"aku harus mendapatkan pria dingin itu!" tekad seorang gadis sembari menyeringai.
Dia adalah Queensha Karren Bramantyo yang tergila gila dan terobsesi pada seorang pria bernama Darren Austin Keith yang memiliki paras tampan dan menawan tapi memiliki sifat dingin dan sulit untuk didekati.
Semakin dalam gadis itu menggali informasi tentang pria itu, dia semakin tahu karakter dan latar belakangnya yang menarik.
Bagaimana kisah cinta mereka berdua? apakah Queen berhasil mendapatkan cinta pria pujaannya?
Ini adalah squeel novel DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jatuh
Pagi harinya, Queen bangun tepat waktu tanpa adanya drama dan hal lainnya, pagi cerah hari ini sungguh membuat suasana hati siapa saja akan menjadi ceria termasuk gadis cantik bernama Queensha itu.
tak tak tak
Sepatu milik gadis cantik itu berbunyi saat menuruni anak tangga, dia langsung melangkah menuju ruang makan dimana semua keluarganya ternyata sudah berkumpul "Good morning everyone, everytwo everytree everyfour" pekik gadis cantik itu dengan riang.
Keempat orang yang sedang duduk menoleh kearah Queen, dimana gadis cantik itu sedang berjalan mendekat lalu mengecup pipi Valey dan Arsen secara bergantian "morning mom dad"
"morning sayang" jawab Arsen dan Vakey hampir berbarengan.
Lalu Queen menoleh kearah Gerald dan Gerrell dia berdiri ditengah tengah adiknya itu dengan senyum penuh arti sembari menoleh ke kedua pemuda itu secara bergantian.
cup cup
"kakaaaaak" pekik Gerald dan Gerrell saat pipi mereka berdua dikecup juga oleh Queen.
"hahaha" tawa Queen menggelegar, begitupun dengan Valey dan Arsen yang juga ikut tertawa melihat wajah kesal sepasang saudara kembar itu.
"don't kiss me!!" pekik Gerrell dia mengusap pipinya.
Gerald yang juga kesal tetap tenang meski dia juga mengusap bekas bibir Queen menggunakan tangan.
"kalian senang kan dicium oleh gadis most wanted sepertiku?" tanya Queen, meski dia tahu kedua adiknya justru merasakan kebalikannya.
"ya ya.. aku suka sekali dicium oleh gadis cantik yang seperti bidadari turun dari atas pohon sepertimu kak" ucap Gerrell dengan nada malas.
"diihh... nggak banget" ujar Queen sembari menjelekan wajahnya, dia mengacak rambut adiknya dengan gemas.
"kakaaaak" rengek Gerrell, dia membetulkan rambutnya kembali.
"sudah sudah.. cepat makan sarapannya nanti terlambat sekolahnya" ucap Valey memperingatkan kedua anaknya yang suka sekali saling iseng.
Queen mengangguk lalu dia segera duduk dan menyomot sendwich yang tersedia diatas meja lalu segera melahapnya.
"Princess.."
Queen menoleh dan menatap wajah Arsen saat daddy nya itu memanggil namanya "yes dad"
"bisakan besok kamu ikut daddy keacara makan malam bersama dengan klien daddy?" tanya Arsen lembut, dia berharap sekali Queen mau ikut bersamanya.
Queen menoleh kearah Valey "biasanya perginya sama mommy dad?"
"mommy tidak bisa sayang, karena besok mom mau ada acara seminar sayang, tolong temani daddy yaa?" ucap Valey lembut tapi penuh permohonan.
"seminar? bukankah acara seminar itu diadakannya siang ya mom?"
"mom mau mengisi seminar di kota S sayang, kalaupun malam mom sudah kembali pasti lelah sekali setelah perjalanan jauh"
Queen mengangguk pasrah "baiklah, aku akan temani daddy"
"terimakasih sayang" ucap Arsen lalu dia menoleh kearah kedua anak lelakinya "apa kalian mau ikut juga? sekalian daddy kenalkan dengan kolega bisnis daddy"
Gerald dan Gerrell langsung menggeleng menolak.
"aku tidak bisa dad, karena besok malam aku ada acara dengan teman, tapi kalau Gerald pasti bisa tuh dad.." ujar Gerrell dengan sengaja mengumpankan Gerald, lalu dia menahan tawa saat Gerald memelototi dirinya.
"kalau begitu kamu ikut ya rald?"
"maaf dad, seperti apa yang Gerald katakan kalau dia ada acara dengan teman begitupun aku, karena teman kami sama" ucapnya lugas dan berwibawa, jika dilihat dari gestur dan pembawaan sikap, Gerald sangat cocok menjadi seorang pemimpin.
