Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005
Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.
Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.
Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.
Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?
Simak kisahnya hanya di sini👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
Salsa. Gadis berambut sebahu tersebut, meninggalkan kelasnya ketika bel istirahat berbunyi, menghiraukan panggilan Alana yang mengajaknya kekantin. Kini tujuannya adalah kelas XI Ipa 1.
Di pikiran Salsa selalu terbayang tangan Azka yang terluka, katakanlah ia berlebihan tapi jujur saja ia khawatir melihatnya. Di depan pintu ia menelan ludahnya beberapa kali, ragu untuk memasuki kelas Azka hingga seorang perempuan manis menyapanya.
"Nyari siapa?" tanya Giani, gadis manis incaran Rayhan. Bukan untuk mainan tapi Rayhan serius akan perasaannya pada gadis tersebut.
Namun, status Rayhan sebagai playboy, membuat Giani menjauh darinya.
"Azka," Jawab Salsa.
Giani menganguk mengerti, tidak heran jika ada perempuan ke kelasnya hanya untuk mencari Azka itu sudah biasa.
"Masuk aja!" Ramah Giani. "Noh di pojok."
Tunjuknya pada segerombolan cowok sedang asik bercanda di bagian belakang.
"Makasih."
Dengan langkah pelan Salsa memasuki kelas Azka, dan orang pertama yang menyambutnya tak lain adalah Rayhan sementara Keenan hanya menatapnya sekilas lalu kembali sibuk dengan Dito dan Ricky.
"Wow calon ibu ketua datang nih." Hebo Rayhan membuat cowok yang sedang sibuk dengan ponselnya mendongak.
Salsa hanya menangapi candaan Rayhan dengan senyuman, walau merasa risih dengan panggilan Rahyan, padahal ia dan Azka hanya sebatas teman.
"Peningkatan nih," celetuk Ricky.
"Nggak bareng Alana?" tanya Dito.
"Nggak, Al ke kantin duluan." Mendengar jawaban Salsa, Dito bangkit dari duduknya, pamit pada teman-temannya untuk menyusul sang pujaan hati di kantin sekolah.
Azka. Cowok itu hanya menatap Salsa, sedikit kaget dengan kehadiran gadis berambut sebahu tersebut di kelasnya.
"Kenapa?"
"Temenin gue ke UKS boleh?"
"Lo sakit?" Azka menghampiri Salsa lalu menyentuh kening gadis itu. Tanpa menunggu persetujuan Salsa, ketua Avegas tersebut menarik tangannya lalu berjalan meninggalkan kelas XI Ipa 1 menuju UKS sesuai permintaan sang gadis.
"Widih bentar lagi bos kita punya pawang nih," celetuk Ricky setelah Azka dan Salsa menghilang di balik pintu.
"Yoi bro."
Sementara di tempat lain, Azka di buat melongo dengan tingkah Salsa. Karena bukannya berbaring gadis itu malah mengambil kotak p3k lalu menyuruhnya duduk, meraih tangannya yang terluka.
"Tangan lo bisa infeksi kalau nggak di obatin." ceramah Salsa sembari memberikan obat merah pada luka Azka.
"Lo bohongin gue?"
"Kalau nggak gini, lo mana mau di obatin."
"Jangan terlalu peduli!" Salsa mendongak menatap cowok yang sedang ia obati tangannya hingga pandangan mereka bertemu beberapa detik.
"Gue takut jatuh cinta, lo mau tanggung jawab?" lanjut Azka ketika gadis berambut sebahu itu menghindari mata tajamnya.
"Udah tau tangannya luka, malah sok-sok bawa motor, tambah parahkan jadinya." Omel Salsa sembari membalutkan perban pada luka Azka.
Sengaja menghindari selorohan cowok tersebut, karena ia nggap tidak penting, merapikan kembali kotak P3K lalu bangkit dari duduknya.
"Udah?" tanya Azka.
"Iya, gue duluan ya," pamit Salsa tetapi di cegah oleh Azka.
"Lo belum jawab pertanyaan gue."
Gadis berambut sebahu itu mengerutkan keningnya, pertanyaan? sejak kapan Azka bertanya padanya?
Mengerti akan kebingungan gadis tersebut, Azka kembali angkat bicara. "Lo mau tanggung jawab kalau gue jatuh cinta sama lo?" ulang Azka.
Sudut bibir Salsa terangkat, menampikan senyum yang sangat manis di mata Azka. Ia menarik tangannya dari genggaman
cowok tersebut.
"Ngaco, emang gue pencuri, pake harus tanggung jawab segala," ujar Salsa lalu berjalan meninggalkan Azka seorang diri dalam ruangan itu.
...****************...
Jangan lupa like, komen dan Vote. Mampir juga di cerita baru dedek "Kukira cupu ternyata suhu"
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/