NovelToon NovelToon
Baret Biru

Baret Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:179.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jia.P

Kirana hanyalah sebatas gadis muda yang baru mengenal mimpi dan cinta. Dia sedang bahagia merangkai satu demi satu kuncup cintanya bersama seorang pemuda bernama Keenan.

Namun, bunga yang baru akan mekar itu segera layu karena satu kejadian naas yang merenggut hampir seluruh akal sehatnya hingga keluarganya menerima lamaran Raihan begitu saja. Lalu, bagaimana kisah cinta Kirana dan Keenan? Haruskah dia merelakan egonya dan menatap masa depannya dengan laki-laki lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jia.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Sedikit Memaksa

Pagi berikutnya Kirana masih saja pucat. Masih tidak bertenaga dan tidak mampu melakukan banyak hal. Dia hanya bisa tiduran saja di tempat tidur. Bahkan dia sengaja mempercepat mandinya agar dia bisa segera kembali ke tempat tidurnya.

Raihan baru menerima paket sarapan dari petugas hotel kemudian meletakkannya di atas meja. Dengan perlahan dia mendekati Kirana dan mengecek suhu tubuhnya yang masih sama tingginya dengan semalam.

"Dek, kamu yakin nggak mau periksa ke dokter?" Tanya Raihan.

"Nggak mau Bang," jawab Kirana.

"Tapi Abang nggak tega lihat kamu seperti ini," kata Raihan.

"Abang maaf ya rencana kita malah jadi kacau gini gara-gara aku sakit."

"Nggak papa, next time kan kita bisa jalan-jalan lagi. Kemanapun kamu mau insyaallah Abang turutin," jawab Raihan memberi pengertian.

Raihan penasaran kenapa Kirana bisa merasakan begitu sakitnya hanya karena tamu bulanan yang memang sudah menjadi kodrat seorang wanita untuk mengalaminya. Dia menelepon Mamanya dan menanyakan perihal tersebut. Dia memang malu sih membahas soal ini dengan Mamanya tapi mau bagaimana lagi dia sudah kepalang bingung dan pertanyaannya harus segera terjawab.

"Kenapa? Kirana sakit?"

"Iya Ma," jawab Raihan.

"Ma, Mama kan perempuan juga. Raihan mau tanya nih kira-kira Raihan harus apa biar bisa setidaknya mengurangi sakitnya Kirana. Masa dia sampai lemes pucet gitu. Semalaman juga nggak nyenyak tidurnya," keluh Raihan.

"Mau tahu nggak obat paling manjurnya apa?" kata Mama.

"Apa Ma?"

"Berhubungan."

"Maksud Mama?" tanya Raihan yang belum mengerti maksud dari Mamanya.

"Ya berhubungan. Kamu dan Kirana kan sudah menikah, sudah legal untuk berhubungan badan," jawab Mama membuat Raihan terbelalak.

"Ah Mama nggak asik. Nggak sambung jawabannya," kata Raihan.

"Hey jagoan Mama. Mama paham kamu mau menunggu Kirana tapi mau sampai kapan? Kalau tidak dipaksakan sedikit-sedikit ya sampai kapanpun nggak akan bisa. Lagian sudah jauh-jauh sampai ke Bogor mbok ya dicoba sekali-kali," saran Mama membuat Raihan tepuk jidat.

"Duh Mama iya Raihan tahu tapi dia masih sakit masa iya aku paksa. Yang bener aja Ma," protes Raihan.

"Yaudah yaudah terserah kamu."

"Ya terus, ini Raihan nggak dapat jawaban lho. Raihan harus bantu Kirana gimana caranya Ma?"

"Makan minum yang anget-anget. Hindari kopi sama soda dulu. Kalau masih sakit juga dikompres perutnya pakai kompres hangat atau gimana lah yang penting perutnya dia nggak kedinginan biar dia rileks juga," jawab Mama sudah setengah hati.

"Ok makasih Ma."

