NovelToon NovelToon
GHEA: Cinta Lama Belum Usai

GHEA: Cinta Lama Belum Usai

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Ghea Adisti Biantara dan Alvino Sanjaya pernah menjalin hubungan cinta monyet yang kebablasan saat keduanya masih duduk di bangku SMA. Hingga sebuah kesalahpahaman membuat cinta monyet mereka menjadi kandas, ditambah Ghea yang berpindah kota setelah lulus SMA, membuat Ghea dan Alvin putus kontak sama sekali.

Tahun berganti dan Alvin tak sengaja bertemu kembali dengan Ghea namun di posisi yang serba sulit karena Alvin yang sudah memiliki kekasih sedangkan Ghea yang masih menunggu Alvin demi menjelaskan kesalahpahaman yang pernah terjadi diantara mereka di masa lampau.

Hingga suatu malam, Ghea melakukan satu kesalahan yang membuatnya harus mengandung anak dari Alvin. Namun karena Ghea sadar bahwa Alvin akan segera menikah dengan kekasihnya, jadi Ghea memilih untuk pergi dan tidak memberi tahu Alvin tentang kehamilannya.

Di satu sisi, Alvin yang baru saja kehilangan calon istrinya karena sebuah kecelakaan mendapat tugas dari Galen untuk mencari Ghea yang tiba-tiba menghilang dan tak bisa dihubungi

Akankah Alvin bisa menemukan Ghea kembali?
Dimana sebenarnya Ghea bersembunyi, dan bagaimana nasib Ghea beserta anak Alvin yang ada di kandungannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH BARU

Ghea mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan yang tak lagi sepadat jalanan sebelumnya, mungkin karena ini bukanlah jalan utama dan sudah masuk daerah pinggiran. Ghea langsung mengundurkan diri dari kantor tempatnya ikut pelatihan kerja dan pindah dari apartemen yang sebelumnya, setelah pertemuannya dengan Alvin kemarin lusa di rumah sakit.

Alvin akan sangat mudah menemukan Ghea jika Ghea tetap bekerja. Nanti saja Ghea mencari pekerjaan lain, toh sebenarnya Ghea juga sudah punya bisnis online yang tak diketahui oleh Mommy dan Papi.

Tabungan Ghea juga masih lebih dari cukup untuk biaya hidup, kalaupun Ghea belum mendapat pekerjaan setahun ke depan. Ditambah Mommy Mia yang tetap mengiriminya uang jajan setiap bulan.

Ghea kini menyewa sebuah rumah mungil yang lokasinya berada di pinggiran kota dan jauh dari keramaian. Lokasi rumah Ghea juga berada di tengah-tengah pemukiman penduduk asli. Jadi sangat pas sebagai tempat persembunyian.

Ghea masih menyusuri jalan yang kiri kanannya hanya terdapat tanah kosong. Hanya ada satu dua kendaraan yang berlalu lalang, saat tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari semak-semak dan membuat Ghea kaget.

Ghea segera menginjak dalam-dalam pedal rem mobilnya bersamaan denagn seseorang tadi yang jatuh terjerembab di depan mobil Ghea.

Astaga!

Apa Ghea menabraknya?

Ghea memundurkan sedikit mobilnya, sebelum menarik rem tangan dan turun dari dalam mobil untuk memeriksa.

Orang yang terkapar itu sepertinya seorang wanita.

"Nona,"

Meskipun takut-takut, Ghea tetap menghampiri tubuh yang dipenuhi luka tersebut dan rambut panjangnya yang menutupi sebagian wajah yang hanya terlihat samar-samar.

"Tolong aku!" Wanita itu tiba-tiba mencekal erat lengan Ghea hingga membuat Ghea tersentak kaget dan jatuh terduduk di aspal.

"Tolong aku!" Ucap wanita itu lagi yang sedang berusaha untuk bangun. Buru-buru Ghea membantunya untuk bangun dan berdiri.