Arsen mengangguk "baiklah.. berarti besok kakak saja yang menemani daddy"
Queen menatap malas kedua adiknya, dia tahu sekali kalau mereka berdua tak ada acara apapun, tapi dia diam saja karena tahu kedua adiknya itu belum siap untuk terjun dan masuk kedunia bisnis, meski sebenarnya dia menginginkan kedua adiknya itu untuk berkenalan dengan dunia yang digeluti oleh Queen dan daddynya itu.
Tapi kalau mereka belum menginginkannya tentu Queen maupun Arsen tak mau memaksakan kehendak, biarlah mereka menikmati masa muda dengan tenang tanpa harus memikirkan bagaimana menjalankan perusahaan besar yang memiliki tanggung jawab besar.
Suasana meja makan kembali hening, mereka semua fokus menghabiskan sarapan dengan tenang sampai ketiga bersaudara itu selesai dan segera berpamitan dengan kedua orang tuannya itu.
Diluar mansion ketiga bersaudara itu sedang berdiri disamping kendaraan mereka masing masing.
Queen dengan motor besarnya sedangkan kedua pemuda itu dengan mobil sport mewah.
"kak.. sebenarnya aku ingin sekali pakai motor" ujar Gerrell merengek, dia sungguh ingin memakai motor sport seperti milik Queen agar terlihat maco dan keren.
"apa kamu mau menabrak pohon lagi?" tanya Queen ketus, dia teringat saat dulu Gerrell masih duduk disekolah menengah pertama pernah belajar motor dan berakhir dirumah sakit akibat menabrak pohon.
Gerrell mendengus tak suka "itu dulu! sekarang aku sudah besar pasti tak akan menabrak pohon lagi"
"ya sudah sana izin ke mommy" tantang Queen sembari menggerakan dagunya kearah dalam mansion.
"kakak menyebalkan sekali, kakak bicara begitu karena tahu aku tak berani kan?" keluh Gerrell lagi, dia melipat kedua tangan diatas mobil lalu meletakan kepalanya diantara lengan.
"jangan merengek seperti bocah! kau tak sendiri karena aku dengan senang hati menemanimu naik mobil"
Bukan Queen yang bicara melainkan Gerald, tatapan mata pemuda itu tajam sekali berbeda dengan Gerrell yang tatapan matanya hangat dengan senyuman Gerrell yang begitu khas dan seringai nakalnya itu juga yang menambah ketampanan dan kesan bad boy jika sedang berada diarea sekolah.
"ck kalian berdua memang menyebalkan" gerutu Gerrell.
"kalau mau naik motor ayo kakak boncengin" ucap Queen memberi saran, dia sapai menepuk jok motornya.
"ck.. mau ditaruh di mana harga diriku kak?, kalau harus dibonceng oleh perempuan?" ucap Gerrell, dia pasti akan dibicarakan semua temannya nanti dan hal itu membuatnya malu.
Gerrell langsung masuk kedalam mobil dengan wajah memberengut.
"taruh kantung plastik saja lalu buang kekali Rel" sungut Queen, dia segera naik keatas motor dan mengenakan helmnya.
Begitupun Gerald yang masuk kedalam mobilnya, mobil yang semalam dia tinggal telah diantar oleh salah satu anak buah Tiger White atas perintah dirinya.
Gerrell lagi lagi mendengus saat mendengar gerutuan Queen, dia segera pergi meninggalkan kedua kakaknya itu "aku harus belajar motor lagi, aku kan mau terlihat gagah dan keren" ucapnya penuh tekad.
Gerald juga menyusul Gerrell meninggalkan mansion dan yang terakhir adalah Queen.
Queen membawa motornya dengan kecepatan lumayan tinggi dengan menyalip pengendara lainnya.
Motor melesat membelah jalanan yang cukup ramai.
mrooooom
Motor berderu dan bisingnya membuat Queen semakin bersemangat menarik gasnya.
Tapi tiba tiba saja Queen terbelalak dan memekik, dia menghindari seseorang yang tiba tiba saja menyebrang jalan dengan seenaknya.
Untuk menghindari tabrakan gadis itu membanting motornya kesisi kiri.
braaaakkk
"aaaahhhkkk" pekik sipenyebrang jalan saat motor tadi hampir saja menabrak dirinya.
Motor melesat kekiri dan masih saja berjalan padahal posisi motor saat ini sudah jatuh dan roboh.
Queen memejamkan matanya tapi masih sadar seratus persen.
Danzel Danzel,,,, kamu salah ngomong di depan mereka yg jaillll hahahahahaha
otw malam pertama