Seorang laki-laki tampan yang banyak digilai para kaum hawa namun sayang sikapnya begitu dingin , tetapi berbeda jika berhadapan dengan Naura, ia menjadi lebih hangat berbanding terbalik 360° , dan Naura tidak menyangka jika lelaki itu menjadi cinta sejatinya. Banyak rintangan yang mereka lalui namun tetap selalu bersama.
Sebelum membaca disarankan terlebih dahulu membaca Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran tentang Azka
Beberapa hari sudah berlalu dari kejadian pengakuan orang yang menempelkan foto Naura dan Azka dimading kampus .
Masalah Barra , Naura sudah mewanti-wanti Azka agar tidak langsung bertindak dan memberikan kesempatan untuk Barra . Akhirnya dengan berat hati Azka mengikiti perkataan Naura , namun jika Barra berulah kembali maka tidak ada kata ampun dari Azka dan tanpa sepengetahuan Naura , Azka menyuruh orang kepercayaannnya untuk mengikuti keseharian Barra.
Begitu pun sebaliknya masalah kecurigaan Naura pada Azka , Naura menyuruh Angga untuk memata-matai Azka dan kemana saja Azka pergi , walau cukup sulit karna dari tiga hari Angga mengikuti Azka , tidak ada hal yang mencurigakan seperti yang dibilang oleh Naura.
Namun hari ke empat sepulang dari kampus Angga melihat Azka yang tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan pergi ke suatu tempat , Angga mengikuti Azka cukup jauh bahkan sampai ke tempat pelosok yang jauh dari kata keramaian ibu kota .
Dari jarak aga jauh Angga memberhentikan kendaraannya dan ia melihat Azka yang masuk ke sebuah bangun yang dijaga beberapa orang yang memakai jaket berlogo Tiger Fang , ia mengangguk hormat pada Azka dan menyapanya dengan panggilan boss.
Angga bisa menyimpulkan kalau Azka memang leader dari kelompak Tiger Fang yang terkenal kejam dan kecurigaan Naura memanglah benar dan kini sudah terjawab .
Angga langsung pergi meninggalkan tempat itu , ia melajukan kendaraannya ke arah Caffe Zana .
Memata-matai atau mengikuti seseorang itu sudah keahlian Angga tanpa ada menimbulkan kecurigaan dan takut ketahuan Angga selalu berhasil mengikuti seseorang dan mendapatkan info yang diharapkan.
...****...
Angga langsung menemui Naura diruangannya , kebetulan hari ini Naura berkunjung ke Caffe untuk melihat laporan keuangan dan berkas-berkas yang harus ia tanda tangani.
Tok , Tok , Tok , Angga mengetuk pintu ruangan Naura walau ia sangat dekat dengan Naura namun ia tetap menjaga sopan santunnya.
"Masuk" Sahut Naura dari arah dalam.
"De" Panggil Angga sambil membuka pintu.
"Eh bang ayo masuk " Sahut Naura sambil memberhentikan aksinya yang tengah mengecek berkas-berkas dan menandatanganinya .
Angga masuk dan duduk dikursi berhadapan dengan meja Naura , tak lupa Angga pun menutup kembali pintu ruangan Naura.
" Gimana bang ? " Tanya Naura sambil melihat Angga.
"Kecurigaan kamu benar de , teman kamu yang bernama Azka itu ternyata leader dari Teger Fang" papar Angga .
"Hah leader Tiger Fang ?'' tanya Naura kaget , pasalnya didunia mafia siapa yang tidak mengenal kelompok Tiger Fang yang terkenal sangat kejam tidak ada duanya.
" Iya de , abang ngikutin dia sampai ke kawasan markas Tiger Fang dan anak buahnya pada mengangguk hormat dan memanggil Azka dengan sebutan boss" Ujar Angga panjang lebar .
" Hmmm sulit dipercaya tapi dari ilmu bela diri dan keberaniannya Naura percaya , bahkan Naura pernah lihat Kak Azka mengancam orang dengan kematian " Timpal Naura sambil membayangkan ketika melihat Azka yang tengah tersulut amarah dan mengancam orang yang memajangkan foto dirinya dan Azka.
"Jadi masalahnya apa de ? , sampai detik ini abang masih bingung kenapa kamu nyuruh abang memata-matai si Azka itu ?'' tanya Angga pasalnya Angga tidak diberi tahu alasan kenapa ia harus mengikuti Azka.
" Sebenarnya ga ada masalah bang , cuman Naura menaruh kecurigaan kalau dia bukan orang biasa" Jawab Naura apa adanya.
" Jawaban kamu selalu gitu de , bukan diri kamu banget kamu kepo sama seseorang " Timpal Angga kesal.
"Ish bukan gitu bang" Desis Naura sambil memalingkan wajahnya.
