Disclaimer: Konflik di cerita ini mungkin sedikit tidak masuk akal dan memusingkan. Othor sudah memperingatkan dari awal.
Thalia Halley Anggara dan Thalita Halley Anggara adalah gadis kembar identik yang memiliki sifat berbeda.
Thalia Halley yang merasa tertekan dengan sikap posesif sang kekasih, yaitu Zayn Arsenio Abraham memutuskan untuk kabur sejenak dan mencari ketenangan, beberapa hari sebelum pertunangannya dengan Zayn.
Di saat bersamaan, Thalita Halley yang baru pulang setelah menempuh pendidikan selama empat tahun di luar negeri, hendak memberi kejutan pada keluarganya.
Thalita sengaja tidak memberikan kabar kalau dirinya pulang hari itu.
Namun naas bagi Thalita, karena saat baru keluar dari bandara kota, tas yang berisi ponsel serta semua kartu identitasnya dijambret oleh orang tak dikenal.
Disaat bersamaan, Zayn yang sedang berada di bandara kota, tak sengaja melihat Thalita yang kebingungan dan mengira kalau Thalita adalah Thalia.
Sejak detik itu, semua orang mengira kalau Thalita adalah Thalia dan tidak ada satupun yang percaya dengan pengakuan Thalita termasuk Mom Belle dan Dad Devan.
Bagaimana akhirnya nasib Thalita yang terpaksa berganti peran menjadi Thalia yang menghilang tak tahu rimbanya?
Apakah akhirnya Thalia akan kembali pulang dan menjelaskan pada semua orang tentang kekeliruan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAK LAGI BERJARAK
Daniel baru selesai mandi saat mendapati ponselnya yang berbunyi nyaring dengan nada yang sudah sangat ia hafal. Daniel memang memberikan nada khusus untuk panggilan dari Kyle.
"Kyle menelepon!" Lapor Thalia yang masih tengkurap di atas ranjang seraya membaca majalah.
"Sudah lama?" Tanya Daniel pada Thalia sebelum mengangkat panggilan Kyle.
"Baru beberapa detik yang lalu," jawab Thalia seraya mengendikan bahu.
Daniel duduk di atas ranjang, di sebelah Thalia dan segera mengangkat telepon dari Kyle.
"Halo, Boss!" Sambut Daniel menyapa Kyle dengan lebay.
"Kau masih di villa?"
"Ya. Memangnya dimana lagi? Pekerjaanku disini belum selesai." Jawab Daniel seraya mengusap wajah Thalia yang masih fokus membaca majalah.
"Kapan kira-kira pekerjaanmu akan selesai?"
"Mungkin satu sampai dua pekan lagi," jawab Daniel mengira-ngira.
"Aku mendapat undangan penting di Bali lusa. Tapi aku sedang tidak bisa datang. Jadi, bisakah kau mewakili Arthur Company untuk datang?"
"Kau selalu menyuruhku menggantikanmu datang ke pesta! Kenapa kau tidak datang sekalian berlibur disini bersama Valeria?" Cecar Daniel sedikit terkekeh.
"Valeria sedang ada ujian minggu ini. Jadi aku tidak bisa mengganggunya sekarang. Bukankah itu menyebalkan?" Dengkus Kyle yang terdengar kesal.
"Kasihan sekali! Padahal aku sedang bersenang-senang disini bersama kekasihku," sahut Daniel pamer.
"Hmmmm. Jadi itu alasan mengapa pekerjaanmu tak kunjung selesai? Baiklah! Aku akan memotong gajimu!"
"Kau selalu kejam padaku, Kyle!" Protes Daniel merasa tak terima.
"Datang saja ke pesta lusa nanti. Kau bisa mengajak kekasihmu yang dari Paris itu, siapa namanya?"
"Thata!" Jawab Daniel cepat.
"Ajak saja Thata ke pesta dan wakili Arthur Company. Bye!"
"Kau menyebalkan, Kyle!" Dengkus Daniel yang sepertinya tak didengar oleh Kyle karena telepon sudah terputus.
"Ada apa?" Tanya Thalia yang kini sudah bergelayut pada Daniel.
"Kyle meminta kita datang ke pesta," jawab Daniel sebelum mengecup tipis bibir Thalia.
"Pesta apa?"
"Hanya pesta perusahaan biasa. Kita akan datang sebagai perwakilan dari Arthur Company," jelas Daniel yang sudah merebahkan tubuh Thalia di atas ranjang dan menyusuri wajah serta leher jenjang milik Thalia.
"Daniel, hentikan! Aku belum mandi!" Cegah Thalia pada Daniel yang bergerak lebih jauh lagi.
