Ustadz Fadli Alfatah membuat keputusan menikahi Bella yang di tinggalkan sang adik 1 jam sebelum resepsi pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah
"APA- APAAN KALIAN....?!" Teriak Fadli meninju wajah Rey.
"Lo liat ngapain?" tanya Rey tertawa sinis.
"Hentikan Rey, mas hentikan." Bella panik menatap mereka yang saling menatap tajam.
"Bella, saya kecewa sama kamu. Kamu memperlakukan saya seperti ini! kau berselingkuh di belakang saya, ini benar- benar menyakiti hati saya!" untuk pertama kalinya Bella melihat Fadli marah. Bella berusaha memberikan penjelasan tapi Fadli pergi begitu saja meninggalkan Bella.
"Semua gara- gara kamu Rey!" teriak Bella menampar wajah Rey, ada jejak kemarahan. Bukannya merasa bersalah Rey justru tersenyum senang jika Bella bercerai itu tandannya dia tidak perlu bersusah payah untuk memisahkan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa lo main ke rumah gue Rey?" tanya Andre heran, temannya ini seperti ketiban rezeki nomplok saja.
"Bella pasti akan bercerai Dre." jawab Rey bersemangat. Andre menarik napas dalam, sudah menduga hal ini pasti akan terjadi.
"Kasian juga Bang Fadli, udah Bella elu gituin. Terus hubungan mereka juga retak, kenapa ya Abang lu selalu dapet yang bekas- bekas punya lo?" tanya Andre.
"Ya namannya gue terlahir keren." jawab Rey kini menenggak minuman anggur merah yang baru di beli Andre. Maklum lagi bokek.
"Jadi kalau udah cerai gimana nasib Bella Rey?" Rey tertawa, tentu saja itu hal yang mudah di jawab.
"Ya di dalam kos gue-lah apalagi, gue memang ada niat nikahi Bella tahun ini." Andre mengangguk, memang tidak ada ruginya menikahi Bella.
"Oh, gue berdoa yang terbaik buat lo Rey."
"Emangnya doa dari cowok kayak elu di denger."
"Ah kampret lu Rey, kesel gue!"
"Santai Dre haha..,
...----------------...
Rumah Fadli
Malam ini hujan deras, Bella berdiri di depan pintu dengan tubuh basah kuyup. Berharap Fadli memaafkan, Bella sangat menyesal telah melukai hati Fadli. "Mas, buka mas...," pinta Bella dengan derai mata.
"Mas kamu bilang mencintaiku, buka massss...," teriak Bella menggedor- gedor pintu. Dari balik pintu Fadli terduduk, air matanya jatuh. Ada rasa amarah dan kecemburuan, dia terluka mengetahui fakta di belakangnya Bella berselingkuh dengan sang adik.
"Mas maafkan Bella! Bella telah berbuat hina. Bella pantas di hukum, tapi biarkan Bella ketemu sama mas malam ini ...."
"Mas Bella sangat takut!" teriak Bella, dia kini merasa lemah. Semua adalah salahnya karna memikirkan karir dia jadi terjerumus di lubang dosa.
"Masuklah," Fadli membukakan pintu, tapi sikapnya sangat dingin Bella mandi dan mengeringkan rambutnya setelah itu duduk di samping ranjang Fadli.
"Jangan sakiti saya lebih banyak Bella, saya sangat terluka."
"Beri saya kesempatan mas."
"Bella, lebih baik kita berjalan masing- masing mulai saat ini." dada Bella terada sesak, apa ini artinya Fadli mengajaknya untuk berpisah. Bella tidak ingin berpisah dengan Fadli.
"Maksud mas apa?" tanya Bella tidak ingin bercerai. Bella sangat mencintai Fadli.
"Kita akhiri saja Bella," Fadli tidur memunggungi Bella.
"Kalau begitu, saya minta sesuatu mas." Bella menghapus air matanya kasar, mungkin ini yang terbaik untuk Fadli agar dapat menikahi Aisyah wanita alim yang taat dengan agama.
"Tolong malam ini kita melakukannya untuk terakhir kali biarkan itu menjadi akhir untuk saya."
Fadli berpikir, kemudian dia menerima permintaan itu malam itu rasa nikmat dari penyatuan yang indah justru harus dengan tangisan luka. Bella tidak berhenti menitihkan air matanya, sementara Fadli merasakan sakit yang teramat sangat jika teringat perbuatan buruk mereka.
"Terimakasih mas," Bella tersenyum menatap punggung Fadli yang membelakanginya. Tidur dalam keheningan, seandainya dapat kembali memutar waktu Bella ingin hari ini tidak pernah ada.