Sebuah kisah cinta yang rumit antara kakak beradik elvino dan anson dari keluarga addison.
ghania seorang gadis cantik yang di besarkan oleh keluarga brugman, harus rela di nikahkan dengan seorang laki2 yang cacat karena luka bakar di sekujur tubuh nya untuk membalas budi keluarga brugman karena sudah membesarkan nya.
kepada siapakah hati ghania berlabuh.
elvino seorang pria yang cacat akibat luka bakar di tubuh nya, atau anson adik dari elvino suami sah ghania yang ghania sendiri tidak tau jika anson adalah suami sah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kakashi lupher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LIBURAN BERSAMA GHANIA DAN ELVINO
Sudah berapa hari alex dan ghania masih berada di kota xx.
Sore itu ghe membawa dale makan di sebuah restoran.
"Mommy, kenapa mommy hafal tempat-tempat disini," ucap dale yang duduk tepat di depan ghania sambil menunggu pesanan.
"Itu karena mommy mu dulu tinggal disini," ucap ghania sambil tersenyum ke arah dale.
"Benarkah, mommy tinggal disini??" seru dale.
"Mommy janji, lain kali mommy akan membawa mu ke tempat kakek buyut mu?!"ucap ghania. yang di sambut senyuman sumringah dari dale.
"Bagaimana keadaan keluarga Brugman?
"Sudah lima tahun lebih aku tak mengunjungi nya?!"
"Paman, apakah kau baik-baik saja?!" gumam ghania.
Ghania sibuk bermonolog dengan hati nya sendiri. tiba-tiba.
"Ghe, kalian ada disini juga?!" seru seorang pria tampan dengan seorang putri kecil di gendong nya.
Dia adalah elvino dan luisa putri nya dengan clarabelle.
Ghania yang sedang melamun pun akhir nya tersadar ketika mendengar seseorang memanggil nya.
"Kak...??" ucap ghania ketika melihat elvino.
"Bolehkah kita gabung dengan kalian," ungkap Elvino. ghania pun mengangguk cepat.
"Hey anak manis, siapa namamu??!" seru ghania. sambil tersenyum ke arah luisa.
"Uicha aunty," ucap luisa dengan gaya anak kecil.
"Luisa ini mommy nya kakak dale," jelas elvino.
"Mommy nya kakak dale tantik?!" seru luisa yang membuat elvino dan ghania pun tertawa mendengar nya.
Berbeda dengan dale yang nampak cuek menikmati makanan nya.
"El, m_mmaksud ku kak,"
"Maaf, aku belum terbiasa dengan panggilan itu?!" ucap ghania sambil tersenyum canggung.
Namun elvino pun membalas senyuman ghania dengan ramah.
"Tak apa kau bisa panggil aku El, seperti biasa kau memanggil."
"Lagi pula aku juga sudah terbiasa dengan panggilan itu??" ucap el dengan senyum ramah ke arah ghania.
"Kau sama sekali tak berubah el,"
"Tetap ramah dan bersahaja," gumam ghania, dari dalam hati nya.
"El di mana clara?!" ucap ghania di tengah-tengah suapan nya menikmati hidangan seafood yang sudah mereka pesan.
"Hari ini harus nya kami pergi makan siang bertiga."
"Namun clara tiba-tiba tak bisa datang karena ada urusan."
"Untung ada kalian disini, jadi kita bisa makan sama-sama?!" seru elvino. yang sambut senyuman hangat oleh ghania.
"Kenapa aku merasa luisa wajah nya mirip sekali dengan alex," gumam ghania.
Namun ia buru-buru menggelengkan kepala nya menepis pikiran-pikiran kotor nya tersebut.
"Ada apa ghe," seru elvino, ketika melihat ghania menggeleng-geleng kan kepala nya dengan cepat.
"M_mm tidak." jawab nya ghania dengan mengulas senyum ke arah elvino.
"Papa bagaiman klo kita ajak mommy kakak dale dan kakak dale pelgi ke taman hibulan." ucap luisa dengan wajah memelas ke arah elvino.
"Lebih baik luis tanyakan sendiri sama mommy nya kakak dale," ucap elvino ke anak semata wayang nya tersebut, sambil menunjuk ke arah ghania.
"Mommy kakak dale maukah temeni icha maen, mommy icha tidak bisa temani icha, kalena panas, mommy icha tidak suka panas- panasan," ucap luisa dengan nada polos nya.
"hahaha... karena mommy icha sedang sibuk,"
"Maka nya mommy icha belum bisa temani icha bermain ke taman hiburan?!" seru elvino seakan tidak membenarkan apa yang luisa ucapkan.
"Apa??!"
