NovelToon NovelToon
Lihat Aku, Mela!

Lihat Aku, Mela!

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ria Mariana

Cerita mengandung 21+

Berawal dari mimpi buruk, duda 40 tahun yang menjadi kakak angkat Mela tiba-tiba menyatakan rasa suka pada adik angkatnya yang orang tuanya adopsi.
Jarak mereka terpaut 22 tahun, namun Darsen tetap kekeuh untuk mendapat hati Mela.

Darsen, ia jatuh hati pada adiknya sendiri dan pada akhirnya membuat kesalahan di satu malam membuat Mela kehilangan kehormatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Keseriusan Darsen

"Kau berciuman denganku bahkan sudah ada tanda tangan bibirku di lehermu tapi mulutmu malah mengatakan sayang pada pria lain," ucap Darsen.

Tes ... tes ... tes ...

Air mata Mela berjatuhan. ia menurunkan kaki dan tangannya. Dia mengusap air mata penuh penyesalan bukan karena penyesalan memanggil Leon dengan sebutan sayang di depan Darsen namun penyesalan kenapa ia terlalu murahan untuk Darsen. Apalagi Pras mendengar dan membuat Mela sangat malu.

"Kenapa kau menangis?" tanya Darsen.

"Papa ..." teriak Velino keluar dari kamar dan memeluk Darsen.

Darsen menggendongnya dan mengecup putra kesayangannya. Velino melirik tantenya menangis, ia turun dari gendongan Darsen lalu menghampiri Mela.

"Tante, are you OK?" tanya Velino.

Mela mengusap air matanya, ia mencoba tersenyum pada bocah imut itu. Melihat Mela menangis membuat Darsen menyesal karena sudah keterlaluan dengan Mela.

"Kita pulang yuk!" ucap Mela mengajak Velino untuk pulang.

Mela dan bocah itu keluar dari apartemen Pras. Darsen memandang punggung gadis itu lalu menghilang setelah menutup pintu. Pras menepuk bahu Darsen, mencoba untuk membuatnya sadar jika Mela harus di kejar. Darsen lalu pergi mengejar Mela. Dia melihatnya menggandeng putranya.

Pemandangan yang membuat pilu, ia malah teringat dengan mendiang istrinya. Velino bahkan sampai sekarang belum paham wajah ibunya walaupun Darsen mencoba berkali-kali memperlihatkan foto Seila.

Saat sudah sampai di tempat parkir. Mela dan Velino terhenti ketika melihat wanita yang cantik dan anggun berdiri di samping mobil Darsen bahkan Darsen pun terkejut.

"Mami?" ucap Velino, ia dengan girang memeluk wanita itu.

Wanita cantik itu menciumi pipi bocah gembul itu sedangkan Mela masih memandang kembaran mendiang istri dari sang kakak.

"Sudah lama tidak bertemu, Kak Darsen?" ucap Seira mengembangkan senyuman kepada Darsen yang diam mematung.

Mela meliriknya, entah mengapa ia menjadi sakit melihat Darsen menatap Seira dengan tatapan rindu. Seila dan Seira adalah saudara kembar namun maut yang memisahkan mereka. Seila meninggal saat melahirkan Velino tapi baru kali ini Seira menunjukan batang hidungnya di depan Darsen apalagi Velino memanggilnya dengan sebutan Mami.

**

Di rumah.

Ibu menyambut kedatangan Seira yang sepulang dari Singapura, jika saudaranya adalah seorang aktris namun Seira memilih sebagai seorang guru TK di negara Singapura. Seira sangat menyukai anak kecil bahkan Velino langsung menempel padanya.

Darsen menatap tidak suka kedekatan antara Seira dan putranya sedangkan Mela langsung menuju ke kamar. Air mata menetes ketika Darsen memandang lekat wajah Seira.

...Huh ... kenapa aku menangis? Apa yang harus aku tangisi dari Kak Darsen? Dia brengsek dan bernafsu saja padaku. Baguslah jika dia berpaling pada Kak Seira....

