Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Arthur masuk ke dalam rumah sambil memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya.
Leta yang melihat sang anak telah pulang segera menghampiri nya.
" Nak bagaimana apa Zeline sudah mau ikut pulang bersamamu?" tanya Leta lembut setelah kedua nya duduk di atas sofa.
Arthur menggelengkan kepala " Belum Ma Zeline masih belum mau pulang bersamaku."
Leta tersenyum memang tak mudah bagi Zeline untuk menyembuhkan luka yang sudah Arthur torehkan pada hati nya.
" Senyum dong anak Mama, semangat jika kamu cinta sama Zeline buktiin dong perjuangin dia jangan diem aja kalau gitu sama aja boong." ucap Leta memberi semangat pada Arthur.
Arthur tersenyum rasanya sudah lama sekali Arthur tidak sedekat ini lagi dengan sang Mama, pria yang telah dewasa itu untuk pertama kali nya lagi memeluk tubuh sang Mama yang telah menua.
" Lagi manja nih anak Mama, mandi gih Nak sudah itu kita makan malam bersama." kata Leta sambil mengelus pucuk kepala sang anak yang sedang bersandar di dalam dekapan nya.
" Adududu ada bayik gede nieh.." seloroh Angelina yang sedang berjalan di atas tangga menuju ke lantai bawah.
" Apa sih Dek.." ucap Arthur ia masih merasa nyaman berada di dalam dekapan sang Mama.
Savero yang melihat anak-anak nya manja pada sang istri tersenyum, Savero harap Zeline segera kembali dan berkumpul lagi seperti dulu.
Keempat orang itu pun berjalan ke meja makan untuk segera menuntaskan ritual makan malam nya.
Di lain sisi seorang wanita sedang berdiri di depan balkon kamar, wanita itu menghirup udara malam yang menurut nya sangat segar.
" Zel.." Lena menepuk pundak Zeline dengan pelan.
" Iya Len?" jawab Zeline sambil tersenyum.
" Kamu kenapa belum tidur udah malem loh."
" Aku cuma belum ngantuk aja kok Len." kata Zeline.
" Oh aku tau jangan bilang kamu lagi kangen sama suami kamu ya.." goda Lena, sepertinya menggoda Zeline akan menjadi bagian dari kegiatan nya muali saat ini.
" Apasih Len..udah ah yuk masuk.." uacap Zeline sambil berjalan masuk kembali ke dalam kamar.
" Mau apa Zel? baru aja aku ke sini." kata Lena
" Tidur lah.." tutur Zeline singkat.
" Kata nya belum ngantuk.." kata Lena.
" Itu tadi sekarang beda lagi, udah kamu juga masuk tidur biar besok ngak kesiangan."
ucap Zeline sambil menarik selimut sampai sebatas dada.
Lena naik ke dalam ranjang lalu mematikan lampu kamar nya, tak lama dari itu kedua mata wanita itu akhirnya terpejam juga.
****
Zeline dan Lena sudah pulang bekerja, mata kedua wanita itu terfokus pada seorang pria yang sepertinya itu sedang menunggu seseorang.
Ya dia adalah Arthur hari ini pekerjaan kantor Arthur selesai dengan cepat, jadinya Arthur bisa tepat waktu untuk menjemput Zeline.
" Zel liat deh suami kamu kasian dia kayaknya nungguin kamu dari tadi deh." kata Lena sambil menatap ke arah mobil Arthur.
Zeline diam dia bingung haruskah Zeline ikut pulang bersama Arthur kembali lagi ke apartement yang mana di dalam nya terdapat kenangan buruk bagi Zeline.
" Iya Len.." balas Zeline singkat.
" Kamu ngak mau ikut pulang sama suami kamu? kasian dia ngak ada kamu ngak ada yang ngurusin." bukan nya Lena mengharap Zeline untuk pulang, Lena hanya menginggatkan pada Zeline bahwa sekarang diri nya telah menikah dan memiliki seorang suami yang wajib di urusi segala keperluan nya.
" Iya Len aku tau gimana nanti aja."
Kedua wanita itu berjalan menghampiri mobil Arthur yang terparkir tak jauh dari tempat mereka sekarang.
Arthur tersenyum saat melihat Zeline telah pulang dan berjalan ke arah nya.
" Tuan? apa Tuan sedang menunggu seseorang?" tanya Zeline ia takut ke pd an bahwa Arthur sedang menunggui nya.
" Tadi nya saya sedang menunggu seseorang tapi tidak jadi." kata Arthur.
Zeline mengkerutkan sebelah alis nya " Oh kenapa tidak jadi Tuan?" tanya Zeline lagi.
" Karena orang itu sudah berada di depan saya.."
Rasa nya Frans ingin sekali tertawa, sejak kapan Tuan nya itu menjadi pandai menggombal seperti itu.
