinya melepuh!” ucap Asir tanpa perasaan iba.

“Cepat buka!” pekik Fi.

“I-iya, hiks...” Fi membuka sendiri celana panjang yang ia pakai.

Emir yang kasihan pada ibunya memeluk tubuh Fi yang kini dalam posisi duduk.

“Jangan bakar mama ku, jangan hiks... aku akan bersikap baik, kami enggak akan keluar kamar pa, tante, hiks..” Emir menangis dengan terus memohon kebaikan hati tante dan ayahnya.

“Menyingkir Emir, atau kau mau ku bakar juga?” ucap Asir.

Namun, Emir yang tak ingin ibunya terluka, tak mau memenuhi perintah sang ayah.

“Lepaskan mama nak! Pergilah nak!” Fi mengusir anaknya

Kalau bukan karena kau pewaris, sudah ku bakar kau dengan wanita kotor ini, batin Asir.

Asir yang tak bisa bersabar lagi, menarik tubuh Emir dari Fi, selanjutnya ia menyerahkan Emir pada Dewi. Setelah itu. Asir membuka tutup derigen.

Surrr!!

Asir menyiram betis Fi dengan bensin. “Aku tak menyiram kaki mu, agar kau tetap bisa berjalan, bukankah aku sudah murah hati?” ucap Asir dengan tawa menyeringai.

...Bersambung.....

1
Rahma Waty
semoga cek d simpan Fi.Fi jg JD bodoh terus.tau aja suami adik jahat.mau aja d jahatin terus
Rahma Waty
aku bacanya JD lompat" juga hah
Ratna Ningsih
cerita ini ko jelek banget masa di siksa ga lapir polisi klu bikin cerita ga gini amat ko ada seorang adik dn suami kejam
Akun Lima
ngemis bintang lima tapi gak ada karma buat si sir goblok kau thor
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Kasihan nasib Fi udh pincang
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Parah ini mah
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
laki-laki model begini pengen Ry bogam deh 🤜🤜🤜🤜
Ayu FangFan Virginia
pak Yudi,,,,pak Yudi,,,sejak Bapak berstatus DuRen,,,kelakuan Pak Yudi berubah,,,dari yang Ber-Damage banget,,langsung berubah jadi Somplak,,,🤣
Ayu FangFan Virginia
sumpah,,,dari Episode ke dua sampe di episod ini,, air mataku sllu aja netes stiap membaca,,😭😭😭😭,,Krena sbagian perjalan hidup yang Fi alami,,itu pernah aku alami,,tapi paparan yang di alami Fi dlm cerita ini,jauh lebih Biadab juga kejam.,!,👿👿👿👿👿
Tri Utari Agustina
Cerita bagus banget thor semangat semoga novel lancar dan sukses selalu
Sari Komalasari
lucu ya Andri.. ternyata dia jdi punya ilmu cari muka Thor😁
IG: Saya_Muchu: sekarang aku nulis di F kak, baca karyaku ya kak napen masih sama
total 1 replies
Sari Komalasari
setan asir
Tri Utari Agustina
Semoga azad terhadap dewi dan suaminya
Tri Utari Agustina
Semoga suami dipenjarakan karena kdrt
Nawalia Mohdlekat
buat stres je bace novel awak ni
Aris Aris
🐃🐃🐂🐂🐂🐂🐏🐃🐃🐃🐂🐃🐃🐄🐃🐃🐄🐄🐄🐷🐷🐫🐖🐖🐖🐫🐖🐖🐖🐖🐫🐑🐏🐽🐽🐽🐗🐗🐗🦄🐈🐈🐵🐒🐒🐕🐩🐺🐺🐱🐱🐱🐱🐖🐖🐪🐪🐪🐪🐐🐐🐐🐑🐏🐏🐂🐽🦄🦄🦄🦄🦄🐗🐗🍁🍁🍁🍂🍁🍁🌳🍁🍁🍁🍁🍂🍂🍁🍂🍂🍂🍂🍂🍂🌴🍂🌵🍃🍂🍃🍃🍃🌾🌾🌿🌵🌳🌴🌵🌴🌵🌾🌾🌿☘🍀
Naraa 🌻
Tapiii Fi emg bodoh sih bukannya mengamankan aset dan main elegan ini langsung disamperin
Naraa 🌻
Gilaaaa ini udh di luar batas KDRT trus si Dewi adek sendiri tega bgt sama KK nya nama aja yg Dewi tp kelakuan iblis
Yoma Amanda
sedihhh bikin nangis baca nya
Omar Diba Alkatiri
Thor tiap buka pintu bunyi kriet kayak pintu dari Bambu hehehe kupikir rumah orang kaya ga ada bunyi Pintunya
IG: Saya_Muchu: sekarang aku nulis di F kak, napen masih sama, mampir ya kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!