"Bagaimana bisa clara berkata seperti itu kepada putri nya sendiri," gumam hati ghania bermonolog sendiri.
"Baiklah kita habiskan dulu makanan kita, setelah ini kita akan pergi ke taman hiburan," seru ghania lalu di sambut tepuk tangan nya kecil oleh luisa.
sedangkan dale tetap cuek tak menghiraukan apa yang mommy nya katakan sendiri.
Akhir nya siang itu setelah makan di restoran kini mereka berada di sebuah taman bermain anak-anak.
Dale sibuk bermain dengan luisa. Sedangkan Ghania dan Elvino hanya duduk di sebuah kursi dengan memperhatikan buah hati mereka masing-masing.
"Apa selama ini kalian baik-baik saja," ucap Elvino memecah keheningan di antara mereka.
"Hmmm," jawab ghania dengan mengangguk pelan.
"Soal kejadian lima tahun lalu aku minta maaf," ungkap elvino penuh sesal.
Ghania pun hanya menatap elvino dengan intens.
"Aku sama sekali tak menyadari jika kau sudah tidak di belakang ku." tambah elvino.
"Maaf..."
"Aku sungguh menyesal??" ucap nya dengan nada sendu
"El aku baik-baik, jadi tidak perlu ada yang kau sesali," ungkap ghania sambil mengelus punggung lengan elvino, mencoba menenangkan jika ia memang baik-baik saja.
"Entah lah ghe, kadang aku sangat menyesal dengan semua yang telah menimpamu."
"Andai aku waktu itu tak meminta anson untuk segera menikah, mungkin ini tak akan terjadi."
"El sudah, aku baik-baik saja," ucap ghania mengerti dengan perasaan elvino.
"Aku mohon ghe, maafkan anson, karena ia tidak bersalah, disini akulah yang paling bersalah." ungkap elvino dengan raut penuh sesal.
"Aku baik-baik saja el."
"Aku harap kau tak menyalahkan diri mu lagi."
"Karena aku sudah sangat bersyukur atas kehadiran dale disisih ku saat ini," ucap ghania dengan memegang lengan elvino mencoba menjelaskan.
Namun tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang dengan sengaja mengambil gambar mereka dengan diam-diam.
"Lalu kau dan alex..?" ungkao elvino tak melanjutkan kata-kata nya karena takut ghania tersinggung.
"Hmmm, aku dan alex sudah bertunangan."
"Selama ini alex lah yang sudah menjaga kami," jawab ghania dengan tatapan lurus ke arah luisa dan dale.
"Apa kau mencintai nya?!" ucap Elvino. namun ghania hanya diam membeku untuk sesaat. Lalu,
"Jika kau tak mencintai nya, kenapa kau harus menerima nya ghe,"
"Apa karena dale??" tambah nya lagi.
"Entahlah El," ungkap ghania yang juga tak mengerti dengan takdir yang seakan mempermainkan nya.
"Ghe, kau berhak bahagia."
"Raihlah kebahagiaan mu dan dale."
"Hidup mu sudah sangat menderita di keluarga eddison.
"Jangan membuat hidup mu lebih susah lagi dari yang pernah kau alami." seru elvino mencoba memberikan semangat untuk ghania orang yang sudah ia anggap adik nya sendiri.
Sedangkan ghania tertegun mendengar ucapan elvino.
"Vin, terimakasih..."
"Selama ini kaulah orang yang paling mengerti aku," ucap ghania menatap elvino dengan mata berkaca-kaca.
Elvino pun mengusap air mata yang hendak jatuh di pipi ghania.
"Lalu kau dengan clara??" ucap ghania terpotong.
"hyufffttttt." terdengar elvino hanya menarik nafas kasar dengan pandangan lurus kedepan.
"apa yang ingin kau dengar," ucap elvino.
Namun berhasil membuat ghania berfikir, apa maksud ucapan elvino.
"Mm_tak apa jika itu membuat mu beban, tak perlu menceritakan nya," seru ghania dengan mengulas senyuman.
"Baiklah, karena hari sudah semakin sore, mari kita pulang."
"Aku akan mengantar mu pulang ke apartemen alex," seru elvino, lalu di jawab anggukan oleh ghania.
*
*
*
💌 guys alhamdulillah buat ngerayain aku udah dapet level, walaupun cuma level 3. jadi hari ini aku update dua bab sekaligus.
Doain ya semoga lolos kontrak, biar bisa update setiap hari 🤗🤗 , semua berkat kalian. Sekali lagi Terimakasih banyak 🤗🤗🤗🤗..
ilove u so much pokok nya buat kalian 🥰🥰🥰
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Gak umum.
Org lain lemah lembut..membuat hati Ghe hangat.
sukses
semangat
mksh