Raihan langsung mematikan telepon kemudian dia meraih sebuah botol kaca bekas C1000 di atas meja. Setelah mencucinya hingga bersih, dia mengucurkan air hangat dari kran sampai memenuhi botol kemudian dia balut botolnya dengan handuk agar tidak melukai kulit istrinya. Raihan lebih dulu meminta izin pada Kirana untuk meletakkan botol itu di perut Kirana.

"Makasih Bang," kata Kirana mengambil alih botol itu kemudian dia letakkan di perutnya.

"Abang buatin teh anget mau ya?" Tawar Raihan diangguki oleh Kirana.

Diakui atau tidak Kirana ternyata berbeda dengan ekspektasinya selama ini. Dia pikir sikap keras dan tegas Kirana dan segala pola pikir bijaknya akan membuat dia menjadi pribadi yang idealis dan sulit dibelokkan. Tapi nyatanya Kirana begitu penurut. Apapun yang Raihan katakan selalu diiyakan begitu saja oleh Kirana.

Seharian ini Raihan hanya menemani Kirana di kamar. Raihan menyalakan tv dan mengajak Kirana untuk menonton apapun yang ada di televisi. Raihan juga membawa USB berisi koleksi filmnya jadi mereka tidak kehabisan cara untuk mengisi waktu luang.

Kirana meminta Raihan untuk ikut merebahkan diri di sampingnya. Tadinya Raihan menolak. Dia tidak mau Kirana kenapa-napa tapi berhubung Kirana sendiri yang meyakinkannya Raihan akhirnya merebahkan diri di samping Kirana. Dia meraih sebuah bantal kemudian meletakkannya di antara keduanya. Dia juga memberikan jarak antara dia dan Kirana.

“Abang…,” panggil Kirana.

“Kenapa?”

“Kirana pengen bisa lebih dekat sama Abang,” kata Kirana.

“Ini kan kita sudah dekat,” jawab Raihan.

Kirana menggeleng, “Bukan dekat seperti ini. Kirana pengen bisa jadi selayaknya suami istri Bang. Lagian apa Abang nggak pengen ngapain gitu sama Kirana? Kirana ini istri Abang lho, sudah sah Abang apa-apain. Aku juga dengar obrolan Abang sama Mama pagi tadi. Mama bener Bang, kalau nggak dipaksa dikit-dikit mau sampai kapan kita kaya gini terus?” kata Kirana.

“Kirana, Abang tahu kamu belum sepenuhnya percaya sama Abang. Abang juga tahu kalau sekarang badanmu menegang karena takut dekat dengan Abang. Ini saja menurut Abang sudah memaksa. Lihat kan, kita belum pernah sedekat ini sebelumnya tapi kamu sudah memberi izin pada Abang untuk dekat,” kata Raihan membuat Kirana terdiam.

“Abang, Kirana pengen nekat,” kata Kirana.

Belum sempat Raihan menjawab apa-apa, Kirana sudah membuang bantal yang tadinya memisahkan dirinya dengan Raihan. Kirana langsung mendekat dan memeluk Raihan sedangkan Raihan sendiri hanya bisa mematung melihat Kirana berusaha melawan ketakutannya sendiri.

Raihan mampu merasakan jika tubuh Kirana bergetar. Tapi ada satu dorongan dari dirinya yang membuatnya mengeratkan pelukan dan mengelus punggung Kirana untuk menenangkannya. Lama kelamaan gemetar ketakutan itu menghilang dan Kirana sudah tertidur. Dia terlelap dalam pelukan suaminya untuk pertama kalinya. Raihan tersenyum. Dia memberanikan diri untuk mencium kening Kirana dan ikut memejamkan matanya.

“Kirana aku bangga padamu,” kata Raihan sebelum ikut menyusul Kirana ke alam mimpi.

...***...

Untuk menghapus rasa bersalah Kirana kemarin, hari ini mereka kembali berjalan-jalan. Kali ini Raihan yang ingin sekali merasakan main ke taman safari. Mumpung mereka ada mobil sendiri walaupun modal rental tapi Raihan ingin merasakan sensasinya dikelilingi oleh hewan-hewan besar di sana. Raihan juga bilang tidak afdol kalau Kirana tidak mengunjungi rumah saudaranya. Padahal yang dimaksud Raihan ya monyet-monyet yang ada di taman safari itu.

