Rosi seorang gadis yang nakal, peminum, perokok dan menyukai dunia malam. Tanpa sengaja menikahi seorang Duda pendiam, dialah sang Sugar Daddy langganannya untuk sebuah kencan palsu.
Duda pendiam ini tidak menyukai Rosi sedikitpun, dia hanya menginginkan Rosi selalu bersamanya dan membayar Rosi dengan uang yang sangat banyak. Rosi adalah anak SMA kelas 2 di suatu sekolah swasta di Kota. Kehidupannya yang berliku membawanya, menjadi wanita muda yang liar di gelapnya dunia malam.
Karena tuntutan dunia elit yang gila, dia terpaksa menjadi simpanan seorang Sugar Daddy yang pendiam dan selalu membayarnya dengan sangat memuaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Mustika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMSD-19 : AKU BENCI LAKI-LAKI!
#Plagiarisme tidak author benarkan, author akan menuntut orang yang mengklaim hasil karya author.
#Selamat membaca😍😘
Rosi kembali ke rumah kontrakan lamanya Juna menurunkan semua barang dan membantu Rosi menata barang. Rosi diam seribu bahasa Juna merasa sangat bersalah akibat keegoisannya Rosi menyandang status janda, dia menyusun perabotan Rosi sesuai perintah Rosi. Rosi diam hanya menunjuk-menunjuk saja dimana letak perabotan rumah Rosi. Beruntung rumah kontrakan Rosi belum ada yang menempati. Rosi langsung membayar kontrakannya untuk beberapa bulan.**
David kembali kekantor, ia tidak bisa berfikir jernih dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Disatu sisi ia mencintai Rosi, disisi yang lain ia merasa dihianati oleh Rosi di villanya sendiri. Secara logika Rosi memanglah salah, mengapa ia memberi kesempatan pada mantannya disaat suami sedang sakit dan tidak berada dirumah kenapa dia tidur bersama pria lain, kenapaaa?!!
Dalam hatinya mengatakan, ia sudah memisahkan kisah cinta Juna dan Rosi karena dari awal Rosi memanglah milik Juna, ia hanya membayar Rosi untuk menjadi tunangan bohong-bohongannya saja. Ketika Rosi butuh perhatian dan perlindungan dari masalah David, David malah balik kampung ke Amerika berobat sekaligus melepas rindu bertemu sang ibu. Dimana dia? disaat Rosi masuk kelaut, dan menyelamatkan diri bersama pria itu, ketika mereka selamat. David malah menceraikannya. Sungguh pria yang tidak memiliki perasaan!
Tapi mengapa?! Semua yang dijelaskan Rosi seakan tidak masuk diakal?! dan tidak ada satupun yang tepat?! mengapaa??!!! David melempar laptop didepannya kedinding, karyawan yang mendengar suara itu saling berbisik.
David keluar ruangan lesu,
"Pak ini ada janji?" sekretaris David menghampirinya
"Diaaammmm!!!" teriak David, sekretaris David terdiam, semua karyawan yang mendengar kemarahan David berpura-pura tidak mendengar dan terus bekerja.
David kemudian pulang kerumah mengendarai mobilnya. Ia mengebut dan berkali-kali hampir menabrak mobil lain.
Diiinnnnn.... dinnnnn..!!!
Dinnnnn...!!! klakson mobil bersahut-sahutan, disertai beberapa orang yang berteriak kearah mobil David
"Wooooiiii gilaaaa looo...!!!"
David menghentikan mobilnya tepat didepan mobil orang itu, "AAPA?? SINI KITA DUEL!!"
"Maaf bang, maaf" seru orang itu ketakutan. David kemudian masuk kedalam mobil, dan menuju rumahnya. Dirumah dia melihat Rosi dan Juna sibuk mengemasi barang, kepala David semakin pusing ingin rasanya ia menyuruh Rosi tetap tinggal. Tapi naluri laki-lakinya mengatakan untuk membiarkan Rosi pergi bersama pria itu.
David masuk kedalam mobil dan memacu mobilnya di sebuah bar, Ia menari, minum seperti pria patah hati. Andrew yang sedang patah hati bertengkar dengan pacarnya Alyne melihat David,
"Bro kenapa lu?"
"Bro dia selingkuh bro!"
"Wah lu sesempurna ini masih diselingkuhi?! wah apa lagi gua yang pas-pasan!"
"Diem lu bro, gue mau nikmati malam ini" David mabuk dan menari bersama wanita malam disana.
Disudut bar terlihat, abang Juna melihat David tersenyum lebar. Ia minum wiski puas melihat kehancuran hidup David pelan-pelan.**
Juna dan Rosi makan di sebuah restoran, suasana masih diam, tidak ada satupun kata yang menghiasi santap mereka.
"Rosi, maafkan saya"
Juna menangis menatap Rosi.
"Tidak apa-apa ini sudah takdir Allah Mas"😊
Rosi tersenyum tulus.
"Rosi ayo kita menikah saja? saya akan bertanggung jawab atasmu, saya juga punya rumah, perusahaan, mobil, dan mari kita tinggal di Amerika, saya yakin bisa membahagiakanmu!"
