Jin Fei fan harus menerima pemegang takdir sang penjaga berikutnya. Dia harus berjuang lebih keras untuk pantas menjadi sang penjaga dan agar dapat berjumpa dengan kedua orang tuanya yang dia ketahui berada di dimensi berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neneng selfia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana membantu jendral Ning
Mendengar ucapan prajuritnya, Jendral bernama Ning Huan Li itu tersenyum.
"Mereka bisa membantu kita. Itupun jika kalian mau." ucap Jenderal Ning sambil melihat ke arah si kembar.
Fei fan dan Wei Yan saling pandang lalu mengangguk.
"Tergantung pada bantuan yang seperti apa yang kalian butuhkan." ucap Wei Yan.
"Mari kita bicarakan terlebih dahulu. Setelah itu, kalian bisa memutuskan untuk setuju atau tidak." ucap Jenderal Ning.
"Baiklah." saut Wei Yan.
Wei Yan, Fei fan, Yuan li, Yang ruo, kembar Ouyang dan 7 pemuda lainnya yang tidak masuk ke dalam kapal mengikuti jendral Ning ke tempat yang dia maksud.
"Aku akan langsung pada intinya saja. Dalam waktu 2 tahun belakangan ini, ada banyak anak berusia di bawah umur 12 tahun yang hilang dan tidak bisa ditemukan sampai saat ini. Pihak istana sudah mengutus banyak prajurit juga master untuk mencegah sekaligus menyelidiki kasus ini tapi, hingga saat ini masih belum jelas siapa dan apa tujuan mereka menculik anak-anak itu." jelas Jendral Ning.
"Ada berapa banyak anak-anak yang sudah hilang hingga saat ini dan apakah ada persamaan lainnya dari anak-anak itu selain patokan umur?" tanya Fei fan.
"Sudah ada lebih dari 100 orang anak dan 30 orang bayi. Kami tidak memiliki informasi tentang persamaan lainnya dari mereka selain mereka semua adalah anak di bawah umur 12 tahun." jawab jendral Ning.
"Apakah kau mencurigai sesuatu Fei?" tanya Wei Yan.
"Apakah semua anak di usia itu menghilang dari tempat ini?" tanya Fei fan.
"Tidak juga, tapi mereka yang terhindar dari penculikan semua dijaga ketat oleh keluarganya." jelas Jendral Ning.
"Apakah mereka yang diculik adalah anak-anak yang tidak dijaga? Terutama para bayi itu." tanya Fei fan.
"..........."
"Aku curiga mereka memiliki syarat lain untuk jenis anak yang harus mereka kumpulkan." ucap Fei fan.
"Mengapa kau bisa mengambil kesimpulan seperti itu hanya dalam waktu singkat?" tanya seorang prajurit.
"Aku ingat pernah membaca buku tentang satu pil yang membutuhkan darah dan jiwa dari 30 bayi dengan tanggal kelahiran tertentu dan 150 anak dengan aura Yin dan yang yang kuat. Terakhir, seorang anak dengan tubuh istimewa. Aku tidak membaca buku itu lebih rinci tapi, sepertinya pil itu yang ingin orang dibalik orang-orang itu buat." jelas Fei fan.
"Kalian coba bawa catatan lengkap semua bayi yang hilang itu." ucap Jenderal Ning.
"Baik jendral." saut seorang prajurit.
"Kalau boleh tahu, kalian ini dari mana dan hendak ke mana?" tanya jendral Ning.
"Kalian semua boleh keluar dari ruangan ini." ucap jendral Ning pada semua prajurit yang ada karena melihat anak-anak itu ragu mengungkapkan siapa diri mereka.
"Aku tidak suka mengungkapkan jati diri diluar tempat kami. Tapi, selama paman berjanji untuk tetap merahasiakan identitas kami apapun yang terjadi....
"Baik, aku Ning Huan Li sebagai jenderal utama prajurit elang berjanji akan menjaga rahasia kalian. Jika aku melanggar maka langit akan menghukum aku." ucap jendral Ning.
"Sebenarnya tidak harus bersumpah seperti itu juga paman Ning. Tapi baiklah, kami berdua adalah putra putri dari istana negeri atas awan." ucap Wei Yan.