Mela mengambil tas lalu memasukan beberapa baju ke dalam tas. Saat bersamaan pintu terbuka yang ternyata Pak Adi mengajaknya untuk makan bersama. Pak Adi terkejut saat melihat Mela mengemasi barang-barangnya.

"Mela, mau kemana?" tanya Pak Adi.

"Pak, aku mau ngekos sendiri boleh?"

Pak Adi menaikkan alisnya menatap Mela dengan bingung. "Kenapa mendadak begini? Ada apa?"

"Aku hanya ingin mandiri. Bapak dan ibu sudah mau merawatku sampai sekarang saja aku sudah bersyukur."

Bapak menggandeng tangan Mela, ia menyingkirkan tas Mela dan mengajaknya keluar. Pak Adi tidak setuju jika putri kesayangannya tinggal sendiri dengan embel-embel ingin mandiri. Tidak ada kata mandiri untuk Mela, Pak Adi sudah mempersiapkan kehidupan yang layak untuk putri angkatnya itu.

"Pak aku ingin ngekos dekat dengan kantor agensi," ucap Mela.

"Tidak, untuk apa? Kenapa kau ingin meninggalkan bapak?"

Bapak menggandeng Mela sampai ke depan meja makan. Di sana sudah ada Darsen yang duduk bersebelahan dengan Seira. Dia menatap Mela namun Mela hanya menunduk tak mau melihat pria yang di anggapnya brengsek itu.

"Mami, kenapa baru muncul?" tanya Velino para Seira.

"Velino, dia bukan ibu mu," ucap Darsen.

"Sen, biarlah putramu memanggilnya Mami. Selama ini putramu memang ingin melihat wajah seperti apa ibunya," ucap Amira.

"Ibu, dia bukan ibu dari Velino."

"Papa, dia mamiku. Wajahnya mirip dengan foto mami yang Papa tunjukan padaku," ucap Velino.

Seira tersenyum kecil. Dia mencubit gemas pipi keponakannya itu. Velino tertawa mendapat perlakuan yang ia anggap ibunya.

"Pokoknya Mami jangan pergi lagi, ya! Mami harus tinggal di sini!" ucap Velino.

Amira mengelus kepala cucunya, ia lalu memandang Darsen yang tidak berekspresi sama sekali seolah tidak tertarik dengan ucapan mereka. Kini mata Darsen melirik Mela yang ada di seberangnya yang sedang makan dengan tenang. Wajah Mela murung sedari pulang dari apartemen Pras.

"Mela tiba-tiba ingin mengekos sendiri," ucap Pak Adi memecah keheningan.

Amira menatap Mela. "Kenapa ingin mengekos sendiri? Leon akan segera datang. Bersabarlah Mela!" ucap ibu.

"Kenapa kalian masih saja berusaha menjodohkan Mela dengan pria yang belum pernah di jumpainya?" ucap Darsen.

"Kenapa kau yang sewot, Darsen? Mela yang mau sendiri, benar 'kan Mela?" tanya Amira.

Mela menatap wajah Darsen yang tajam memandangnya. Dengan yakin ia mengangguk pertanda setuju. "Iya, aku mau dengan Leon. Sepertinya dia baik."

Rahang Darsen seolah mengeras, Mela hanya menunduk sambil menikmati makanannya. Baru saja mereka bermesraan di bioskop kini mereka tidak akur lagi. Ibu tahu gelagat Darsen hanya bisa tersenyum kecil, ia lalu mengalihkan pembicaraan.

"Darsen, kau tahu artinya turun ranjang? Setelah istrimu meninggal dunia kau bisa menikahi adiknya secara sah. Ibu berencana untuk menjodohkanmu dengan Seira."

Semua orang terkejut kecuali Seira yang sudah tahu tentang perjodohan ini. Dia tak masalah harus menikahi mantan kakak iparnya itu.

Mela ikut terkejut, hatinya mendadak sakit. Darsen memandang Mela lalu tersenyum kecil, Mela tadi sudah menyakiti perasaannya dengan mengatakan ingin menikah dengan Leon kini ia harus membalas dendam.

