NovelToon NovelToon
I'M Nathasya Gustari

I'M Nathasya Gustari

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:250.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgoanz

Melarikan diri dari orang-orang dan masa lalu yang terlalu rumit untuk di jalani. Dan setelah banyak situasi tak memihak padanya, masih adakah secercah cahaya kebahagiaan untuk kehidupan baru seorang Natasya Gustari?

Bisakah seorang yang berkuasa seperti Tara menemukan gadis itu kembali?

Meraih kembali istri yang membawa kabur anak dalam kandungan bersamanya?

Selamat membaca 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

Ciuman yang awalnya hanya pagutan kecil berubah lebih menuntut. Tara juga menarik lepas tali pengikat kimono tidur milik Caca dan menindihnya.

"Mentari sudah besar. Waktu yang cukup untuk memberinya adik." bisik Tara tepat pada telinga Caca. Membuat wanita itu mengerang geli.

Tara kembali menyatukan bibir mereka. Menikmati setiap sentuhan yang mengalirkan sengatan listrik yang membuatnya candu. Berbagi peluh dengan pergumulan panas yang Tara yakin tidak akan berlalu cepat.

***

"Yeeeyyy!! kita sekarang tinggal di sini mah?" sejak berangkat dari rumah lama mereka menuju rumah Tara, Mentari sudah sangat antusias karena bisa tinggal di rumah yang begitu besar dan memiliki kolam renang sendiri. Ia ingin belajar berenang dengan sang ayah.

"Iya sayang. Mulai hari ini, Mentari sama mama akan tinggal disini bareng papa." bukan Caca yang menjawab, melainkan Tara.

"Tapi sekolah Tari gimana, pah?"

Hari kedua menikah, Tara langsung memboyong anak dan istrinya kembali ke rumah asli mereka. Tapi ia lupa untuk memindah sekolah Mentari juga.

"Kalau sekolah di sekolah baru bagaimana? nanti kita cari sekolah yang bagus. Yang lebih seru dari sekolah lama Mentari."

Mentari menggeleng dengan wajah sedih. Dalam tunduknya ia berujar lirih. "Tari suka sekolah disana. Teman Tari udah nggak nakal lagi kok. Mereka sekarang mau berteman sama Tari."

Caca tersenyum pada putri kecilnya yang tengah bersedih itu. "Mentari akan tetap sekolah disana kok sayang. Tapi berangkat sama mama, ya? papa kan kerja. Sekalian mama ke toko Mentari."

Mentari menatap mata ibunya dengan binar bahagia karena tetap bisa bersama teman-temannya.

Tapi tidak dengan Tara. Pria itu menatap Caca tajam dan langsung melayangkan protes. "Udah lah Ca. Kamu udah nggak perlu lagi bekerja. Nggak perlu datang ke sana lagi."

"Kalau aku nggak datang ke sana, siapa yang akan urus mas? Biarpun mereka pasti bisa di percaya, tapi tetap saja harus ada yang ngarahin."

Mentari sudah berlari menuju kamar barunya Meninggalkan dua orang dewasa yang tengah berdebat itu.

"Kamu udah nggak perlu ngurusin butik kamu lagi. Kasih aja usaha kamu itu buat karyawan terbaik kamu."

Caca mencibir dalam hati. Dasar orang Kaya! gampang banget ngomong ngasih usaha ke orang lain. Biarpun usaha itu kecil, tapi disana tempat ia dan Mentari bisa hidup. Dan yang lebih penting lagi adalah historisnya. Saksi bisu kehidupannya. Dan ia tidak akan menghapus tempat itu dari hidupnya.

"Nggak bisa gitu lah mas. Tempat itu penting buat aku. Aku nggak bisa gitu aja ngelepas tempat itu buat orang lain."

"Apa sih yang kamu khawatirin. Sekarang kita sudah bersama. Kamu dan Mentari sudah tidak akan kekurangan lagi."

Caca tertawa miris. "Aku sama Tari bahkan nggak pernah merasa kekurangan meski hidup kami sederhana."

Tara membelalakan matanya. Bukan itu maksud ucapannya. Ia hanya ingin bilang pada Caca jika istrinya itu tidak perlu bekerja karena ia mampu menghidupi keluarga mereka Karena ia lah kepala rumahtangganya.

"Dan apa saja yang Mentari mau, selalu aku kasih kok. Jadi mas Tara nggak perlu khawatir anakmu hidup susah dengan ibunya sendiri."

Tara menghela ketika istrinya benar-benar tersinggung dengan ucapannya. "Ca. Bukan itu maksud aku."

Caca menampilkan senyum getir. "Aku tau mas. Aku juga nggak ingin bertengkar."