"Jadi ceritanya gini...." Ucap Naura menceritakan kejadian dimana seseorang yang menempel gambar Naura dan Azka yang baru ke luar dari hotel dimading kampus dan membuat semua anak-ank kampus heboh dan menghina Naura dengan kata-kata kotor , namun keesokan harinya tiba-tiba ada seseorang yang langsung mengakui kesalahannya dan meminta maaf tapi Naura cukup merasa aneh ditambah orang itu berpenampilan sangat mengkhawatirkan.
"Ohh ... nah kalau gitu abang paham , ya jelas pelaku yang majang foto kamu dan Azka langsung meminta maaf ditambah penampilannya mengkhawatirkan , pasti Azka dan anak buahnya sudah memberinya pelajaran " Timpal Angga ketika sudah mendengarkan cerita sebenarnya dari Naura.
"Eh De tapi kenapa kamu ga bilang sama abang buat selidiki orang yang majang foto kamu itu ?'' tanya Angga sambil menatap Naura.
" Masalah yang gitu ga usah diambil pusing lah bang , tadinya Naura ingin lihat sampai mana orang itu ingin main-main dengan Naura , namun kak Azka udah bertindak lebih dulu , gak seru kan ?'' jawab Naura panjang lebar.
"Lha kmu ini de , orang yang gitu harus dikasih pelajaran , jangan dibiarin nanti ngelunjak ngelakuin hal-hal sesuka hatinya tanpa memikirkan orang lain " Balas Angga tidak setuju.
" Iya sii tapi kan bisa baik-baik ga langsung diserang juga kaya yang kak Azka lakuin , lagian dia juga disuruh oleh orang " jawab Naura apa adanya.
" Disuruh ?'' tanya Angga sambil mengerutkan dahinya.
"Iya disuruh oleh Barra Miko Bactiar , Naura sempat menyuruh Abang untuk mengikuti Barra dan mencari kelakuan jahatnya untuk bukti penggagalan acara pernikahan tempo lalu" papar Naura dan Angga langsung mengangguk paham.
"Kamu hati-hati de , bisa aja si Barra itu masih tidak terima acara pernikahannya gagal" Ucap Angga mengkhawatirkan Naura.
"Siap bang , santai aja Naura bisa jaga diri kok " jawab Naura sambil mengangkat ibu jarinya.
" Oke kalau ada apa-apa cepat kasih tahu abang atau Anggi " Balas Angga lagi.
"Siap bang , punya abang pada bawel-bawel ya '' timpal Naura sambil terkekeh.
" Itu tandanya sayang de , kamu seperti adik perempuan abang yang wajib abang jaga" Ucap Angga sambil menatap Naura.
"Iya bang iya makasih untuk semuanya , Naura bersyukur dipertemukan dengan bang Angga dan bang Anggi yang selalu ada buat Naura" jawab Naura sambil tersenyum manis.
"Sama-sama de begitu pun abang sangat bersyukur dipertemukan dengan kamu , abang banyak belajar dari kamu bahkan abang sekarang bisa hidup enak juga karna kamu" Balas Angga dengan mata berkaca-kaca.
"Apa sii bang ? , semuanya sudah takdir dari Allah dan atas kemampuan abang , abang sekarang bisa hidup enak " Timpal Naura yang tidak setuju dengan perkataan Angga .
"Iya iya intinya abang selalu bersyukur dipertemukan dengan kamu de " Ucap Angga tersenyum manis.
" Iya iya sudah sana ah , Naura mau kerja lagi , gangguin aja tahu ga " Usir Naura sambil terkekeh.
"Ck" Decak Angga sebal.
"Ya udah abang mau bantuin dulu Anggi" pamit Angga sambil berdiri dari duduknya.
"Mau dibuatin nasi goreng yang biasa ga ?'' tawar Angga sebelum keluar dari ruangan Naura.
" Mau " Jawab Naura girang sambil menampilkan wajah imutnya.
" Nasi goreng aja langsung girang " Timpal Angga sambil menggelengkan kepala.
"Ya habis nasi goreng buatan abang the best belum ada yang ngalahin " Puji Naura sambil mengangkat ibu jarinya.
"Tadi diusir sekarang dipuji-puji" Balas Angga lagi.
"Ikhlas ga sii bang ?'' tanya Naura sambil menatap Angga.
" Ikhlas dong " jawab Angga sambil terkekeh.
Angga langsung pergi dari ruangan Naura menuju kitchen untuk membuatkan nasi spesial yang sangat disukai Naura .
Naura ia kembali disibukan dengan laptop dan berkas-berkasnya.
😘
😘
😘
Tinggalkan Jejak 🤗🙏.
Terimakasih.
ada 🌹🌹🌹 buat the triplets....