"Menikah? Bagaimana menurutmu, Mela? Apa menurutmu kakak boleh menikah lagi?" tanya Darsen pada Mela.

Mela menjawab penuh keraguan, namun ia memantapkan hati supaya lebih tegar. "Itu terserah kakak."

"Apa ini maksudnya? Darsen akan menikah dengan Sandra," sahut Pak Adi.

****

Mela menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Hari ini adalah hari yang tak terlupakan dalam hidupnya. Setelah tadi siang Darsen menerbangkannya setinggi awan justru malam ini ia di jatuhkan sejatuh-jatuhnya sehingga membuat hatinya terluka. Darsen juga akan di jodohkan dengan orang lain. Ibu akan menjodohkannya dengan Seira dan sementara Bapak akan menjodohkannya dengan Sandra. Ini tinggal keputusan Darsen ingin menikahi yang mana? Atau justru malah menikahi dua-duanya.

Terlihat pintu terbuka, Darsen masuk tanpa permisi dan langsung mengunci pintu. Mela mengusap air matanya dan mulai bangun dari posisi tidurnya.

"Kak?"

Darsen duduk di lantai dekat ranjang, ia menyandarkan kepalanya di pinggir ranjang.

"Kau cemburu 'kan?" tanya Darsen, ia merasa menang kali. ini.

"Cemburu? Untuk apa?"

"Munafik." Darsen tersenyum lebar lalu mendongak melihat wajah Mela.

Mela memalingkan wajah saat ingin menyembunyikan rasa cemburunya. Darsen segera naik ke atas ranjang membuat Mela mundur perlahan. Mela menatap Darsen dengan mengeluarkan air mata, wajahnya memperhatikan setiap pergerakan Darsen.

Kini Darsen tepat di hadapannya, menatapnya lembut sambil mengelus rambutnya.

"Kak Darsen, kita berdosa sekali jika terus-terusan begini."

"Dosa terindahku ketika aku bisa mencumbumu," jawab Darsen yang mulai menciumi leher Mela.

"Kakak hanya bernafsu padaku."

Darsen menghentikan ciumannya, ia merasa tertantang dengan ucapan Mela. "Ayo kita menemui Bapak dan Ibu lalu bilang jika aku akan menikahimu sebagai bukti kalau aku benar-benar mencintaimu dan bukan hanya bernafsu padamu."

1
Azura (A)
sweet
Author_Ay: Yuk baca juga karya aku kak My Bastard Boss

jangan lupa like, vote dan komen
total 1 replies
SR.Yuni
Di part ini berbeda dengan kebanyakan Novel yg berujung wanitanya ternoda, kali ini aman dan bergerak cepat darsennya....top banget pokoknya authornya
Senora Ahmad
ih,,, si pras sm dokter rafi lucu 😄😁 ayo darsen ungkapkn sj pd org tua kalian💪 semangat
Rinda_Rey
darsen dikira pras gegara yang ngasih jam waktu itu pras, kena prank kamu mel🤭🤭
Rinda_Rey
apa maksutnya mela suka sama pras😲
Bunga Diva Ade Cahya Ramadhani
ceritanya menarik
Ricis
Nama Alex pasaran sekali, tiap baca novel pasti seringnya pakai nama Alex 😅
Ricis
cowok baperan 😅
Qhasturi Amazor
Kak Author boleh nanya ngak...kan Kaka sudah prnh ikut lomba...nah aku mau nanya,pada kerngka cerita itu berupa bnyk katanya/kalimatnya?Soalnya say bingung kak paa dikerangka certnya....Plisss kak bales🙏🙏🙏🙏
Ney Maniez
👍👍💪🤗🙏
Ney Maniez
👍
Ney Maniez
😘😍💖🤗👍💪🙏
Ney Maniez
💖😍😘
Ney Maniez
🤗🤗🤗🤗
Ney Maniez
😲😲😲😲
Ney Maniez
🔥🔥🔥🔥🤭
Ney Maniez
🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀
Ney Maniez
😠😠😠
Ney Maniez
😔😔😔😔
Ney Maniez
😲😲😲😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!