NovelToon NovelToon
One Night With Cassanova

One Night With Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: Naura Shafa mahbubah

Follow IG author. naura_shafa95.

Di usahakan update 4x sehari setiap jam, 7 pagi, 11 siang, 3 sore dan 7 malam.


Kesalah pahaman antara Adrian dan Aida menimbulkan tembok kebencian antara mereka berdua. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa cinta dari keduanya mulai tumbuh, akan tetapi mereka selalu menepis rasa cintanya itu.

Semenjak orangtuanya meninggal, Aida sering di hina, di caci maki oleh teman sekolahnya bahkan orangtua temannya pun membencinya.

Apakah Adrian akan mencintai Aida sepenuh hatinya setelah dia menyadari betapa ia sangat mencintainya! Dan apakah Aida akan membalas rasa cinta Adrian musuh masalalunya?

Saksikan terus kisah perjalanan cinta mereka di setiap episodenya!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan aku Tante

Aida mengerjap-rejapkan matanya ia merasa pusing di bagian kepalanya. Mamih Sonya masih duduk manis menunggu Aida sadar sambil memeluk dad*nya oleh kedua tangannya. Ia sudah sangat gatal ingin memaki Aida dengan mulut pedasnya.

"Rupanya kamu sudah sadar wanita jal*ng," seru Mamih Sonya sambil mendelik tajam. Ia melangkah menuju tempat tidur yang kini Aida tiduri. Aida tersadar dirinya tidak memakai bajunya, hanya ada Daleman saja juga dia hanya di lengkapi oleh selimut tebal.

"Apa yang telah terjadi, ke mana bajuku," pekik Aida panik.

"Diam! Kenapa kau ini berteriak seperti di hutan saja. Lihatlah dirimu kau sudah melewati masa indah dengan seorang Pria. Bahkan kedua orangtuamu sudah tahu mengenai semua ini," ujar Mamih Sonya merasa puas.

"Tidak! Kau sudah menipuku, aku tidak melakukan apapun. Aku mohon jangan pernah mengirimkan apapun kepada keluargaku," pinta Aida sambil terisak tangis.

"Sudah terlambat, kedua orangtuamu sudah melihatnya, beserta Tama anakku ketiga Adrian sudah aku kirim photo ini pada mereka hahaha," seru Mamih Sonya sambil memperlihatkan photo dirinya dengan seorang Pria tanpa busana. Hanya terhalang selimbut saja bagian depannya. Aida menangis melihatnya, hatinya remuk redam.

"Kau orangtua yang sangat jahat, tidak punya hati dan pikiran. Apa salahku padamu Nyonya," isak tangis Aida kembali sambil mengeratkan kedua tangannya merem*s selimbut tebal.

"Dengarkan saya wanita jal*ng, Nancy merebut suami saya sampai harta suami dikuras untuk berfoya-foya. Saya menderita atas apa yang telah dia lakukan kepada keluarga saya, dan sekarang kau harus menerima semua penderitaan yang dulu aku hadapi dasar anak jal*ng. Aku peringatkan kamu lagi, jangan pernah bertemu atau menggoda anakku Tama," geram Mamih Sonya mencekal kedua pipi Aida dengan sangat erat. Aida meringis kesakitan merasa tekanan dari tangan Mamih Sonya sangat kuat. Sehingga meninggakan bekas cengkramannya di pipi Aida.

Mamih Sonya pun segera menghempaskan-nya dengan sangat kasar. Wajah Aida sangat kusut pipinya merah akibat luka yang di berikan Mamih Sonya padanya. Tanpa ada belas kasihan Mamih Sonya ingin sekali mencelakai Aida lebih parah.

"Tolong maafkan Ibuku, tapi kau jangan perlakukan aku begini. Aku tidak mau orangtuaku salah paham mengenai photo itu, juga aku tidak tahu masalalu Ibuku, aku tida salah mohon maafkan Ibuku," pinta Aida berlutut di kaki Mamih Sonya.

Mamih Sonya hanya memutar bola matanya malas, ia pun mendorong tubuh Aida dengan kasar ke din-ding tembok.

"Permintaan maaf'mu saya tolak, saya ingin kau mati dari dunia ini," pekik Mamih Sonya memukul tubuh Aida yang sudah tidak berdaya.

Plakkk ... plak ...

Tamparan keras mendarat di kedua pipi Aida, Mamih Sonya menyiksanya tanpa ampun. sudut bibir Aida berdarah begitu juga hidungnya, Aida meminta maaf juga mohon ampun padanya tapi Mamih Sonya sudah tuli dia di butakan oleh amarah nafsunya. Meluapkan kekesalannya pada Nancy di masalalu pada Aida yang tidak tahu menahu hal itu.