"Mereka mengejarku! Cepat pergi dari sini!" Ucap wanita itu terbata-bata.

"Mereka? Mereka siapa?" Tanya Ghea bingung.

"Mereka yang menculik dan menyekapku! Tolong bawa aku pergi dari sini!" Wanita itu memohon sekali lagi pada Ghea yang masih memapahnya.

"Iya, baiklah!" Ghea memapah wanita itu dengan sedikit tertatih, lalu membawanya masuk ke dalam mobil, mendudukkannya di samping kursi pengemudi dan membantu memasang sabuk pengaman.

Ghea lanjut mengitari mobil dan masuk ke kursi pengemudi. Namun baru saja Ghea memasang sabuk pengaman, gerombolan orang keluar dari semak-semak dan berjalan ke arah mobil Ghea.

Sial!

"Itu mereka!"

Ghea tak menunggu lagi dan segera tancap gas pergi meninggalkan kawasan tersebut. Berulang kali Ghea melihat kearah kaca spion untuk memastikan jika tak ada yang mengejar mobilnya. Nyatanya memang tak ada yang mengejar.

"Kita ke rumah sakit, ya!" Ucap Ghea memecah keheningan dj dala mobil karena Ghea melihat banyak luka di tubuh wanita yang duduk si sampingnya tersebut.

"Tidak! Jangan! Aku baik-baik saja," jawab wanita tersebut menolak ajakan Ghea untuk pergi ke rumah sakit.

"Terima kasih banyak karena sudah membantuku dan menolongku," ucap wanita itu lagi seraya merapikan rambutnya yang berserakan dan menutupi wajahnya.

"Kau haus? Aku ada minuman di kantung belakang," Ghea menunjuk ke arah kantung belanja di jok belakang mobilnya.

"Kau bisa ambil sendiri karena aku sedang menyetir," sambung Ghea lagi, dan wanita itu mengangguk.

Segera ia mengambil kantung belanjaan warna putih itu dan membawanya ke depan.

"Ambil saja yang kau perlukan dan tak perlu sungkan," ucap Ghea seraya mengulas senyum seramah mungkin.

Wanita itu hanya mengambil air mineral, lalu meneguk isinya hingga tinggal separo.

Sepertinya benar-benar kehausan.

"Oh, ya! Aku Ghea!" Ghea mengulurkan tangan ke arah wanita tadi yang kini hanya menatap lurus ke depan.

"Aku Lily," ucap wanita bernama Lily tersebut.

Suasana kembali hening.

"Kau tinggal dimana, Ghea?" Tanya Lily yang akhirnya memecah keheningan.

"Aku menyewa rumah di area perkampungan warga asli. Tak jauh lagi," jawab Ghea menjelaskan pada Lily.

"Aku boleh menumpang sementara di rumahmu? Aku janji tam akan merepotkan," mohon Lily yang sepertinya sedikit tertekan.

"Dan aku bukan orang jahat," imbuh Lily lagi berusaha meyakinkan Ghea.

Ghea tertawa kaku.

"Tentu saja, Lily! Kau bisa tinggal di rumahku, karena kebetulan aku juga tinggal sendiri."

Ghea membelokkan mobilnya masuk ke jalan yang terdapat gapura di bagian depannya. Mobil mulai melaju perlahan karena jalanan yang tak terlalu lebar, hingga akhirnya mobil berhenti di depan sebuah rumah kecil yang tampak asri di bagian luarnya.

Meskipun rumahnya tidak besar, namun halaman di samping rumah cukup lebar untuk memarkirkan mobil mini Ghea.

"Sudah sampai. Ayo turun!" Ajak Ghea pada Lily seraya membuka pintu mobil.

Lily hanya mengangguk dan segera menyusul Ghea turun dari mobil, lalu menuju ke teras rumah dan msuk ke dalam rumah setelah dipersilakan oleh Ghea.

"Aku siapkan air hangat untuk kau mandi, ya!" Tawar Ghea pada Lily yang masih terlihat sungkan.