***

Saat itu mengetahui putri kecilnya tidur sendiri terasa sedih. Merasa kasihan anak sekecil itu yang pasti ingin selalu dalam dekapan sang ibu harus tidur seorang diri. Belum lagi jika anaknya bermimpi buruk. Pasti Mentari akan sangat ketakutan saat bangun dan tidak ada orang di dekatnya.

Tapi kini, ia merasa beruntung Mentari tidur di kamar terpisah dengannya dan sang istri. Tidak akan ada yang mengganggu waktunya berdua dengan istrinya Caca.

"Apa kamu merasa bahagia?" Tara mengelus rambut istri dalam dekapannya lembut. Mereka tengah berbaring menuju tidur di dalam kamar Caca. Ya, kamar Caca ketika dulu masih tinggal dirumah itu. Kamar yang langsung terhubung dengan ruang kerja suaminya.

Sedangkan kamar Tara, kini digunakan oleh putri mereka. Caca tidak ingin tidur dikamar yang sama dengan mantan istri Tara sebelumnya.

Sedikit kekanakan dan egois memang. Terasa seperti ia ingin memiliki Tara seorang diri tanpa masa lalu pria tersebut yang sudah dua kali menikah.

Tapi membayangkan Tara pernah tidur di atas ranjang yang sama dengan wanita lain saja sudah membuatnya tidak suka. Ia lebih memilih membayangkan bagaimana kegiatan keduanya dalam kamar Caca itu. Kegiatan yang jika kembali teringat akan membuat pipinya merona. Betapa beraninya ia dulu.

"Kalau nggak bahagia, ngapain aku nerima kamu lagi, mas." jawab Caca yang juga membalas pelukan sang suami. Menyandarkan wajahnya pada dada bisang suaminya. Kenyamanan yang tidak lagi ia dapatkan beberapa tahun ke belakang.

"Berarti kamu masih cinta sama, aku?" tanya Tara lagi penuh harap.

Bagaimana dia tidak cinta. Jika setiap malam yang terbayang hanya wajah Tara.

"Sepertinya status aku selama ini sudah menjelaskan semuanya, mas."

Senyum Tara semakin lebar. Pelukannya kian mengerat. Hatinya bahagia mendengar jawaban Caca.

Ya. Status Caca yang memilih membesarkan anak mereka seorang diri sudah menjelaskan bagaimana perasaan wanita itu padanya.

Sama seperti dirinya yang bertahan tanpa wanita lain setelah kepergian Caca. Karena ia menjaga cintanya untuk wanita itu. Bahkan tak sehari pun dirinya mampu melupakan Caca.

"Kamu nggak malu, punya suami sudah berumur seperti aku?"

Caca terkekeh. Kenapa suaminya baru beritanya sekarang. Sedangkan mereka sudah menjalin hubungan sebegitu lamanya. Membuahkan buah hati secantik putri mereka.

"Kenapa malah tertawa?" Tara sedikit menjauhkan tubuhnya untuk menjangkau wajah istrinya.

"Ya lagian mas tuh nanyanya aneh-aneh saja?" wanita itu kembali terkekeh. "Kalau aku malu, kenapa bisa sampai ada Mentari di tengah-tengah kita?" tantang Caca dengan kedua alis yang terangkat.

"Kalau aku malu, aku akan mikir dari awal saat mas mulai sering masuk ke dalam kamarku."

Tara kembali mendekap erat istrinya. Membenamkan wajahnya pada surai hitam istrinya.

"Terimakasih sayang. Sudah menerimaku apa adanya." Caca mengangguk dalam dekapan Tara. "Padahal cara aku deketin kamu dulu nggaka ada baik-baiknya. Aku pasti nyakitin kamu banget kan dulu."

"Banget!" sahut Caca. "Sampai rasanya benci banget sama kamu dulu mas."

"Aku tahu. Makanya aku nggak akan berhenti mengucapkan terimakasih karena pada akhirnya kamu mau menerimaku dengan suka rela."

"Kata orang jawa kan 'Witing Tresno Jalaran Soko Kulino' mas." ujar Caca. "Semua memang karena terbiasa kan? seperti cintaku yang tumbuh buat kamu karena terbiasa ada didekat kamu. Karena terbiasa kamu kasih cinta juga buat aku." imbuh gadis itu.

"Aahh.. Kenapa aku jadi pengen lagi? kalimatmu bikin aku bahagia, Ca." Tara mulai menciumi leher Caca dan menggigitnya kecil. Meninggalkan jejak-jejak kemerahan disana.

"Maasss." mencoba menjauhkan kepala Tara dari ceruk lehernya. "Kita baru aja selesai!"

Bukan Tara namanya jika menyerah begitu saja. "Sekali lagi, setelah itu kita sama-sama tidur."