Dulu pada saat Arthur masih dengan Thalia, Arthur tidak begitu pandai untuk mengobal tapi sekarang saat dengan Zeline Arthur mulai mengeluarkan kedikit demi sedikit kepribadian nya.
Zeline tersenyum hati Zeline saat ini seperti bunga saja bisa bermekaran kan aneh.
" Siapa Tuan?" Zeline memastikan sekali lagi ia takut di katai ke pd an.
" Ya kamulah siapa lagi kalau bukan kamu." ucap Arthur to the point.
Aaaa rasa nya Zeline ingin berteriak sekarang apa jangan-jangan karena gombalan Arthur?
" Masuk yuk saya anterin kamu pulang ajak temen kamu juga."
" Serius ini Tuan?"
" Dua rius, ayo buruan masuk." titah Arthur.
Zeline dan Lena pun masuk ke dalam mobil dengan posisi duduk yang seperti biasa.
Lima belas menit kemudian mobil Arthur telah sampai di depan rumah Lena, Lena turun dari dalam mobil sementara Zeline masih diam di dalam mobil, Arthur bingung bukan nya Zeline akan pulang kerumah Lena?
Kedua wanita itupun keluar dari dalam mobil Arthur, Zeline memutuskan untuk ikut pulang bersama Arthur namun ia ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih dulu pada Lena.
" Len aku pamit pulang ya..makasih banyak selama aku di sini kamu baik banget sama aku, maafiin aku ya kalau selama di sini aku ngerepotin kamu." Zeline memeluk tubuh Lena dengan begitu erat.
" Santai aja kali udah sama siapa aja..tapi yah kamu pulang rumah aku jadi sepi lagi deh." kata Lena dengan wajah sedikit cemberut.
" Gampang nanti aku bakalan sering-sering main ke sini kalau kamu ngijinin itu juga." kata Zeline sambil melepaskan pelukan nya.
" Ya aku ijinin lah Zel kamu ini emang ada-ada aja deh."
Dan sekali lagi kedua wanita itu saling berpelukan yang mana membuat kedua orang laki-laki yang berada di dalam mobil mejadi bingung.
Zeline masuk kembali ke dalam mobil Arthur " Ayo Tuan." ucap Zeline membuat Arthur menjadi semakin bingung saja.
" Ayo kata kamu? ke mana bukan nya udah sampe ya?"
" Iya ayo kita pulang." balas Zeline.
Jederr apakah ini mimpi? Arthur menepuk pipi sebelah kiri nya terasa sakit berarti benar ini bukanlah mimpi melainkan sungguhan.
Arthur yang sangat antusias itu tanpa sadar memeluk tubuh Zeline.
" Maaf.." ucap Arthur setelah sadar sambil melepaskan kembali pelukan nya.
" Ekhem..yang udah baikan nih." goda Lena
Ya Allah kapan hamba mu ini merasakan rasanya seperti itu batin Lena yang melihat Zeline dan Arthur telah akur kembali.
" Eheheh Len aku pulang dulu ya sekali lagi makasih." ucap Zeline setelah berada di dalam mobil.
" Iya Zeline Zakeii.. " balas Lena, sebenarnya Lena sedih Zeline pulang tapi mau bagaimana lagi teman nya itu telah bersuami.
" Nona Lena terimakasih telah menjaga istri saya selama istri saya di sini." kini giliran Arthur yang berbicara.
" Iya Tuan sama-sama." balas Lena ramah.
" Yasudah kalau begitu kami permisi pulang dulu." kata Arthur seraya menutup jendela kaca mobil.
" Nona kami permisi dulu ya.." Frans.
" Iya Tuan hati-hati di jalan." kata Lena.
Zeline melambaikan tangan nya pada pada Lena saat kaca mobil itu belum benar-benar rapat tertutup.
Walaupun sebenar nya Zeline masih merasa takut pada Arthur, namun Zeline ingin belajar untuk percaya pada Arthur dengan menepiskan rasa takut dalam diri nya.
Frans pria itu jangan di tanya dia adalah orang yang paling senang kini Nyonya muda nya itu telah kembali lagi.
Frans tidak sabar melihat reaksi Nyonya Leta dan Tuan Savero saat melihat menantu nya telah kembali.
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN DENGAN CARA MEMBERI LIKE,KOMEN SERTA VOTE NYA YA TERIMAKASIH☺☺
AGAR AUTHOR RAJIN UP BANYAK-BANYAK.
Dan untuk pembaca setia yang masih menggikuti cerita saya ini, saya ucapkan terimakasih jangan lupa ikuti terus kisah Zeline dan Arthur dalam menjalani bahtera rumah tangga yang sesungguh nya.☺🤗🤗
Semangat ya.