“Tuh…, tuh…, tuh…, mirip kamu tuh,” kata Raihan.

“Nah kalau yang itu mirip Bang Adnan ya,” kata Kirana.

“Terus yang di sebelahnya yang ngerebut makanannya itu Bang Raihan kan,” lanjut Kirana.

“Asem kok Abang jadi ikut-ikutan kamu katain mirip monyet juga,” kata Raihan.

“Ya sebenarnya Abang nggak mirip sama monyet. Abang mah miripnya sama anjing,” kata Kirana.

“Ha?”

“Ih bukan maksud ngatain ya tapi Abang tuh mirip sama anjing samoyed punya bu Maria. Itu lho yang rumahnya di ujung gang. Kan kalau pagi si comel suka dibawa jalan-jalan keliling komplek. Aku juga suka pegang, bulunya lembut banget,” kata Kirana.

“Suka suka kamu sajalah. Asal nggak dibilang mirip sama melki saja,” kata Raihan.

“Melki? Siapa itu Bang?”

“Anjing herder yang dipelihara sama om tantenya Abang. Dulu waktu kecil setiap kali Abang ke rumah om tuh anjing selalu aja menggonggong. Padahal kan Abang nggak salah apa-apa,” curhat Raihan.

“Dih Abang kan nggak bisa menggonggong,” kata Kirana.

“Ahahahaha, belum tahu saja kamu. Abang kalau lagi tugas galak lho.”

“Kayaknya emang polisi dimana-mana galak deh. Papa galak, Bang Adnan juga galak,” kata Kirana.

“Bukan galak sih sebenarnya tapi tegas. Ya wajar kalau Papa galak, jebolan gegana. Orang-orang yang dihadapi kriminal kelas atas semua. Kalau Abangmu nggak galak ya nggak kerja jadi provost. Mana tugasnya kok ya di brimob gitu,” jelas Raihan.

“Abang nggak pengen gitu Bang? Bukannya Papa Nandar juga jebolan brimob ya?”

“Iya, yang duluan terjun di brimob malah Papa Nandar dibanding Papa Bagus. Tapi Abang nggak mau. Pengen sih, lagian siapa juga yang menolak bisa gabung dalam tim elite polri itu. Cuma Abang kan sekarang nggak sendirian, sudah ada kamu. Kalau Abang di brimob Abang akan sering banget ninggalin kamu. Ini saja Abang nggak janji Abang bisa selalu ada sama kamu karena Abang akan tetap sering patroli malam,” kata Raihan.

“Nggak papa Bang.”

“Tapi setidaknya Abang tenang ninggalin kamu soalnya kamu akan ada sama Papa Mama. Sementara kita tinggal di rumah Papa Mama dulu nggak papa kan? Sambil jalan nanti kita usahakan beli rumah,” kata Raihan yang memang belum mampu memberikan yang terbaik untuk istrinya.

“Nggak papa banget Bang. Kirana kan masih suka takut sendirian di rumah. Lagian kayaknya Mama Cecil sama Mama Hasna bakal tetap merusuh kalau kita tinggal di rumah sendiri. Kan Abang anak tunggal dan Kirana anak kesayangan jadi ya gimana tahu lah.”

“Ohh ternyata bukan cuma Abang yang diproteksi maksimal toh. Kamu juga. Cie samaan,” goda Bang Raihan.

“Ya emang Abang kalau punya anak tunggal atau punya anak cewek nggak bakal protektif? Firasatku sih Abang bisa lebih protektif dibanding Papa,” ledek Kirana.

“Emang sih. Tapi Abang tetep pengen punya anak perempuan ah. Tapi nanti. Ya empat atau lima tahunan lagi lah. Kalau sekarang belum berani.”

“Bilang aja Abang masih pengen pacaran. Kita kan nggak pacaran Bang tau-tau nikah aja. Ngegas banget sih,” kata Kirana.