"Jangan sebut-sebut hal itu lagi! aku tidak mau dengar!" Suasana hening kemudian Rosi berkata
"Mulai besok, jangan temui aku lagi. Aku ingin sendiri, aku benci laki-laki!" teriak Rosi, Juna memandang Rosi sedih, ia tidak mengira Rosi mengatakan hal itu.
"Kenapa?? apapun yang kau minta akan saya turuti, tapi jangan jauh darimu saya tidak bisa"
"Stop, untuk sementara ini aku pengen sendiri mas. Tolong mengerti" Juna terdiam, ia berusaha memahami situasi Rosi dan memberi waktu untuk Rosi.**
Rosi pulang kerumah, mengabari guru home schoolingnya untuk mengajar dirumahnya mulai besok. Rosi menarik nafas panjang, dan mulai mencoba memejamkan matanya, namun tidak bisa. Ia kemudian mengganti pakaiannya dan pergi ke bar yang biasa ia nongkrong. Disana ia melihat David menari bersama wanita lain Rosi terdiam membisu, wanita malam itu seperti merayu David!.
David yang terlihat kaya dengan pakaiannya yang elit, diajak ke suatu ruangan, melihat hal itu Rosi yang benci pada David mencoba mengabaikannya tapi ia tidak bisa hatinya berkata untuk menolong David, karena David pernah menolongnya sewaktu diculik! ia takut David di jebak wanita malam. Rosi kemudian mengikuti mereka, ia melihat David dibawa kesebuah kamar didalam bar ketika wanita itu ingin menutup pintu kamar, Rosi menendang pintu dan menghajar wanita itu, wanita berbaju mini itu terjatuh, Rosi lalu meninju wanita itu.
..."******! ini suamiku!!" wanita itu mental terlihat takut pada Rosi kemudian ia berlari keluar. Rosi melihat David yang mabuk meracau diatas kasur....
Rosi memapah David dan mengantarnya kerumah, setiba disana satpam David melihat Rosi.
"Nyonya?"
"Bawa dia masuk pak, dia mabuk, saya mau pulang dulu"
"Terimakasih nyonya"
"Ya" Rosi lalu pergi dengan grab pesanannya.
"Kasihan nyonya ya" kata satpam 1 kepada satpam yang lain
"Iya, padahal belum sampai satu tahun menikah sudah bercerai. Itulah kenapa kita harus bersabar menghadapi cobaan dalam rumah tangga." sahut satpam yang lain.
David dibawa masuk kedalam rumah, dan dibaringkan diatas kasurnya. Ia berhalusinasi Rosi masih ada dikasur sebelahnya. Ia kemudian berbaring dikasur Rosi sembari memeluk guling Rosi.
"Istriku, kenapa kau memukul perempuan itu? biarkan saja aku hancur. Kau sudah menghancurkanku." David kemudian menangis
"Cobaan ini sangat berat, kepalaku sakit dan tidak kuat lagi!!!" teriaknya, muka David memerah kemudian ia mual, dan hendak ke wc untuk muntah, tapi ia terpeleset dan muntah dibajunya sendiri. Kepalanya membentur closet dan berdarah, pandangannya gelap. Ia pun pingsan.
Keesokan harinya David terbangun, darah didahinya mengering. Kepalanya pusing sekali. Ia berusaha mengingat kejadian semalam. Dia mengingat Rosi meninju wanita malam di bar. Dalam hatinya berfikir Rosi kembali ke kebiasaannya yang dulu. David bangkit dan membersihkan dirinya, Punggungnya sakit karena pingsan dan tidur dikamar mandi. Hari ini dia ingin libur kerja dia kemudian mandi dan mengabari sekretarisnya.
"Pak hari ini saya libur"
"Baik pak"
"Tolong handle semuanya"
"Baik pak"
David berbaring dikasur ia kemudian merasa di bantalnya ada sesuatu yang meninggi, kemudian ia menarik ternyata itu adalah sebuah boneka kecil Rosi. Ia melihat boneka itu dan mendekapnya. Hari itu David tidak bernafsu makan. Mbak asisten rumah tangga sudah masak makanan kesukaan David tapi sia-sia meskipun aroma masakan memasuki kamar David sama sekali tidak tergiur, luka diperutnya telah kering sekarang luka dihatinya yang masih basah. David melihat file foto pernikahannya bersama Rosi. Padahal ia kembali ke Indonesia berniat untuk menyatakan cinta pada istrinya itu, tapi semua harapan sirna. Rosi meninggalkannya.
Sungguh kehidupan ini tidak ada yang sepenuhnya indah, David memiliki semua yang orang biasa tidak bisa memiliki, tapi ia tidak bisa bersama orang yang ia cintai. Seandainya ia memiliki cinta setia tentu semua tidak akan semenyakitkan ini. Bercerai sangat berbeda dengan putus, kalau baru saja putus kita bisa seru-seruan bareng teman, tapi kalau bercerai sulit untuk kembali tersenyum seperti sedia kala, Rosi minggat ia kesepian tiba-tiba! pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan juga ikatan suci yang disaksikan orang banyak ia tidak hanya memutuskan hubungannya dengan Rosi tapi juga memutuskan ikatan antara orang-orangnya dan orang-orang Rosi, ia merasa bersalah pada ayah Rosi karena sudah menyakiti anaknya dan gagal membimbing Rosi.
(BERSAMBUNG)