Dirinya mencekal kuat rambut Aida sehingga Aida terus merintih kesakitan di bagian kepalanya meminta melepaskan jambakan yang di berikan Mamih Sonya. Lagi-lagi Mamih Sonya mendorong tubuh Aida sampe terjatuh ke lantai sambil berderai air mata.

"Saya tidak akan memaafkanmu, sekali pun kau bersujud di kakiku, saya menolaknya. Pergilah sejauh mungkin dan ingat jangan pernah bertemu lagi anakku Tama," tajam Mamih Sonya. Ia berlalu pergi dari kamar hotel itu meninggalkan Amira yang sudah tidak berdaya.

"Apa salahku, hidup ini tidak adil untukku, berada di dunia ini hanya penuh kebencian padaku dari orang lain, mereka hanya memberikan penderitaan saja. Kenapa mereka tidak memahamiku sekali saja mereka sadar ini bukan salahku," isak tangis Aida memeluk tubuhnya yang gemetar sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Brakk.

Pintu kamar hotel itu terbuka lebar, Aida kaget dan juga takut ia menangis sejadi-jadinya di pojok dekat balkon.

"Aida," pekik Adrian segera menghampirinya.

Aida masih menangis, Adrian pun segera memeluknya dengan sangat erat. Sambil menyelimuti tubuh Aida yang kini hanya memakai Daleman sambil meringkuk di pojokan. Luka lebab menunjukan bahwa Aida tidak sedang baik-baik saja.

"Pergi! Kau sudah lihat aku hanya wanita tidak bermoral. Tuduhan'mu padaku benar, aku hanya wanita yang selalu menjual harga diriku seperti Ibuku," isak tangis Aida pecah.

"Tolong jangan pernah berpikir seperti itu lagi, aku sadar bahwa aku telah menyakitimu. Kau terluka, aku akan obati lukamu," ucap Adrian terus memeluk tubuh rapuh Aida.

Adrian sangat khawatir dia tida mendengarkan apa kata Aida, walaupun Aida sudah mengusirnya dari hadapannya tapi Adrian tidak akan meninggalkan Aida yang kini butuh dirinya untuk selalu ada di sampingnya.

"Lihat aku, aku akan selalu ada untukmu kau percayalah padaku," ucap Adrian menatap penuh harap pada Aida sambil mencakup kedua tangannya di pipi Aida yang sudah basah oleh air mata.

Aida hanya bisa menangis dan menahan rasa sakit di hati juga tubuhnya. Entah bagaimana dia pulang, Darren pasti marah besar kepadanya.

"Menangis'lah," ucap Adrian kembali sambil memeluk hangat Aida dalam dekapannya. Aida menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Adrian.

JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR

LIKE

KOMEN

VOTE

HADIAH

RANTING 5.

1
Khaliz11 Satrian
g je prasaan diawal dibilang ayu kakak dari ibu Amira skrg kok jadi ponakan ibu amira
W Sri Sunarsih
Luar biasa
Mei Asih
udh baca berapa bab masih bingung aku aida itu diasuh kah sama amira dan daren,,,
nurul nazmi
ok
arfan
up
Salma
Lusi it gk mlu qw sj gk akn nikah am Ken klau BKN karena darren
Salsabila Octavianti
Thor bikin cerita anis sama dokter will dong aku ga sabar buat baca ceritanya
Penulis Halu: ditunggu ya
total 1 replies
Salsabila Octavianti
Author aku cari cerita anis sama dokter will kok gak ada ya?
Penulis Halu: belum rilis
total 1 replies
Rina Wayuli
cinta sejati anis berawal dari lemparan batu ya thor... 😁
Lidyawati Lidya
mana foto peran utamanya author
Kustiti Handayani
thor background nya mending mahasiswa an lahhh
Gahara Rara
aida vs amira.. suka tuketan Author sayang heheh
Gahara Rara
aida vs amira.. suka tuketan Author sayang heheh
Gahara Rara
aida vs amira.. suka tuketan Author sayang heheh
Dewi Sayekti
bingung Thor,,aida ank nancy ap Amira,,
Elis Konkon
masih nyimak thor
Elis Konkon
nyimak thor, lanjut baca
Gemini Hengst
si Lusi kasih Baygon aja Thor...
Indria Agustini
ini jg si lusi,,,,camburu sama anak 13th
hadeeeeehhhhh
Irnayanti Ma'lee: tau niih sy juga bingung..
nancy ibunya aidah
berarti amira ibu angkat apa tantenya..?
total 1 replies
Indria Agustini
haduuuuhhhh ini ceritanya anak usia belasan thn tp kok malah udah dewasa banget pake adegan ena ena 😵😵😵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!