"Kenapa tadi kita tidak mandi bersama?" Tanya Daniel dengan raut wajah yang sedikit kecewa karena aksinya mendapat penolakan dari Thalia.
"Karena akau akan membuat acara mandiku menjadi lama! Dasar mesum!" Jawab Thalia yang sudah bangkit berdiri dari atas ranjang dan menarik handuk yang membalut bagian bawah tubuh Daniel.
"Pweet! Kau sexy sekali!" Ejek Thalia seraya melempar handuk Daniel ke sembarabg arah. Thalia sudah menghilang dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi.
Tak bisa dipungkiri lagi, kalau hubungan Thalia dan Daniel sudah semakin tak berjarak sekarang. Bahkan Thalia tak lagi keberatan saat Daniel mengajaknya berbagi ranjang setiap malam.
Thalia tahu ini salah.
Tapi Thalia sudah terlanjur tergila-gila pada Daniel.
Satu hal yang Thalia takutkan saat ini adalah, saat Daniel mengajaknya pulang dan memaksa untuk bertemu Dad dan Mom.
Thalia tak akan bisa lagi menjadi Thalita dan mungkin jika saat itu tiba, Thalia harus mengakhiri hubungannya bersama Daniel.
Tidak!
Thalia tidak mau!
Thalia mencintai Daniel.
****
"Mom dan Dad juga harus ikut?" Tanya Thalita seraya membolak-balik undangan di tangannya.
"Harus, Sayang! Ini bukan acara pesta biasa. Om Alex dan Tante Viola adalah bagian dari keluarga besar Abraham, jadi ini adalah acara keluarga," tutur Zayn panjang lebar seraya merangkul pundak Thalita.
"Lagipula, acaranya di pulau Bali. Tidak etis rasanya jika aku krmbali mengajakmu keluar pulau tanpa membawa kedua orang tuamu, yang juga akan menjadi orang tuaku tak lama lagi," imbuh Zayn lagi yang kini sudah mendekap Thalita dengan mesra.
"Bukankah sudah ada mama dan papa? Dan juga Audrey," Thalita masih sedikit keberatan.
"Tidak! Undangan ini khusus untuk keluarga Halley! Jadi Mom dan Dad akan datang sebagai tamu undangan juga. Bukan sebagai calon mertuaku," jelas Zayn sekali lagi sedikit memaksa.
"Tapi aku tidak mau jika harus memaksa Mom dan Dad. Aku hanya akan memberikan undangan ini pada Mom dan Dad. Keputusan mereka akan datang atau tidak, itu seopenuhnya ada di tangan mereka," tutur Thalita meminta persetujuan dari Zayn.
"Setuju! Ayo aku antar pulang!" Ucap Zayn seraya merangkul Thalita untuk keluar dari ruangannya.
"Bukankah kau ada rapat sebentar lagi?" Tanya Thalita mengingatkan.
"Kau benar." Zayn menepuk keningnya sendiri
"Baiklah, supirku yang akan mengantarmu. Aku tidak mau kau naik taksi!" Putus Zayn akhirnya.
Zayn mengantar Thalita untuk turun menuju ke lobby.
****
Kediaman Halley.
"Undangan apa?" Tanya Mom Belle saat Thalita menyodorkan undangan yangbtadi diberikan Zayn pada sang Mom.
"Pesta peresmian sebuah hotel di Pulau Bali. Kata Zayn, pemilik hotel itu juga bagian dari keluarga Abraham." Jelas Thalita pada sang Mom.
"Kita mendapat undangan seperti ini juga kemarin," timpal Dad Devan saat melihat undangan yang masih dipegang oleh Mom Belle.
"Oh, iya. Aku ingat! Halley Development ikut andil juga dalam pembangunan hotel itu. Jadi Mom dan Dad juga mendapat undangnya. Zayn tidak memberitahumu?" Tanya Mom Belle pada Thalita.
Thalita mengendikkan bahu.
"Mungkin Zayn lupa, Mom! Zayn banyak kesibukan belakangan ini."
"Jadi, Mom dan Dad akan berangkat ke Bali juga?" Tanya Thalita selanjutnya memastikan.
"Tentu saja!" Jawab Mom dan Dad serempak
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
baca terus ini. dari awal mom Belle, Theo, Nick, Hans dan skg anak2nya urut 😍😍😍👍👍👍
TERUS BERKARYA BUNDEW...👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
RENATA JUGA BGITU, SETELH KGUGURN RAHIMNYA ADA LUKA, JDI TDK BOLEH HAMIL DLU SMPE RAHIM NYA BNAR2 SEHAT..