“Biarin ngegas. Namanya Abang nggak PHP. Abang suka yang pasti pas,” jawab Raihan.

“SPBU dong.”

“O iya juga ya. Ya ampun tadi samoyed sekarang SPBU, mbuh lah Dek sak karepmu,” kata Raihan membuat keduanya tertawa.

1
Berbieliza
semngat thor udah mmpir, klau berkenan mmpir
Jia.P: Pasti aku akan meluangkan waktu untuk mampir kak, makasih ya atas apresiasinya
total 1 replies
lutfia
😭😭 nangis kejer aku, ga sanggup aku, 😭😭
Anita Qarry
masih gak pham,kno Keenan melepas Kirana. ap krn gk virgin, atw ap seh ?? klo mental down tp bisa masuk Akpol...lh kan gak ngerti aq ny
Jia.P: yahh namanya udah nggak jodoh kak 😅
total 2 replies
Elsa Devika
dri awal baca novel ini udh bagus bnget siih, menceritakan tentang seorang gadis tangguh yg penuh perjuangan cinta dan hidup smpe akhir nya happy ending😊
semangat buat karya² baru nya kak💪
jngan marah yaa klo ada saran dan kritik dri readers mu😁
Jia.P: iya kakak terima kasih atas masukannya semangat juga untuk kakak, hehe aku nggak akan marah kok justru aku seneng banget kalau ada yang mau saran dan kritik untuk karyaku karena untuk pengembangan diriku juga
total 1 replies
Elsa Devika
menangis aku baca part ini mlem²😭🤧
Elsa Devika: siaaap😁
total 2 replies
Recm82
yaaach koq END thor padahal bagus loh ceritanya..okay dech ditunggu karya berikutnya
Jia.P: ditunggu karyaku berikutnya ya kakak, as soon as posibble
total 1 replies
Maya Puspita
ditunggu karya berikutnya thor
Jia.P: yupyup doakan lancar kerjaanku biar bisa segera nulis lagi yaa kak
total 1 replies
Suci Fazira
Thor up lagi dong,tunggu ya
Jia.P: siap..., diusahakan segera up kok.
maaf ya lama soalnya author lagi sedikit sibuk berhubung mau 17an juga
total 2 replies
lamps 2
baguss thor❤❤lanjutkan ❤❤
Jia.P: shap ndan 👍😊
total 1 replies
Anonim
Jujur blom samp pada kenyataan klo bukan sama kenan
Jia.P: kqta Kirana rencana Tuhan buat dia jauh lebih baik, nggak papa 😌
total 1 replies
Anonim
Jujur gelo tp mau gimana
Jia.P: yang aabar ya kak 🤭
total 1 replies
Kaisar Tampan
kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
Jia.P: siap nanti kalau ada waktu aku pasti mampir 👍👍👍
total 1 replies
Mika Saja
semoga skripsi lancar,tanpa ada koreksi LG,mendapatkan hasil yg memuaskan dan semoga ilmunya bermanfaat,amin💪
Jia.P: aamiin... 🙏
total 1 replies
Mika Saja
akhirnya up jg,jgn lama2 thour😘😘
Mika Saja: amin..,yra,,tetap semangat👍
total 4 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭 jangan pelit² up ceritanya Thor 😭😭🙏🙏🥺🥺
Jia.P: pasti kakak diusahakan yaa 🙏
semoga kakak nggak bosen sama ceritaku hehehe
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭😭
lebih banyak upnya thor
Jia.P: makasih kakak atas semangatnya hehe semoga kakak nggak bosen ya 🤗
total 3 replies
Windy Miller
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Jia.P: makasih kakak semoga kakak suka yaa 🤗
dukung juga karyaku yang lain ya kakak, novelku yang di sebelah juga nggak kalah bagusnya lhoo 🤭
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭
Jia.P: aduh baret biru sudah tamat kakak 😅
sebagai gantinya aku sudah bawa novel baru lho semoga kakak juga suka
total 3 replies
flower bean
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Jia.P: seneng deh kalau kakak bisa enjoy bacanya 🌹
support terus baret biru ya kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!