menceritakan kisah seorang gadis cantik yang sholeha menjalani hidup dengan iklhas berharap menemukan pasangan yang tepat yang dipilihkan Allah untuk dirinya dan akhirnya dia menemukannya seorang pria tampan yang sangat mencintainya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
*** Party Di ARDANA Hotel **
Para tamu undangan Rekan Bisnis Perusahaan PRIMA GRUP telah berdatangan. Mereka memberi ucapan selamat atas kesuksesan perusahaan yang kini di kelola oleh anak tunggal pemilik perusahaan, yaitu Alvano Dareen Emilio yang di temani orang kepercayaan nya bapak Sigit Budiono.
Rey, Very dan Lani mengucapkan selamat kepada Vano.
" Selamat ya Vano semoga perusahaan PRIMA GRUP semakin berjaya dan sukses. Rey menjabat tangan Vano, mereka temen dari SMA sampai Kuliah.
" Makasih Rey." Jawab Vano sambil tersenyum.
" Selamat ya Van, kamu sekarang makin sukses aja ya, makin ganteng lagi, " kata Lani yang juga menjabat tangan Vano.
" Makasih Lan, kamu juga makin cantik. " Vano memuji Lani yang malam itu berpenampilan sangat sexy dengan gaun hitam tanpa lengan dan di atas lutut.
" Cewek lo mana Van? masa udah ganteng dan sukses gini masih jomblo?. Goda Very pada Vano yang juga sahabatnya.
" Gua baru putus Ver, rencana ini malam mau cari cewek baru, hehehe." Vano tertawa kecil menepuk bahu Very.
Vano juga sama dengan Rey dan Very meski mereka adalah pria yang berwajah tampan, macho, kaya dan mapan tetapi untuk urusan jodoh mereka sangat selektif dalam memilih pasangan hidup sehingga sampai saat ini Vano dan Very sama-sama belum menikah, sedangkan Rey ia sendiri tidak ingin menikah karena trauma masa lalu dimana ia melihat mamanya menderita.
" Lan kayaknya bisa lah lo mulai deketi Vano dia kan da makin tajir sekarang. " Sambung Very lagi.
" Mana mau si Vano sama gua Ver, diakan sukanya daun muda," ujar Lani tersenyum nyengir.
" Yang ada lo tu Lan yang gak bisa move on dari Rey, aku mah ogah jadi bayang bayangan si Rey. hahaha. " Mereka pun tertawa, seakan mereka itu lagi reunian kecuali Rey yang tak berekspresi melihat teman-temannya itu, jangankan tertawa tersenyum pun tidak, sedangkan pak Sigit hanya tersenyum menyaksikan obrolan anak-anak muda itu.
" Rey lo emang luar biasa, Party malam ini sangat istimewa berkat lo semua yang udah menyiapkannya, yakan pak sigit?? gua sangat suka, dekorasinya elegan dan perpect, pasti lo ya Lan yang jadi owner pelaksananya.Kemampuan lo emang gak diragukan lagi." ucap Vano memuji Lani yang hanya sedikit tersenyum di paksakan mendengar pujian Vano.
" Lani emang hebat Van, Tapi kali ini bukan Lani penanggung jawabnya. semua ini hasil kerja dari karyawan baru kami." Jawab Very.
" Van, aku ambili kamu minum dulu ya!" Lani menawarkan mengambil minum untuk Vano karena dia malas mendengar ocehan Very yang pasti akan membangga-banggakan Zahra.Lani pun pergi meninggalkan mereka.
" Kalian gak salah, karyawan baru udah dikasih tanggung jawab sebesar ini?? ya aku akui melihat ini semua, itu karyawan memiliki kemampuan yang patut di perhitungkan juga sih. "
" lo jangan cepat menilai yang negatif dulu Van, Walau dia baru tapi gadis ini emang luar biasa, dia itu jebolan mahasiswa terbaik di Universitas nya. "
" Oh ya,! gua jadi penasaran sama tu anak, cantik tidak?? kalau cantik boleh lah gua jadikan gebetan gua malam ni. "
" Enak aja loh, untuk yang satu ini lo jangan macam-macam ya, gua da incer duluan, jadi lebih baik lo cari gebetan yang lain aja.
" Ah lo gak bisa gitu dong Ver, kita kan bisa bersaing secara sehat.
" Malas gua besaing sama lo Van, yang ada gua kalah saing, secara loh bos gua mah cuma asisten pribadi bapak galak nih. " Very melihat ke arah Rey.
" Hahaha, tapi si Rey gak ikutan naksir tu cewek kan Ver, soalnya kalau besaing sama dia gua ma angkat tangan, gak pernah menang gua saingan sama si Rey ni." Vano memegang pundak Rey.