"Negeri atas awan, berarti kalian adalah pangeran putra mahkota Jin Wei Yan dan putri Jin Fei fan yang terkenal sebagai anak jenius dari kerajaan yang walaupun tidak besar tapi sangat disegani itu?" tanya jendral Ning dengan wajah syok seolah tidak percaya.
"Ya, itu memang kami. Tapi, bagaimana bisa paman tahu dengan jelas tentang identitas kami hanya karena kami menyebut negeri atas awan?" tanya Wei Yan.
"Master berdua adalah anak-anak yang sudah melampaui orang-orang terdahulu dan sekarang. Jenius yang diusia 3 tahun sudah mulai berkultivasi usia 7 tahun sudah menjadi seorang alkemis bahkan tingkat kultivasi dan pil kalian jauh melampaui para master yang sudah sangat senior. Bagaimana bisa orang-orang tidak tahu tentang kalian?" jelas Jendral Ning.
"Bagaimana berita tentang kita bisa tersebar hingga sejauh ini?" bisik Wei Yan.
"Entahlah." ucap Fei fan.
"Master...
"Jangan panggil kami seperti itu paman. Kami masih terlalu muda untuk mengemban gelar itu." ucap Fei fan memotong ucapan jendral Ning.
"Sungguh anak-anak yang luar biasa. Seorang master tidak ingin dikenal sebagai master sedang mereka yang belum seberapa saja mati-matian untuk mendapatkan gelar master agar dihormati oleh orang banyak." batin jendral Ning.
"Lalu, bagaimana aku me...
"Cukup panggil nama kami saja. Aku Wei Yan dan Fei fan saudari ku." ucap Wei Yan.
"Kami tidak terima bantahan paman." ucap Wei Yan sebelum jendral Ning mengucapkan satu kata pun.
"Baik tuan Wei...
"Cukup panggil nama saja paman jendral." potong Wei Yan.
"Cukup untuk masalah yang tidak penting itu. Apa rencana kalian menghadapi penculik itu? Tidak mungkin kalian hanya berencana terus menjaga setiap anak kecil yang memasuki kerajaan tanpa mencari dalang di balik semua penculik itu bukan?" tanya Fei fan.
"Kami tidak mendapatkan petunjuk apapun. Sudah pasti kami ingin segera menyelesaikan masalah ini agar masyarakat tidak selalu resah mengenai keamanan anak-anak mereka. Bahkan sudah banyak ibu hamil yang bergegas meninggalkan kerajaan ini karena takut bayi mereka diculik saat lahir." ucap Jendral Ning.
"Apakah ada tempat yang terkenal berbahaya untuk dimasuki di sekitar kerajaan ini paman?" tanya Fei fan.
"Ada 3 daerah dan satu diantaranya adalah tempat paling menyeramkan karena memiliki kabut beracun yang dalam sekejap dapat membunuh orang yang menghirupnya." jawab jendral Ning.
"Maka kita harus memeriksa tempat itu terlebih dahulu." ucap Wei Yan penuh semangat mendengar kata racun.
"Kita? Maksudnya kalian akan membantu kami?" tanya jendral Ning.
"Menggunakan darah dan jiwa anak untuk bahan membuat pil adalah kejahatan yang tidak bisa kami diamkan. Lagi pula, hanya kami yang bisa berurusan dengan kabut beracun itu." ucap Wei Yan.
"Bukan hanya karena kau tertarik dengan racun itu kan Wei?" bisik Fei fan.
"Itu salah satunya he he." ucap Wei Yan sambil memamerkan gigi putihnya.
"Kami sangat berterima kasih jika kalian ingin membantu. Raja pasti...
"Tolong rahasiakan keterlibatan kami dalam urusan ini pada orang lain termasuk orang istana paman." ucap Fei fan.
"Kami tidak mungkin merahasiakan ini dari Yang mulia." ucap Jendral Ning ragu.
"Kalau begitu cukup beritahu beliau dan sampaikan permintaan kami untuk merahasiakan keterlibatan kami. Jika kalian bisa mengambil kepercayaan rakyat dengan menjadi pahlawan bukankah itu lebih baik?" ucap Fei fan.
"Baiklah ma, eh Fei fan akan aku sampaikan kepada yang mulia keinginan kalian." ucap jendral Ning.
terhura aq thor.....