Meskipun mengerang. Caca pasrah saja melayani suaminya untuk kedua kalinya pada malam itu.

*

*

*

Hihihi maaf ya, semalam cuma dapat setengah bab. Jadi baru bisa up sekarang.

Eh btw. Besok sudah lebaran ya, buat yang muslim.

Atau sebagian dari kalian sudah ada yang merayakan?

Mau hari ini atau besok, kita tetap sama. Saudara sebangsa dan seagama.

Mohon maaf jika selama ini othor sering bikin kesel karena nggak tepat waktu buat update. Maaf belum bisa kasih cerita yang bagus untuk kalian. Dan maaf jika ada salah kata yang tidak sengaja menyinggung atau menyakiti kalian.

Selamat hari raya idul fitri 1442 H bagi yang merayakan. Minal aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏

1
Nani Desmiwati
Sedih
Mawar berduri
cerita yg manis tdk bertele2. trima kasih. sukses sll
Mawar berduri
pak tua smakin hot jeletot deh🤭
Mawar berduri
masak sih hampir 6 th LN org2 masih ingat. palingan udh pd lupa. lagian hr gini masih aja kepo dgn urusan orglain. kayaknya gk gt deh.
Mawar berduri
enak bgt rasa daun muda ya pak tara🤭👍
Endang Werdiningsih
caca bukan hamil diluar nikah,,,
nikah siri secara agama sah hukum'a...
dan setahu sy si anak msh bisa mengikut nashab ayah'a,,,jika terlahir perempuan maka sang ayah msh berhak yg menjadi wali nikah,,,,cuma secara hikim negara tdk bisa nama ayah tercantum di akte kelahiran...
beda dengan hamil tanpa ada'a pernikahan....
dan cava blom ditalak sama tara kok sdh dinikahi sama rian.....
sedang caca pergi jg tanpa sepengetahuan tara,,,, ga bisa dibilang sdh jatuh talak....
Rina Fauzie
bagus cerita nya 👍
Aisyah Hayati
lahhh gimana ceritanya wanita lagi hamil+masih isteri orang alias masih punya suami udah dikawinin lagi tor?? semisal dia udah cere pun masa iddahnya sampe dia selesai melahirkan boskuuuu,ini masih melendung udah dikawinin aja. meski ini hanya cerita piksi tapi tolonglah plis atulah utk hal2 yg beraroma norma2 dan aturan2 yg berlaku dimasyarakat harus diperhatikan,ga bisa bebas ngehalu sakarepe penilis naglor ngidul bercerita. Klo belum tau alangkah baiknya dicari tau dulu biar kesanya ga asal njeplakkkk nabrak norma yg berlaku.Jujurli suwerli ini ceritanya yg tak kira bakal seru jadi ambyarrrr absurd surd surd menyebalkan kau buat.
fa _azzahra
pantes td agak sedikit bingung krna dcerita sblm nya caca anak kandung nini.good jd mudeng aku
Sitialmira
rian mungkin
yanti auliamom
Ngikutin aja alurnya seperti imajimu Thor.

Tapi biasanya orang bule tuh lebih easy soal jodoh anak. Biasanya yang ribet itu bangsawan meski ga semua.

lanjut..
yanti auliamom
Jadi ada hikmahnya ya Thor. Jadi tau tentang hukum islam .

Kalau mantan kakak atau adik ipar boleh/ halal di nikahi.
baik karena cerai hidup atau karrna meninggal.
Khalisah Rochman
good thor.... aq suka ceritax beda
sri fauziah
hadeuh klo liat mentari jdi ingat sma anak sy waktu masih kecil...kritisny luar biasa nyampe sy bingung dan mentok mau jwab apa...untungny suami selalu bisa kasih jawaban yg bikin anak sy puas😁😁😁
Rianty Aksan
Cerita Yang Keren Begini, Kenapa Like nya dikit Banget ya..
Puja Kesuma
lama upny thor..lanjutin donk thor
japalibels
haram ini. msh dlm status pernikahan dgn tara.
AsYanti
nah lhooooo siapakah dia... si pemilik "mata" yang kepo-an itu???
AsYanti
baru aja niat mau komen soal sejarah Caca waktu diangkat anak apakah dibahas juga di keluarga besar Abraham dan apakah Caca pernah diperkenalkan kepada keluarga besar Abraham semasa hidupnya Nindi.... keburu Authornya bercerita hehehe.... terjawab langsung
AsYanti
wekekekeek.... rasaiiin looooo... emang gampang harus mikir jawaban buat anak yang kritis????... padahal para emak tiap hari harus jadi orang "pinter" trus buat anak2nya yang cerewet...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!