"Aku mandi air dingin saja, Ghe!" Tolak Lily cepat.

"Yakin?" Ghea terlihat ragu.

"Iya! Aku udah biasa, kok mandi air dingin," jawab Lily bersungguh-sungguh.

"Baiklah! Itu kamar mandinya," Ghea menunjuk kamar mandi yang berada di samping dapur.

"Aku akan mengambilkan handuk dan baju ganti," imbuh Ghea lagi yang sudah dengan cepat menghilang ke dalam kamarnya.

Ada satu kamar lain juga di depan kamar yang dimasuki Ghea.

****

Lily sudah selesai mandi, dan sedang menyantap makan malam yang telah disiapkan oleh Ghea. Sementara Ghea hanya duduk di depan Lily dan tak ikut makan.

"Kau tidak makan, Ghe?" Tanya Lily merasa sungkan.

Ghea menggeleng seraya tersenyum.

"Aku suka mual, jika makan malam-malam."

"Kau sedang hamil?" Tebak Lily seraya mengendikkan dagunya ke arah kotak susu ibu hamil yang ada di pojok meja dapur.

"Ya, baru tiga bulan. Jadi masih sering mual dan muntah," jawab Ghea seraya menundukkan kepalanya.

"Selisih satu bulan berarti," gumam Lily sebelum kembali menyuapkan makanannya.

"Kau hamil juga?" Tanya Ghea yang langsung tersentak kaget.

"Iya. Sudah masuk empat bulan," jawab Lily seraya mengusap perutnya yang memang terlihat sedikit membulat.

Kenapa Ghea baru sadar.

"Tapi tadi kau berlarian dan jatuh di aspal. Apa tidak sebaiknya kita ke dokter, Ly!" Pendapat Ghea merasa khawatir.

Ghea bahkan tak pernah mengkhawatirkan kandungannya sendiri. Namun kini Ghea malah mengkhawatirkan kandungan wanita lain.

"Aku baik-baik saja, dan aku yakin mereka juga kuat," ucap Lily bersungguh-sungguh.

"Mereka?" Ghea mengernyit tak mengerti.

"Kata dokter aku mengandung dua bayi."

"Kembar?" Tebak Ghea cepat.

Lily langsung mengangguk.

"Oh, ya! Kau mau menghubungi suamimu atau keluargamu mungkin," tawar Ghea seraya menyodorkan ponselnya pada Lily yang langsung terlihat ragu.

"Kau hafal nomor telepon keluargamu, kan?" Tanya Ghea sekali lagi memastikan.

"Entahlah! Suamiku marah kepadaku sebelum aku diculik."

.

.

.

Lily istrinya Juna temannya Alvin, thor?

Iya!

Ceritanya rada rumit, ya!

Harusnya cerita Juna-Lily juga udah mulai aku rilis, biar berdampingan.

Tapi AyBen nggak tamat-tamat.

😌😌

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Si Memeh
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭
RithaMartinE
/Sob//Sob/
Laila Umroh
Luar biasa
Laila Umroh
Lumayan
Yeni Andiani
bagus
Saniah Wijayanti
Lumayan
Saniah Wijayanti
Luar biasa
Ran Aulia
cerita yg bikin gemes ,kok tlisipan terus 😂😂😂

terimakasih author 👍👍👍😍😍😍😍
Maria Magdalena Indarti
sedih
Maria Magdalena Indarti
jangan pisah lagi
Maria Magdalena Indarti
yeee Ghea ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
aduh... Ghea ga ktm Alvin lg. kapan donk gemes
Maria Magdalena Indarti
kpn Ghea ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
yah Ghea ga ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
Alvin & Ghea salah paham terus
Maria Magdalena Indarti
pasti Alvin kecewakan Ghea
Maria Magdalena Indarti
Juna lupa sm gadis baju Maron
Maria Magdalena Indarti
wah.,.... kl Alvin antar Yuna ktm Lily pasti ktm Ghea donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!