" Tenang aja lo Van, kalau urusan yang berkaitan sama cewek Rey ma gak demen karna dia gak tertarik sama sekali." ucap Very lagi.
" Hahaha lupa gua Ver, Rey kan dari dulu emang anti banget sama cewek. kasian cewek yang ngejer-ngejer dia, di angguri terus, sama kayak si Lani tu sampe sekarang belum nikah juga karna nungguin si Rey.hehehe...."
Rey hanya diam saja mendengar celotehan dua temannya itu. Matanya sesekali melihat ke seluruh penjuru lokasi pesta, dia mencari Zahra yang dari tadi tidak terlihat.
" Ver, kok Zahra belum kelihatan? sepertinya sudah menjadi kebiasaan anak itu selalu datang terlambat. " Rey mulai membuka suara.
" Iya lo bener Rey, Zahra belum kelihatan, Sasa juga gak ada nampak. kalau gitu aku cari dulu ya. " Very berjalan mencari Zahra dan Sasa.
Sementara itu Zahra dan Sasa baru saja sampai mereka langsung ke lokasi Party. Saat berjalan, beberapa tamu undangan melihat Zahra dengan tatapan sinis, bahkan di antara mereka ada yang bergosip dan tertawa mengejek karena pakaian yang di pakai Zahra tidak sesuai dengan tema Party.
" Sa, seperti nya pak Rey sengaja memberikan baju ini ke aku agar aku jadi bahan ejekan malam ini. Aku beneran nyesal seharusnya tadi aku gak perlu ganti baju. " ucap Zahra pelan kepada Sasa sambil terus berjalan ia mendengar omongan para undangan yang berbisik saat berjalan melewati mereka.
" Lo yang sabar ya Ra, biar bagaimana pun pak Rey itu kan bos kita jadi kita harus nurut sama perintahnya, udah lo gak usah dengeri kata mereka. " Sasa mencoba menghibur sahabatnya yang terlihat sudah tidak nyaman menjadi bahan gosip para tamu wanita yang berpakaian kurang bahan alias sexy.
" Kalian di sini rupanya, dari tadi saya mencari -cari kalian, Zahra kamu cantik sekali malam ini." Ucap Very yang tiba-tiba menghampiri Zahra dan Sasa.
Terima kasih pak, jawab Zahra tersenyum.
" Walau Zahra menggunakan baju yang tak sesuai tema Party tetapi aku gak bisa bohongi diri ku sendiri kalau malam ini dia benar-benar membuat hatiku semakin menyukainya. dia seperti bidadari. " batin Very.
Very juga melihat Sasa dan dia juga memuji Sasa karena tak ingin membuat sasa kecil hati.
" Sasa kamu juga sangat cantik malam ini.
" Terimakasih pak." Sasa juga tersenyum ia sangat senang mendapatkan pujian dari bos ganteng idamannya itu.
Yuk Zahra kita kesana pemilik Perusahaan PRIMA GRUP sudah menunggu kita.
" Kalau begitu saya ambil minuman dulu ya pak? " ucap Sasa.
" Oh ya silahkan. " Jawab Very.
Sasa berjalan menuju meja tempat minuman. sedangkan Very dan Zahra berjalan menuju tempat Rey dan Vano.
Lani dan Jeny melihat Zahra dengan senyum licik mereka.mereka berdua sangat senang karena Zahra memakai pakaian yang mereka kirim atas nama Rey.
" Lihat saja, sebentar lagi setelah Rey melihatmu Zahra tamatlah riwayatmu, " gumam Lani kembali tersenyum.
Rey dan Vano melihat Very bersama Zahra berjalan menuju mereka. Keduanya terpesona dengan kecantikan dan keanggunan Zahra, mata keduanya tak lepas memandangi Zahra dari kejauhan.
" Buk, kok ekspresi wajah pak Rey tidak menunjukkan ekspresi marah ya buk, sepertinya malah pak Rey terkesima melihat Zahra, gimana ni buk gagal dong rencana kita ngerjain Zahra. " kata Jeny.
Lani yang melihat Rey menjadi kesal,benar kata Jeny dari wajahnya Rey tak menunjukkan marah sedikitpun.
" Lo tenang aja Jen, ini masih permulaan, nanti lo akan lihat bakal ada kejutan untuk Zahra yang tidak akan bisa di lupakan seumur hidupnya. " Lani kembali tersenyum kepada jeny. Dia masih punya rencana jahat pada Zahra.
mampir ya thor
up lg,...
kog lm bgt sih,..
ada lanjutannya g sih,....